Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pelaksanaan Layanan Khusus Ekstrakurikuler sebagai Upaya Pengembangan Potensi dan Karakter Siswa Ilun Muallifah; Zakiyatul Fitriyah; Laila Syafira Nisak; Elsa Aurelia Oktaviani; Dwi Okta Anggraini; Bilqis Soraya Devy
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i4.2821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pelaksanaan layanan khusus ekstrakurikuler sebagai strategi pengembangan potensi dan pembentukan karakter peserta didik di SDN Ketintang 1 Surabaya. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi, penelitian ini menyoroti bagaimana perencanaan, pelaksanaan, serta dukungan berbagai pihak membentuk pola layanan ekstrakurikuler yang efektif. Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa layanan ekstrakurikuler tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan pengayaan, tetapi juga memberikan dampak signifikan berupa peningkatan disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepercayaan diri, serta kemampuan siswa dalam mengenali dan mengembangkan minat serta bakat mereka. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan proses operasional layanan secara menyeluruh, mulai dari strategi pembinaan, mekanisme koordinasi, hingga bentuk evaluasi yang sebelumnya belum terdokumentasi pada konteks sekolah dasar ini. Hasil penelitian menegaskan bahwa dukungan guru, sekolah, dan orang tua menjadi faktor determinan keberhasilan layanan meskipun terdapat kendala fasilitas dan waktu. Secara praktis, penelitian ini memberikan implikasi bagi sekolah untuk memperkuat manajemen ekstrakurikuler dan membangun  kolaborasi berkelanjutan demi terciptanya lingkungan pendidikan yang adaptif dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik
Kecakapan Berbahasa Anak melalui Program Pembelajaran Bilingual Kelompok B di RA Masjid Al-Akbar Surabaya Anisa Dewi Maulidiya; Ilun Muallifah
Jurnal Cakrawala Pendidikan dan Biologi Vol. 2 No. 4 (2025): Desember: Jurnal Cakrawala Pendidikan dan Biologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jucapenbi.v2i4.823

Abstract

In the era of globalization, language proficiency in early childhood is crucial for supporting their cognitive and social development. At RA Masjid Al Akbar Surabaya, a bilingual program (Indonesian-English) is implemented for Group B to optimize children's language skills. This study aims to analyze the impact of the bilingual program on children's speaking, listening, and language comprehension aspects. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques through observation, interviews with teachers and parents, and documentation. The subjects of the study are children in Group B who participate in the bilingual program. The results show a positive impact of the bilingual program on children's language development. Children are able to interact actively in both languages, both in speaking and listening, and show improvements in language comprehension. This bilingual program has proven effective in enhancing children's communication skills and supporting holistic language development from an early age. Therefore, the bilingual program at RA Masjid Al Akbar can be used as a model for developing language skills in early childhood to prepare them for the challenges of globalization in the future.
Analisis Pentingnya Edukasi Lingkungan Anak Usia Dini Melalui Recyle Sampah Sedotan Menjadi Gantungan Kunci Di Madin Al Maksum Muallifah, Ilun; Amaliyah, Mamlu’atul Eka Maulida; Fathan, Zidan Rosyadi
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol. 11 No. 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v11i2.72043

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of environmental education through a program to recycle waste straws into key chains at Madin Al Maksum. The method used involved training and hands-on practice in utilizing plastic straw waste as an environmentally friendly craft material. The results showed that this activity was able to increase students' awareness and innovation in managing waste in a creative and productive way. This program not only contributed to reducing the amount of plastic waste in the surrounding environment but also awakened an entrepreneurial spirit as an alternative source of income. This study recommends the implementation of a sustainable recycling-based environmental education program to encourage behavioral changes towards better waste management and the importance of protecting the environment
Strategi Guru dalam Membimbing Hafalan Do’a Sholat pada Anak Usia Dini di RA Muslimat NU 10 Banin Banat Manyar Gresik Vivian Liftianah; Ilun Muallifah
Inovasi Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Inovasi Pendidikan dan Anak Usia Dini
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/inpaud.v3i1.899

Abstract

This study examines the teacher's strategy in guiding the memorization of prayer prayers in early childhood at RA Muslimat NU Banin Banat Manyar through a qualitative case study approach. The main focus is the application of the practice (repetition) and habituation method, which was observed for 6-8 weeks in 35 children in group AB (aged 4-6 years), including participant observation, in-depth interviews with 4 teachers and 5 parents, and analysis of RPP documentation and murojaah videos. The results show that the practice method is applied rhythmically daily (3x / day, 10-15 minutes), starting from simple pronunciations such as iftitah and ruku' with 20-30 repetitions per chain cycle, resulting in an average increase in memorization from 42% to 91%, with variations in singing and movements reducing boredom by 27%. Meanwhile, integrated habituation through congregational prayer routines (Dhuha, Zuhur simulation, Ashar), independent ablution, and home supervision, achieved 89% of children's independence in becoming mini imams after 21 days consistently, supported by verbal rewards and gender row rotation. The discussion confirmed alignment with Piaget's theory (preoperational stage) and Vygotsky's (ZPD scaffolding), where drills build sensory memory schemes while habituation forms permanent religious character ala Abdullah Nasih Ulwan. Supporting factors include parental collaboration and a conducive NU environment, overcoming the obstacle of low concentration. Practical implications recommend replicating this strategy in similar RAs to optimize the golden age of Islamic early childhood, with memorization retention of 8-10 basic prayer prayers.
Peran Ekstra Menari dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Emosional Anak Kelompok A di RA Masjid Al Akbar Surabaya Zulfah Agustin Nailunnajah; Ilun Muallifah
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Komunikasi Vol. 1 No. 4 (2025): November : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Komunikasi
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jkaipbaku.v1i4.189

Abstract

Dancing as an outdoor activity significantly impacts the social and emotional skills of young children. They learn to express their emotions, work together in groups, and increase their self-confidence and empathy through dance activities. Several studies have shown that participating in dance activities can also help children manage their emotions, enhance social interactions, and improve their communication skills. Developmentally appropriate dance programs can positively impact their social and emotional development. Early children's ability to manage their own emotions is part of their emotional developmental maturation during the transition from the preoperational to the concrete operational stage. Early children's ability to manage their emotions is part of their emotional developmental maturation during the transition from the preoperational to the concrete operational stage. The ability to manage their own emotions can be seen in their ability to utilize their emotions positively, regulate their emotions according to their circumstances, and appropriately protect themselves from experiencing unhealthy emotions.
The GANGGUAN KETERLAMBATAN BICARA (SPEECH DELAY) TERHADAP SOCIAL SKILL ANAK USIA DINI : STUDI KASUS DI RA MASJID AL AKBAR SURABAYA: STUDI KASUS DI RA MASJID AL AKBAR SURABAYA Rohamtul Ummah Ali; Ilun Muallifah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9319

Abstract

Gangguan keterlambatan bicara secara umum dapat mempengaruhi ketrampilan sosial anak dengan lingkungan sekitar, karena sudah di katakan bahwa bahasa menjadi simbol komunikasi anak. Keterampilan sosial merupakan kemampuan individu untuk berkomunikasi efektif dengan orang lain baik secara verbal maupun nonverbal sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada pada saat itu. Gangguan keterlambatan bicara yang memiliki hubungan erat dengan komunikasi sangtalah berpengaruh terhadap kemampuan sosisl skill anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap anak, guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan bicara berpengaruh nyata terhadap kemampuan sosial anak, terutama dalam hal kemampuan berinteraksi, berpartisipasi dalam kegiatan kelompok, serta mengungkapkan emosi dan kebutuhan secara verbal. Kedua anak cenderung menunjukkan perilaku menarik diri, kesulitan menjalin komunikasi dua arah, dan lebih sering menggunakan gestur dibandingkan kata-kata. Faktor yang memengaruhi kondisi ini meliputi kurangnya stimulasi bahasa di rumah, kebiasaan bermain sendiri, serta keterbatasan kosakata anak.