Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Karimah Tauhid

Hubungan Pertumbuhan Ekonomi dengan Pengangguran di Sumatera Utara dan Gorontalo Periode 2018-2022 Palahudin; Ariyansyah; Firmansyah; Wahyu Pratama, Nasuha; Putri Widyasari, Revaliana; Gorat, Rodiko
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 6 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i6.13610

Abstract

Salah satu metrik utama dalam menganalisis perkembangan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi melalui data statistik produk domestik regional bruto (PDRB) digunakan untuk mengetahui kondisi ekonomi suatu daerah selama periode waktu tertentu. dan mengukur keberhasilan suatu daerah. Selain pertumbuhan ekonomi, pengangguran berfungsi sebagai metrik penting untuk menilai pembangunan regional. Hubungan antara pengangguran dan pertumbuhan ekonomi pertama kali diteorikan melalui Hukum Okun yang dicetuskan oleh Arthur Okun pada tahun 1962. Hukum Okun adalah pengamatan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat dipengaruhi oleh tingkat pengangguran. Pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran terbuka di Sumatera Utara dan Gorontalo bervariasi dari tahun 2018 hingga 2022, dengan karakteristik demografis dan geografis yang berbeda, tetapi keduanya memiliki sektor ekonomi utama yang sama yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Perhitungan Hukum Okun menghasilkan kesimpulan bahwa tidak ada bukti validitas yang sesuai dalam hubungan antara pengangguran dan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara dan Gorontalo. Hal ini ditunjukkan oleh fakta bahwa pengangguran tidak responsif terhadap perubahan pertumbuhan ekonomi dan justru disebabkan oleh sumber-sumber utama pertumbuhan ekonomi di kedua provinsi tersebut, yang terus mendukung penyerapan tenaga kerja dalam jumlah yang signifikan, yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan
Beban Kerja pada Perusahaan JG Elma; Palahudin
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 2 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i2.17058

Abstract

Keberhasilan suatu perusahaan sangat bergantung kepada kualitas sumber daya manusianya. Meskipun prosedur yang dirancang dengan baik sangat penting, namun tanpa dukungan karyawan yang kompeten, efektivitasnya akan terhambat. Penelitian ini bertujuan mengkaji beban kerja yang dialami oleh karyawan perusahaan JG, terutaman pada bagian sales, dalam mencapai target penjualan. Melalui metode kualitatif yang meliputi observasi, wawancara dan diskusi, ditemukan bahwa karyawan mengalami beban kerja yang tinggi akibat adanya pekerjaan yang harus dilakukan bersamaan, kurangnya efisiensi dalam promosi dan minimnya pelatihan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan telah mengambil langkah-langkah, seperti coaching dan konseling untuk menangani masalah ini. Akan tetapi, hasilnya belum optimal. Penulus merekomendasikan penyusunan ulang beban kerja, pelatihan keterampilan, optimalisasi media sosial, peningkatan komunikasi tim serta pemberian motivasi dan pengahargaan. Selain itu penerapan teori Job Demands-Resources (JD-R) dan teori Penjualan Berbasis Hubungan diharapkan membantu perusahaan dalam mengatasi beban kerja dan meningkatkan pencapaian target penjualan. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi bagi pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan. Kata Kunci: Beban kerja, Manajemen Sumber Daya Manusia
Tingkat Inflasi Indonesia 5 Tahun Terakhir “Study Perbandingan Negara Indonesia dan Malaysia” Palahudin; A, Juliana Sulistiawati; Ridwansyah, Muhamad; Yunizar, Muhamad Syarief; Pratama, Rivan Putra; Ardiansyah, Ruly; Handayani, Sutilah
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 11 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i11.15848

Abstract

Inflasi, seperti yang didefinisikan oleh Boediono pada tahun 1995, mengacu pada tren kenaikan harga yang dapat menyebar dari satu atau dua barang dan menyebabkan kenaikan harga secara umum untuk barang-barang lainnya. Inflasi di Indonesia berfluktuasi antara tahun 2018 hingga 2022 namun secara umum cenderung stabil. Pada awal periode ini, inflasi meningkat seiring upaya pemerintah  mengendalikannya. Pada periode 2020-2021, dampak pandemi Covid-19 berdampak pada perekonomian dan menyebabkan inflasi melambat. Meskipun terdapat beberapa perbedaan, kebijakan stabilisasi yang dilakukan pemerintah berhasil mengendalikan inflasi. Inflasi Malaysia pada tahun 2018 hingga 2022 bervariasi, namun secara umum cenderung stabil. Pada awal tahun 2018, inflasi sedikit meningkat namun kemudian terjadi fluktuasi yang moderat. Pada tahun 2021, inflasi akan meningkat signifikan seiring dengan pemulihan perekonomian dari dampak pandemi Covid-19. Meski begitu, pemerintah tetap berupaya menjaga stabilitas perekonomian dan mengendalikan inflasi. Faktor inflasi dikedua negara dipengaruhi oleh kenaikan harga pangan dan kenaikan harga yang diatur pemerintah, seperti bahan bakar dan listrik, yang tidak disubsidi pemerintah. Inflasi di Indonesia dan Malaysia memberikan dampak negatif yang ekstrim terhadap nilai tukar rupee dan ringgit. Inflasi di Malaysia cenderung menurun, sedangkan di Indonesia inflasi meningkat tajam, dari 1,33% pada Juni 2021 menjadi 4,35% pada Juni 2022
Tingkat Turnover pada Unit Bumi Kepanduan Sentul Palahudin; Suhendar, Muhamad Nur Alif
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 5 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i5.17683

Abstract

Setiap perusahaan pasti memiliki beberapa masalah, yang dialami oleh Unit Bumi Kepanduan Sentul salah satunya tingkat turnover yang tinggi sehingga mempengaruhi proses operasional perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat turnover yang dialami oleh Unit Bumi Kepanduan Sentul sekaligus memberikan rekomendasi solusi penyelesaian turnover yang dialami Unit Bumi Kepanduan Sentul. Melalui metode kualitatif yang meliputi observasi, wawancara, diskusi dan analisis ditemukan bahwa perusahaan mengalami turnover yang relatif tinggi akibat dari randahnya kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan, serta lingkungan yang kurang kondusif bagi karyawan baik secara fisik maupun non fisik. Hasil penelitian menunjukan bahwa perusahaan telah mengambil beberapa langkah seperti pemberian bonus kepada karyawan yang mencapai target pencapaian, fleksibelitas waktu kerja, serta penyediaan fasilitas kerja yang dapat menunjang kenyamanan karyawan. Akan tetapi, hasilnya belum optimal. Untuk dapat mengatasi tingkat turnover yang tinggi, penulis memberikan rekomendasi berupa penaikan gaji sebesar 70% dari UMK Kabupaten Bogor, pemberian tunjangan BPJS dan ketenagakerjaan, membangun komunikasi terbuka dan transfaran antar karyawan serta pemenuhan fasilitas yang dibutuhkan oleh karyawan seperti dapur, ruang ibadah dan loker. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat dan kontribusi bagi pengelola sumber daya manusia di perusahaan.
Evaluasi Digital Marketing pada Usaha Kami Konveksi di Kecamatan Megamendung Bogor Rohman, Abdul; Palahudin
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan strategi digital marketing pada Kami Konveksi di Kecamatan Megamendung, Bogor. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, diskusi, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital yang digunakan Kami Konveksi belum optimal, terutama pada pengelolaan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook. Kendala yang dihadapi meliputi desain konten yang kurang menarik, promosi yang tidak variatif, dan strategi harga yang kurang jelas. Rekomendasi yang diberikan meliputi peningkatan kualitas konten, konsistensi unggahan, pemanfaatan tren media sosial, serta perbaikan strategi komunikasi pemasaran agar lebih efektif menjangkau audiens dan meningkatkan penjualan.