Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis CRI (Certainly Response Index) Pembelajaran Online Parasitologi pada Mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang pada Masa Pandemi Covid-19 Qomariyah, Ismi Nurul; Mistianah, Mistianah
Al Jahiz Vol 2 No 2 (2021): Al Jahiz: Journal of Biology Education Research, July-December 2021
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo, Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/al-jahiz.v2i2.4261

Abstract

Pembelajaran berbasis teknologi di masa pandemic Covid-19 menghadapi banyak kendala dan tantangan. Akibatnya, desain dan strategi pembelajaran diharapkan efektif, efisien dan mampu memberdayakan kompetensi mahasiswa dengan tepat. Namun, tes pilihan ganda dalam bentuk kuis online juga memiliki beberapa kekurangan, misalnya, cukup sulit untuk menangkap tingkat konsep penguasaan mahasiswa secara lebih mendalam dan rinci. Oleh karena itu formulir evaluasi tes pilihan ganda online dapat dikembangkan dengan sistem dua tingkat, sehingga dapat menunjukkan tingkat pemahaman dan pemikiran mahasiswa lebih lanjut. Selain itu, kepastian indeks respons juga ditambahkan untuk menentukan tingkat kepercayaan mahasiswa terhadap jawaban yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemahaman mahasiswa dengan Kepastian Indeks Respons (CRI) pada materi parasitologi menggunakan tes diagnostik online dua tingkat berdasarkan aplikasi ispring suite 8. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Subjeknya adalah mahamahasiswa IKIP Budi Utomo Malang 2018 A, dengan jumlah total 18 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat CRI mahasiswa cenderung rendah, jawaban dan alasan tidak benar dan terkait satu sama lain, sehingga tampaknya mahasiswa menjawab secara acak yang tidak dapat menunjukkan alasan logis yang berkaitan dengan jawaban. Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat pemahaman mahasiswa dan CRI adalah karakteristik materi parasitologi yang abstrak dan sulit, ruang lingkup materi yang kompleks dan rumit, kemampuan awal mahasiswa, dan penggunaan sumber belajar yang tidak optimal.
Consumer acceptance of processed telang BUTERI flower and BUSER KING coffee products Saati, Elfi Anis; Purwati, Titik; Prayitno, Trio Ageng; Argarini, Dian Fitri; Mistianah, Mistianah; Ambarawati, Mika; Budiono, Dwi; Herlambang, Alexander
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol. 9 No. 02 (2024): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, Universitas Insan Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v9i02.166

Abstract

Processed telang flower and coffee products from Malang must be introduced to the public as typical Malang food tourism, such as processed telang BUTERI flower and BUSER KING coffee products. The purpose of the study was to determine consumer acceptance of processed telang BUTERI flower and BUSER KING coffee products through organoleptic tests. The type of research is quantitative descriptive research with organoleptic test methods through hedonic tests (likeability). The research sample was 40 researchers for processed telang BUTERI flower products and 50 panelists for processed BUSER KING coffee products. The research instrument was a hedonic test sheet with a scale of 1 to 5 (taste, aroma, appearance, texture, and overall). The research data are quantitative data of the percentage of preference and qualitative data in the form of information or panelist comments. The data analysis technique is quantitative descriptive. The results of the study indicate that consumer acceptance of processed telang BUTERI flower products from the taste aspect is 60.5%, aroma aspect is 61%, appearance aspect is 70%, texture aspect is 63.5%, and overall aspect is 67%. Meanwhile, consumer acceptance of processed BUSER KING coffee products from the taste aspect is 74.4%, aroma aspect is 79.6%, appearance aspect is 74.8%, texture aspect is 74.8%, and overall aspect is 82.4%. The study concludes that processed telang BUTERI flower and BUSER KING coffee products can be accepted by consumers. The public can consume telang BUTERI flower and BUSER KING coffee processed products because they have halal certificates, NIB, and PIRT certificates.
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Organik Lingkungan Sekolah melalui Pembuatan Gantungan Kunci Resin Bernilai Ekonomi di SMA Taruna Nala Witjoro, Agung; Armanda, Fahmy; Mistianah, Mistianah; Mukti, Taufiq Satria; Firdaus, Zahra; Irawati, Mimien Henie; Rohman, Fatchur; utami, NURUL HIDAYATI
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5263

Abstract

Limbah organik berupa bunga dan daun kering di lingkungan sekolah sering belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi sebagai bahan baku produk kreatif yang bernilai edukatif dan ekonomis. Kondisi serupa dijumpai di SMA Negeri Taruna Nala Malang yang memiliki area hijau luas, tetapi limbah botani yang dihasilkan belum dikelola secara produktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik lingkungan sekolah melalui pelatihan pembuatan gantungan kunci resin, sekaligus memperkuat kesadaran keberlanjutan dan keterampilan kewirausahaan siswa. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Education for Sustainable Development (ESD) yang diintegrasikan dengan project-based learning (PjBL) terhadap 100 siswa yang dibagi dalam kelompok kerja. Pelaksanaan program meliputi tahap persiapan, pengumpulan bahan baku limbah botani, pengeringan dan fabrikasi resin, serta refleksi pelaksanaan. Evaluasi dilakukan menggunakan daftar hadir, lembar observasi, lembar penilaian produk, dan angket respons peserta dengan indikator keberhasilan meliputi kehadiran peserta, keberhasilan produk, serta respons positif peserta terhadap kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh indikator keberhasilan tercapai di atas target minimal. Kehadiran peserta mencapai 100%, 90% peserta berhasil menghasilkan gantungan kunci resin dengan kategori layak, dan 90% peserta memberikan respons positif terhadap kegiatan, terutama dalam aspek pemahaman pemanfaatan limbah organik dan pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Hasil refleksi juga menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu menumbuhkan kreativitas, ketelitia berbasis potensi lokal. Dengan demikian, pelatihan pembuatan gantungan kunci resin berbahan limbah botani terbukti efektif sebagai bentuk pengabdian masyarakat berbasis sekolah yang aplikatif, edukatif, dan berkelanjutan serta berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Optimization of Organic Waste Utilization in the School Environment Through the Creation of Economically Valuable Resin Keychains at SMA Taruna Nala Abstract Organic waste in the form of dried flowers and leaves in school environments is frequently underutilized, despite its potential as a raw material for creative products with educational and economic value. A similar condition was observed at SMA Negeri Taruna Nala Malang, which has extensive green areas, yet the botanical waste generated has not been managed productively. This community service activity aimed to optimize the utilization of school organic waste through training in resin keychain production, while simultaneously strengthening students' sustainability awareness and entrepreneurial skills. The activity was implemented using an Education for Sustainable Development (ESD) approach integrated with project-based learning (PjBL), involving 100 students organized into working groups. The program stages included preparation, collection of botanical waste materials, drying and pressing of plant materials, resin fabrication, and implementation reflection. Evaluation was conducted using attendance records, observation sheets, product assessment rubrics, and participant response questionnaires, with success indicators encompassing participant attendance, product feasibility, and positive participant response toward the activity. The results indicated that all success indicators were achieved above the established minimum targets. Participant attendance reached 100%, 90% of participants successfully produced resin keychains categorized as feasible, and 90% of participants provided positive responses toward the activity, particularly regarding understanding of organic waste utilization and the importance of sustainable environmental management. Reflection results also demonstrated that this activity was able to foster creativity, meticulousness based on local potential. Thus, training in resin keychain production using botanical waste proved effective as an applicable, educational, and sustainable school-based community service model, contributing to the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs).