Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa kesehatan tentang swamedikasi di Institut Kesehatan Hermina pada kampus Jatinegara Fatah, Muhammad; Adiana, Sylvi; Arianti, Varda
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v5i4.1757

Abstract

Latar Belakang: Swamedikasi berpotensi menyebabkan reaksi obat yang merugikan, kegagalan pengobatan, interaksi antar obat, perkembangan resistensi antimikroba, dan peningkatan morbiditas dan mortalitas. Survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) didapatkan hasil persentase masyarakat yang melakukan pengobatan sendiri di DKI Jakarta pada tahun 2022 sebesar 85,46%. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling didapatkan sampel penelitian sebanyak 249 responden, pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket (kuesioner). Hasil: pengolahan data tingkat pengetahuan mahasiswa tentang swamedikasi diperoleh hasil sebanyak 197 responden 79,1% dengan kategori baik. Hasil pengolahan data sikap mahasiswa mengenai swamedikasi sebanyak 101 responden 40,56% dengan kategori cukup. Disarankan: Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan target responden diluar kampus jatinegara atau dengan metode yang berbeda.
Perbandingan standarisasi ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.) dengan pelarut yang berbeda Pratama, Arya Yudha; Arianti, Varda; Adrianto, Dimas; Krismayadi, Krismayadi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6s (2024): Mewujudkan Indonesia Sehat: Transformasi Sistem Kesehatan di Era Baru
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6s.1176

Abstract

Teh hijau (Camellia sinensis L. Kuntze) adalah salah satu tanaman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Teh hijau dikenal sebagai minuman herbal berkhasiat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai parameter spesifik dan non spesifik serta kandungan metabolit sekunder pada ekstrak etanol dan aquadest teh hijau. Ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan aquadest. Jenis penelitian eksperimental. Hasil ekstrak didapatkan  rendemen etanol 31% dan aquadest 28%. Pada hasil penetapan parameter spesifik dan non spesifik menunjukkan bahwa ekstrak teh hijau  pada pengujian organoleptik didapatkan hasil berbentuk kental, warna coklat, bau khas, rasa pahit sepat. kadar sari larut etanol pada ekstrak etanol 42%, ekstrak aquadest 45,4% dan kadar sari larut aquadest esktrak etanol 49% dan aquadest 50,1%. Hasil kandungan senyawa metabolit sekunder pada teh hijau mengandung flavonoid, tannin, saponin dan alkoloid. Hasil standarisasi parameter non spesifik pada ekstrak teh hijau, kadar air ekstrak etanol 2,0% ekstrak aquadest 2,2%, Kadar abu ekstrak etanol 6,4% ekstrak aquadest 8,6%, susut pengeringan ekstrak etanol 0,14% ekstrak aquadest 0,19%, sisa pelarut ekstrak etanol 0,9574, bobot jenis ekstrak etanol 0,97, ekstrak aquadest 0,96. Hasil dari standarisasi ekstrak teh hijau  dalam penelitian ini memenuhi persyaratan.  
Formulasi dan evaluasi ekstrak daun wuru ketek dalam pasta gigi sebagai anti bakteri Cedric, Alif; Adrianto, Dimas; Arianti, Varda; Fakriah, Amalina
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1700

Abstract

The wuru ketek plant (shrub/small tree) contains antibacterial substances, making it a potential alternative for toothpaste formulation. Toothpaste functions as a cleaning cosmetic, mouth freshener, and caries prevention. Caries itself is caused by demineralization of the tooth surface due to bacterial growth, one of which is Staphylococcus aureus. This study focuses on the effectiveness of wuru ketek leaf extract in toothpaste formulation. The results of the antibacterial test showed varying inhibition zones: formula 1 was 10.25 mm, formula 2 was 17.25 mm, and formula 3 was 14.20 mm. In addition, physical evaluation of toothpaste (including organoleptic, homogeneity, spreadability, pH, foam height, and viscosity) was carried out through accelerated stability tests at extreme temperatures, room, and controlled for 45 days. All physical parameters of the preparation have met the requirements. Tanaman wuru ketek (perdu/pohon kecil) mengandung zat antibakteri, menjadikannya alternatif potensial untuk formulasi pasta gigi. Pasta gigi berfungsi sebagai kosmetik pembersih, penyegar mulut, dan pencegah karies gigi. Karies gigi sendiri disebabkan oleh demineralisasi permukaan gigi akibat pertumbuhan bakteri, salah satunya Staphylococcus aureus. Penelitian ini berfokus pada efektivitas ekstrak daun wuru ketek dalam formulasi pasta gigi. Hasil uji antibakteri menunjukkan zona hambat yang bervariasi: formula 1 sebesar 10,25 mm, formula 2 sebesar 17,25 mm, dan formula 3 sebesar 14,20 mm. Selain itu, evaluasi fisik pasta gigi meliputi (organoleptis, homogenitas, daya sebar, pH, tinggi busa, dan viskositas) dilakukan melalui uji stabilitas dipercepat pada suhu ekstrem, ruang, dan terkontrol selama 45 hari. Semua parameter fisik sediaan tersebut telah memenuhi persyaratan.
Inovasi pemanfaatan limbah kulit Jeruk Peras (Citrus nobillis L) dalam pembuatan formulasi sediaan sampo padat Nugroho, Haryo Bayu; Adrianto, Dimas; Fakhriah, Amalina; Arianti, Varda
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i6.1776

Abstract

Kulit jeruk merupakan salah satu limbah organik yang berpotensi dimanfaatkan karena kandungan minyak atsirinya yang kaya senyawa aktif seperti limonene, linalool, sitronelal, dan geraniol, serta senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, tanin, dan saponin yang memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan sampo padat dari minyak atsiri kulit jeruk peras serta mengevaluasi efektivitas antibakterinya. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan tiga formulasi yang mengandung 0%, 10% dan 20% minyak atsiri kulit jeruk peras. Evaluasi dilakukan melalui uji sifat fisik, uji kimia, dan uji aktivitas antibakteri. Hasil menunjukkan bahwa sediaan homogen, terjadi perubahan warna dan pH akibat perlakuan suhu panas, serta tinggi busa memenuhi standar yaitu antara 1,3–22 cm. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan zona hambat sebesar 13,5 - 22,18 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus, yang tergolong dalam kategori kuat – sangat kuat. Hasil ini menunjukkan bahwa minyak atsiri kulit jeruk peras berpotensi digunakan sebagai bahan antibakteri dalam sediaan sampo padat.
Perbandingan aktivitas antibakteri Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Staphylococcus aureus menggunakan dua pelarut Prianti, Rahmania; Arianti, Varda; Fakhriah, Amalina; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i6.1786

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan salah satu penyebab infeksi paling umum. Infeksi akibat S. aureus menjadi tantangan kesehatan serius, terutama karena meningkatnya resistensi terhadap antibiotik. Oleh karena itu, eksplorasi bahan alam sebagai agen antibakteri alternatif sangat diperlukan. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah daun salam (Syzygium polyanthum), yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas antibakteri ekstrak daun salam dengan dua pelarut (etanol 96% dan aquadest) terhadap S.aureus. Uji dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi ekstrak (80%, 60%, 40%, 20%), serta klindamisin 0,1% sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% menghasilkan zona hambat rentang rata-rata sebesar 5,830,87 mm s.d. 10,661,12 mm, sedangkan ekstrak aquadest menghasilkan zona hambat 5,150,07 mm s.d. 10,610,97 mm. Meskipun tidak menunjukkan hubungan linier terhadap konsentrasi, kedua ekstrak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Dengan demikian, daun salam berpotensi dikembangkan sebagai sumber agen antibakteri alami untuk mengatasi resistensi antibiotik.
Phytochemical screening and standardization of ethanol extract of Guava Leaves (Psidium guajava L.) with specific and non-spesific parameters Biadi, Sukma Dwyastati; Arianti, Varda; Adrianto, Dimas; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i1.1837

Abstract

This study aims to conduct phytochemical screening and standardization of guava leaf ethanol extract (Psidium guajava L.) originating from Gunung Putri, Bogor Regency, West Java. The extract was derived by means of maceration procedure utilizing 96% ethanol as the extraction medium, and phytochemical analysis confirmed the presence of flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, terpenoid/steroid compounds, as well as glycosides. Quality evaluation based on specific and non-specific parameters showed results that met the standards: drying loss of  (<10%), total ash content of (<8,4%), specific gravity of 0.99 g/mL, water content of 5.2% (<10%), and negative heavy metal contamination. These results indicate that guava leaves from the Gunung Putri area have a phytochemical profile and extract quality that are suitable for the development of standardized herbal preparation raw materials. Geographical aspects also contribute to the validity of the results and can be a reference for standardization based on plant growing areas.
Level of knowledge of the Menteng community RT 010 RW 009 Menteng Village regarding the use of mefenamic acid tablets as an NSAID analgesic Rahmadani, Azrizah; Fakhriah, Amalina; Arianti, Varda; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i1.1969

Abstract

Mefenamic acid, a meclofenamate derivative, is a type of NSAID that inhibits the formation of the cyclooxygenase enzyme. This cyclooxygenase enzyme converts arachidonic acid into prostaglandins. Therefore, if this drug is given as a pain reliever to children or adolescents during their growth period, it will disrupt the longitudinal growth process of their bones. This study aims to evaluate the level of public knowledge in RT 010 RW 009, Menteng Village, Central Jakarta, regarding the use of mefenamic acid tablets as an NSAID analgesic. The method used is descriptive with a quantitative approach and involved 64 respondents selected based on inclusion criteria. The results show that the average level of public knowledge is in the sufficient category (63,20%). Respondents are predominantly in the 17–25 year age group with a vocational high school education level. Only 35.90% of respondents have received direct education from health workers. This finding emphasizes the importance of more intensive educational interventions from health institutions so that the public uses drugs appropriately and wisely.
Skrining fitokimia dan standarisasi ekstrak etanol pada Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) dengan parameter spesifik dan non spesifik asal Bogor Anaswa, Zahra; Arianti, Varda; Adrianto, Dimas; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i6.1972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining fitokimia dan standarisasi ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) (Moringa oleifera L.) dengan parameter spesifik dan non spesifik asal Bogor, Jawa Barat. Dengan mengetahui kandungan metabolit sekunder dan parameter standar yang dapat digunakan sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) memiliki kandungan metabolit sekunder yang lengkap, seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan glikosida. Parameter standar yang diperoleh adalah rendemen 18,1%, kadar sari larut etanol 24,4%, kadar air 5,2%, kadar abu 6,05%, susut pengeringan 5,2%, bobot jenis 0,94 g/ml, cemaran logam tidak terdeteksi dan cemaran mikroba hasilnya negatif. Perbedaan kuantitatif dengan studi di wilayah lain seperti India dan Afrika dapat dipengaruhi oleh iklim, tanah, dan varietas lokal. Kondisi agroklimat tropis basah di Bogor, Indonesia, dapat memengaruhi kadar senyawa aktif dalam Daun Kelor (Moringa oleifera L.) . Penelitian ini berkontribusi pada data fitokimia Daun Kelor (Moringa oleifera L.) asal Bogor, Indonesia, yang belum banyak dieksplorasi dalam studi terdahulu.
EVALUASI FORMULASI SEDIAAN ANTISEPTIK SPRAY EKSTRAK CAIR UMBI RUMPUT TEKI (CYPERUS ROTUNDUS L.) Tisnawan, Tisnawan; Adrianto, Dimas; Fakhriah, Amalina; Arianti, Varda
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 2 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i2.2026.544-547

Abstract

Umbi rumput teki diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid, yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak cair umbi rumput teki (Cyperus rotundus Linn) dan mengevaluasi sediaan antiseptik spray berbahan aktif ekstrak cair umbi rumput teki. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan formula F0 yang tidak mengandung ekstrak cair umbi rumput teki, sedangkan F1 dan F2 masingmasing mengandung ekstrak cair umbi rumput teki dengan konsentrasi sebesar 10% dan 20%. Ekstrak umbi rumput teki dibuat melalui metode maserasi berulang, kemudian diformulasikan dalam bentuk spray dan diuji melalui uji fisik-kimia (organoleptik, homogenitas, pH, stabilitas) Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi antiseptik spray dengan ekstrak cair umbi rumput teki menunjukkan stabilitas yang baik, ekstrak cair umbi rumput teki berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif alami dalam sediaan antiseptik spray.