Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Peran Guru PAI Sebagai Motivator Dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Pada Sekolah Tingkat Menengah Atas Zulhiza Romi; Afifah ‘Ulya; Nurfarida Deliani; Juliana Batubara
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 1 (2024): 2024
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qouba.v1i1.82

Abstract

Pada zaman sekarang ini pendidikan karakter religius di Indonesia sangat mengkhawatirkan karena banyak terjadinya kenakalan remaja dan kurangnya nilai-nilai keagamaan pada diri peserta didik, karena itu dalam pengembangan karakter tersebut sangat diperlukan sekali peran guru PAI. Tujuan dalam penelitian ini yaitu: Untuk mengetahui karakter religius peserta didik di SMAN 2 Kota Solok dan Untuk mengetahui bentuk motivasi guru Pendidikan Agama Islam dalam membangun karakter religius pada peserta didik serta factor yang mempengaruhinya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Sedangkan metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Pertama karakter religius peserta didik SMAN 2 Kota Solok sebagian besar memiliki kesadaran aktif dalam melakukan ibadah serta memiliki kedisiplinan yang tinggi. Kedua bentuk motivasi guru Pendidikan Agama Islam dalam membina karakter religius peserta didik melalui beberapa metode yaitu Metode Keteladanan, Metode Pembiasaan, Punishment Dan Reward. Adapun factor yang mempengaruhi keberhasilan guru sebagai motivaor dalam membentuk karakter religius yaitu fasilitas sekolah, kesadaran diri peserta didik dan dukungan dari orang tua.
Pembentukan Karakter Religius Melalui Pembiasaan Shalat Wajib Dan Membaca Al-Qur’an di TPQ Mushalla Teladan Afifah ‘Ulya; Zulhiza Romi; Nurfarida Deliani; Juliana Batubara
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 1 (2024): 2024
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qouba.v1i1.94

Abstract

Pada saat ini Pendidikan karakter merupakan salah satu upaya dalam pembentukan karakter religius santri menjadi lebih baik. Permasalahan terkait karakter religius santri TPQ saat ini cukup mengkhawatirkan lantaran pada saat ini santri lebih banyak bermain handphone sehingga mereka banyak yang lalai dalam shalat dan membaca al-qur,an bahkan ada yang tidak shalat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi pembiasaan shalat wajib dan membaca al-qur’an. Dan untuk mengetahui strategi guru dalam meningkatkan karakter religius melalui pembiasaan shalat wajib dan membaca al-qur’an santri.  Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Sedangkan metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, yang Pertama dalam implementasi shalat wajib dan membaca al-quran santri sudah baik namun terdapat hambatan yang berasal dari keluarga serta berasal dari kesadaran peserta didik. Yang Kedua strategi yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan karakter religius santri melalui pembiasaan yaitu memberika motivasi dan menggunakan buku agenda shalat terkait pelaksanaan shalat wajib maupun membaca al-qur’an.
Pendekatan Psikologis Pendidikan Islam Dalam Mengoptimalkan Perkembangan Siswa Introvert Jeni Mandala Saputra; Muhammad Furqan; Juliana Batubara; Nurfarida Deliani
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 1 (2024): 2024
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qouba.v1i1.165

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perkembangan individu, termasuk bagi siswa yang memiliki kepribadian introvert. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan psikologis dalam pendidikan Islam yang dapat mengoptimalkan perkembangan siswa introvert. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis bagaimana pendidikan Islam dapat mengintegrasikan pendekatan psikologis yang sensitif terhadap karakteristik siswa introvert. Fokus kajian ini adalah pada penerapan pendekatan yang lebih personal dan reflektif, seperti pembelajaran berbasis individu, pemberian ruang untuk introspeksi diri, serta teknik bimbingan yang lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan psikologis siswa introvert memungkinkan pendidik merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan relevan, yang tidak hanya meningkatkan pemahaman agama siswa, tetapi juga membantu mereka mengatasi tantangan psikologis, seperti kecemasan sosial dan ketidaknyamanan dalam interaksi kelompok. Pendekatan ini juga berperan dalam mengembangkan rasa percaya diri dan kesejahteraan emosional siswa introvert, yang pada akhirnya berdampak positif pada perkembangan karakter dan moral mereka. Kesimpulan dari artikel ini menegaskan pentingnya integrasi pendekatan psikologis dalam pendidikan Islam untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan memberdayakan siswa introvert, serta membentuk individu yang berkualitas dan berintegritas. Dengan demikian, pendidikan Islam dapat berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan spiritual, akademik, dan sosial siswa, terutama mereka yang memiliki kecenderungan kepribadian introvert.
Belajar Sejarah Kebudayaan Islam Menyenangkan; Peran Gaya Belajar Audio, Visual, Kinestetik Siswa Kelas VII di Mts Al-Falah Muhammad Furqan; Jeni Mandala Saputra; Juliana Batubara; Nurfarida Deliani
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 1 (2024): 2024
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qouba.v1i1.166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran gaya belajar—audio, visual, dan kinestetik—dalam meningkatkan pengalaman belajar siswa kelas VII di MTs Al Falah pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen terkait proses pembelajaran. Penelitian ini berfokus pada bagaimana setiap gaya belajar memengaruhi motivasi, pemahaman, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran SKI.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan berbagai gaya belajar secara seimbang dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan dinamis. Siswa dengan gaya belajar auditori cenderung lebih aktif dalam diskusi kelas, mampu menangkap informasi melalui penjelasan lisan, dan menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap materi yang disampaikan secara verbal. Siswa dengan gaya belajar visual menunjukkan kemudahan dalam memahami materi melalui media gambar, diagram, dan video, sehingga memperkuat daya ingat mereka terhadap konsep yang diajarkan. Di sisi lain, siswa dengan gaya kinestetik lebih terlibat dalam aktivitas pembelajaran berbasis praktik, seperti simulasi, permainan edukatif, dan proyek kelompok.  Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi berbagai gaya belajar ke dalam metode pengajaran SKI dapat meningkatkan motivasi, pemahaman, dan keterlibatan siswa. Pendekatan ini juga menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan mendorong siswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan metode pembelajaran inovatif yang sesuai dengan kebutuhan siswa, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di MTs Al Falah dan institusi pendidikan serupa.
Optimalisasi Keterampilan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengelola kelas Yang Kondusif Muhammad Barry Mahmudi; Juliana Batubara; Nurfarida Deliani
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 1 (2024): 2024
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qouba.v1i1.177

Abstract

Kemampuan mengelola kelas yang kondusif menjadi salah satu kompetensi penting bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterampilan yang diperlukan guru PAI untuk menciptakan suasana kelas yang produktif dan efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan, dimana seluruh data diambil melalui buku, jurnal dan dokumen yang berkaitan dengan tema penelitian, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi, teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengelolaan kelas yang kondusif merupakan fondasi penting dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Guru PAI harus memiliki keterampilan komunikasi yang baik, menguasai manajemen kelas, dan mampu menerapkan nilai-nilai Islami secara konsisten. Ketiga keterampilan ini saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang produktif dan harmonis. Untuk meningkatkan kompetensi ini, diperlukan pelatihan yang berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk sekolah dan pemerintah.
Peran Guru PAI Mengatasi Bullying SD 045/XI Koto Dua Kota Sungai Penuh Muhammad Habil; Nurfarida Deliani; Juliana Batubara
JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL (JUPENDIS) Vol. 2 No. 1 (2024): JANUARI : JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jupendis.v2i1.1262

Abstract

. The purpose of this research is to find out the role of PAI teachers in overcoming bullying at SD 045/XI Koto Dua. Bullying is a serious problem that often occurs in the school environment which can affect the development of students both emotionally and socially. Bullying behavior can also have a negative impact, either for the victim or the perpetrator himself. If this happens in elementary school, the role of a PAI teacher is needed in order to deal with this behavior. Qualitative research approach and descriptive method, which is research that describes the conditions that are happening, using data collection techniques used are interview, observation, and documentation methods. The results of this study indicate that the role of PAI teachers in overcoming bullying behavior by giving advice to students who are bullying so as not to do it again if it happens again it will be dealt with more harshly. Furthermore, calling the parents of the bullying perpetrators to inform their parents about what students do at school. PAI teachers must have methods in overcoming bullying. How to overcome bullying in Sd tersebu give advice about religion either individually or as a whole students give an understanding of bullying and its impact especially to students. For this reason, PAI teachers play a very important role in overcoming bullying behavior to students so that this behavior does not continue into adolescence.
Urgensi Sex Education untuk Anak Usia Dini di Zaman Modern Muhammad Shaleh Mahfuzh; Juliana Batubara; Nurfarida Deliani
JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL (JUPENDIS) Vol. 2 No. 2 (2024): APRIL : JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jupendis.v2i2.1422

Abstract

Early childhood (0-6 years) is considered a critical period that determines adolescent and adult development. This phase shows a process of change that includes growth, development, maturity, and perfection, both physically and mentally, which takes place throughout life in successive stages. Therefore, providing beneficial education to children at an early age is natural and important to prepare them for the future. One important aspect of educating children at an early age is sex education. The aim of this approach is to provide information and help children understand how to safeguard and protect their bodies from potential harm. This research uses a literature study method with a qualitative approach, relying on secondary data sources such as books, journals, articles and related publications. The results of this study show that sex education involves conveying information and forming attitudes related to sex, gender, gender identity, inter-gender relations, and other intimate aspects. The importance of providing sex education from an early age is to provide children with an understanding of how to safeguard and protect their bodies from potential harm.
Dampak Penggunaan Media Sosial Tiktok Terhadap Perilaku Anak Usia Sekolah Dasar Azizah, Muthia; Nurfarida Deliani; Juliana Batubara
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 4 No. 3 (2023): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v4i3.536

Abstract

The purpose of writing this article is to find out how the impact of using TikTok social media on the behavior of elementary school-age students, because elementary school-age children are very vulnerable to the influence of social media, especially TikTok. Recently, one of the most used social networks is TikTok and it has caused concern among parents and teachers, because this TikTok social media can be accessed anywhere and anytime, and for the content displayed is also very diverse. The writing method used is a qualitative descriptive method with data collection techniques using literature studies and interviews. Library research conducted on previous research and books related to this material, as well as interviews with teachers, parents and students. From this presentation, it was obtained the results of his research that TikTok social media can have a positive impact on children if directed and supervised by parents, and it will have a negative impact on children if children access social media freely without parental supervision. For this reason, parental supervision is needed so that TikTok can have a positive impact on elementary school-age children. Because in addition to useful content or videos, there are also a lot of videos and content that are not good for consumption by children and even adults
Penerapan Metode Outing Class Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Sri Wahyuni; Nurfarida Deliani; Juliana Batubara
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 3 No. 3 (2025): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v3i3.1322

Abstract

Pendidikan merupakan proses sadar dan terencana yang bertujuan untuk membimbing serta mengembangkan potensi jasmani dan rohani peserta didik agar mampu menjalani kehidupannya secara mandiri. Dalam proses pembelajaran, metode yang digunakan sangat menentukan keberhasilan pencapaian belajar siswa. Salah satu metode inovatif yang dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa adalah metode pembelajaran Outing Class, yaitu pembelajaran di luar kelas yang melibatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Penarapan Metode Outing Class dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini berbasis penelitian lapangan, proses pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan metode outing Class merupakan contoh salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa khusus dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, karena dalam proses pembelajaran santri menjadi menyenangkan, antusias dan aktif.
Analisis Perkembangan Identitas Sosial Anak dalam Lingkungan Multikultural: Penelitian Nenesia Okvaiv Adesta; Juliana Batubara; Nurfarida Deliani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3998

Abstract

An environment rich in cultural diversity plays an important role in shaping children's social identities from an early age. The diversity of cultures, ethnicities, languages, and values present in daily interactions has a significant impact on how children see themselves and others. This study aims to explore the impact of a multicultural environment on children's social identity development and to identify supporting and hindering factors for students at IT Sabbihisma High School. For this research, the method applied is descriptive qualitative, with data collected thru observation, in-depth interviews, and documentation related to children's social development and multicultural education. Analysis findings indicate that direct interaction with diversity can strengthen empathy, tolerance, inclusive attitudes, and children's ability to build a positive social self-concept. The family, school, and peer environment serve as key elements that strengthen the development of social identity in a multicultural context. However, the presence of stereotypes, social prejudice, and a lack of understanding of culture can be obstacles in this process. This research emphasizes the importance of planned multicultural encouragement thru inclusive educational and parenting approaches to maximize children's social identity development.