Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENETAPAN KADAR FENOL TOTAL DAUN TEMU KUNCI (Boesenbergia rotunda (L.) Mansf) DENGAN METODE EKSTRAKSI ULTRASOUND ASSISTED EXTRACTION MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE Handayani, Yanulia; Susiloningrum, Dwi; Ismah, Kadar
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i2.294

Abstract

Tanaman temu kunci atau (Boesenbergia rotunda (L.) Mansf) merupakan tanaman obat sebagai rempah rempah yang banyak digunakan dalam ramuan atau obat tradisonal. Tanaman temu kunci memiliki kandungan senyawa aktif salah satu diantaranya senyawa fenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak etanol 80% daun temu kunci (Boesenbergia rotunda (L.) Mansf) dan penetapan kadar fenol total. Ekstrak daun temu kunci (Boesenbergia rotunda (L.) Mansf) diperoleh dengan cara metode Ultrasound Assited Extraction (UAE) dengan pelarut etnaol 80%. Setelah itu dilakukan skrining fitokimia dan penetapan kadar fenol total. Metabolite sekunder daun temu kunci (Boesenbergia rotunda (L.) Mansf) menunjukkan hasil positif senyawa fenol, saponin dan tanin. Hasil ekstraksi menggunakan metode Ultrasound Assited Extraction (UAE) dengan pelarut etanol 80% diperoleh ekstrak kental sebanyak 10,917 gram. Kadar fenol total pada daun temu kunci (Boesenbergia rotunda (L.) Mansf) dengan pelarut etanol 80% sebanyak 3,21% GAE
Pengembangan Olahan Ikan Kembung untuk Mencegah Stunting di Desa Tedunan Wedung Demak Yudanti, Gendis Purno; Palupi, Dian Arsanti; Handayani, Yanulia; Ismah, Kadar; Setyoningsih, Heni
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v5i2.10343

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem if it isn't controlled with catch-up growth it will cause decreased growth, increases the death risk and inhibits motor and mental growth. The Indonesian Government promise to reduce the prevalence of stunting so it needs to strengthen coordination and expand the scope of programs carried out by related Government Institutions. Tedunan, one of the villages on the coast of Demak which becomes the target of reducing stunting rates, it has abundant marine products but has not been used optimally. Based on Journal of Nutrition and Food Science 2016, an important ingredient found in mackerel is selenium. Selenium plays a role in reducing the risk of low birth weight and the risk of stunting. This community service program aims to increase consumption of mackerel by making nuggets which are ready to eat and are liked by children and increase the economic selling value of mackerel.
Effect of Temperature and Extraction Time on the Total Phenolic Content of 70% Ethanol Extract of Temu Giring Rhizome (Curcuma heyneana Valeton & Zijp.) Susiloningrum, Dwi; Handayani, Yanulia; Nafi’ah, Luthfiana Nurulin
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i2.673

Abstract

Temu giring (Curcuma heyneana Valeton & Zijp.) is a type of medical plant in the form of rhizomes. The plant is from the Zingiberaceae family. Intersection giring rhizome has various activities including antioxidant, antiviral, antiaging, and antimicrobial. Temu giring rhizome has various activities including antioxidant, antiviral, phenolic, saponin, and essential oil. The purpose of this study was to determine the effect of temperature and time of extraction with UAE (Ultrasonic Assited Extraction) on the total phenolic content of the 70% ethanol extract of the rhizome of teemu giring by spectrophotometry. The results showed that the highest total phenolic content was at a temperature of 40°C with a time 20 minutes namely 2,33%GAE, while the lowest total phenolic content was at a temperature of 30°C with a time of 10 minute namely 1,24%GAE.
PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG BAHAYA MEMBUANG OBAT SEMBARANGAN DAN SOLUSI PEMUSNAHAN OBAT YANG TEPAT Nafi'ah, Luthfiana Nurulin; Wildayanti, Wildayanti; Zulkarya, Luvita Gabriel; Handayani, Yanulia; Ismah, Kadar; Sukarno, Sukarno
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.595

Abstract

Obat merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan, namun penyimpanan dan pembuangan obat yang tidak tepat masih banyak dilakukan oleh masyarakat. Tingginya kepemilikan obat sisa, rusak, dan kedaluwarsa di rumah tangga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan, seperti penyalahgunaan obat, pencemaran lingkungan, serta peredaran obat palsu. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai cara pemusnahan obat yang benar menjadi salah satu faktor utama terjadinya permasalahan tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya membuang obat sembarangan serta memberikan solusi pemusnahan obat yang tepat. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat partisipatif dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi menggunakan presentasi dan media leaflet. Kegiatan dilaksanakan di Desa Rejosari bekerja sama dengan Puskesmas setempat, dengan melibatkan 30 orang ibu rumah tangga sebagai sasaran utama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan, sebagian besar peserta belum memahami cara pemusnahan obat yang benar dan cenderung menyimpan atau membuang obat langsung ke tempat sampah. Setelah kegiatan edukasi, peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran mengenai identifikasi obat rusak dan kedaluwarsa, dampak buruk pembuangan obat yang tidak tepat, serta prosedur pemusnahan obat yang aman. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung Gerakan Keluarga Cerdas Obat dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.