Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peningkatan Kesehatan Mental Pada Lanjut Usia Melalui Terapi Aktivitas Kelompok Di Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar Senja Cerah Paniki Manado Enggune, Meilita; E. Lumi, Welmin M.; Runtu, Andro R.; Lolowang, Nolla L.; Merentek, Grace A.; Musak, Rivolta A.; Pondaa, Angelia; P. Sarayar, Christiane; Pondaag, Linnie; Lariwu, Cicilia; Tumiwa, Finni F.; Waworuntu, Marieska Y.; Surya, Welong S.; Timbuleng, Pingkan C.; Lontaan, Ever M.; Sumarauw, Jeane L. I.; Regar, Maria J.
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Panti Sosial Senja Cerah Paniki Manado dan bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui intervensi terpadu satu hari yang mencakup aspek kesehatan mental dan fisik secara holistik. Latar belakang program didasari oleh tingginya prevalensi depresi, kecemasan, dan komplikasi fisik seperti ulkus diabetik pada lansia di panti sosial. Intervensi dilakukan melalui terapi aktivitas kelompok (TAK), reminiscence therapy berbasis budaya lokal, serta skrining kaki diabetik sesuai pedoman IWGDF. Sebanyak 36 lansia terlibat sebagai peserta utama, didampingi oleh tim pelaksana dari STIKES Bethesda Tomohon yang terdiri dari dosen dan mahasiswa. Program juga melibatkan pelatihan kepada 10 pengurus panti untuk mendukung keberlanjutan intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek keterlibatan sosial, pemahaman perawatan kaki diabetik, dan semangat hidup lansia. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara. Program ini menonjolkan pendekatan inovatif dengan integrasi terapi budaya, teknologi sederhana, dan penguatan kapasitas institusi. Ke depan, model ini dapat direplikasi di panti sosial lain serta dijadikan dasar penyusunan kebijakan pelayanan lansia. Program ini berkontribusi langsung pada pencapaian SDGs poin 3 terkait kesehatan dan kesejahteraan yang inklusif.
Dukungan Suami Dalam Antenatal Care Lolowang, Nolla; Enggune, Meilita; Merentek, Grace Aneke; Lalawi, Elsaviera
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 November 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v5i2.979

Abstract

Di Indonesia, terdapat hampir 20.000 kejadian kematian ibu akibat komplikasi pada saat hamil maupun melahirkan setiap tahunnya. Menghindari komplikasi, ibu hamil membutuhkan dukungan emosional yang diberikan oleh orang terdekat yaitu suami.  Dukungan emosional adalah kepedulian dan empati yang diberikan oleh suami yang dapat menyakinkan ibu hamil bahwa dirinya diperhatikan. Dukungan suami masih bervariasi dan belum maksimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran dukungan suami dalam Antenatal Care. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan jumlah sampel 98 orang yang menggunakan teknik sampling total sampling. Penelitian dilakukan pada Februari sampai Maret 2021, data diambil menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan dukungan suami kategori baik 32 subjek (32,7%), cukup 57 subjek (58,2%), kurang 9 subjek (9,1%). Sebagian besar dukungan suami pada Antenatal Care masih pada kategori cukup, maka perlu adanya peran serta dari tenaga kesehatan dalam memberikan sosialisasi atau pendidikan kesehatan tentang pentingnya Antenatal Care sehingga bukan hanya ibu hamil yang mengetahui tentang Antenatal Care, tetapi masyarakat luas khususnya para suami, sehingga dapat memahami dan memberikan dukungan kepada ibu hamil yang melakukan Antenatal Care.
Penyuluhan Kesehatan Diabetes Mellitus dan Deteksi Kadar Gula Darah pada Lansia Ruben Runtu, Andro; Enggune, Meilita; Pondaag, Angelia; Lariwu, Cicilia; Sarayar, Christiane; Linnie Pondaag; Lolowang, Nolla; Merentek, Grace; Lontaan, Ever; Sumarauw, Jeane
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.3009

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan yang memerlukan pengendalian kadar gula darah seumur hidup untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Secara alami lansia akan mengalami penurunan dalam status kesehatannya, salah satunya penyakit DM. Ketidaktahuan para lansia mengenai bahaya diabetes, pencegahan dan pengendaliannya menyebabkan semakin meningkatnya penyakit ini di masyarakat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang DM dan deteksi kadar gula darah di Desa Lahendong wilayah kerja Puskesmas Lansot Kota Tomohon. Penyuluhan ini sangat bersifat solutif dan pencegahan dini karena mengajarkan lansia tentang cara-cara untuk mengelola diabetes mellitus, termasuk pengaturan pola makan sehat, olahraga teratur, pemantauan kadar gula darah, dan pengelolaan stres. Tujuannya adalah agar lansia dapat mengambil tindakan yang tepat dalam mengelola kondisi mereka dan mencegah komplikasi yang mungkin timbul.Metode pengabdian yang diberikan meliputi pendidikan kesehatan tentang DM dan deteksi gula darah, yang dilakukan oleh dosen, sasaran kepada lansia. Berdasarkan hasil kegiatan, total peserta yang mendapat penyuluhan kesehatan tentang DM berjumlah 55 peserta. Pemeriksaan deteksi kadar gula darah didapatkan 11 peserta (20%) menderita diabetes, 4 peserta (7,28%) pradiabetes, dan 40 peserta (72,72%) memiliki gula darah normal. Diharapkan agar lansia dapat melakukan pemeriksaan secara rutin untuk kadar gula darah dan dapat mengikuti kegiatan edukasi untuk kesehatan yang dilakukan oleh puskesmas.
PENYULUHAN KESEHATAN DIABETES MELLITUS DAN DETEKSI KADAR GULA DARAH PADA LANSIA Runtu, Andro Ruben; Enggune, Meilita; Pondaag, Angelia; Lariwu, Cicilia; Sarayar, Christiane; Pondaag, Linnie; Lolowang, Nolla; Merentek, Grace; Lontaan, Ever; Sumarauw, Jeane
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.26495

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan yang memerlukan pengendalian kadar gula darah seumur hidup untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Secara alami lansia akan mengalami penurunan dalam status kesehatannya, salah satunya penyakit DM. Ketidaktahuan para lansia mengenai bahaya diabetes, pencegahan dan pengendaliannya menyebabkan semakin meningkatnya penyakit ini di masyarakat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang DM dan deteksi kadar gula darah di Desa Lahendong wilayah kerja Puskesmas Lansot Kota Tomohon. Metode pengabdian yang diberikan meliputi pendidikan kesehatan tentang DM dan deteksi gula darah, yang dilakukan oleh dosen, sasaran kepada lansia. Berdasarkan hasil kegiatan, total peserta yang mendapat penyuluhan kesehatan tentang DM berjumlah 55 peserta. Pemeriksaan deteksi kadar gula darah didapatkan 11 peserta (20%) menderita diabetes, 4 peserta (7,28%) pradiabetes, dan 40 peserta (72,72%) memiliki gula darah normal. Diharapkan agar lansia dapat melakukan pemeriksaan secara rutin untuk kadar gula darah dan dapat mengikuti kegiatan edukasi untuk kesehatan yang dilakukan oleh puskesmas.
EDUKASI KESEHATAN GAGAL GINJAL KRONIS DAN PEMERIKSAAN ASAM URAT PADA LANJUT USIA Runtu, Andro Ruben; Enggune, Meilita; Pondaa, Angelia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.30452

Abstract

Proses aging merupakan hal alamiah yang tidak terhindarkan dalam siklus hidup manusia. Secara teori, semakin bertambah usia seseorang semakin tinggi untuk mengalami risiko terkena berbagai penyakit. Persentasi lanjut usia yang semakin meninngkat erat keterkaitannya dengan angka morbiditas, terutama non communicable disease atau penyakit tidak menular (PTM), seperti gagal ginjal kronis. Gagal ginjal kronik adalah cedera ginjal progresif dan mematikan yang mengganggu kekuatan ginjal untuk menjaga metabolisme, proporsi air, elektrolit, dan limbah nitrogen (Inayati et al., 2021). Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kesehatan gagal ginjal kronis dan pemeriksaan asam urat pada lanjut usia. Metode pelaksanaan yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan yang terdiri dari penjelasan, pembagian leaflet, tanya jawab dan pemeriksaan asam urat. Dengan adanya edukasi kesehatan gagal ginjal kronis dan pemeriksaan asam urat pada lanjut usia ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyebab, dampak dan cara pencegahan penyakit gagal ginjal kronis serta masyarakat dapat mengetahui kadar asam urat dalam darah yang pada akhirnya akan dapat menurunkan angka prevalensi kejadian gagal ginjal kronis tersebut.
A Qualitative Study on Women's Experiences of Obesity and Weight Changes Following the Use of Injectable Contraceptives Angelia Pondaa; Siska Sibua; Cicilia Karlina Lariwu; Grace Aneke Merentek; Ever Mario Lontaan; Finni Fitria Tumiwa; Meilita Enggune; Maryati Agustina Tatangindatu
Jurnal Kebidanan Manna Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/8q0edf51

Abstract

Background: Three-month injectable contraception is one of the most widely used contraceptive methods in Indonesia due to its practicality and effectiveness. However, long-term use is often associated with weight gain, which may affect women's physical, psychological, and social well-being, as well as the continuation of contraceptive use. Objective: This study aimed to explore the experiences and perceptions of women using three-month injectable contraception regarding weight gain in the working area of Bahu Public Health Center, Malalayang District, Manado City. Methods: This study employed a qualitative design with a phenomenological approach. Data were collected through in-depth interviews with 12 participants selected using purposive sampling. The number of participants was determined based on the principle of data saturation. Data were analyzed to identify themes related to participants’ experiences and perceptions of weight gain during the use of three-month injectable contraception. Results: The findings revealed that most participants experienced weight gain after using three-month injectable contraception. The increase in body weight affected their physical activities, caused feelings of discomfort, reduced self-confidence, and influenced social interactions. Despite these challenges, the majority of participants chose to continue using injectable contraception because they perceived it as practical, effective, and suitable for their family planning needs. Conclusion: Weight gain is a common experience among users of three-month injectable contraception and has physical, psychological, and social impacts. Nevertheless, the perceived benefits of this contraceptive method remain the primary factor supporting its continued use. Suggestion: Healthcare providers are encouraged to strengthen counseling regarding the potential side effects of three-month injectable contraception, provide education on weight management strategies, and conduct regular weight monitoring to enhance users’ comfort, satisfaction, and adherence to contraceptive use.
Association Between Compliance with SBAR Communication During Handover and Patient Safety at Anugerah Regional General Hospital Tomohon, Indonesia Christiane Prisilia Sarayar; Ever Mario Lontaan; Finni Fitria Tumiwa; Meilita Enggune; Maryati Agustina Tatangindatu
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 8 No. 3 (2026): September: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v8i3.7254

Abstract

Communication failures during handovers contribute to more than 60% of adverse events in hospitals. The implementation of SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) communication is a key strategy for improving patient safety. This study aimed to analyze the relationship between compliance with SBAR communication during handovers and patient safety among nurses at Anugerah Regional General Hospital. A quantitative cross-sectional analytical design was employed. Total sampling was used to recruit 53 nurses from four inpatient wards (Anyelir, Upper Aster, Lower Aster, and Alamanda). Data were collected using the Ministry of Health SBAR Observation Checklist (2022) and the Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) 2.0. Data were analyzed using the Chi-Square test and Spearman correlation. The results showed that most nurses demonstrated good compliance with SBAR communication (58.5%), experienced a heavy workload (49.1%), and reported a moderate level of patient safety (41.5%). A significant relationship was found between SBAR communication compliance and patient safety (?² = 21.202; p = 0.0003; Cramér’s V = 0.447). Nurses who complied with SBAR communication demonstrated a good patient safety level of 38.7%, compared to 0% among those who were non-compliant. Compliance with SBAR communication during handovers was significantly associated with patient safety. Continuous supervision and regular SBAR training are recommended to improve compliance and enhance patient safety.
MEMORI INDAH: PENERAPAN TERAPI REMINISCENCE UNTUK MENINGKATKAN SUASANA HATI LANSIA DI BALAI PENYANTUNAN SOSIAL LANJUT USIA TERLANTAR SENJA CERAH MANADO Cicilia Karlina Lariwu; Ever Mario Lontaan; Meilita Enggune; Angelia Pondaa; Christiane Prisilia Sarayar; Jeane L. I. Sumarauw; Jolie Ponamon
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61654

Abstract

Lansia yang tinggal di panti sosial berisiko mengalami penurunan suasana hati akibat perubahan psikologis, berkurangnya interaksi sosial, serta keterpisahan dari keluarga. Kondisi tersebut memerlukan intervensi nonfarmakologis yang sederhana, mudah diterapkan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan suasana hati lansia melalui penerapan terapi reminiscence di Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar Senja Cerah Manado. Metode yang digunakan berupa pendidikan masyarakat melalui penyuluhan mengenai kesehatan mental lansia dan pelatihan terapi reminiscence secara berkelompok. Sebanyak 50 lansia mengikuti kegiatan yang diawali dengan pengukuran pre-test suasana hati menggunakan skala mood, dilanjutkan dengan sesi terapi selama 45–60 menit, kemudian dilakukan post-test dan observasi perubahan perilaku peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata skor suasana hati dari 5,04 ± 0,78 sebelum intervensi menjadi 7,74 ± 0,67 setelah intervensi, dengan rata-rata peningkatan sebesar 2,70 ± 0,46 poin (p < 0,001). Selain itu, hasil observasi memperlihatkan bahwa peserta tampak lebih rileks, lebih ceria, lebih aktif, lebih percaya diri, dan lebih mudah berinteraksi. Penerapan terapi reminiscence terbukti efektif meningkatkan suasana hati lansia dan berpotensi menjadi salah satu program psikososial yang dapat diterapkan secara rutin di panti sosial untuk mendukung penuaan yang sehat dan meningkatkan kualitas hidup lansia.
Quality of Life of Elderly Patients Undergoing Hemodialysis Therapy in a Hemodialysis Unit Meilita Enggune; Andro Ruben Runtu; Ever Mario Lontaan; Amelia Adelina Kawulusan
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 6 No. 3: July 2024 - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v6i3.5664

Abstract

Patients undergoing hemodialysis therapy who have poor quality of life tend to have higher mortality rates compared to the normal population. Quality of life can be an important measure in evaluating the effectiveness of hemodialysis; therefore, improving quality of life is a significant goal in managing patients with Chronic Kidney Disease. Generally, the quality of life of the elderly declines due to decreased physical and psychological abilities. This study aims to assess the quality of life of elderly patients undergoing hemodialysis therapy at the Hemodialysis Unit of GMIM Bethesda Hospital in Tomohon. A quantitative descriptive research method was employed with 20 respondents. The results indicate that 18 respondents (90%) reported good quality of life, while 2 respondents (10%) reported moderate quality of life. It is recommended that nurses in the Hemodialysis Unit provide increased support, especially for elderly patients, to enhance their quality of life during therapy.
Overview of Family Support for Elderly with Hypertension in Kakaskasen 3 and Kakaskasen, Tomohon City, North of Sulawesi Meilita Enggune; Nolla Lolowang; Christiane Sarayar; Ebenhaezer Kolinug
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) October 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i4.8800

Abstract

Hypertension is one of the most common chronic diseases experienced by the elderly. One key factor in the successful management of hypertension in older adults is family support. Families serve as the entry point in both the prevention and treatment of diseases, as they are the first to recognize early signs of illness, provide health education, and ensure that family members maintain a healthy lifestyle. This study aims to describe the family support for elderly patients with hypertension in Kakaskasen 3 and Kakaskasen, working areas of the Kakaskasen Public Health Center, Tomohon City. This research employed a quantitative descriptive method with purposive sampling. The instrument used was a questionnaire, with a total of 149 respondents. The findings revealed that 67 respondents (44.97%) received good family support, 78 respondents (52.35%) received moderate support, and 4 respondents (2.68%) received poor support. These results indicate that the majority of elderly individuals received moderate support. However, family support should be further optimized so that the elderly feel secure, respected, cared for, and their daily needs are fulfilled. The results of this study are expected to serve as an evaluation material for Kakaskasen Public Health Center to enhance the active role of families in supporting elderly patients with hypertension, through health education, home visits, and continuous assistance.