Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

MASARMA: INOVASI MANISAN TOMAT RASA KURMA UNTUK PEMBERDAYAAN EKONOMI DI DESA BANTI Fatimah, Fatimah; Nasrullah, Nasrullah; Harun, Hernianti; Azis, Abdul; Damis, Sariana; Firman, Firman
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.4972-4977

Abstract

Desa Banti, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, menghadapi masalah penurunan harga tomat yang drastis, menyebabkan hasil panen sering kali tidak terpakai dan membusuk. Mengatasi permasalahan ini, dilakukan inovasi  produk olahan tomat bernama MASARMA  (Tomat Rasa Kurma), yang diolah menjadi manisan dengan cita rasa mirip kurma. Inovasi ini bertujuan memanfaatkan tomat yang tidak terpakai dan meningkatkan nilai ekonomisnya. Pelaksanaan pembuatan MASARMA dilakukan oleh mahasiswa KKN dengan sistematis, meliputi observasi dan identifikasi masalah, sosialisasi program, pengumpulan bahan baku, pelatihan pembuatan produk, serta proses produksi yang mencakup pemilihan tomat, pembersihan, penambahan gula, pengeringan, dan pengemasan. Proses ini dilakukan dengan cermat untuk memastikan produk berkualitas. Hasil dari pembuatan MASARMA menunjukkan bahwa setiap tahap produksi, mulai dari pemilihan tomat hingga pengemasan, berhasil dilakukan dengan baik. Produk MASARMA tidak hanya memanfaatkan tomat yang melimpah tetapi juga memberikan peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Banti. Inovasi ini mendemonstrasikan bahwa pengolahan hasil pertanian yang tepat dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA MELALUI SCALLING UP PREVENTIF KANKER SERVIKS BERBASIS EDUCATION HEALTH REPRODUCTIVE DI DAERAH PESISIR Majid, Makhrajani; Umar, Fitriani; Damis, Sariana; Murti Pratiwi, Sari; Azhari, Rafika; Roem Prakarsa Ibrahim, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5322-5329

Abstract

Remaja mesjid memiliki peran penting dalam mendorong kegiatan sosial dan lingkungan yang positif di sekitar mesjid dan komunitas mereka. Bermitra dengan remaja mesjid merupakan langkah yang tepat untuk melakukan upaya preventif kanker serviks berbasis education health reproductive, yang merupakan investasi masa depan untuk meningkatkan kesehatan khususnya remaja putri. Edukasi kesehatan reproduksi diperlukan agara perempuan khususnya remaja putri memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku kehidupan reproduksi sehat dan tidak hanya bebas dari penyakit dan kecacatan, namun juga alat, sistem, fungsi serta proses reproduksinya sehat. Dalam upaya peningkatan ekonomi keluarga melalui scalling up preventif kanker serviks ini, kami bekerjasama dengan Remaja Mesjid Nurussa’adah untuk melakukan kegiatan kewirausahaan pembuatan rimpang sehati dengan memanfaatkan teknologi dimulai dari proses pembuatan, pengemasan, branding sampai proses pemasaran melalui sosial media. Disamping itu mereka juga telah dibekali dengan keterampilan untuk membuat dan selektif memilih pembalut yang terhindar dari zat dioksin dan hadirnya layanan konseling yang mampu memberikan solusi dari permasalahan sistem reproduksi pada wanita khususnya remaja putri. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekretariat Remaja Mesjid Nurussa’adah Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang. Hasil kegiatan yang telah kami lakukan, yaitu: 1). Edukasi cara merewat dan membersihkan sistem reproduksi bagi remaja putri yang dapat meningkatkan pengetahuan remaja mencapai 80% berdasarkan hasil pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. 2) pendampingan berupa pelatihan pembuatan minuman rimpang yang mengandung senyawa alkaloid dan flavonoid yang berfungsi untuk meningkatkan kesehatan reproduksi. 3) sosialisasi terkait penggunaan dan pemilihan pembalut yang terhindar dari zat dioksin. 4) adanya layanan konseling yang memudahkan remaja putri mendapatkan informasi terkait keluhan sistem reproduksi yang mereka alami. 5). Peningkatan ekonomi keluarga dengan memasarkan hasil pembuatan minuman melalui sosial media.
PENINGKATAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI DENGAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI USAHA PARIMO DALAM RANGKA PEMENUHAN KEBUTUHAN GIZI Majid, Makhrajani; Umar, Fitriani; Damis, Sariana; Yanas, Khairunnisa; Erwini Wulandari, Ade; Nurhikma, Nurhikma; Nurul Fikri, Muh.
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 6 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i6.2055-2061

Abstract

Wirausaha merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi, serta sebagai inovator dalam pengembangan ekonomi. Pelaku usaha di Kota Parepare sebagian besar didominasi oleh UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang saat ini menjamur adalah usaha dibidang kuliner termasuk PARIMO (paru rica mommy), yang memiliki peran sangat krusial dalam perekonomian global terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan yang menyokong pertumbuhan ekonomi lokal yang selama ini dibina oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Parepare dengan memberdayakan perempuan. Dalam rangka peningkatan produktivitas melalui pemberdayaan perempuan-perempuan yang berkemajuan, maka kami akan bekerjasama dengan PDA Kota Parepare untuk mengembangkan usaha PARIMO dengan memanfaatkan tehnologi yang dimulai dari proses branding, packaging yang menggunakan standing pouch aluminium foil kombinasi silver plastik transmetz bening dan menggunakan vacuum sealer untuk penyimpanan dan pengiriman jarak jauh sampai proses pemasaran produk dengan menggunakan sosial media dan e-commerce. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan di rumah owner PARIMO dengan memberdayakan perempuan sebagai karyawan. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan melakukan sosialisasi kegiatan, persiapan kegiatan, pelatihan pembuatan PARIMO, pendampingan proses branding, packaging dan pemasaran melalui E-commerse. Hasil kegiatan yang telah dilakukan, yaitu : 1) edukasi dalam pemilihan bahan baku yang berkualitas dan halal untuk pembuatan PARIMO yang dapat meningkatkan pengetahuan perempuan terkait pemenuhan kebutuhan gizi dari cara pemilihan dan pengolahan bahan baku sebesar 70% dari hasil pre test dan post test yang telah dilakukan edukasi. 2). Kegiatan pelatihan pembuatan PARIMO yang sesuai dengan standar kesehatan. 3). Pendampingan pembuatan branding, pacaking dan pemasaran melalui E-commerse.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN USAHA KRIPIK BAWANG BERBASIS EKONOMI KREATIF WARGA PANTI ASUHAN ABADI AISYIYAH KOTA PAREPARE Idrus, Irwan; Jumriani, Jumriani; Damis, Sariana; Ramli, Siti Nurhaliza; Sahlan, Muhammad
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2183

Abstract

Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk membekali warga panti asuhan dalam menumbuhkembangkan usaha mikro pelaku usaha kripik bawang berbasis ekonomi kreatif yang dilakoni oleh warga panti asuhan abadi Aisyiyya Kota Parepare. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah rendahnya motivasi entrpreneurhip warga panti asuhan, kapabilitas sumber daya manusia, kurangnya pengetahuan dalam manajemen keuangan usaha serta minimnya skill dalam strategi pemasaran produk. Solusi dan metode pada kegiatan PKM ini adalah dengan memberikan beberapa rangkaian pelatihan secara terstruktur dan sistematis kepada warga panti asuhan abadi agar memiliki motivasi wirausaha yang tinggi, pengelolaan keuangan yang terencana dan profesional serta mengetahui strategi sistem pemasaran produk. Tahapan pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi dalam bentuk Forum Group Discussion dengan mitra dan stakeholder, pelatihan peningkatan motivasi wirausaha, pelatihan pengelolaan keuangan usaha, serta strategi pemasaran produk. Hasil dari kegiatan ini adalah warga panti asuhan abadi memiliki motivasi wirausaha dengan membentuk satu unit usaha yang dapat menjadi sumber pendapatan panti asuhan, mengetahui cara pengeloaan keuangan usaha serta strategi pemasaran produk.  Abstract. This community empowerment aims to equip orphanage residents in developing micro-enterprises of creative economy-based onion chip entrepreneurs carried out by residents of the Aisyiyya Abadi orphanage in Parepare City. The problems partners face are the low entrepreneurial motivation of orphanage residents, human resource capabilities, lack of knowledge in business financial management, and minimal skills in product marketing strategies. The solution and method in this PKM activity is to provide several series of structured and systematic training to residents of the Abadi orphanage so that they have high entrepreneurial motivation, planned and professional financial management and know the product marketing system strategy. The stages of implementing the activity began with socialization through a Forum Group Discussion with partners and stakeholders, training to increase entrepreneurial motivation, training in business financial management, and product marketing strategies. The results of this activity are that residents of the Abadi orphanage have entrepreneurial motivation by forming a business unit that can be a source of income for the orphanage, knowing how to manage business finances and product marketing strategies.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN PELAKU USAHA SARUNG TENUN SUTERA LIPA SAQBE DI DESA LERO KABUPATEN PINRANG Idrus, Irwan; Arodhiskara, Yadi; Arman, Arman; Damis, Sariana; Alfiyah, Alfiyah; Khadavy, Muhammad
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1700

Abstract

Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan usaha mikro di Kawasan nelayan khususnya pelaku usaha Sarung Tenun Sutra yang dilakoni oleh ibu-ibu rumah tangga untuk mendukung ekonomi keluarga nelayan. Permasalahan yang dihadapi  oleh mitra  adalah rendahnya motivasi dan kapabilitas sumber daya manusia pelaku usaha,  tampilan kemasan produk yang masih seadanya,  kurangnya pengetahuan dalam manajemen  keuangan usaha serta sistem pemasaran yang masih sederhana (konvensional) belum memanfaatan teknologi informasi/ media sosial secara optimal. Solusi dan metode pada kegiatan PKM ini adalah dengan memberikan beberapa rangkaian pelatihan secara terstruktur dan sistematis kepada ibu-ibu pelaku usaha Sarung Tenun sutra agar memiliki motivasi  wirausaha yang  yang tinggi,  pengelolaan keuangan yang terencana dan profesional serta mengetahui strategi sistem pemasaran berbasis online. Tahapan pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi dalam bentuk Forum Group Discussion dengan mitra dan stakeholder, pelatihan peningkatan motivasi wirausaha, pelatihan pengelolaan keuangan usaha,   serta strategi pemasaran berbasis online. Hasil dari kegiatan ini adalah pelaku usaha sarung tenun sutra lipa saqbe  memiliki peningkatan pengelolaan usaha, baik dari aspek motivasi wirausaha,  pengeloaan keuangan usaha serta telah memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran produk sarung sutra.  Abstract. This community empowerment aims to develop micro businesses in fishing areas, especially the Silk Woven Sarong business carried out by housewives to support the economy of fishing families. The problems faced by partners are low motivation and capability of business actors' human resources, poor appearance of product packaging, lack of knowledge in business financial management, and a marketing system that is still simple (conventional) and does not utilize information technology/social media optimally. The solution and method for this activity is to provide several series of structured and systematic training to women in the Silk Woven Sarong business so that they have high entrepreneurial motivation, planned and professional financial management, and know online-based marketing system strategies. The stages of implementing the activities begin with socialization in the form of a Forum Group Discussion with partners and stakeholders, training to increase entrepreneurial motivation, training on business financial management, as well as online-based marketing strategies. The result of this activity is that lipa saqbe silk woven sarong business actors have improved business management, both in terms of entrepreneurial motivation and business financial management and have utilized social media to promote and market silk sarong products.
Peningkatan Kapasitas Usaha Melalui Digitalisasi dan Legalitas Usaha pada Usaha Rumah Panrita Kabupaten Barru: Enhancing Business Capacity through Digitalization and Business Legality in Rumah Panrita, Barru Regency Rahim, Abd; Syawal, Syawal; Damis, Sariana; Diana, Diana; Wisarna, Wisarna
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 12 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i12.10483

Abstract

Amidst the challenges of competitiveness and the demands of the digital era, MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) require strategic interventions to grow. This can involve engaging various parties to help enhance a business's capacity. Academics play a crucial role as a bridge to increase knowledge and facilitate these efforts through community service. This community engagement program aims to strengthen the capacity of the "Rumah Panrita" MSME, which operates in the coffee sector in Barru Regency. The method employed was participatory training covering four main pillars: (1) product diversification, (2) digital marketing strategy, (3) the importance of business legality, and (4) practical coffee brewing training. Impact evaluation was conducted using a mixed-methods approach. Quantitative analysis utilized a paired samples t-test on participants' pre-test and post-test results. The study revealed comprehensive success. Quantitatively, there was a statistically significant increase (p < 0.05) in participants' knowledge scores, with the average score rising from 13.13 to 13.87. This result was strongly supported by qualitative analysis through participatory observation, which indicated high levels of enthusiasm, active discussion, and initiative among participants. A shift in mindset and strong internal motivation to adopt new knowledge became tangible evidence of the MSME's readiness to transform. This activity concludes that the empowerment program was successful, evidenced by the convergence of significant statistical data and rich qualitative observations, which collectively demonstrate a positive impact and the readiness of "Rumah Panrita" UMKM for business transformation.
PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK USAHA DESA TALLUNG TONDOK DALAM PRODUKSI DAN PEMASARAN DODOL SALAK BERBASIS KEARIFAN LOKAL Damis, Sariana; Syukri, Fitriyani; Nurhasanah, Nurhasanah; Fajri, Fajri; Riskayani, Riskayani; Nopi, Nopi
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5615

Abstract

Desa Tallung Tondok memiliki potensi pertanian salak yang melimpah, namun selama ini pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan dalam bentuk buah segar. Untuk meningkatkan nilai tambah, diperlukan inovasi pengolahan salak menjadi produk olahan, salah satunya dodol salak. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan participatory rural appraisal yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama agar proses pemberdayaan berjalan secara kolaboratif dan berkelanjutan. Pendekatan ini juga mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal seperti sipakatau (saling memanusiakan), sipakalebbi (saling menghargai), dan sipakainge (saling mengingatkan). Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu persiapan, sosialisasi dan pelatihan, pendampingan, serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengolahan salak menjadi dodol salak mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya inovasi dalam pengembangan potensi desa. Keberhasilan program ini turut dipengaruhi oleh penerapan nilai-nilai kearifan lokal yang memperkuat ikatan sosial, membangun solidaritas, serta menjadi fondasi moral dalam pengelolaan usaha bersama. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berkontribusi pada penguatan kapasitas kelompok usaha masyarakat, peningkatan nilai ekonomi produk lokal, dan pelestarian budaya lokal yang mendukung keberlanjutan usaha berbasis komunitas.
EDUKASI DAN PELATIHAN PENGOLAHAN TONGKOL JAGUNG MENJADI RANSUM FERMENTASI UNTUK PAKAN SAPI BALI DI WATANG BACUKIKI syukri, fitriyani; Damis, Sariana; Bin Ardiansyah, Muh Asalan; Harianto, Erni Lestari; Pratama, Andi Yoga; Nurhasana, Nurhasana
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5616

Abstract

Kampung Bacukiki di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, memiliki potensi pertanian yang cukup besar dan dikenal sebagai salah satu penghasil komoditas pertanian di wilayah tersebut. Namun, limbah pertanian yang dihasilkan dari kegiatan budidaya masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh petani setempat. Padahal, limbah pertanian dapat diolah kembali menjadi bahan organik untuk memperbaiki kandungan bahan organik tanah yang merupakan salah satu syarat utama kesuburan tanah. Potensi besar ini menjadi dasar dipilihnya Kampung Bacukiki sebagai mitra dalam kegiatan kemitraan mandiri pada Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Parepare di bawah koordinasi LPPM UMPAR. Peternak sapi Bali di Kelurahan Watang Bacukiki menghadapi permasalahan keterbatasan pakan hijauan, khususnya saat musim kemarau. Di sisi lain, limbah pertanian berupa tongkol jagung cukup melimpah tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Tongkol jagung mengandung serat kasar yang dapat diolah menjadi pakan alternatif melalui proses fermentasi, sehingga lebih mudah dicerna dan meningkatkan nilai nutrisinya. Oleh karena itu, dibutuhkan kegiatan edukasi dan pelatihan kepada peternak mengenai teknologi sederhana pengolahan tongkol jagung menjadi ransum fermentasi. Program penyuluhan ini dirancang dan dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Parepare, di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMPAR, sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.