Sabarrudin, Sabarrudin
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Urgensi Pendidikan Seks pada Remaja Zubaidah, Zubaidah; Sabarrudin, Sabarrudin; Yulianti, Yulianti
Journal of Education Research Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i4.550

Abstract

Berkembangnya zaman dan teknologi membuat kemudahan dalam mengakses informasi, terutama dikalangan remaja melalui genggamannya dengan memanfaatkan sebuah handphone. Ketika informasi yang diakses berupa konten negatif akan berakibat buruk terhadap dirinya dan perilaku serta tindakan yang akan dilakukan, salah satunya yaitu informasi tentang seks yang mengakibatkan remaja tersebut memiliki rasa ingin tahu tentang seks lebih dalam. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan tentang urgensi pendidikan seks pada remaja. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan literature review. Sumber data penelitian dikumpul melalui dokumentasi yaitu dari artikel yang relevan dengan penelitian. Teknik analisis data dengan menggunakan triangulasi data berupa analisis isi. Hasil penelitian menemukan ungersi pendidikan seks pada remaja yaitu dengan pendidikan seks memberikan pengetahuan kepada remaja tentang mencegah penyebaran penyakit seksual, menghindari kehamilan di luar nikah, meningkatkan kesehatan reproduksi, meningkatkan kesehatan mental dan meningkatkan keamanan seks. Kesimpulan pendidikan seks dapat membantu remaja memahami tindakan prinsipil dalam menjaga kesehatan fisik dan reproduksi mereka. Ini juga membantu mereka membangun hubungan sosial yang lebih sehat dan positif. Oleh karena itu, penting untuk menyediakan sumber daya yang tepat bagi remaja untuk memahami pentingnya pendidikan seks dan menemukan solusi untuk mendapatkan bantuan dan dukungan.
The Role of Guidance and Counseling Teachers in Fostering Students' Character Development During The Period of Independent Curricula is Crucial Siregar, Zahwa Aulia; Susanti, Putri Zeni; Cahyani3, Muthia; Febriani, Vina; Oktarini, Ira; Sabarrudin, Sabarrudin
Educational Guidance and Counseling Development Journal Vol 7, No 2 (2024): EGCDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/egcdj.v7i2.29964

Abstract

The self-directed curriculum places a high value on character education, which is crucial for cultivating people of extraordinary caliber in a community that governs itself. The independent curriculum places a high importance on developing students' character, which includes fostering moral ideals, ethics, honesty, leadership, and cooperation. The main goal of this character education program is to cultivate in children the qualities of responsibility, empathy, and moral integrity, thus promoting the establishment of a fair and unbiased society. Character education is crucial for implementing the autonomous curriculum and fostering a generation that possesses both academic intelligence and robust moral beliefs and positive dispositions. Character education is essential for influencing students' views and enhancing their personal development. The independent curriculum aims to strengthen the character of the Pancasila student profile by prioritizing the principles and values of Pancasila. The Pancasila Student Profile has the following components: belief in a supreme being, ethical uprightness, acknowledgment of global diversity, ability to work collaboratively, self-reliance, and analytical and creative thinking. The role of guidance and counseling teachers in promoting students' character development during the period of independent curriculum is vital.
Guidance and Counseling Teachers' Efforts in Fulfilling the Developmental Tasks of Alpha Generation Students Sabarrudin, Sabarrudin; Putri, Nadya; Nazhifah, Nada; Nami, Nelmi; Rahmadani, Anisa; Oktarini, Ira
International Journal of Research in Counseling Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Minang Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/ijrc.v3i1.158

Abstract

Developmental tasks are a series of tasks that must be completed by a student/counselor at a certain stage of life/development. Developmental tasks arise from physical maturity, psychological maturity, social or cultural demands, and personal values and aspirations. When a student/counselor successfully completes a developmental task, the student or learner feels satisfied and becomes an asset to complete the next stage of developmental tasks. This study aims to determine the efforts of guidance and counseling teachers in fulfilling the developmental tasks of alpha generation students. The type of research used is qualitative literature research which is a literature study. The results revealed that the teacher's efforts in achieving the developmental tasks of alpha generation students or learners are as follows: Needs assessment, needs analysis, planning of services to be provided to students or learners, implementation of counseling, and others related to developmental issues, guidance of student services, evaluation, and reflection of services.
Proses Pemilihan Karir Menurut Ginzberg Mazwar, Rezi; Sabarrudin, Sabarrudin
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 10 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11500118

Abstract

Pemilihan karir merupakan tahapan yang penting dalam kehidupan individu, di mana mereka memilih jalur karir yang sesuai dengan minat, nilai, dan bakat mereka. Era revolusi industri 4.0 sangat memberi dampak bagi seluruh generasi dalam pemilihan karir. Perkembangan teknologi memberikan rasa cemas dalam diri setiap individu yang akan menghadapi dunia pekerjaan. Tujuan penelitian mendeskripsikan proses pemilihan karir menurut Ginzberg. Jenis penelitian yaitu kualitatif dengan pendekatan literature review. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi berupa analisis isi. Hasil penelitian literature review terhadap artikel yang dikaji secara mendalam menemukan bahwa Ginzberg berpendapat bahwa proses pemilihan karir melibatkan tiga tahap yaitu: 1) Tahap Fantasi, individu masih belum memiliki pemahaman yang jelas tentang dunia pekerjaan, berimaginasi tentang pekerjaan yang mereka sukai dan belum terlalu mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan karir seperti pendidikan, kemampuan dan minat. 2) Tahap Tentatif, individu mulai mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan karir dan menjajaki berbagai pilihan karir yang tersedia. Mereka mulai mencoba pekerjaan dan mengambil peluang pendidikan untuk lebih memahami pekerjaan yang mereka inginkan. Tahap ini adalah tahap eksplorasi diri dan penemuan diri. 3) Tahap Realistik, individu sudah memiliki pemahaman yang lebih matang tentang dunia pekerjaan dan kemampuan diri. Mereka memiliki tujuan yang jelas dan memilih karir yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan kebutuhan hidup mereka. Tahap ini merupakan tahap pengambilan keputusan dan menentukan pilihan karir yang tertentu. Kesimpulan dalam proses pemilihan karir Ginzberg menekankan individu harus memperhatikan setiap tahap dan mengembangkan pemahaman yang lebih luas tentang diri dan dunia pekerjaan untuk membuat keputusan karir yang tepat.
Urgensi Pendidikan Seks pada Remaja Zubaidah, Zubaidah; Sabarrudin, Sabarrudin; Yulianti, Yulianti
Journal of Education Research Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i4.550

Abstract

Berkembangnya zaman dan teknologi membuat kemudahan dalam mengakses informasi, terutama dikalangan remaja melalui genggamannya dengan memanfaatkan sebuah handphone. Ketika informasi yang diakses berupa konten negatif akan berakibat buruk terhadap dirinya dan perilaku serta tindakan yang akan dilakukan, salah satunya yaitu informasi tentang seks yang mengakibatkan remaja tersebut memiliki rasa ingin tahu tentang seks lebih dalam. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan tentang urgensi pendidikan seks pada remaja. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan literature review. Sumber data penelitian dikumpul melalui dokumentasi yaitu dari artikel yang relevan dengan penelitian. Teknik analisis data dengan menggunakan triangulasi data berupa analisis isi. Hasil penelitian menemukan ungersi pendidikan seks pada remaja yaitu dengan pendidikan seks memberikan pengetahuan kepada remaja tentang mencegah penyebaran penyakit seksual, menghindari kehamilan di luar nikah, meningkatkan kesehatan reproduksi, meningkatkan kesehatan mental dan meningkatkan keamanan seks. Kesimpulan pendidikan seks dapat membantu remaja memahami tindakan prinsipil dalam menjaga kesehatan fisik dan reproduksi mereka. Ini juga membantu mereka membangun hubungan sosial yang lebih sehat dan positif. Oleh karena itu, penting untuk menyediakan sumber daya yang tepat bagi remaja untuk memahami pentingnya pendidikan seks dan menemukan solusi untuk mendapatkan bantuan dan dukungan.