The massive and significant development of digital technology has fundamentally changed the social, economic and spiritual patterns of congregations, particularly through the presence of fintech and online lending. In practice, easy access to digital finance is often not balanced with adequate ethical and theological understanding in church life. This condition poses new challenges for pastoral ministry, which is required to respond to digital financial issues in a contextual and transformative manner. The phenomenon of increasing online lending practices has an impact on economic crises, psychological pressure, and vulnerability of faith, which requires ongoing pastoral guidance. This study aims to formulate a digital theology praxis relevant to pastoral ministry in dealing with fintech and online lending among congregations. Using qualitative research methods with a literature study approach, it can be concluded that digital theology from a biblical perspective affirms the church's calling to bring Christian values into the digital space of congregational life. Digital theology functions as a framework for pastoral ministry practices that help pastors interpret and respond to the reality of the digital economy in a theological and contextual manner. The phenomena of fintech and online lending have emerged as real pastoral challenges because they have an impact on the vulnerability of the congregation's faith, ethics, and welfare. Therefore, the role of pastors through the practice of digital theology is key in transformative and sustainable pastoral care for congregations in the era of digital finance.AbstrakPerkembangan teknologi digital yang massif dan signifikan telah mengubah secara mendasar pola kehidupan sosial ataupun ekonomi serta spiritual jemaat, khususnya melalui kehadiran fintech dan pinjaman online. Dalam praktiknya, kemudahan akses finansial digital sering kali tidak diimbangi dengan pemahaman etis dan teologis yang memadai dalam kehidupan bergereja. Kondisi ini menimbulkan tantangan baru bagi pelayanan pastoral gembala yang dituntut merespons persoalan finansial digital secara kontekstual dan transformatif. Fenomena meningkatnya praktik pinjol berdampak pada krisis ekonomi, tekanan psikologis, dan kerentanan iman yang memerlukan pendampingan pastoral berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan merumuskan praksis teologi digital yang relevan bagi pelayanan pastoral gembala dalam menghadapi fintech dan pinjol jemaat. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literature, maka dapat disimpulkan bahwa Teologi digital dalam perspektif alkitabiah menegaskan panggilan gereja untuk menghadirkan nilai kekristenan di ruang digital kehidupan jemaat. Teologi digital berfungsi sebagai kerangka praksis pelayanan pastoral yang menolong gembala menafsirkan dan merespons realitas ekonomi digital secara teologis dan kontekstual. Fenomena fintech dan pinjol muncul sebagai tantangan pastoral yang nyata karena berdampak pada kerentanan iman, etika, dan kesejahteraan jemaat. Oleh karena itu, peran gembala melalui praksis teologi digital menjadi kunci dalam pendampingan pastoral yang transformatif dan berkelanjutan terhadap jemaat di era keuangan digital.