Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Classroom Action Research

Implementasi Media Pembelajaran Herbarium Kering untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Materi Struktur dan Fungsi Tumbuhan di MTs Nurul Iman Kabupaten Bondowoso Ananda, Berliana Shania; Waris; Maharani, Lila
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i3.11424

Abstract

Media pembelajaran yang tidak efektif menjadi salah satu permasalahan pembelajaran saat ini, media herbarium kering dinilai mampu menjadi media pembelajaran yang cocok digunakan bagi peserta didik, sehingga menyajikan contoh tumbuhan nyata tidak hanya berupa gambar. Media herbarium kering memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran konkrit, karena melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini menjelaskan media herbarium kering terhadap hasil belajar siswa. Penelitian dilaksanakan di MTs Nurul Iman Tegalpasir Jambesari Darus Sholah Bondowoso. Subjek penelitian adalah peserta didik Kelas VIII. Metode penelitian yang digunakan yaitu model Siklus Kurt Lewin dengan tahapan: 1) Perencanaan, mencakup penyusunan modul, media pembelajaran, membuat LKPD, membuat lembar observasi, dan soal, 2) Pelaksanaan, mencakup pertemuan pertama dan pertemuan kedua, pertemuan pertama menjelaskan media herbarium kering sejak memilih tumbuhan yang baik, peserta didik juga mengerjakan soal pretest dan posttest. Pertemuan kedua mengumpulkan LKPD dan berdiskusi mempresentasikan hasil pembuatan media herbarium kering, 3) observasi, mencakup guru mata pelajaran IPA bertugas sebagai observer yang mengisi tabel ceklist, 4) refleksi, mencakup peserta didik yang menunjukkan sikap antusiasme dalam mendengarkan penjelasan guru (peneliti). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, tes. Pada tes awal, sebanyak 42, 86% peserta didik mendapatkan skor di bawah 70, namun setelah intervensi terjadi peningkatan sebanyak 78, 57% peserta didik memperoleh nilai di atas 70. Dapat disimpulkan bahwa, penelitian media herbarium kering dapat meningkatkan hasil belajar. Media ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar bagi peserta didik, tetapi juga membantu guru dalam menyampaikan materi yang lebih efektif.
Penggunaan Video Youtube Dengan Model Flipped Classroom Pada Materi Ekologi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII Smp Plus Miftahul Ulum Kalisat Laily, Faikhatul; Waris; Jayawardana, Hepta Bungsu Agung
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i3.11599

Abstract

Penelitian ini lahir dari permasalahan utama yaitu rendahnya prestasi belajar siswa yang diasumsikan kuat disebabkan oleh metode ajar yang monoton dan kurang melibatkan interaksi, keterbatasan media pembelajaran yang digunakan, serta minimnya kesempatan untuk siswa guna melaksanakan partisipasi aktif dalam proses belajar. Rendahnya hasil belajar siswa IPA disebabkan oleh metode pembelajaran konvensional yang kurang interaktif, sehingga siswa kurang terdorong untuk berpikir kritis maupun aktif dalam mengikuti pembelajaran. Fokus penelitian diarahkan untuk memperluas mana penerapan video YouTube yang dikombinasikan dengan model pembelajaran flipped class mampu meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII SMP Plus Miftahul Ulum Kalisat pada topik ekologi dan keanekaragaman hayati. Metode yang dipilih yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan gabungan antara deskriptif kualitatif serta kuantitatif, dilakukan dalam dua siklus. Tiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, serta refleksi secara berurutan. Sampel penelitian terdiri dari 25 siswa kelas VII-D. Pemilihan PTK dimaksudkan untuk mengatasi masalah praktis dalam pembelajaran melalui perbaikan berkelanjutan yang sistematis dan terukur, berdasarkan observasi langsung di kelas. Pengumpulan data utama menggunakan posttest sebagai alat ukur hasil belajar siswa. Selain data kuantitatif berupa nilai, penelitian ini juga mengumpulkan data kualitatif terkait respon, motivasi, dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Temuan yang diperoleh menyatakan terdapat peningkatan signifikan prestasi belajar siswa setelah penggunaan video YouTube dengan model flipped class, terbukti dari peningkatan persentase ketuntasan klasikal dari 68% pada siklus pertama menjadi 80% pada siklus kedua, yang sudah melewati standar ketuntasan minimal sebesar 75%. Temuan ini memotivasi guru guna mengoptimalkan YouTube sebagai media pembelajaran inovatif di sekolah berbasis pesantren.