Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Metode Inovatif Dalam Pembelajaran Bahasa ArabSystematic Literature Review Supriyanoor; Nirwanto, Rahmadi; Marsiah; Wahdah, Nurul
Ukazh : Journal of Arabic Studies Vol. 6 No. 3 (2025): Ukazh : Journal of Arabic Studies, September 2025
Publisher : Institut Muslim Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/ukazh.v6i3.4

Abstract

The utilization of technology and communicative approaches has evolved to enhance the effectiveness of learning. This study aims to identify forms of innovative methods in Arabic language learning that are relevant and effective over the past ten years in Indonesia. The research method employed is the Systematic Literature Review (SLR). A total of twenty-seven articles from Sinta-indexed journals (levels 2 to 5) published within the last ten years were collected, of which twenty-two articles were deemed relevant. The stages of this study include problem formulation, article collection, article screening, descriptive analysis, and conclusion drawing. Examples of innovative learning methods include 21st-century technology-based learning through the use of various digital applications such as Canva, Quizizz, Kahoot, Duolingo, and others. Based on the literature review conducted, it was found that innovations in Arabic language learning have developed significantly, particularly at the higher education level and through technology-based and creative media approaches. This is evidenced by the structural dimensions and categories identified in the articles, which indicate a significant trend toward 21st-century, integrative, and technology-based approaches in Arabic language instruction.
PENGEMBANGAN EBOOK PERCAKAPAN BAHASA ARAB KELAS IV MI BERBASIS KONSTRUKTIVISME MENGGUNAKAN MODEL ADDIE Ridha, Hafiz; Hamidah; Marsiah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.39612

Abstract

This study aims to develop Arabic ebook conversation teaching materials for sixth-grade Madrasah Ibtidaiyah students using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) development model. The teaching materials were developed based on the needs of MI level students who still face difficulties in mastering vocabulary and simple conversations. The teaching material product is an eBook entitled “Easy Arabic Conversation for Grade VI,” which contains 15 contextual muhadatsah themes. Validation was carried out by subject matter experts, media experts, and readability tests by teachers and students. The validation results showed that the teaching materials were in the “highly feasible” category in terms of relevance, accuracy, systematics, and learning significance. The responses from teachers and students indicated that the teaching materials were easy to understand, interesting, and helpful for cooperative learning. Thus, these constructivist-based conversation teaching materials are feasible for use as additional learning resources in Arabic language learning for sixth grade MI students.
THE FUNCTION OF THE ITHLA ORGANIZATION IN THE DEVELOPMENT OF ARABIC LANGUAGE LEARNING IN STUDENTS Nur Amin, Isnaini aprilia; Aulia Mustika Ilmiani; Marsiah
EL-MAQALAH : Journal of Arabic Language Teaching and Linguistics Vol. 7 No. 1 (2026): EL-MAQALAH: Journal of Arabic Language Teaching and Linguistics
Publisher : The Department of Arabic Language Education, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Banda Aceh of UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/maqalah.v7i1.9815

Abstract

Organisasi ITHLA (Ittihadu Thalabah al-Lughah al-'Arabiyyah) berfungsi sebagai forum strategis dalam mendukung pengembangan kompetensi akademik dan non-akademik siswa melalui berbagai kegiatan bahasa terstruktur yang memfasilitasi penguatan kemampuan berbahasa siswa sekaligus membangun lingkungan belajar yang mendukung praktik berbahasa secara berkelanjutan. Peneliti melihat bahwa fungsi organisasi ITHLA dapat berkontribusi pada pengembangan pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk: Pertama , mendeskripsikan fungsi organisasi ITHLA dalam mendukung pengembangan pembelajaran bahasa Arab pada siswa. Kedua , mendeskripsikan hambatan-hambatan yang dihadapi organisasi ITHLA dalam melaksanakan kegiatannya. Ketiga , mendeskripsikan upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh organisasi ITHLA dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe fenomenologi. Subjek penelitian adalah ketua umum ITHLA dan empat informan tambahan yang dipilih secara purposif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Validasi data menggunakan teknik triangulasi dan sumber. Analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tentang perumusan masalah pertama menunjukkan bahwa Organisasi ITHLA memiliki tiga fungsi dalam pengembangan pembelajaran bahasa Arab; Pertama, fungsi pendidikan , yang dapat dilihat dari kegiatan bahasa, seperti seminar internasional dan Kamp Bahasa Arab. Kedua, fungsi akademik yang dapat dilihat dari kompetisi bahasa, seperti debat, khitobah, kuis qiraat, infografis, dan film pendek. Ketiga, fungsi praktis yang dapat dilihat dari seluruh rangkaian kegiatan di kamp bahasa Arab yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan penggunaan bahasa Arab secara langsung, dan membentuk lingkungan berbahasa Arab. Dalam perumusan masalah kedua, terlihat bahwa terdapat hambatan yang disebabkan oleh beberapa faktor; Pertama, faktor internal, hambatan ini dapat dilihat dari keterbatasan waktu pelaksanaan, kurangnya tingkat aktivitas, konsistensi kehadiran peserta, dan kelelahan yang dialami peserta. Kurangnya anggota aktif yang tidak merata dan keterbatasan dana. Dua faktor eksternal , hambatan ini terlihat dari gangguan jaringan internet dalam kegiatan berbasis daring. Dalam perumusan masalah ketiga, terlihat bahwa dalam upaya mengatasi hambatan yang muncul, organisasi menerapkan strategi adaptif melalui penyusunan jadwal yang lebih fleksibel, serta penyediaan alternatif teknis seperti jaringan cadangan. Peningkatan keaktifan dan disiplin dilakukan melalui pendekatan persuasif, pendampingan, dan koordinasi intensif.