Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-I

Religious Moderation as the Pillar of Islamic Education: A Cross-Disciplinary Approach for the Global Era Priyatna, Surya Eka; Fidzi, Ridhahani; Sabda, Syaifuddin; Yaqin, Husnul
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 8, No 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v8i2.30323

Abstract

Abstrak:  Moderasi beragama menjadi fondasi penting dalam pendidikan Islam, khususnya dalam menghadapi tantangan era global yang ditandai oleh meningkatnya intoleransi dan konflik antarbudaya. Artikel ini mengeksplorasi konsep moderasi beragama sebagai pilar pendidikan Islam melalui pendekatan lintas disiplin, mencakup perspektif multi-, inter-, dan transdisipliner. Metode kajian literatur digunakan untuk menganalisis nilai-nilai moderasi beragama seperti tawazun, tasamuh, dan i’tidal, serta penerapannya dalam kurikulum pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan lintas disiplin tidak hanya memperkaya pembelajaran, tetapi juga memperkuat integrasi nilai-nilai keislaman dengan kebutuhan global. Strategi penguatan moderasi beragama melalui pendidikan melibatkan pengembangan kurikulum berbasis nilai, metode pembelajaran dialogis, serta kolaborasi antar pihak terkait. Dengan pendekatan ini, pendidikan Islam diharapkan mampu mencetak generasi yang toleran, inklusif, dan berkontribusi dalam membangun harmoni global.  Abstract:   Religious moderation serves as a vital foundation in Islamic education, especially in addressing the challenges of the global era marked by increasing intolerance and intercultural conflicts. This article explores the concept of religious moderation as a pillar of Islamic education through a multidisciplinary, interdisciplinary, and transdisciplinary approach. A literature review method is employed to analyze the values of religious moderation, such as balance (tawazun), tolerance (tasamuh), and justice (i’tidal), as well as their application in Islamic educational curricula. The findings reveal that a cross-disciplinary approach not only enriches learning experiences but also strengthens the integration of Islamic values with global demands. Strategies to enhance religious moderation in education include value-based curriculum development, dialogical teaching methods, and collaboration among relevant stakeholders. With this approach, Islamic education is expected to produce generations that are tolerant, inclusive, and capable of contributing to global harmony.
Islamic Education from a Gender Perspective (A Sociological, Economic, and Da'wah Analysis) Hasanah, Risqiatul; Fidzi, Ridhahani; Sabda, Syaifuddin; Yaqin, Husnul
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 8, No 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v8i2.30321

Abstract

Abstrak: Penafsiran terhadap pendidikan Islam dari perspektif gender menjadi semakin relevan di tengah upaya menciptakan masyarakat yang adil dan setara. Melalui pendekatan tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, artikel ini mengkaji ulang konstruksi peran gender dalam pendidikan Islam dengan menekankan nilai-nilai kesetaraan, keadilan, dan pemberdayaan perempuan. Tafsir Al-Misbah tidak hanya menyajikan pemahaman keislaman yang kontekstual, tetapi juga menawarkan pembacaan ulang terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang selama ini ditafsirkan secara patriarkal. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menyoroti tiga dimensi utama: sosiologis, ekonomi, dan dakwah. Dalam dimensi sosiologis, pendidikan Islam dipandang sebagai alat untuk mengubah norma sosial yang bias gender. Secara ekonomi, pendidikan diberi makna sebagai jalan bagi perempuan untuk meraih kemandirian dan peran aktif dalam pembangunan. Sementara itu, dari sisi dakwah, pendidikan menjadi medium penyampaian nilai kesetaraan yang rahmatan lil ‘alamin. Studi ini menegaskan bahwa pendidikan Islam yang inklusif dan berbasis keadilan gender merupakan jalan strategis menuju masyarakat yang beradab dan seimbang secara spiritual maupun sosial.  Abstract:  Reinterpreting Islamic education through a gender perspective has become increasingly vital in shaping a just and equitable society. This article draws upon M. Quraish Shihab’s Tafsir Al-Misbah to revisit gender roles in Islamic education, emphasizing the principles of equality, justice, and women’s empowerment. Shihab’s work presents a contextual reading of the Qur’an, challenging patriarchal interpretations and advocating a more balanced theological framework. Employing a qualitative, literature-based approach, the study explores three central dimensions: sociological, economic, and da’wah. Sociologically, Islamic education is framed as a transformative tool to dismantle gender-biased social norms. Economically, it is positioned as a path to empower women towards independence and societal contribution. Through the lens of da’wah, education serves as a platform to convey Islam’s universal message of equality and compassion. The findings reaffirm that a gender-responsive Islamic education  grounded in inclusive values and prophetic justice offers a strategic pathway for fostering a spiritually enriched and socially just community.