Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penerapan Metode Role Playing Dalam Pembelajaran Menulis Teks Negosiasi Kelas X SMK Negeri 4 Semarang Wijoyo, Hadi; Ngatmini, Ngatmini
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13511

Abstract

Penelitian dilakukan bertujuan agar peserta didik mampu menulis teks negosiasi dengan menggunakan metode role playing dalam pembelajaran menulis teks negosiasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, penerapan metode, dan tes. Penelitian tersebut menggunakan penerapan role playing sesuai dapat diterapkan pada pembelajaran outdor. Tingkat ketuntasan hasil belajar menulis teks negosiasi kelas X TE3 telah mencapai kriteria ketuntasan belajar yang ditetapkan sekolah. Hal tersebut, menunjukan pada Hasil pembelajaran menulis teks negosiasi yang ditulis oleh didik kelas TE-3 SMK Negeri 4 Semarang diperoleh dengan baik. Simpulan pada penelitian ini, yaitu penerapan metode role playing dapat diterapkan dalam pembelajaran menulis teks negosaisi. Penerapan metode pembelajaran role playing memberikan dorongan peserta didik aktif dan berpikir kritis dalam proses pembelajaran menulis teks negosiasi kelas X SMK Negari 4 Semarang.
Pelatihan Model Pentahelix dalam Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Kaum Sarungan suroto, suroto; Winatha, I Komang; Rizal, Yon; Rahmawati, Fanni; Wijoyo, Hadi; Turnip, Samuel; Salshabella, Dhea Clara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpm-ip.vol.4i.1.1501

Abstract

This devotion program aims to enhance the entrepreneurial capacity of kaum sarungan through the implementation of the Pentahelix Model, involving government, academia, business actors, religious communities, and media. The program was carried out through counseling sessions, training, workshops, and mentoring focused on strengthening basic entrepreneurial knowledge, developing local wisdom–based products, and expanding market networks. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments as part of the monitoring and evaluation process. The results show a significant improvement in participants’ abilities, with an increase in average scores from 48 to 80. The N-Gain value of 60.43% indicates that the program is moderately effective in improving entrepreneurial literacy and skills. Beyond knowledge enhancement, the program successfully fostered multi-stakeholder collaboration and strengthened the pesantren-based entrepreneurial ecosystem. The integration of local wisdom also contributed to strengthening product identity developed by participants. Overall, this community service program provides a positive impact on the economic empowerment of kaum sarungan and demonstrates that the Pentahelix Model is effective in community-based capacity building.
Pelatihan Integrasi Nilai Budaya Lokal dalam Organisasi Santri: Upaya Meningkatkan Komitmen Berorganisasi di Rajabasa Rusman, Tedi; Nurdin, Nurdin; Wulan, Mutiasari Nur; suroto, suroto; Wijoyo, Hadi; Turnip, Samuel; Salshabella, Dhea Clara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpm-ip.vol.4i.1.1503

Abstract

This community service program aims to enhance santri’s understanding of Lampung local cultural values and strengthen their organizational commitment through a series of training and mentoring activities. The program was carried out at MWCNU Rajabasa using a participatory approach that actively engages participants throughout the learning process. The activities included cultural value dissemination, interpersonal communication training based on local wisdom, organizational roleplay simulations, and focused group discussions. The results showed a significant improvement in participants’ understanding of local cultural values, as indicated by the increase from initial to final evaluation scores. Additionally, santri demonstrated more cooperative and culturally grounded interactions, reflecting the application of piil pesenggiri, nemui nyimah, juluk adok, and sakai sambayan. This strengthened cultural awareness contributed to higher organizational commitment, seen through increased participation, responsibility, and engagement in organizational activities. This program highlights that integrating local cultural values is an effective strategy for character building and sustaining community-based santri organizations.
Disparitas Pendidikan Perkotaan dan Perdesaan: Implikasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia Wijoyo, Hadi; Prasetya, Egix Dwi; Wardanai, Dewi Kususma; Sabandi, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4879

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi disparitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan perdesaan serta menelaah implikasinya terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan. Fokus kajian diarahkan pada keterkaitannya dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 mengenai pendidikan berkualitas dan SDG 8 terkait pertumbuhan ekonomi inklusif dan pekerjaan layak. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, melalui penelusuran 99 artikel ilmiah dari berbagai basis data akademik internasional. Setelah dilakukan seleksi ketat berdasarkan kriteria relevansi dan kualitas, diperoleh 19 artikel yang menjadi dasar analisis mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan pendidikan tercermin dalam keterbatasan akses terhadap sarana belajar, ketidakmerataan kualitas guru, serta rendahnya pemanfaatan teknologi di daerah perdesaan. Kondisi ini berdampak langsung pada rendahnya capaian akademik, terhambatnya mobilitas sosial, berkurangnya produktivitas tenaga kerja, dan meluasnya kesenjangan pendapatan antarwilayah. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa pemerataan pendidikan merupakan faktor strategis dalam memutus rantai kemiskinan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Nilai kebaruan penelitian ini terletak pada kerangka analisis yang mengintegrasikan aspek pendidikan, ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan secara simultan, sehingga memberikan perspektif komprehensif tentang peran strategis pendidikan dalam pembangunan global. Implikasi praktis yang ditawarkan mencakup inovasi kurikulum berbasis kebutuhan lokal, peningkatan kompetensi guru, dan pemanfaatan teknologi di daerah terpencil. Strategi tersebut dinilai krusial untuk menekan disparitas pendidikan serta memperkuat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan secara lebih merata.