Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Article Review: Analisis Kuantitatif Penggunaan Antibiotik Pada Pediatrik Di Indonesia Menggunakan ATC/DDD Thahir, Salsabila Anggraini; Junando, Mirza; Pardilawati, Citra Yuliyanda; Sukohar, Asep
Sains Medisina Vol 3 No 5 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i5.739

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat menjadi salah faktor pendorong utama terjadinya resistensi yang saat ini masih menjadi ancaman kesehatan global yang semakin mendesak. Di Indonesia, data mengenai pola penggunaan antibiotik pada anak masih terbatas. Di negara berkembang diperkirakan terdapat 30-80% kasus infeksi yang mendapatkan perawatan dengan antibiotik di rumah sakit dan 20-65% penggunaan antibiotik tersebut dinilai kurang tepat. Di Indonesia, sebagai negara dengan populasi besar dan beragam, tantangan dalam mengendalikan penggunaan antibiotik menjadi lebih kompleks, terutama pada populasi pediatri yang rentan. Literature review ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif literatur yang ada terkait penggunaan metode ATC/DDD sebagai pilihan yang paling banyak digunakan dalam evaluasi kuantitatif penggunaan antibiotik pada pasien pediatri di Indonesia. Metode yang digunakan dalam menyusun articel review ini adalah metode tinjauan pustaka pada artikel yang terbit dalam 10 tahun terakhir dan telah memenuhi kriteria. Dari tinjauan literatur ini, ditemukan bahwa seftriakson, ampisilin, amoksisilin, dan kombinasi ampisilin-sulbaktam merupakan antibiotik yang paling sering diresepkan pada populasi pediatri di Indonesia. Pola peresepan dan penggunaan, serta total konsumsi antibiotik, menunjukkan variabilitas di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan yang dikaji. Metode ATC/DDD terbukti menjadi alat yang berguna untuk menganalisis dan membandingkan penggunaan antibiotik secara kuantitatif.
a Comparison Between Dexamethasone and Prednisolone in ARDS Patients: Literature Review Aqil, Faiq Akhmad; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Junando, Mirza; Pardilawati, Citra Yuliyanda
Medula Vol 14 No 8 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i8.1275

Abstract

During the COVID-19 pandemic, dexamethasone and methylprednisolone are used to treat COVID-19 patients, particularly those who have acute respiratory distress syndrome (ARDS). Numerous studies have demonstrated that dexamethasone significantly improves respiratory function and lowers mortality in COVID-19 patients, particularly those who need mechanical ventilation. Patients with ARDS with COVID-19 who received dexamethasone had fewer days alive and ventilator-free days, according to a randomized study like the CoDEX trial. But methylprednisolone has also demonstrated encouraging outcomes in treating severe COVID-19 pneumonia, particularly when used as a short-term treatment. The dosage and mode of administration of the two medications differ; dexamethasone is more frequently used to treat the systemic inflammation brought on by this viral infection.
PENYULUHAN KEAMANAN PANGAN DAN WAWASAN TENTANG SERTIFIKASI HALAL PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) MAKANAN DAN MINUMAN DI DESA CIPADANG KABUPATEN PESAWARAN, LAMPUNG Sukohar, Asep; Ramdini, Dwi Aulia; Oktoba, Zulpakor; Himayani, Rani; Ambarwati, Endah; Junando, Mirza; Ramadhina, Farrasyifa
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3620

Abstract

Keberadaan UMKM di Desa Cipadang sangat penting dalam memajukan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat. Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya jumlah UMKM yang telah memiliki izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) adalah karena kurangnya sosialisasi atau pendampingan. Desa Cipadang memiliki potensi di bidang pertaian, wisata, dan juga perdagangan. Berdasarkan informasi pendataan UMKM di desa ini terdapat lebih dari 50, dan hanya sekitar 10% yang memiliki izin PIRT. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan fasilitas sertifikasi Pelatihan Keamanan Pangan sebagai syarat pengajuan izin PIRT dan juga pemberian wawasan tentang Sertifikasi Halal produk bagi para pelaku usaha UMKM. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah berupa pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) dan wawasan tentang sertifikasi produk halal oleh fasilitator dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran dan juga tim dosen Farmasi Fakultas Kedokteran Unila. Sebanyak 26 peserta yang berasal dari berbagai jenis UMKM diantaranya produk olahan makanan ringan, katering dan restoran. Hasil evaluasi pre-test dan post-test seluruh peserta mengalami peningkatan mencapai nilai minimal untuk mendapatkan sertifikat pelatihan pangan aman. Seluruh peserta mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir, dimana seluruh peserta dinyatakan lulus dan berhak memperoleh sertifikat PKP dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran. Pelatihan ini diharapkan sebagai salah satu langkah dukungan untuk memajukan UMKM di Desa Cipadang.
Literature review : Terapi Non-Farmakologi Terhadap Proses Pemulihan dan Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Pasca Tindakan Bedah Sectio Caesarea Nikita, Marshanda; Damayanti, Ervina; Junando, Mirza; Soleha, Tri Umiana
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.864

Abstract

Sectio caesarea atau bedah caesar merupakan tindakan bedah mayor yang dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan bayi. Meskipun efektif secara medis, prosedur ini dapat menimbulkan nyeri khususnya pada pasca operasi sehingga berdampak terhadap kenyamanan, kondisi psikologis, dan proses pemulihan pasien. Manajemen nyeri pasca tindakan bedah caesar dapat dilakukan dengan pendekatan farmakologis daan non-farmakologi. Hasil telaah ini disusun dalam bentuk literature  review yang bertujuan untuk menggambarkan berbagai jenis terapi non-farmakologi yang efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dan membantu dalam proses pemulihan pada pasien pasca tindakan bedah caesar. Penelusuran literature  review dilakukan dengan cara menelaah, mengidentifikasi dan menganalisis berbagai literature  yang relevan dengan terapi non-farmakologis pada pasien bedah caesar berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil telaah literature  review ditemukan bahwa terapi non-farmakologis dengan teknik autogenic, relaksasi pernafasan, terapi musik, pijat kaki, aromaterapi dan relaksasi genggam jari mampu menurunkan skala nyeri dari kategori sedang (skala 5-7) menjadi kategori ringan (skala 2-3). Hal ini dapat disimpulkan bahwa terapi non-farmakologis terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien.
PENYULUHAN CERDAS DAN BIJAK MENGGUNAKAN ANTIBIOTIK DALAM RANGKA MELINDUNGI KELUARGA DARI BAHAYA RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA KADER PKK SUKABANJAR Asep Sukohar; Ramdini, Dwi Aulia; Zulpakor Oktoba; Junando, Mirza; Ambarwati, Endah; Ervina Damayanti; Reval Hidayat; Annisa Tamara Panjaitan; Dhia Insyirah Antoni; Silvia Sekar Ardi Nurjana
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3790

Abstract

Resistensi antibiotik menjadi ancaman kesehatan global hingga saat ini. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Penyebaran informasi pengetahuan ini penting guna mencegah meningkatnya angka resistansi antimikroba (AMR). Desa Sukabanjar, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, merupakan salah satu desa yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga). Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader PKK tentang penggunaan antibiotik yang tepat dan aman, serta waspada resistensi antibiotik. Pelaksanaan penyuluhan interaktif yang dikombinasikan dengan simulasi pembacaan label obat, pembuatan media edukasi berupa leaflet yang mudah dipahami, serta evaluasi pre tets dan post test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Sebanyak 26 kader PKK Desa Sukabanjar mengikuti rangkaian kegiatan PkM ini dari awal hingga akhir. Terdapat peningkatan sebesar 16% dari skor pre test semula rata-rata skor 7.52 menjadi 8.72. beberapa area yang berpeluang memerlukan informasi tambahan adalah tentang jenis penyakit yang tidak memerlukan antibiotik dan mitos seputar antibiotik yang bisa menyembukan semua jenis penyakit. Hasil ini dapat menjadi masukan untuk edukasi selanjutnya yang menekankan pada konsep dasar antibiotik dan hal-hal yang salah atau mitos yang diyakini di masyarakat. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan literasi kesehatan masyarakat khususnya tentang penggunaan antibiotik dan bahaya resistensi pada kader PKK.
Literature Review : Efektivitas Pemberian Antibiotik Profilaksis dalam Mencegah Infeksi Luka Operasi pada Bedah Ortopedi Dewi, Hanifah Tiara; Junando, Mirza; Fitra W.S, Muhammad; Ismunandar, Helmi
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.869

Abstract

Infeksi luka operasi (ILO) merupakan salah satu komplikasi yang paling sering terjadi setelah tindakan bedah ortopedi dan dapat meningkatkan morbiditas, lama rawat inap, serta biaya perawatan pasien. Upaya pencegahan ILO melalui pemberian antibiotik profilaksis telah menjadi standar praktik di berbagai rumah sakit, namun masih terdapat variasi dalam jenis, waktu, dan durasi pemberian yang dapat memengaruhi efektivitasnya. Kajian literatur ini bertujuan untuk menelaah bukti ilmiah mengenai efektivitas antibiotik profilaksis dalam mencegah ILO pada bedah ortopedi. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan cara menelaah, mengidentifikasi dan menganalisis dari berbagai literature yang diperoleh melalui pencarian artikel ilmiah yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil telaah terhadap berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemberian antibiotik profilaksis yang tepat waktu, yaitu 30–60 menit sebelum insisi, serta dengan durasi pendek (single dose atau kurang dari 24 jam), terbukti efektif menurunkan risiko infeksi tanpa meningkatkan kejadian resistensi antibiotik. Sefazolin direkomendasikan untuk operasi ortopedi bersih karena efektif terhadap flora kulit penyebab infeksi, dan penggunaan yang rasional sesuai pedoman mendukung keselamatan pasien serta pencegahan resistensi antibiotik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa antibiotik profilaksis efektif dalam mencegah infeksi luka operasi pada bedah ortopedi jika diberikan tepat waktu, memiliki spektrum antibiotik yang sempit, dan berdurasi <24 jam.
Review Artikel: Kepatuhan Fasilitas Kefarmasian di Indonesia terhadap Standar Penyimpanan Obat Permenkes No. 72 Tahun 2016 Eliza, Chintya Nafa; Iqbal, Muhammad; Sari, Novita; Junando, Mirza
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.893

Abstract

Penyimpanan sediaan farmasi pada berbagai fasilitas pelayanan kefarmasian berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016, mengingat masih ditemukannya permasalahan dalam praktik penyimpanan obat, seperti pemantauan dan pencatatan suhu yang tidak konsisten, pencatatan stok yang belum lengkap, penerapan prinsip First Expired First Out (FEFO) yang belum optimal, serta ketidak stabilan kondisi lingkungan penyimpanan yang berpotensi menurunkan mutu obat. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan fasilitas pelayanan kefarmasian terhadap standar penyimpanan obat yang berlaku. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui penelusuran artikel ilmiah pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa sebagian besar fasilitas telah memiliki sarana dan prasarana penyimpanan yang memadai, namun masih ditemukan ketidak sesuaian dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP), khususnya pada aspek pemantauan suhu, pengelolaan stok obat, serta penerapan prinsip First Expired First Out (FEFO), yang dipengaruhi oleh keterbatasan kompetensi dan pelatihan sumber daya manusia kefarmasian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kualitas penyimpanan sediaan farmasi belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga diperlukan penguatan manajemen perbekalan farmasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia kefarmasian, serta pemantauan kondisi lingkungan penyimpanan secara konsisten dan berkelanjutan guna menjamin mutu, keamanan, dan efektivitas obat.