Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pembuatan Media Tanam Dari Limbah Triplemix (Sapi , Sawit, Jagung) Dalam Penyediaan Pakan Ternak Bagi Masyarakat Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai Barus, Wan Bahroni Jiwar; Paramuji, Muji; Budi, Rahmad Setia; Warsodirejo, Pandu Prabowo; Ananda, Muhammad Rizki; Yultisa, Nudia; Rahmah, Maulidya; Nasution, Imam Ramadhan
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11740

Abstract

Perluasan pertanian berkelanjutan di dalam negeri dapat ditempuh melalui pembukaan lahan baru dengan maksud peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi pertanian, pengembangan infrastruktur, dan pengaturan tata niaga serta insentif usaha. Salah satu faktor keberhasilan pertanian berkelanjutan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan lahan pertanian. Sampai saat ini, sebagian besar masih menggunakan lahan pertanian, padahal selain ketersediaannya terus berkurang, penggunaan yang tidak bijaksana dan pengalihan fungsi lahan juga berdampak terhadap keseimbangan ekologis sehingga daya dukung lingkungan terus menurun dan produktivitas usaha pertanian semakin rendah. Solusi penanggulangannya adalah menciptakan media tanam baru melalui pengelolaan dan pemanfaatan limbah kelapa sawit, limbah ternak sapi dan limbah jagung (triplemix). Dimana jumlah limbah tersebut cukup banyak dan akan menjadi sangat potensial jika dapat dimanfaatkan secara tepat dan optimal. Solusi penanggulangannya adalah menciptakan media tanam baru melalui pengelolaan dan pemanfaatan limbah triplemix. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan dan mengimplementasikan hasil penelitian media tanam yang berkualitas, ramah lingkungan dan meningkatkan pertanian berkelanjutan melalui pelatihan membuat media tanam dari limbah triplemix pada program Pengabdian kepada Masyarakat desa Bogak Besar Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai. Dari hasil pelatihan memberikan keterampilan/pengetahuan tambahan masyarakat desa dan prototif media tanam digunakan untuk menyediakan pakan ternak dan tanaman pangan di pekarangan rumah serta memberikan kesempatan atau peluang usaha baru untuk menambah pendapatan petani/masyarakat desa
Penggunaan Alkohol Daur Ulang Dengan Metode Distilasi Adsorben Pada Proses Pengendapan Pektin Dari Kulit Jeruk Nuh, Mhd; Paramuji, Muji; Danil, Mahyu; Barus, Wan Bahroni Jiwar; Miranti, Miranti; Sitompul, Aprilawati
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.11732

Abstract

Daur ulang alkohol merupakan solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan dalam proses produksi berbasis pelarut, khususnya pada ekstraksi dan pengendapan pektin dari kulit buah jeruk manis (Citrus sinensis). Dalam proses pengolahan pektin, etanol digunakan sebagai agen pengendap utama, namun sifatnya yang volatil dan mahal membuat penggunaannya secara berulang menjadi tantangan tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas daur ulang alkohol menggunakan metode distilasi adsorben serta mengkaji pengaruh jenis dan jumlah adsorben terhadap kualitas pektin yang dihasilkan. Dua jenis adsorben yang digunakan yaitu silika gel dan zeolit sintetis 3A, dengan variasi konsentrasi 0%, 10%, 20%, dan 30% terhadap alkohol destilat sebanyak 500 ml. Proses daur ulang diawali dengan distilasi alkohol sisa selama 100 menit pada suhu 100 °C, dilanjutkan dengan pemurnian menggunakan adsorben melalui refluks selama 60 menit. Alkohol hasil pemurnian kemudian digunakan kembali untuk proses pengendapan pektin dari larutan ekstrak kulit jeruk yang telah diproses menggunakan HCl 0,2 N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemurnian alkohol dengan zeolit menghasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi dibandingkan silika gel, yang berdampak signifikan pada peningkatan mutu pektin. Peningkatan jumlah adsorben terbukti menaikkan kadar metoksil dan kadar galakturonat pada pektin. Perlakuan terbaik diperoleh pada zeolit 30%, dengan kadar metoksil sebesar 8,26% dan kadar galakturonat sebesar 67,57%, keduanya memenuhi standar mutu pektin berdasarkan International Pectin Producers Association (IPPA).Secara keseluruhan, metode distilasi adsorben terbukti efektif dalam memurnikan alkohol sisa untuk digunakan kembali dalam proses pengendapan pektin. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas produk akhir, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi biaya dan pengurangan limbah
Penanaman Mangrove Sejati Dan Pembuatan Pegar Bambu Pemecah Ombak Untuk Pencegahan Abrasi Kawasan Pantai Desa Pematang Kuala Serdang Bedagai Sumatera Utara Budi, Rahmad Setia; Warsodirejo, Pandu Prabowo; Sularno, Sularno; Azwar, Edi; Paramuji, Muji; Lubis, Retnita Ernayani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i1.7485

Abstract

Kegiatan Hibah Insentif Pengabdian Masyarakat dalam rangka kegiatan peningkatan di bidang kesejahteraan masyarakat penduduknya yang didominasi oleh masyarakat nelayan kali ini mengambil lokasi di Dusun 5 Desa Pematang Kuala Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai Propinsi Sumatera Utara. Berlokasi di Pantai Timur Pulau Sumatera memiliki rentang yang cukup panjang dan luas terutama pada wilayah Serdang Bedagai yang merupakan wilayah pantai terpanjang dan terluas.  Pada kesempatan ini, kami melakukan kegiatan penanaman mangrove dan pembuatan pegar bamboo  pada daerah pantai di desa Pematang Kuala, dimana pantai ini berbatasan dengan desa Bogak Besar dan Bagan Kuala. Hasil kegiatan  di desa Pematang Kuala adalah tercapainya penanaman 1000 batang bambu pilihan untuk pembuatan pegar pemecah ombak penyebab abrasi yang telah mengancam pesisir pantai dusun 5 hutan mangrove seluas kurang lebih 40 hektar. Kendala yang dihadapi adalah dimana kondisi fisik jalan menuju pantai ini buruk, padahal di pantai ini memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan menjadi ekowisata. Pada daerah pinggir pantai telah ditanam sekitar 20.000 tanaman mangrove dengan luas area sekitar 54 km sejak tahun 2014 oleh masyarakat setempat Jenis Mangrove yang terdapat di daerah ini adalah jenis Rhizopora Sp dan Avicennia. Warga pun antusias dan respect terhadap kegiatan ini demi terselamatkan nya pantai dusun 5. Kegiatan dibagi dua yaitu penanaman mangrove dan pembuatan pegar bamboo. Penanaman mangrove telah berhasil dengan menanam sebanyak 1500 batang bibit mangrove yang terbagi 2 spesies yaitu 750 spesies Rhizopora dan 750 spesies Avicennia. Dan Pembuatan Pegar Bambu dimana bambu yang digunakan adalah Spesies bambu kuning berkulit tebal dan beruas cukup panjang.