Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Evaluasi Program Kelas Menulis Puisi Menggunakan Model Evaluasi CIPP di Mts Negeri 1 Banjarnegara Aspriyanti, Legi; Nopi, Risky Arbangi; Wagiran; Naryoatmojo, Deby Luriawati
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 2 No. 03 (2022): Artikel Riset Edisi Desember 2022
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v2i03.1914

Abstract

Berjalannya kegiatan ektrakurikuler menulis puisi di MTs Negeri 1 Banjarnegara idealnya diikuti oleh sebuah evaluasi. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti hendak melakukan penelitian terhadap kegiatan ektrakurikuler kelas menulis puisi menggunakan model evaluasi CIPP (context, input, process, and product). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Adapun model evaluasi yang digunakan ialah model context, input, process, and product (CIPP). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan angket. Sumber data penelitian diperoleh dari kepala sekolah, guru pembimbing, dan peserta didik yang mengikuti program “kelas menulis puisi”. Selanjutnya, data yang telah dikumpulkan akan dianalisis dengan cara reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada komponen konteks memperoleh persentase 66,5% (kategori baik), komponen masukan memperoleh persentase 68,53% (kategori baik), komponen proses memperoleh persentase 72,22% (kategori baik), dan komponen produk memperoleh persentase 71,5% (kategori baik). Berdasarkan proses evaluasi dengan menggunakan model CIPP, dapat disimpulkan bahwa program kelas menulis puisi di MTs Negeri 1 Banjarnegara dapat dikatakan baik. Oleh karena itu, peneliti memberikan masukan agar program kelas menulis puisi bisa tetap dijalankan dengan catatan untuk meningkatkan kualitas program demi mencapai hasil yang lebih baik.
Upaya Pencegahan Penularan pada Penderita Covid-19 di Kabupaten Sintang Tahun 2021 Wagiran; Pratama, Rika Yuanita
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.1043

Abstract

SARS-CoV-2 dapat ditularkan dari orang ke orang, terutama di antara anggota keluarga dan teman yang memiliki kontak dekat dengan pasien Covid-19 yang bergejala dan tidak bergejala. Tindakan preventif adalah cara paling efektif untuk memerangi meningkatnya jumlah kasus Covid-19. Pasalnya, belum ada obat atau vaksin yang masih diuji dalam uji klinis. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif, yaitu penelitian observasional analitik dengan teknik case control. Partisipan dalam penelitian ini dipisahkan menjadi dua kelompok: kelompok kasus 68 orang dan kelompok kontrol 126 orang. Purposive sampling digunakan untuk mengumpulkan data. Uji statistik yang digunakan untuk melihat pengaruh murni dan uji statistik yang digunakan untuk melihat pengaruh murni dan dominan terhadap variabel yang dianalisis adalah chi square dengan = 0,05 dan Regresi Logistik Berganda. Pengetahuan (p value = 0,001), sikap (p value = 0,022), cuci tangan (p value = 0,006), paparan media (p value = 0,006), comorbidities (p value = 0,001), perjalanan (p value = 0,001), dan kontak dekat dengan terkonfirmasi (p value = 0,011) merupakan variabel yang paling dominan dalam upaya pencegahan penularan pasien Covid-19 di Kabupaten Sintang. Pengetahuan, sikap, cuci tangan, paparan media, penyakit penyerta, perjalanan, dan kontak dekat dengan COVID-19 terkonfirmasi adalah variabel paling berpengaruh dalam upaya pencegahan penularan.
Kelengkapan dan Pendokumentasian Rekam Medis Pasien Ketuban Pecah Dini (KPD) Pratama, Rika Yuanita; Sohibun; Wagiran
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 2 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i2.812

Abstract

Latar Belakang: Dokumen rekam medis adalah dokumen yang berisi catatan tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan kepada pasien di sarana pelayanan kesehatan. Data tahun 2018 rekam medik RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang kasus ketuban pecah dini sebanyak 152 kasus. Ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis berdampak pada mutu pelayanan rekam medis serta terhambatnya proses klaim asuransi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelengkapan dan pendokumentasian dokumen rekam medis pasien ketuban pecah dini di RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang pada tahun 2019 Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, populasi berjumlah 170 dokumen rekam medis pasien ketuban pecah dini, dan sampel sebanyak 62 dokumen. analisis data bersifat deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ketidaklengkapan terbanyak terdapat pada review laporan penting pada lembar formulir laporan operasi sebesar 20 dokumen (32,26%) dan review pendokumentasian yang benar ketidaklengkapan terbanyak pada lembar formulir ringkasan masuk dan keluar yaitu sebanyak 57 dokumen rekam medis (91,94%) pada item pemberian garis tetap pada area kosong. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian masih terdapat ketidaklengkapan pada review identifikasi formulir pengkajian awal kebidanan dan kandungan item tanggal lahir, review laporan penting formulir laporan operasi item kamar operasi, review autentifikasi formulir laporan operasi item tanggal operasi dan review pendokumentasian yang benar item pemberian garis tetap pada area kosong.
Differentiated Literacy Modules Based on Student Interests: Enhancing Procedural Writing in Indonesian Primary Schools Narsita, Ingelin; Wagiran; Sri Wardani; Lailatul Mukaromah
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 5 No. 4 (2025): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED)
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v5i4.682

Abstract

This study aims to develop and evaluate differentiated literacy modules based on student interests to enhance procedural writing skills among fifth-grade students in Indonesian primary schools. In alignment with the Merdeka Curriculum, the modules were created using the 4D development model (Define, Design, Develop, Disseminate). Each module was designed to accommodate individual learning preferences, including visual, auditory, and kinesthetic styles, and was enriched with diagnostic assessments of student interests and readiness. The content addressed four key language components: reading, listening, writing, and speaking, supported by multimedia features such as QR codes linked to videos and audio recordings. Expert validation indicated that the modules were highly feasible, with ratings ranging from 75 percent to 100 percent across media, content, and language aspects. Initial small-scale testing revealed minimal improvement in student outcomes, with a mean score increase of only 0.667 points and an N-Gain of 1.67 percent. Following revisions, a large-scale trial involving 27 students demonstrated significant effectiveness. The posttest mean rose to 80.93 from 47.78, with a statistically significant result (t = 27.671, Sig. = 0.000) and an average N-Gain of 63.75 percent. These findings confirm that interest-based differentiated instruction can effectively improve student achievement in procedural writing and offers a scalable model for inclusive literacy development in primary education.
EKSPLORASI MANIFESTASI MORALITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI DAN SENI SUARA BERBASIS PROYEK KOLABORATIF: Studi Deskriptif Kualitatif di SMA Kristen Anak Panah Nabire Widjaja, Hana Sumiati; Hartono; Rokhman, Fathur; Wagiran
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.8684

Abstract

This qualitative descriptive study explores the manifestations of student morality in collaborative project-based learning in dance and vocal arts education at SMA Kristen Anak Panah Nabire, Indonesia. This research aims to investigate how aesthetic experiences and collaborative artistic activities contribute to the internalization and expression of moral values. Data collection was conducted through participant observation, in-depth interviews, and documentation analysis during the "Warisan Budaya Nusantara" (Nusantara Cultural Heritage) collaborative art project, with 64 students and 2 art teachers as participants. Data were collected through classroom observations, reflective journals, and semi-structured interviews with students and teachers. The analysis results show four main manifestations of morality: (1) the growth of personal and collective responsibility in group commitments; (2) the development of empathy and social awareness during the rehearsal process; (3) the strengthening of cooperation and solidarity in resolving conflicts and achieving artistic goals; and (4) the emergence of moral reflection through aesthetic experiences. These findings indicate that moral values are not only transmitted cognitively but are also experienced through social interaction, emotional experiences, and shared reflection within a contextual creative process. The implications highlight that project-based learning in arts education can function as a moral ecology—an environment where artistic collaboration becomes a living process of ethical formation. This study contributes to the theoretical discourse on art and morality, and provides practical recommendations for teachers and curriculum designers to foster character development through arts education.
Implementasi Asesmen Diagnostik Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Bakoh, Isma-ae; Naryatmojo, Deby Luriawati; Wagiran
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i2.1218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi asesmen diagnostik sebagai dasar pelaksanaan pembelajaran Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan asesmen diagnostik non-kognitif secara rutin pada awal pembelajaran maupun selama proses belajar melalui observasi perilaku, angket sederhana, dan wawancara. Hasil asesmen digunakan untuk memetakan motivasi, minat, sikap, serta hambatan belajar siswa yang menjadi dasar penyesuaian strategi pembelajaran, pengelompokan siswa, dan pemberian pendampingan. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu, kemampuan guru dalam menyusun instrumen, serta beban administrasi. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi asesmen diagnostik non-kognitif telah sejalan dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berpihak pada murid, humanis, dan berorientasi pada perkembangan karakter. Asesmen non-kognitif berfungsi sebagai fondasi penting dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna, adaptif, dan mendukung kesejahteraan emosional siswa. Dengan pelaksanaan, evaluasi, dan pemanfaatan yang berkelanjutan, asesmen diagnostik non-kognitif mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan siswa dan peningkatan kualitas proses pembelajaran. Asesmen diagnostik adalah alat krusial untuk memetakan kemampuan kognitif dan kondisi non-kognitif (psikologis/sosial) siswa di awal pembelajaran. Hasilnya menjadi dasar bagi guru untuk merancang pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai dengan kebutuhan individu, meningkatkan efektivitas pengajaran, serta mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan siswa.