Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

HEALTHY LIFE FOR SMART COMMUNITY: GERAKAN BEBAS KANKER DAN PENYAKIT TIDAK MENULAR Nur Chayati; Yuni Astuti; Nur Azizah Indriastuti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.672 KB) | DOI: 10.18196/ppm.39.118

Abstract

Jumlah penduduk wanita di Dukuh Banyusri yang lebih banyak dibanding laki-laki menjadi kewaspadaan dalam bidang kesehatan. Meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian tertinggi, yaitu kanker payudara dan kanker cerviks pada wanita serta kanker prostat dan scrotum pada laki-laki perlu menjadi perhatian. Tujuan dari abdimas ini, yaitu melakukan screening status kesehatan umum dan pendidikan kesehatan tentang kanker di Dukuh Banyusri, Jatinom, Klaten. Metode kegiatan dimulai dengan pemeriksaan general check up, kemudian pretest, dilanjutkan pemberian pendidikan kesehatan tentang kanker payudara dan prostat, serta memberikan pelatihan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) dan SABURI (pemeriksaan burung sendiri). Kegiatan diakhiri dengan posttest. Hasil kegiatan diperoleh data jumlah warga yang terlibat sejumlah 42 warga (24 perempuan, 18 laki-laki), insiden buta warna sebanyak 43%, tekanan darah sistole tertinggi 248 mmHg, tekanan darah diastole tertinggi 147 mmHg (21 warga berstatus hipertensi dan hipertensi emergensi). Terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 80% tentang kanker pada warga laki-laki dan peningkatan pengetahuan sebanyak 60% pada perempuan sebelum dan setelah pendidikan kesehatan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan abdimas mampu meningkatkan pengetahuan warga tentang kanker sekaligus terdeteksi bahwa warga Dukuh Banyusri memiliki pravelensi buta warna yang tinggi, serta berisiko tinggi terhadap penyakit tidak menular yaitu hipertensi. Diperlukan upaya lanjutan untuk meningkatkan status kesehatan warga dan pencegahan terjadinya komplikasi akibat hipertensi.
Pengembangan Desa Mitra Cokrodningratan Sebagai Desa “Pelita” (Peduli Ibu Dan Balita) Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita Titih Huriah; Falasifah Ani Yuniarti; Nur Azizah Indriastuti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.836 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.498

Abstract

Stunting masih merupakan permasalahan kesehatan yang dialami oleh Indonesia, terutama kejadianstunting pada balita. Indonesia merupakan negara berkembang berkontribusi dalam pertumbuhan angkastunting pada balita di dunia dimana saat ini Indonesia merupakan peringkat ke lima kejadian stuntingpada balita di dunia. Stunting dapat dicegah dengan adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat yaituketerlibatan desa dalam mendeteksi kejadian dan pencegahan stunting. Tujuan kegiatan pengabdianmasyarakat ini adalah meningkatkan derajat kesehatan adalah membentuk desa sadar stunting padabalita dengan menamakan desa PELITA (peduli ibu dan balita) di Kelurahan Cokrodiningratan. RW 09Kelurahan Cokrodningratan dipilih sebagai lokasi pengabdian dikarenakan Kota Yogyakarta merupakanKota yang paling tinggi angka kejadian stunting di Yogyakarta. Selain itu hasil skrining awal di RW 09Kelurahan Cokrodiningratan, dari 30 balita yang diukur status gizinya didapatkan balita yangmengalami gizi buruk (sangat pendek) 1 balita, pendek 19 balita, dan gizi baik 10 balita. Jadi disimpulkanterdapat 66,7% balita mengalami stunting dari 30 balita yang diukur status gizinya. Hasil daripengabdian ini adalah terbentuknya desa PELITA, meningkatnya derajat kesehatan balita, dan jugapeningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam pengasuhan anak. Pengembangan desaPELITA ini dharapkan dapat berkelanjutan dan dikelola dengan baik oleh Kelurahan dan Puskesmas.