Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGEMBANGAN SISTEM PENDETEKSI KEBOCORAN GAS LPG BERBASIS IOT: INTEGRASI SENSOR MQ-02 DAN DHT11 UNTUK PEMANTAUAN REAL-TIME Fauzi, Muhammad Arkan; Sukarno, Setyawan Ajie
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v13i1.5980

Abstract

Sistem pendeteksi kebocoran gas LPG merupakan solusi penting untuk meningkatkan keselamatan di lingkungan rumah tangga, mengingat risiko kebakaran dan ledakan yang dapat ditimbulkan oleh kebocoran gas. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sebuah sistem yang menggunakan sensor MQ-02 untuk mendeteksi gas LPG, serta sensor DHT11 untuk menjaga kelembaban dan suhu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan pengintegrasian NodeMCU ESP8266 sebagai mikrokontroler yang berbasis Internet of Things (IoT), memungkinkan pemantauan data secara real-time melalui website. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan fitur alarm buzzer yang akan aktif saat terdeteksi kebocoran, serta notifikasi yang dikirimkan melalui aplikasi Telegram kepada pengguna. Penelitian ini mengungkapkan bahwa sistem mampu menyajikan informasi dengan tingkat akurasi yang tinggi mengenai kondisi gas dan lingkungan sekitar, serta respon cepat terhadap kebocoran. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan keamanan penggunaan gas LPG di rumah tangga dan memberikan solusi praktis dalam pencegahan bahaya kebakaran.
RANCANGAN SISTEM KENDALI NIRKABEL LENGAN ROBOT LIMA DERAJAT KEBEBASAN BERBASIS ANDROID DAN ARDUINO UNO DENGAN FITUR REKAMAN GERAKAN Yasien, Muhammad Fazar Alfi; Sukarno, Setyawan Ajie
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v13i1.5987

Abstract

Projek ini berfokus pada implementasi sistem kendali nirkabel untuk robot arm 5 Degrees of Freedom (DoF) berbasis Android dan Arduino Uno dengan fitur motion recording. Sistem ini dirancang untuk mendukung kegiatan akademis di bidang robotika, memberikan alat pembelajaran yang interaktif dan aplikatif bagi mahasiswa dan peneliti. Pengguna dapat mengontrol robot arm secara real-time melalui aplikasi Android menggunakan komunikasi Bluetooth, serta merekam dan menyimpan pergerakan robot. Fitur motion recording memungkinkan pergerakan yang terekam untuk diputar ulang secara otomatis, sehingga mendukung proses simulasi dan eksperimen dalam berbagai skenario. Arduino Uno digunakan sebagai mikrokontroler utama karena kemudahan penggunaannya dan relevansi dalam konteks pendidikan teknik. Pengujian sistem ini menunjukkan performa yang baik, dengan antarmuka aplikasi yang dikembangkan melalui MIT APP Inventor diharapkan akan mudah dipahami oleh pengguna. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan riset dalam bidang otomatisasi dan kontrol robotik, serta membuka peluang pengembangan lebih lanjut di tingkat akademik.
PENERAPAN TEKNOLOGI ARDUINO DALAM PENDETEKSIAN DAN PERINGATAN GEMPA BUMI BERBASIS SW-420 Putra, Haikal Adi Zyah; Sukarno, Setyawan Ajie
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v13i2.6081

Abstract

Gempa bumi dapat menimbulkan bahaya besar bagi manusia dan menyebabkan kerusakan infrastruktur. Gempa terbagi menjadi gempa tektonik akibat pergeseran lempeng tektonik dan gempa vulkanik akibat aktivitas magma sebelum letusan gunung berapi. Untuk mengurangi risiko, dikembangkan sistem deteksi gempa otomatis menggunakan sensor SW-420, mikrokontroler Arduino Uno, serta buzzer dan LED sebagai alarm. Sensor SW-420 mendeteksi getaran tanah dan mengirimkan data ke Arduino Uno. Jika nilai getaran melampaui ambang batas 6000 (setara 4 Skala Richter), sistem secara otomatis mengaktifkan alarm berupa buzzer dan LED untuk peringatan dini. Data getaran ditampilkan di Serial Monitor Arduino sebagai alat pemantauan. Dengan peringatan cepat, sistem ini diharapkan membantu evakuasi lebih awal, meminimalkan risiko cedera dan kerugian. Sistem dirancang menggunakan metode waterfall, meliputi analisis kebutuhan, desain sistem, pengkodean, pengujian, dan pemeliharaan. Pengujian menunjukkan sensor mampu mendeteksi perubahan getaran signifikan, seperti lonjakan dari 2655 ke 4932 dalam satu detik. Untuk pengembangan, disarankan menambahkan modul GPS untuk menentukan lokasi gempa secara real-time dan menggunakan sensor yang lebih akurat guna meningkatkan efektivitas mitigasi bencana.
Implementation of Waypoint Navigation and Computer Vision for Monitoring Markers on a Quadcopter Based on ROS (Robot Operating System) Setyawan Ajie Sukarno; Hendy Rudiansyah; Ahsan Basyar
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v10i1.4735

Abstract

Indonesia shares borders with Papua New Guinea, Malaysia, and Timor Leste, where border markers often face displacement or disputes due to challenging and inaccessible terrain. This research develops a waypoint navigation system on a quadcopter, integrating computer vision to enhance the detection and monitoring of border markers. The system leverages the Robot Operating System (ROS) as middleware for seamless integration and control, while a camera detects ArUco markers placed on boundary markers. Image processing, implemented using OpenCV integrated with ROS, facilitates efficient data conversion. The quadcopter autonomously navigates to target coordinates based on marker detection, with an average percentage error of 3.3% for the X-axis and 2.5% for the Y-axis. Tests showed the system could detect a 40x40 cm marker from a height of 5 meters up to a distance of 14 meters, with an average position error of 3.75%. The communication range was effective up to 150 meters before timing out. Despite the computational limitations of the Raspberry Pi hardware, the system demonstrated efficiency, scalability, and ease of deployment. Future research will focus on hardware enhancements, the exploration of advanced image processing methodologies, improved camera resolutions, and the extension of communication networks to support deployment in national boundary monitoring operations.