Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Makna Gereja Kelihatan, Tidak Kelihatan Dan Gereja Surgawi Menurut St. Ephrem Waruwu, Dian Purmawati; Santosa, Monica
Jurnal Lentera Nusantara Vol 2, No 1 (2022): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.093 KB) | DOI: 10.59177/jls.v2i2.183

Abstract

The church is God's people who have been called by God out of the darkness of the world into the light of Christ. Christ is the head, believers are members of the body, then Christ is the head of the church and we are members of the church body. However, many people do not know that his body is the Altar and Altar of God, where God dwells in the body and in the soul of man. This article aims to describe the human understanding of the church to believers today. The method used is library research with methods related to library analysis from other sources. The results of the research are three churches, namely the visible church, the invisible church and the heavenly church which should not be separated because each other complements each other and through this church a person can reach chruch on heaven where he or she obtains perfection in Christ.AbstrakGereja adalah umat Allah yang telah dipanggil Allah keluar dari kegelapan dunia masuk ke dalam terang Kristus. Kristus adalah kepala, orang percaya sebagai anggota tubuh, maka Kristus sebagai kepala gereja dan kita sebagai anggota tubuh gereja. Namun, banyak orang tidak mengetahui bahwa tubuhnya sebagai Altar dan Mezbah Allah, dimana Allah berdiam di dalam tubuh dan di jiwa manusia. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman manusia tentang gereja kepada semua orang. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan metode yang berkaitan dengan analisa pustaka yang sumber lainnya.  Hasil penelitian adalah  tiga gereja yaitu gereja kelihatan, tidak kelihatan dan surgawi yang tidak boleh dipisahkan sebab satu sama lain saling melengkapi dan melalui gereja ini, seseorang dapat mencapai chruch on heaven dimana ia memperoleh kesempurnaan di dalam Kristus atau theosis.
Pengaruh Nilai-Nilai Kebudayaan terhadap Pembentukan Kepribadian Manusia: Tinjauan Psikologi Perkembangan Zebua, Eka Kurniawan; Waruwu, Notatema; Santosa, Monica
Scientificum Journal Vol. 1 No. 3 (2024): Mei
Publisher : Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/sj.v1i3.11

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memberikan pemaparan kepada para pembaca bahwa nilai-nilai kebudayaan dalam suatu daerah memiliki pengaruh dalam pembentukan kepribadian seseorang. Kepribadian adalah suatu hal yang mencakup seluruh aspek pikiran, tingkah laku, perasaan, kesadaran maupun ketidaksadaran. Di dalam kepribadian setiap orang tidak akan terbentuk sendiri, tetapi membutuhkan bantuan atau faktor dari luar dirinya. Pembentukan kepribadian seseorang dapat melalui faktor keluarga, faktor sosial, faktor gereja, faktor komunitas dan sebagainya. Namun satu hal yang perlu ditawarkan, pembentukkan kepribadian tidak lepas juga dari nilai-nilai kebudayaan. Kebudayaan adalah sebuah sistem yang kompleks dengan merangkum pengetahuan, keyakinan, kesenian, moral, hukum, aturan, kebiasaan ada di dalamnya yang menjadi pedoman bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, dengan mempelajari dan menghidupi makna dari nilai-nilai kebudayaan maka setiap orang dapat menemukan jati diri yang sesungguhnya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, dimana penulis mengumpulkan data pustaka, membaca dan menulis kembali bahan yang dikaji, serta menarik kesimpulan dari data yang telah diolah sehingga mendapatkan hasil dari data yang akan diteliti. Jadi, kebudayaan memiliki pengaruh terhadap pembentukan karakter seseorang, karena banyak mengandung pelajaran moral dalam hidup setiap orang
Pengaruh Lingkungan terhadap Pembentukan Karakter Anak Gulo, Mainyer For Jaya; Gulo, Raymond Iman Putra; Santosa, Monica
Scientificum Journal Vol. 1 No. 3 (2024): Mei
Publisher : Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/sj.v1i3.12

Abstract

Artikel ini merupakan sebuah hasil penelitian mengenai pengaruh lingkungan terhadap pembentukan karakter seorang anak. Karakter merupakan susuatu yang harus dimiliki oleh setiap orang yang dibentuk sejak usia anak. Pembentukan karakter seorang anak sangat penting untuk menjalani kehidupan dengan menunjukkan nilai-nilai yang baik dan positif. Dalam pembentukan karakter seorang sangat dipengaruhi oleh berbagai lingkungan yaitu, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan sosial. Dalam artikel ini, penulis menggunakan metode literatur yang memakai data dari berbagai referensi seperti, buku, dan tulisan-tulisan lain yang terkait dengan pembahasan. Penelitian ini bertujuan memberikan sebuah pemahaman bahwa karakter seseorang anak dapat terbentuk oleh berbagai pengaruh dari lingkungan dimana seorang anak tersebut berada, sehingga baik atau buruknya karakter seorang anak tergantung bagaimana teladan yang perlihatkan oleh lingkungan sekitarnya
Studi Literatur: Toxic Relationship Perilaku Berpacaran Pada Mahasiswa Daeli, Jessika Sourma; Santosa, Monica
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.8725

Abstract

Toxic relationship atau yang disebut hubungan beracun sering terjadi pada mereka yang sedang menjalani hubungan pacaran atau percintaan. Hubungan ini sangat tidak sehat untuk diri sendiri dan orang lain. Setiap pasangan mendambakan hubungan yang membahagiakan, penuh kasih, memiliki komunikasi yang baik, dan berbagai hal-hal positif lainnya, namun realitanya masih banyak orang yang terjebak dalam Toxic Relationship baik disadari maupun tidak disadari oleh para remaja. Toxic relationship mengakibatkan adanya konflik batin dalam diri sendiri. Konflik batin tersebut mengarah pada depresi, marah dan kecemasan yang berlebihan. Toxic relationship banyak mendatangkan dampak negatif, baik dampak berupa fisik maupun psikis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan apa yang dialami oleh seseorang yang mengalami toxic relationship dengan kesehatan psikologis. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelolah bahan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan remaja terhadap toxic relationship. Kata Kunci: Bentuk, Dampak, Mahasiswa, Pacaran, Toxic.
Implementasi Tiga Kata Ajaib Bagi Pembentukan Karakter Kristen Anak Generasi Alpha Gulo, Kristov; Santosa, Monica
JURNAL DIAKONIA Vol 4 No 2 (2024): November
Publisher : Sekolah Tinggi Diakones HKBP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55199/jd.v4i2.73

Abstract

This research aims to describe the three magic words in the character building of Alpha generation children. The reluctance of a child who is lazy to interact with other people in his environment apparently makes the child lose the opportunity to find and grow the character that exists in him. In researching, the author uses a descriptive qualitative research method of literature review. The three magic words are words that have different meanings, where these three words are needed in building a relationship or relationship with other people in the neighborhood. For this reason, the formation of the Christian character of alpha generation children must be done early, so that the mentality of each child can be educated and formed into a quality and moral character, as in Christian teachings that imitate Jesus Christ as a person of character. Therefore, the formation of Christian character of alpha generation children starting early is the first step to building a good personality.
KETELADANAN MANAGEMEN EMOSI PEMIMPIN YANG BERDAMPAK POSITIF BAGI KOMUNITAS REMAJA KRISTEN Martinus, Marlina; Santosa, Monica
STT Kingdom Vol 6 No 1 (2026): KINGDOM : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : STT KINGDOM BALI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article explains how the exemplary emotional management of a leader in a Christian youth community, and the causes of the leader's anger. Management is the management of everything, and emotions are feelings that cause various feelings and thoughts. So it is very important for leaders to manage excessive emotional problems. In this article, the author writes several problems that can help leaders become integrity. In this article's research, the author uses qualitative methods, literature studies, with studies from books, journals that can help the author find data and describe the contents of the discussion. The results of this study explain the importance of emotional management in leadership, which brings an example to the community and others. Therefore, emotional management that has a positive impact on the Christian youth community can be emulated positively by Christian youth.