Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERAN SISTEM INFORMASI DALAM MENINGKATKAN TRANSAKSI DIGITAL DI DKI JAKARTA MELALUI IMPLEMENTASI QRIS Nur, Aryanto; Nursamawati, Nursamawati
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2024): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v5i1.6819

Abstract

Assistant Implementasi (AI) dalam operasional perusahaan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, pengambilan keputusan. AI memungkinkan otomatisasi tugas rutin, analisis data yang lebih cepat dan akurat, serta prediksi yang lebih tepat, sehingga mengurangi kesalahan manusia dan biaya operasional. Dengan AI, perusahaan dapat memanfaatkan teknologi seperti pembelajaran mesin, pemrosesan bahasa alami, dan analitik prediktif untuk mengoptimalkan berbagai aspek bisnis seperti manajemen rantai pasokan, layanan pelanggan, pemasaran, hingga pengelolaan sumber daya manusia. Integrasi AI juga berpotensi meningkatkan inovasi produk dan layanan, memberikan keunggulan kompetitif di pasar. Namun, tantangan seperti perubahan budaya kerja, kebutuhan pelatihan bagi karyawan, dan investasi awal dalam teknologi harus diatasi agar implementasi AI dapat berhasil dan berkelanjutan. Selain itu, penting bagi perusahaan untuk mempertimbangkan aspek etika dan privasi dalam penggunaan AI, memastikan bahwa data pelanggan dilindungi dengan baik dan digunakan secara bertanggung jawab. Ke depan, AI juga memiliki potensi besar untuk membantu pemerintah dalam berbagai hal, baik dalam administrasi untuk okupansi maupun dalam melayani masyarakat. Misalnya, AI dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan data kependudukan, mempercepat proses administrasi,dan memberikan layanan publik yang lebih responsif dan personal. Dengan demikian, AI tidak hanya memberikan manfaat bagi sektor bisnis, tetapi juga dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Assistant Implementation (AI) in company operations aims to improve efficiency, productivity, decision-making. AI enables automation of routine tasks, faster and more accurate data analysis, and more precise predictions, thereby reducing human errors and operational costs. With AI, companies can leverage technologies such as machine learning, natural language processing, and predictive analytics to optimize various aspects of business such as supply chain management, customer service, marketing, and human resource management. AI integration also has the potential to enhance product and service innovation, providing a competitive edge in the market. However, challenges such as changes in work culture, training needs for employees, and initial investment in technology must be overcome for AI implementation to be successful and sustainable. In addition, it is important for companies to consider the ethical and privacy aspects of using AI, ensuring that customer data is properly protected and used responsibly. Going forward, AI also has great potential to help the government in various ways, both in administration for occupancy and in serving the public. For example, AI can be used to improve efficiency in population data management, speed up administrative processes, and provide more responsive and personalized public services. Thus, AI not only provides benefits to the business sector, but can also contribute to improving the quality of public services and the overall well-being of society.
DAMPAK PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA Nur, Aryanto; Abdurrazzaq, Abdurrazzaq
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2024): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v5i2.6883

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana penggunaan media sosial memengaruhi keinginan siswa untuk belajar. Di Indonesia, generasi muda, khususnya pelajar, membentuk 34,40% dari total pengguna internet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis konten. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial seperti WhatsApp, Instagram, YouTube, dan TikTok sangat membantu motivasi belajar siswa. Penggunaan media sosial juga dapat mendorong kreativitas, meningkatkan akses ke informasi, dan mendorong kolaborasi. Namun, penggunaan berlebihan juga dapat menyebabkan masalah, seperti gangguan konsentrasi dan kecanduan, yang dapat menghambat pembelajaran. Kebutuhan akademik, motivasi internal, dan pengaruh teman sebaya adalah beberapa faktor yang mempengaruhi kebiasaan penggunaan media sosial. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan media sosial dalam pendidikan, penelitian ini merekomendasikan pengembangan program literasi digital, penggabungan media sosial ke dalam kurikulum, dan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan siswa. Dengan pendekatan yang tepat dan pengelolaan yang bijak, media sosial dapat menjadi alat yang berguna untuk meningkatkan motivasi siswa untuk belajar, meningkatkan pengalaman belajar mereka, dan mempersiapkan mereka untuk tantangan di era ini. Diharapkan penelitian ini akan memberikan informasi kepada pendidik dan pemangku kepentingan tentang bagaimana memanfaatkan media sosial untuk mendukung pembelajaran. The goal of this research is to examine how social media usage impacts students' motivation to learn. In Indonesia, young people, especially students, account for 34.40% of total internet users. This study uses a qualitative approach with literature review and content analysis. Findings show that social media platforms like WhatsApp, Instagram, YouTube, and TikTok play a significant role in boosting students' learning motivation. Social media helps students by fostering creativity, providing easier access to information, and encouraging collaboration. However, excessive use can lead to challenges such as difficulty focusing and potential addiction, which may disrupt learning. Factors such as academic needs, personal motivation, and peer influence play a key role in shaping social media usage habits. To maximize the benefits of social media in education, this research suggests implementing digital literacy programs, incorporating social media into school curricula, and promoting cooperation between schools, parents, and students. When used properly, social media can become a powerful tool for enhancing learning motivation, improving educational experiences, and preparing students for modern challenges. This study aims to offer valuable insights for educators and stakeholders on using social media to support education.
ANALISA PENGARUH IMPLEMENTASI ARTIFICIAL INTELLEGENCE DALAM KEHIDUPAN MANUSIA Nur, Aryanto; Khori, Finar Al
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2024): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v5i2.6896

Abstract

Artificial Intellegence (AI) atau yang disering juga sebagai kecerdasan buatan menjadi salah satu teknologi yang paling fenomenal saat ini terlebih ditengah pandemi virus corona covid 19 yang belum juga usai di seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Implementasi AI dalam berbagai segmen kehidupan menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan masyarakat dunia saat ini. Kehadiran AI dengan berbagai inovasi yang semakin canggih dan kreatif memberikan pengaruh yang sangat signifikan dalam setiap lini kehidupan manusia termasuk dibidang sosial, bisnis, ekonomi dan kesehatan. Implementasi AI dalam berbagai sektor kehidupan memberikan dampak yang positif karna AI mampu menjawab berbagai masalah kehidupan mengikuti kondisi terkini namun disisi lain AI juga merupakan ancaman bagi sumber daya manusia karna banyak pekerjaan manusia perlahan-lahan mulai digantikan dengan adanya AI. Dimasa yang akan datang perkembangan AI akan semakin canggih dengan terobosannya yang semakin inovatif oleh karena itu masyarakat harus terus melakukan upgrade dirinya mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dibidang teknologi dan meningkatkan kreativitasnya sehingga sulit untuk digantikan AI. Pada hakikatnya AI memang bisa menggantikan beberapa pekerjaan manusia namun AI tidak akan pernah bisa menggantikan sisi emosional manusia oleh karenanya ada baiknya masyarakat dunia khususnya Indonesia terus memelihara dan mengembangkan kecerdasan emosionalnya supaya dimasa yang akan datang keberadaannya akan tetap dibutuhkan. influence
PENGARUH KECERDASAN BUATAN DALAM PROSES PENCIPTAAN SENI DAN DESAIN Nur, Aryanto; Ramadhan, Gilang; Wahyudimas, Restu Kelana; Arifah, Muhamad Adlildzil; Sujaya, Risel
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2024): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v5i2.6909

Abstract

Kemajuan teknologi yang diwakili oleh kecerdasan buatan, kreasi seni menjadi semakin kaya, dan ekspresi konten menjadi cerdas, interaktif, didorong oleh data, membuat hubungan antara teknologi, seni, dan manusia semakin dekat, membawa peluang bagi pengembangan interaksi. Teknologi kecerdasan buatan bertujuan untuk mereplikasi pikiran manusia dengan sempurna, memungkinkan respons alami berdasarkan lingkungan sekitar, mendekode emosi, mengenali sifat manusia dalam rentang energi. Didorong oleh teknologi AI, seni interaktif tidak lagi berfokus pada pengalaman sensorik audiovisual tunggal tetapi lebih pada ekspresi artistik terintegrasi yang sangat interaktif, kinetik, dan emosional, berdasarkan studi perilaku manusia alami dan indra terintegrasi, dikombinasikan dengan kecerdasan. Dalam penelitian ini, kami memilah persimpangan pengembangan teknologi AI dan aliran ekspresi seni interaktif pada garis waktu berdasarkan perkembangan historis dan menganalisis hubungan dekonstruktif antara keduanya dari perspektif makro perkembangan historis teknologi dan seni. Pertama, berdasarkan konotasi konseptual, sejarah pengembangan, aplikasi teknis, dan pandangan singularitas AI, kami mengidentifikasi karakteristik dan tren pengembangan seni interaktif saat ini; Kedua, berdasarkan eksplorasi keunggulan teknologi AI, kami mengusulkan dampak AI pada pemikiran kreatif, mode kreatif, dan pengalaman artistik seni interaktif serta membangun paradigma penciptaan seni interaktif dalam konteks AI. Para ahli tidak dapat dengan cepat menemukan kategori pelukis saat menghadapi berbagai gaya gambar lukisan Tiongkok digital yang asli. The advancement of technology represented by artificial intelligence, art creation is becoming increasingly rich, and content expression is becoming intelligent, interactive, data-driven, making the relationship between technology, art, and humans increasingly close, bringing opportunities for the development of interaction. Artificial intelligence technology AIms to perfectly replicate the human mind, enable natural responses based on the surrounding environment, decode emotions, recognize human nature in the energy range. Driven by AI technology, interactive art no longer focuses on a single audiovisual sensory experience but rather on a highly interactive, kinetic, and emotional integrated artistic expression, based on the study of natural human behavior and integrated senses, combined with intelligence. In this study, we sort out the intersection of AI technology development and interactive art expression flow on a timeline based on historical development and analyze the deconstructive relationship between the two from the macro perspective of the historical development of technology and art. First, based on the conceptual connotation, development history, technical application, and singularity view of AI, we identify the characteristics and development trends of interactive art at present; Second, based on the exploration of the advantages of AI technology, we propose the impact of AI on the creative thinking, creative mode, and artistic experience of interactive art and build a paradigm of interactive art creation in the context of AI. Experts cannot quickly find the category of painters when faced with various styles of original digital Chinese painting images.
PENGARUH BERKEMBANGNYA JUDI ONLINE, KURANGNYA MORAL APARAT HUKUM, DAN MENURUNNYA EKONOMI SOSIAL MASYARAKAT INDONESIA YANG DISEBABKAN OLEH PERILAKU KORUPSI ORANG DALAM KOMDIGI Nur, Aryanto; Prabowo, Adit; Nugraha, Arya Satya; Majid, Abdul Rahman; Rohman, M. Fatur
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 5 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i5.11187

Abstract

The rapid development of digital technology has had a major impact on various aspects of people's lives, including the emergence of the online gambling phenomenon. Online gambling is now a serious social problem because it has a negative impact on the morals of law enforcement officers, the economy, and the social life of the Indonesian people (Indrawan & Yuliawati, 2020). On the other hand, corrupt behavior involving individuals in Communication and Digitalization (Komdigi) has worsened the condition. This study aims to examine the influence of the development of online gambling on the lack of morals of law enforcement officers, as well as its impact on the decline in the social economy of the community. This study uses a qualitative descriptive method with primary data collection techniques through in-depth interviews and questionnaires to affected communities (Sugiyono, 2018). The results of the study show that the rise of online gambling is closely related to weak legal supervision due to corrupt behavior, which ultimately worsens the economic conditions of the community. These findings provide recommendations for the government to increase supervision of online gambling and strengthen the moral integrity of law enforcement officers through institutional reform and strict law enforcement. Perkembangan teknologi digital yang pesat telah memberikan dampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk munculnya fenomena judi online. Judi online kini menjadi masalah sosial yang serius karena memberikan dampak negatif pada moral aparat hukum, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia (Indrawan & Yuliawati, 2020). Di sisi lain, perilaku korupsi yang melibatkan oknum dalam Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) semakin memperburuk kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh berkembangnya judi online terhadap kurangnya moral aparat hukum, serta dampaknya terhadap menurunnya ekonomi sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam dan kuesioner kepada masyarakat yang terdampak (Sugiyono, 2018). Hasil penelitian menunjukkan bahwa maraknya judi online erat kaitannya dengan lemahnya pengawasan hukum akibat perilaku korupsi, yang pada akhirnya memperburuk kondisi ekonomi masyarakat. Temuan ini memberikan rekomendasi agar pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap judi online serta memperkuat integritas moral aparat hukum melalui reformasi institusional dan penegakan hukum yang tegas.
PENGARUH TRANSPARANSI, KEMUDAHAN PENGGUNAAN, DAN EFEKTIVITAS TERHADAP PENCEGAHAN KORUPSI MELALUI E-GOVERNMENT Nur, Aryanto; Wijanarko, Dimas; Solahuddin, Achmad Dhafikrie; Wibowo, Haykal Alvito; Maulana, Habillah Hasbi
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 12 (2025): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v6i12.10907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transparansi, kemudahan penggunaan, dan efektivitas terhadap pencegahan korupsi melalui e-government. Korupsi merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh pemerintahan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Implementasi e-government dianggap sebagai inovasi strategis untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pelayanan publik, yang pada akhirnya dapat mengurangi peluang terjadinya korupsi. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan data diperoleh melalui kuesioner berbasis skala Likert yang disebarkan kepada 50 responden dari berbagai wilayah di Indonesia. Responden terdiri dari masyarakat umum, pegawai pemerintah, dan pelaku usaha yang menggunakan layanan e-government. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS, yang mencakup uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi, kemudahan penggunaan, dan efektivitas memiliki pengaruh signifikan terhadap pencegahan korupsi. Variabel kemudahan penggunaan memiliki pengaruh terbesar, diikuti oleh transparansi dan efektivitas. Model regresi linier berganda yang dihasilkan mampu menjelaskan 85% variasi dalam pencegahan korupsi, yang menegaskan pentingnya ketiga variabel tersebut dalam mendukung keberhasilan implementasi e-government. Penelitian ini menyimpulkan bahwa e-government merupakan solusi strategis dalam pemberantasan korupsi, terutama melalui penyediaan layanan publik yang transparan, mudah digunakan, dan efektif. Oleh karena itu, pemerintah perlu terus meningkatkan desain sistem yang ramah pengguna, menyediakan akses informasi yang terbuka dan terintegrasi, serta memastikan bahwa implementasi e-government didukung oleh regulasi yang kuat dan infrastruktur teknologi yang memadai. Dengan langkah-langkah ini, e-government dapat menjadi instrumen yang efektif untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan bebas korupsi. This study aims to analyze the influence of transparency, ease of use, and effectiveness on corruption prevention through e-government. Corruption is one of the biggest challenges faced by governments in various countries, including Indonesia. The implementation of e-government is considered a strategic innovation to improve transparency, efficiency, and accountability in public services, which can ultimately reduce the chances of corruption. A quantitative approach was used in this study, with data obtained through a Likert-based questionnaire distributed to 50 respondents from various regions in Indonesia. Respondents consisted of the general public, government employees, and business actors who use e-government services. The collected data were analyzed using SPSS software, which includes validity, reliability, descriptive analysis, and multiple linear regression tests. The results showed that transparency, ease of use, and effectiveness had a significant influence on corruption prevention. The ease of use variable had the greatest influence, followed by transparency and effectiveness. The resulting multiple linear regression model was able to explain 85% of the variation in corruption prevention, which confirms the importance of the three variables in supporting the success of e-government implementation. This study concludes that e-government is a strategic solution in eradicating corruption, especially through the provision of transparent, easy-to-use, and effective public services. Therefore, the government needs to continue to improve the design of user-friendly systems, provide open and integrated access to information, and ensure that the implementation of e-government is supported by strong regulations and adequate technological infrastructure. With these steps, e-government can be an effective instrument for creating a clean, accountable, and corruption-free government.
PENGARUH NORMA DAN NILAI BUDAYA ORGANISASI, KOMUNIKASI DAN KEPEMIMPINAN, SERTA SISTEM PENGAWASAN TERHADAP PERILAKU KORUPSI DI KALANGAN APARATUR SIPIL NEGARA Nur, Aryanto; Ramadhan, Gilang; Wahyudimas, Restu Kelana; Arifah, Muhamad Adlildzil; Sujaya, Risel
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 7 No. 1 (2025): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v7i1.10938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh norma dan nilai budaya organisasi, komunikasi, kepemimpinan, serta sistem pengawasan terhadap perilaku korupsi di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 51 ASN sebagai responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert, mencakup variabel independen seperti norma budaya organisasi, komunikasi internal, kepemimpinan, serta sistem pengawasan, dan variabel dependen berupa perilaku korupsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma dan nilai budaya organisasi memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk perilaku ASN, di mana lingkungan organisasi yang kuat terhadap nilai integritas mampu menurunkan kecenderungan korupsi. Komunikasi dan kepemimpinan yang efektif juga terbukti berperan penting dalam mendorong transparansi dan menciptakan iklim kerja yang etis. Selain itu, sistem pengawasan, terutama yang didukung oleh teknologi dan audit internal rutin, dinilai efektif dalam mencegah peluang terjadinya korupsi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan holistik yang mencakup penguatan budaya organisasi, peningkatan kualitas kepemimpinan, serta pengembangan sistem pengawasan berbasis teknologi, diperlukan untuk membangun integritas ASN. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi pencegahan korupsi yang lebih baik di sektor publik. This research aims to analyze the influence of organizational cultural norms and values, communication, leadership, and monitoring systems on corrupt behavior among the State Civil Apparatus (ASN). The research used a quantitative approach with a survey method, involving 51 ASN as respondents who were selected purposively. Data was collected using a Likert Scale-based questionnaire, covering independent variables such as organizational cultural norms, internal communication, leadership and monitoring systems, and a dependent variable in the form of corrupt behavior. The research results show that organizational cultural norms and values ​​have a significant influence in shaping ASN behavior, where an organizational environment that is strong in the value of integrity can reduce the tendency for corruption. Effective communication and leadership have also proven to play an important role in promoting transparency and creating an ethical work climate. In addition, the monitoring system, especially those supported by technology and routine internal audits, is considered effective in preventing opportunities for corruption. This research concludes that a holistic approach that includes strengthening organizational culture, improving leadership quality, and developing a technology-based monitoring system, is needed to build ASN integrity. It is hoped that these findings can become a basis for policy makers in formulating better corruption prevention strategies in the public sector.
Peranan Audit Forensik Dalam Mencegah Kejahatan Keuangan Perbankan Dengan Menggunakan Teknologi Informatika Nur, Aryanto; Suhada, Suhada
Jurnal Ekonomika Dan Bisnis (JEBS) Vol. 4 No. 4 (2024): Juli-Agustus
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jebs.v4i4.1959

Abstract

Financial crime is any activity that involves fraudulent or criminal behavior to gain personal financial gain. This is a criminal activity carried out by individuals or groups involved in financial crime activities, such as: money laundering, terrorism financing, fraud, tax evasion and identity theft. Financial crime has become a big problem and is detrimental to many parties, using increasingly sophisticated techniques, which requires a solution. In this research the author will focus on discussing banking financial crimes using information technology, because they seriously damage the reputation of financial institutions, destroy public trust, and cause significant financial losses. Banking must have a strategy to protect various technologies, information and data simultaneously, which requires coordination with all stakeholders in Indonesia. The aim of writing this journal is to determine trends, patterns, factors that influence, anticipate and punish banking financial crimes using information technology. The research uses qualitative methods with data collection methods using literature studies. The object of this research is secondary data in the form of banking financial crimes using information technology committed by perpetrators of banking financial crimes. The role of forensic audit is the best way to prevent and detect banking financial crimes using information technology in Indonesia. Forensic audit has the ability to provide statements based on its expertise.
Kelemahan Sistem Hukum dalam Memberantas Korupsi di Indonesia Nur, Aryanto
Jurnal Ekonomika Dan Bisnis (JEBS) Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Februari
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jebs.v5i1.2634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis apakah kelemahan regulasi dan perundang undangan, ketidak independensian lembaga penegak hukum, dan lemahnya penegak hukum menjadi hambatan serius dalam efektivitas pemberantasan korupsi di indonesia. Apa solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut, serta solusi untuk mengatasi permasalahan ini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 100 responden di Jakarta Pusat. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan regulasi, ketidakindependensian lembaga penegak hukum, dan lemahnya penegakan hukum secara signifikan memengaruhi efektivitas pemberantasan korupsi di Indonesia. Selain itu, partisipasi masyarakat dan literasi hukum terbukti menjadi faktor penting yang dapat meningkatkan efektivitas pemberantasan korupsi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi, peningkatan independensi lembaga hukum, serta edukasi masyarakat untuk memperkuat sinergi antarinstansi dan menciptakan sistem hukum yang lebih efektif. Hasil ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pembuat kebijakan untuk memperbaiki sistem hukum dan memperkuat pemberantasan korupsi di Indonesia.
Analisis Pengetahuan Dan Pandangan Mahasiswa Tentang Sistem Informatika Dalam Menentukan Tinggi Rendahnya Harapan Kepada Mahasiswa Dalam Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Dilingkungan Kampus Nur, Aryanto
Jurnal Ekonomika Dan Bisnis (JEBS) Vol. 5 No. 4 (2025): Juli-Agustus
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jebs.v5i4.3191

Abstract

Corruption not only hinders development and welfare, but also weakens public trust in an institution, whether government, private, or institutional. This study aims to conduct research related to criminal acts and prevention of corruption by implementing information systems in the campus world. This research is expected to help monitor the management of campus institutional funds. Research is also expected to be able to explain existing theories. This research can be used as a reference for further research. Adequate student knowledge and views and the use of information systems by students are expected to prevent criminal acts of corruption in the campus institutional environment. The approach used in this study is descriptive statistics which describes the research results in the form of discussions. The sampling technique in this study is non-probability sampling, the types of data used in this study are primary data and secondary data. The data analysis method in this study uses smartpls - partial least square (PLS) analysis. The location or target of respondents in this study are several universities in the DKI Jakarta area. This research is a quantitative study with a descriptive design. With a survey method involving 50 respondents at various universities in DKI Jakarta. The results of this study show the influence of student knowledge and views on information systems in preventing criminal acts of corruption.