Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Development of a Three-Dimensional Media Simulation Game Model to Develop Children's Morals in Kindergarten: A Preliminary Study St. Maria Ulfah; Muharram; Parwoto
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjmr.v3i4.8988

Abstract

Learning media development is a way to solve an early childhood learning problem in improving children's moral behavior. The purpose of this study was to determine the needs of teachers in developing a three-dimensional media simulation game model in kindergarten to improve children's moral aspects. The method used in this research is a qualitative method using interviews and observations as research instruments. There are several important points in the findings of this study, namely (1) children's moral abilities are still lacking, (2) the ability of teachers to package material about children's morals in kindergarten is also lacking, and (3) teachers need a game model for children that is interesting and fun. Therefore, it is necessary for teachers to design a three-dimensional media simulation game model that can improve children's moral abilities.
PELATIHAN PENGOLAHAN HASIL PERKEBUNAN KELAPA MENJADI MINYAK KELAPA MURNI (VCO) SKALA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KABUPATEN TAKALAR Muharram; Salnus, Subakir; Majid, Ahmad Fudhail; Negara, Satria Putra Jaya; Ahmad, Fandi
ABDI KIMIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Edisi Desember
Publisher : Jurusan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/abdi.v3i1.10674

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, dengan fokus pada peningkatan kapasitas keterampilan kelompok tani dalam mengolah komoditas kelapa menjadi produk bernilai tambah berupa minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil/VCO). Daerah ini merupakan salah satu wilayah penghasil kelapa dengan potensi produksi yang besar, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan kelapa mentah dan produk sederhana seperti kopra. Minimnya pengetahuan teknologi pengolahan, manajemen usaha, serta strategi pemasaran menyebabkan rendahnya nilai ekonomi dan daya saing produk kelapa lokal. Oleh karena itu, kegiatan PkM ini bertujuan memberikan pelatihan teknis dan pendampingan usaha agar masyarakat mampu menghasilkan VCO berkualitas tinggi yang layak menjadi produk unggulan daerah. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 22 anggota kelompok tani melalui tahapan sosialisasi, penyuluhan teoritis, demonstrasi, praktik mandiri, serta evaluasi. Materi pelatihan mencakup potensi ekonomi kelapa, manfaat kesehatan VCO, standar mutu, metode produksi mekanik tanpa pemanasan, teknik penyaringan dan pengemasan, manajemen usaha, serta strategi pemasaran digital. Peserta melakukan praktik langsung pembuatan VCO menggunakan metode fermentasi dan mekanik sederhana yang sesuai untuk skala industri rumah tangga. Hasil praktik menunjukkan seluruh kelompok berhasil memproduksi VCO dengan mutu organoleptik yang baik—jernih, beraroma segar, dan tidak tengik. Evaluasi melalui angket menunjukkan respons peserta sangat positif dengan skor rata-rata 4,61 (92,2%). Indikator tertinggi adalah manfaat kegiatan bagi usaha kelompok tani (96,4%) dan metode penyampaian instruktur (95,4%). Pelatihan ini terbukti meningkatkan pengetahuan, keterampilan produksi, dan motivasi berwirausaha, sehingga sebagian besar peserta menyatakan siap membentuk unit usaha bersama untuk produksi VCO. Meskipun demikian, masih ditemui kendala berupa keterbatasan peralatan pemisahan minyak dan strategi pemasaran awal. Sebagai tindak lanjut, direncanakan pendampingan lanjutan selama tiga bulan untuk mendukung aspek produksi, legalitas (PIRT), branding, dan pemasaran digital. Program PkM ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan nilai tambah komoditas kelapa serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal. Diharapkan usaha VCO dapat berkembang menjadi usaha berkelanjutan dan menjadi salah satu produk unggulan daerah yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Mappakasunggu.
PENGUATAN KOMPETENSI MAHASISWA KEDOKTERAN MELALUI PELATIHAN ANALISIS SPEKTROSKOPI UNTUK IDENTIFIKASI SENYAWA BIOAKTIF TANAMAN OBAT Muharram; Aida Ayu; Ichsan, Rayhani; Abdul Halik; Suryani, A Irma
ABDI KIMIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Edisi Desember
Publisher : Jurusan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/abdi.v3i1.10825

Abstract

Pemahaman mengenai analisis struktur senyawa bioaktif merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa kedokteran, khususnya terkait perkembangan ilmu biomedis dan pemanfaatan tanaman obat sebagai sumber kandidat obat baru. Identifikasi senyawa bioaktif berbasis bahan alam sangat bergantung pada teknik spektroskopi, seperti UV-Vis, FTIR, dan NMR, yang memungkinkan karakterisasi struktur molekul secara akurat. Namun, mahasiswa Kedokteran Universitas Negeri Makassar (UNM) masih menghadapi keterbatasan dalam penguasaan teori maupun keterampilan praktis terkait teknik ini, baik karena kurangnya paparan instrumen laboratorium maupun minimnya pelatihan terstruktur di bidang spektroskopi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pelatihan intensif analisis struktur senyawa bioaktif menggunakan metode spektroskopi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif evaluatif yang mencakup sosialisasi, pelatihan teori, praktik laboratorium, penerapan teknologi spektroskopi, serta evaluasi pemahaman peserta. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dasar spektroskopi, keterampilan dalam mengoperasikan instrumen UV-Vis dan FTIR, serta kemampuan menginterpretasi spektrum untuk mengidentifikasi gugus fungsi senyawa bioaktif. Pelatihan ini juga meningkatkan minat mahasiswa terhadap penelitian bahan alam dan memperkuat kesiapan mereka dalam melakukan analisis ilmiah berbasis laboratorium. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan spektroskopi efektif dalam mendukung pengembangan kompetensi biomedis mahasiswa dan relevan untuk mendukung riset berbasis tanaman obat dalam aplikasi medis
Authenticity and Brand Sensemaking Process: A Narrative Analysis of Marketing Managers in Building Trust Through Long-Term Collaboration with Nano-Influencers Galib, Mukhtar; Maulana; Syam, Jumiati; Muharram
Journal of Marketing Management and Innovative Business Review Vol. 3 No. 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025): Mariobre, December 2025 (e-ISSN: 3031-4208)
Publisher : Master of Management Study Program, Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63416/mrb.v3i2.421

Abstract

Abstract: The strategic shift towards authenticity in digital marketing has prioritized nano-influencers to build sustainable brand trust. However, authenticity remains an ambiguous, fluid, and complex concept for marketing managers to navigate. This study aims to describe the managerial sensemaking process used to define and evaluate nano-influencer authenticity, as well as analyze the narrative strategies implemented in long-term collaborations to build brand trust. A descriptive qualitative research approach was used, through a multi-site case study method. Data were collected through in-depth interviews with marketing managers, brand managers, and social media managers. Findings indicate that managerial sensemaking towards authenticity is a nuanced qualitative process that focuses on three key dimensions: value alignment, relatable content aesthetics, and perceived intrinsic motivation, rather than solely on quantitative metrics. Strategic implementation relies on managing long-term relational partnerships that provide creative autonomy. The impact of this adaptive management is reflected in increased message credibility and community loyalty. This study concludes that structured, relational, and sensemaking-based nano-influencer partnership management can significantly increase sustainable brand trust, while offering a best practice model for marketing practitioners