Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Midwifery Journal

Kajian Kebisingan Dan Suhu Di Industri Mebel Kayu Sanran, Lutfiah Dwi; Helmy, Helina; Barus, Linda; Masra, Ferizal
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i2.21078

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Industri mebel kayu merupakan salah satu sektor usaha yang berkembang di Indonesia dan berkontribusi dalam menyediakan lapangan kerja serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun, di balik pertumbuhannya, sektor ini menyimpan potensi risiko terhadap kesehatan lingkungan kerja, terutama akibat paparan suhu tinggi dan faktor fisik lainnya yang dapat memengaruhi kesehatan serta produktivitas pekerja.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kebisingan dan suhu di lingkungan kerja tiga industri mebel kayu yang berada di Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, serta menilai kesesuaiannya dengan standar kesehatan lingkungan kerja.Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi langsung menggunakan alat Sound Level Meter dan Thermohygro Meter, serta wawancara terhadap pekerja dan pengelola industri. Data sekunder diperoleh dari studi literatur dan dokumen pendukung lainnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu lingkungan kerja di ketiga industri melebihi ambang batas kenyamanan kerja yang ditetapkan, yaitu di atas 30°C. Sementara itu, tingkat kebisingan di ketiga industri masih berada di bawah Nilai Ambang Batas (NAB) 85 dBA, sehingga tidak melebihi ambang yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun tingkat kebisingan masih dalam kategori aman, suhu kerja di industri mebel kayu di Kecamatan Sukarame belum memenuhi standar kenyamanan. Diperlukan upaya pengendalian suhu melalui perbaikan ventilasi dan peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD). Kata Kunci: Kebisingan, Suhu, Industri Mebel, Kesehatan Kerja, Lingkungan Kerja.
Penggunaan Kelambu Dengan Kejadian Penyakit Malaria Di Wilayah Kerja Puskesmas Indarwati, Suami; Helmy, Helina
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i2.10388

Abstract

Background: The Pesawaran Regency area has topography, most of which are located on the seashore. In general, the people who live on the beach complain about the high incidence of malaria. Due to the fact that most of the areas are located on the seashore, it is very possible for malaria to occur, especially in the working area of the Hanura Public Health Center, Pesawaran Regency.Purpose: This study aims to determine the relationship between the use of mosquito nets and the incidence of malaria in the working area of the Hanura Public Health Center, Pesawaran District.Meanwhile, the specific objective of this study was to determine the incidence of malaria in Pesawaran District, Lampung Province. Know the description of the use of mosquito nets. Knowing the description of confounding variables: age, gender, education.Methods: This research methodology has this type of research is analytic, namely a study conducted with the aim of looking at the relationship between mosquito nets and the incidence of malaria in the work area of the Hanura Health Center in Pesawaran District.Result: The research results for the relationship between the use of mosquito nets and the incidence of malaria resulted in a p value of 0.18 which means greater than 0.05Conclusion: The research results for the relationship between the use of mosquito nets and the incidence of malaria resulted in a p value of 0.18 which means greater than 0.05 so it can be concluded that there is no significant relationship between the dependent variable and the independent variable. Keywords: Malaria, Relationship of malaria incidence, Mosquito Nets, Community Health Centers ABSTRAK Latar Belakang: Wilayah Kabupaten Pesawaran memiliki topografi wilayah yang sebagian besar berada di tepi pantai. Umum nya warga masyarakat yang tinggal di tepi pantai mengeluhkan banyaknya kejadian malaria. Dikarenakan wilayah yang sebagian besar berada di tepi pantai maka akan sangat memungkinkan untuk terjadi nya kejadian malaria terutama di wilayah kerja puskesmas hanura kabupaten pesawaran.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara penggunaan kelambu dengan kejadian penyakit malaria di wilayah kerja puskesmas hanura kabupaten pesawaran. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini adalah Mengetahui kejadian malaria di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Mengetahui gambaran penggunaan kelambu. Mengetahui gambaran variabel confounding: umur, jenis kelamin, pendidikan.Metode: Metodologi penelitian ini memiliki jenis penelitian analitik yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk melihat hubungan antara kelambu dengan kejadian penyakit malaria yang ada wilayah kerja puskesmas hanura di kabupaten pesawaran.Hasil: Hasil penelitian untuk hubungan penggunaan kelambu dengan kejadian penyakit malaria menghasilkan p value 0,18 yang berarti lebih besar dari 0,05Kesimpulan: Hasil penelitian untuk hubungan penggunaan kelambu dengan kejadian penyakit malaria menghasilkan p value 0,18 yang berarti lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan tidak memiliki hubungan yang signifikan antara variable dependen dan variable independen. Kata Kunci: Malaria, Hubungan kejadian malaria, Kelambu, Puskesmas
Peranan Faktor-Faktor Kepatuhan Protokol Kesehatan Pada Masa Tatanan Baru Prihantoro, Prihantoro; Usman, Sarip; Helmy, Helina; Sutopo, Agus
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i2.10365

Abstract

Background: The concept of the Health Belief Model can provide an assessment of healthy actions to prevent Covid-19 at the individual level. So that a trust factor will be obtained which will be the background for carrying out the health protocol for preventing Covid-19 during the New Order Period for the Community of Sukarame District, Bandar Lampung City in 2020.Purpose: The purpose of this study is to find out what factors influence adherence to health protocols during the new order period in Sukarame District, Bandar Lampung City in 2021.Methods: This type of research is quantitative, with a cross sectional design. The research was conducted in Sukarame District, Bandar Lampung City.  The number of population and sample was determined based on accidental sampling so that the sample obtained in this study amounted to 97 respondents. The data analysis   techniques   used   were   univariate, bivariate (chi - square), and multivariate (multiple logistic egression). Results: The results showed that there was an effect of perceived vulnerability pv=0.001), perceived severity (pv=0.022), perceived barriers (pv=0.034), and perceived benefits (pv=0.018) on adherence to health protocols during the New Order in the District. Sukarame City of Bandar Lampung.Conclusion: This study suggests optimizing the program and minimizing misinformation about covid -19 at the local, cluster level by using pamphlets, banners, posters, or direct outreach media. Provide proper education about Covid-19 and equip officers with basic communication skills.Sugestion: Propose to the Bandar Lampung City Government through the Bandar Lampung City Health Office and government officials at the district, sub-district and urban village levels to make several efforts, such as optimizing the Health Promotion program to increase knowledge and minimize incorrect information about Covid-19 at the local, cluster level or community in the form of media pamphlets, banners, posters or direct counseling, as well as educating the public with correct and appropriate information about Covid-19, understanding community characteristics, mastering material and information from trusted sources, having basic communication skills so that information can be received and understood by society. Keywords: Covid-19, severity perception, vulnerability, benefits, and barriers ABSTRAK Latar Belakang: Konsep Health Belief Model dapat memberikan penilaian pada tindakan sehat untuk mencegah Covid-19 pada tingkat individu. Sehingga akan diperoleh faktor kepercayaan yang menjadi latar belakang melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pada Masa Tatanan Baru Masyarakat Kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung Tahun 2020.Tujuan: Tujuan Penelitian ini adalah diketahuinya faktor faktor apakah yang mempengaruhi kepatuhan protokol kesehatan pada masa tatanan baru di Kecamatan Sukarame  Kota Bandar Lampung tahun 2021.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, dengan desain crossectional. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung. Waktu penelitian dilakukan dari bulan Januari– Oktober 2021 dengan jumlah populasi sebnyak 17.013 orang dan sampel pada penelitian ini berjumlah 97 responden. Penentuan populasi dan sampel dilakukan dengan teknik cluster di setiap kelurahan kemudian dilakukan analisi MultifariatHasil: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh adanya hubungan persepsi kerentanan dengan nilai (pv=0,001), persepsi keparahan (pv=0,022), Persepsi Hambatan (pv=0,034) dan Persepsi manfaat (pv=0,018) terhadap protokol kesehatan di kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung.Kesimpulan: Penelitian ini menyarankan agar dilakukan perbaikan diantaranya mengoptimalkan program Promosi Kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan meminimalisisr informasi tidak benar tentang covid-19 di tingkat lokal, cluster atau komunitas dalam bentuk media pamflet, spanduk, poster atau penyuluhan langsung. Selain itu mengedukasi masyarakat dengan informasi yang benar dan tepat seputar Covid-19, memahami karakteristik masyarakat, menguasai materi dan informasi dari sumber terpercaya, memiliki keterampilan dasar komunikasi sehingga informasi bisa diterima dan dipahami oleh masyarakat.Saran: Mengusulkan kepada Pemerintah Kota Kota Bandar Lampung melalui Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung dan perangkat pemerintah di tingkat kabupaten, kecamatan dan kelurahan supaya melakukan beberapa upaya, seperti mengoptimalkan program Promosi Kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan meminimalisisr informasi tidak benar tentang covid-19 di tingkat lokal, cluster atau komunitas dalam bentuk media pamflet, spanduk, poster atau penyuluhan langsung, serta mengedukasi masyarakat dengan informasi yang benar dan tepat seputar Covid-19, memahami karakteristik masyarakat, menguasai materi dan informasi dari sumber terpercaya, memiliki keterampilan dasar komunikasi sehingga informasi bisa diterima dan dipahami oleh masyarakat. KataKunci: Covid-19, persepsi keparahan, persepsi kerentanan, persepsi manfaat dan persepsi hambatan 
Kajian Perilaku Penderita DBD Terhadap Penggunaan Lotion Antinyamuk, 3M, Dan Pengelolaan Sampah Di Puskesmas Sukadana Lampung Timur Purwaningtyas, Stefhanie; Helmy, Helina; Kadarusman, Haris; Barus, Linda; Masra, Ferizal
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i2.21077

Abstract

Pendahuluan: Industri mebel kayu merupakan salah satu sektor usaha yang berkembang di Indonesia dan berkontribusi dalam menyediakan lapangan kerja serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun, di balik pertumbuhannya, sektor ini menyimpan potensi risiko terhadap kesehatan lingkungan kerja, terutama akibat paparan suhu tinggi dan faktor fisik lainnya yang dapat memengaruhi kesehatan serta produktivitas pekerja.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kebisingan dan suhu di lingkungan kerja tiga industri mebel kayu yang berada di Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, serta menilai kesesuaiannya dengan standar kesehatan lingkungan kerja.Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi langsung menggunakan alat Sound Level Meter dan Thermohygro Meter, serta wawancara terhadap pekerja dan pengelola industri. Data sekunder diperoleh dari studi literatur dan dokumen pendukung lainnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu lingkungan kerja di ketiga industri melebihi ambang batas kenyamanan kerja yang ditetapkan, yaitu di atas 30°C. Sementara itu, tingkat kebisingan di ketiga industri masih berada di bawah Nilai Ambang Batas (NAB) 85 dBA, sehingga tidak melebihi ambang yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun tingkat kebisingan masih dalam kategori aman, suhu kerja di industri mebel kayu di Kecamatan Sukarame belum memenuhi standar kenyamanan. Diperlukan upaya pengendalian suhu melalui perbaikan ventilasi dan peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD). Kata Kunci: Kebisingan, Suhu, Industri Mebel, Kesehatan Kerja, Lingkungan Kerja.
Kajian Time Series TB.Paru BTA(+) di Bandar Lampung Tahun 2021-2030 Helmy, Helina; Usmann, Sarip; Sujito, Enro
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i2.21099

Abstract

Background: Aerosols are solid or liquid suspensions that float in the atmosphere. Aerosol size is 0.001-100 µm. Aerosols <2.5 µm are fine particles, while >2.5 µm are coarse particles. The disease spreads through the air. Tuberculosis is still a major global health problem because it causes deaths from infectious diseases with a low ability to anticipate the incidence of BTA (+) Pulmonary TB in the city of Puskesmas working area in Bandar Lampung.Objective: To know the trend of BTA positive pulmonary TB disease in 2015-2021 based on time. Furthermore, it is predicted in 2021 until 2030. The type of research is descriptive study research using time series analysis. The population and sample in this study were all BTA (+) pulmonary TB case data.Methods: Time series analysis design based on time-based observation. Type of quantitative descriptive research. The subjects in this study were cases of patients with BTA positive pulmonary TB sourced from the Health Office in Bandar Lampung in 2019-2022. The data was analyzed using Brown's double exponential smoothing forecasting method. R squat can be categorized as strong (>0.75), moderate (<0.5) and weak (<0.25). This means that the more R squat approaches the number one, the better the memorization.Results:  The results of this study indicate that the trend of BTA (+) Pulmonary TB cases is predicted to continue to increase.Conclusion: Time model with Brown's double exponential smoothing method. Able to forecast Pulmonary TB BTA (+) in 2015-2020, using the equation, the results of forecasting the number of Pulmonary TB cases in 2021-2030 with Brown's double exponential smoothing method obtained experience a linear trend. Keywords: Time Seriess, TB.Paru BTA(+), Tren kasus  
Hubungan Antara Prilaku Masyarakat Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung Tahun 2022 Indriyogi, Sophie Kirana; Murwanto, Bambang; Helmy, Helina; Usman, Sarip
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i2.10389

Abstract

Background: Pulmonary tuberculosis is a contagious infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis and is still a world health problem, including Indonesia and Indonesia ranks third after India and China.Various risk factors that cause pulmonary tuberculosis are age, gender, education level, occupation, smoking habits, bedroom occupancy density, lighting, ventilation, house conditions, air humidity, nutritional status, socioeconomic conditions and behavior, which environmental factors play a major role.Purpose: The purpose of this study was to determine the relationship between community behavior and the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of the Sukaraja Inpatient Public Health Center, Bumi Waras District, Bandar Lampung City in 2022.Methods: This type of research includes analytical research with a case control design. The case population of this study were patients with pulmonary tuberculosis recorded in medical records at the Sukaraja Inpatient Health Center as many as 119 people, while the control population in this study were non-pulmonary tuberculosis sufferers who resided in the working area of the Sukaraja Inpatient Health Center. The case sample in this study was 47 people who were recorded in the Tuberculosis case report in the Sukaaja Inpatient Health Center work area and the control sample in this study was 47 people or people who were not recorded as suffering from or had suffered from Pulmonary Tuberculosis who resided in the work area of the Inpatient Health Center Sukaraja. Results: The results of the bivariate analysis showed that the value of p = 0.123 > = 0.05 then there was no relationship between knowledge and the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of the Sukaraja Inpatient Health Center in 2022, p value = 0.023 < = 0.05 then there was a relationship between attitude and the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of the Sukaraja Inpatient Public Health Center in 2022 and the value of p = 0.023 < = 0.05, then there is a relationship between the action and the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of the Sukaraja Inpatient Health Center in 2022. Conclusion: In future research to determine the relationship between factors and the incidence of pulmonary tuberculosis more specifically, it is necessary to carry out further research with a better method design.Suggestion: for Community Health Centers by increasing community behavior through increasing knowledge, attitudes and behavior such as counseling and outreach. Meanwhile, for the community through the Community Health Centers, a community movement group for TB case finding and anti-TB campaigns should be formed. Keywords: Behavior, Environmental, Physical,Tuberculosis. ABSTRAK Latar Belakang: Tuberkolosis paru merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan dunia, termasuk Indonesia dan Indonesia menduduki urutan ketiga terbesar setelah India dan Cina.Berbagai faktor-faktor risiko yang menyebabkan penyakit tuberkulosis paru adalah faktor umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, kebiasaan merokok, kepadatan hunian kamar tidur, pencahayaan, ventilasi, kondisi rumah, kelembaban udara, status gizi, keadaan social ekonomi dan perilaku, yang besar peranannya adalah faktor lingkungan.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Hubungan Perilaku Masyarakat Dengan Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Sukaraja Kecamatan Bumi Waras Kota Bandar Lampung Tahun 2022.Metode: Jenis penelitian ini termasuk penelitian analitik dengan desain kasus kontrol.  Populasi kasus penelitian ini adalah penderita penyakit Tuberkulosis Paru yang tercatat pada rekam medis di Puskesmas Rawat Inap Sukaraja sebanyak 119 orang sedangkan populasi kontrol dalam penelitian ini adalah bukan penderita Tuberkulosis Paru yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Sukaraja. Sampel kasus pada penelitian ini sebanyak 47 orang yang tercatat dalam laporan kasus Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Sukaaja dan sampel kontrol pada penelitian ini adalah 47 orang atau masyarakat yang tidak tercatat menderita atau pernah menderita Tuberkulosis Paru yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Sukaraja.Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa nilai p = 0,123 >α = 0,05 maka tidak terdapat hubungan pengetahuan dengan kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Sukaraja tahun 2022,, nilai p = 0,023<α = 0,05 maka terdapat hubungan sikap dengan kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Pusekesmas Rawat Inap Sukaraja tahun 2022 dan nilai p = 0,023 <α = 0,05, maka terdapat hubungan tindakan dengan kejadian Tubekulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Sukaraja tahun 2022.Kesimpulan: Pada penelitian selanjutnya dalam menentukan hubungan factor dengan kejadian Tuberkulosis Paru lebih sfesifik perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan design metode yang lebih baik lagi.Saran : bagi Puskesmas dengan peningkatan perilaku masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku seperti penyuluhan dan sosialisasi. Sedangkan bagi masyarakat melalui Puskesmas agar dibentuk kelompok gerakan masyarakat penemuan kasus TBC dan kampanye-kampanye anti TBC. Kata Kunci: Fisik, Lingkungan, Perilaku, Tuberkulosis.  
Kajian Kelelahan Kerja Dan Lingkungan Fisik Pada Home Industri Tahu Fajri, Rahmad; Helmy, Helina; Usman, Sarip; Sutopo, Agus; Kadarusman, Haris
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 2 (2024): Volume 4, Nomor 2 Juni 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i2.15483

Abstract

Backgorund: Work fatigue is a feeling of tiredness and decreased alertness. From a neurophysiological point of view, it is revealed that fatigue is seen as a systematic state of the central nervous system resulting from prolonged activity and is fundamentally controlled by opposing activity between the activity system and the inhibition system in the brain stem. purpose: From this research to determine the temperature, lighting and humidity in the Tahu Home Industry, Gunung Sulah Village, Bandar Lampung City. Methods: This research is descriptive, namely direct observation in the field. The objects of this research are 7 tofu home industries located on Mount Sulah, data obtained through temperature and humidity measuring devices (Thermohygrometer), lighting (Lux meter), as well as checklists and questionnaires for work fatigue.Results: Obtained from seven tofu industries that have not fully met the requirements or 100% none of them have met the requirements as decided by Minister of Health Regulation No. 70 of 2016. The measuring instruments used are temperature, humidity (Thermohygrometer), Lighting (Lux meter) and of the thirty-five respondents, twenty-five workers are affected by health problems, namely Heat strain, Heat Exhaustion and Heat Stroke, while work fatigue is excessive, namely never 0%, Rarely 2.85%, Sometimes 11.42%, Often 85.71%, Very often 0%.Conclusion: The author hereby suggests that every home industry owner should control environmental factors in accordance with the need for a comfortable and safe workplace for workers.Suggestion: It would be best for every home industry owner to know to add ventilation or fans to minimize high temperatures in the workplace to create good air circulation, add lighting in the form of lamps or natural lighting, and prepare drinks for workers so that lost body fluids can be replaced with drink lots of water Keywords: Temperature, Lighting, Humidity and Work Climate ABSTRAK Latar belakang: Kelelahan kerja adalah rasa penat serta berkurangnya kewaspadaan. Berdasarkan perspektif neurofisiologi, kelelahan dianggap sebagai kondisi sistem saraf pusat yang disebabkan oleh kegiatan tanpa henti, yang secara mendasar dikendalikan oleh interaksi kontradiktif antara koordinasi aktifitas dan sistem supresi di batang otak.Tujuan: Dari penelitian ini untuk mengetahui Suhu, Pencahayaan, Kelembaban dan kelelahan kerja pada Home Industri Tahu Kelurahan Gunung Sulah Kota Bandar Lampung.Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu observasi langsung ke lapangan. Objek pada penelitian ini adalah tujuh home industri tahu yang berada di Gunung Sulah, data yang diperoleh melalui alat pengukur suhu dan kelembaban (Thermohygrometer), pencahayaan (Lux meter), serta cheklist dan kuisioner untuk kelelahan kerja.Hasil: Diperoleh dari tujuh industri tahu belum memenuhi syarat sepenuhnya atau 100% tidak ada yang memenuhi syarat sesuai yang diputuskan oleh Permenkes No. 70 Tahun 2016. Alat ukur yang di gunakan yakni suhu, kelembaban (Thermohygrometer), Pencahayaan (Lux meter) dan dari tiga puluh lima responden dua puluh lima pekerja terkena gangguan kesehatan yakni Heat strain, Heat Exhaustion, dan Heat Stroke sedangkan untuk kelelahan kerja secara berlebih yakni tidak pernah0%, Jarang 2,85%, kadang-kadang 11,42%, Sering 85,71%, Sangat sering 0%.Kesimpulan: Dengan ini penulis menyarankan untuk tiap pemilik home industri agar dilakukannya pengendalian faktor lingkungan sesuai dengan kebutuhan tempat bekerja yang tentram dan terjaga bagi pekerja.Saran: sebaiknya untuk tiap pemilik home industri tahu menambahkan ventilasi atau kipas angin untuk meminimalisir suhu yang tinggi di tempat kerja agar terciptanya sirkulasi udara yang baik, menambahkan penerangan berupa lampu ataupun berupa pencahayaan alami, dan menyiapkan minum untuk para pekerja agar cairan tubuh yang hilang bisa digantikan dengan minum air putih yang banyak. Kata Kunci: Suhu, Pencahayaan, Kelembaban Dan Iklim Kerja