Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Identifikasi Formalin Pada Ikan Teri Kering Yang Beredar Di Pasar Tradisional Girian Dan Winenet Di Kota Bitung Rafika Madonsa; Olvie S. Datu; Amal R. Ginting; Silvana L. Tumbel; Joke Luise Tombuku
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 2 No. 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.095 KB) | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v2i2.107

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi ada tidaknya kandungan formalin pada ikan teri-teri kering yang beredar di pasar tradisional di Kota Bitung. Jenis penelitian ini yaitu uji laboratorium untuk mengetahui kandungan formalin melalui pereaksi Schiff, pereaksi KMnO4 0,1 N, dan test kit formalin. Sampel yang digunakan adalah 3 sampel Ikan teri kering yang dijual dipasar winenet dan girian di Kota Bitung. Hasil identifikasi kandungan formalin pada ikan teri yang dijual di pasar tradisional dikota Bitung yakni pasar winenet dan girian dengan menggunakan pereaksi KMnO4 dan Schiff positif mengandung formalin dan menggunakan teskit negatif.
Uji Efektivitas Antidiabetes Ekstrak Daun Benalu Dendrophthoe petandra L. Pada Kayu Jawa Terhadap Tikus Putih Rattus norvegicus Yang Diinduksi Aloksan Sutria K. Tumbel; Hariyadi Hariyadi; Joke L. Tombuku; Yusuf Tapehe
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 3 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.986 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v3i1.262

Abstract

Daun benalu Dendrophthoe petandra L. pada kayu Jawa mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan saponin yang berperan sebagai antidiabetes. Flavonoid jenis quercetin memiliki kemampuan antidiabetes yang bekerja dalam proses regenerasi dari sel beta pankreas yang meningkatkan produksi insulin. Saponin dapat menurunkan kadar gula darah dengan menghambat kerja enzim ?-glukosidase yang berperan dalam mengubah karbohidrat menjadi glukosa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang terdiri dari lima perlakuan, masing-masing perlakuan terdiri dari tiga ekor hewan uji sebagai ulangan. Perlakuan A kontrol negatif, Perlakuan B ekstrak dan benalu pada kayu Jawa dosis 75 mg/kgBB, Perlakuan C ekstrak dan benalu pada kayu Jawa dosis 150 mg/kgBB, Perlakuan D ekstrak dan benalu pada kayu Jawa dosis 300 mg/kgBB, perlakuan E kontrol positif metformin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun benalu pada kayu Jawa dapat menurunkan kadar gula darah pada hewan percobaan. Dosis ekstrak 75 mg/kgBB dengan nilai rata-rata penurunan 15,33%, 150 mg/kgBB dengan nilai 17,66% dan 300 mg/kgBB dengan nilai 23%. Kesimpulannya adalah ekstrak daun benalu pada kayu Jawa memiliki efektivitas antidiabetes.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Bunga Bougenville Bougainvillea glabra Sebagai Antioksidan Recky A.L. Simatupang; Joke L. Tombuku; Douglas N. Pareta; Yessie K. Lengkey
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.271 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.305

Abstract

Beberapa jenis tumbuhan, khususnya dari keluarga Nyctaginaceae mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi, salah satunya tumbuhan Bougenville (Bougainvillea glabra). Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak bunga Bougainvillea glabra dan aktivitas antioksidanya menggunakan metode DPPH. Sampel di maserasi dengan etanol, ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan dengan konsentrasi ekstrak 5; 10; 15; 20; dan 25 ppm. Dalam penelitian ini dilakukan uji skrining antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan senyawa yang terkandung dalam bunga Bougainvillea glabra yaitu senyawa alkaloid, triterpenoid, tanin, flavonoid, saponin dan fenolik. Ekstrak Bunga Bougainvillea glabra memiliki aktivitas sangat kuat sebagai antoksidan pada nilai IC50 2.27229 ppm.
Evaluasi Ketersediaan Obat Antibiotik Di Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Kepulauan Talaud Ofrini Timpua; Randy Tampa’i; Joke L. Tombuku; Sonny D. Untu
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.196 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.311

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai Evaluasi Ketersediaan Obat Antibiotik di Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Kepulauan Talaud. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan obat antibiotik di instalasi farmasi RSUD Kabupaten Kepulauan Talaud. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif, yang bertujuan untuk mengumpulkan data dari resep rawat inap yang telah di arsipkan pada bulan juni 2019-mei 2020 di instalasi farmasi RSUD Kabupaten Kepulauan Talaud. Hasil penelitian menunjukan bahwa evaluasi ketersediaan obat antibiotik di RSUD Kabupaten Kepulauan Talaud pada periode juni 2019-mei 2020, berdasarkan variabel yang diamati, yaitu bahwa, terdapat peresepan antibiotik yang terlayani sebanyak 99,46%, dengan tingkat kekosongan 0,54%. Terdapat 37,14% atau 13 dari 35 item obat antibiotik telah kadaluarsa, sedangkan 62,86% atau 22 item obat antibiotik yang tidak mengalami exapire date pada periode tesebut. Terdapat 14,28% atau 5 dari 35 item obat Antibiotik, tidak diresepkan, sedangkan 85,72% atau 30 item obat Antibiotik digunakan/diresepkan pada periode tersebut. Berdasarkan data persentase ketiga variabel tersebut (62,86% - 99,46%), dapat dikatakan bahwa ketersediaan obat Antibiotik di RSUD Talaud pada periode Juni 2019 – Mei 2020, dapat dikategorikan tersedia baik.
Potensi Interaksi Obat Antipsikotik Pada Pasien Skizofrenia Paranoid di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr.V.L Ratumbuysang Paula Rumagit; Randy Tampa’i; Douglas Pareta; Joke L. Tombuku
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.878 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.314

Abstract

Untuk mengetahui potensi interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan interaksi obat antipsikotik haloperidol dan risperidon atau kombinasinya pada pengobatan pasien Skizofrenia Paranoid rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang. Data diambil dari rekam medik dan lembar resep pasien skizofrenia paranoid. hasil penelitian diperoleh karakteristik pasien jenis kelamin laki-laki 60%, perempuan 40%, obat antipsikotik terbanyak yang digunakan yaitu antipsikotik tipikal haloperidol 12,1% dan antipsikotik atipikal risperidon 21,6%. Golongan obat lain terbanyak digunakan adalah trihexipenidil 28,1% dan diazepam 15%. Potensi interaksi penggunaan obat antipsikotika haloperidol, risperidon dan kombinasinya berdasarkan tingkat keparahan dari jumlah kasus 337 diperoleh level serious 1,5% dengan jumlah kasus 5, level significant 94,5 % dengan jumlah kasus 318, dan level minor 4% jumlah kasus 14.
Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan Tentang Penggunaan Antibiotik Ampisilin Ni Made Iwa Dewi; Joke L. Tombuku; Fransisco P. Sumalong; Hetty V. Tulandi
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.905 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.341

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan tentang penggunaan antibiotik Ampisilin. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan populasi adalah masyarakat di Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan yang berjumlah 357 sampel yang diambil secara Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang antibiotik ampisilin adalah cukup, ketepatan indikasi penggunaan antibiotik adalah kurang, cara penggunaan adalah cukup, bahaya resistensi adalah kurang, dan pengetahuan tentang efek samping ampisilin cukup. Kesimpulan penelitian yaitu pengetahuan masyarakat tentang ampisilin adalah kurang
Studi Penggunaan Obat Diare Pada Pasien Balita Di Puskesmas Rurukan Giska P. Mandagi; Joke L. Tombuku; Fransisco Sumalong; Hetty V. Tulandi; Jabes W. Kanter
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.018 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.358

Abstract

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi buang air besar dari biasanya, disertai perubahan bentuk konsistensi tinja dari lembek menjadi cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui studi penggunaan obat diare pada pasien balita di Puskesmas Rurukan, apakah penggunaan obat diare di Puskesmas Rurukan sudah sesuai dengan pedoman Kemenkes RI 2011 yang ada.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif yaitu melakukan penelusuran terhadap tindakan yang dilakukan oleh tenaga medis kepada pasienbalita dalam memberikan obat diare pada pasien balita di Puskesmas Rurukan. Hasil penelitian ini menunjukan penggunaan obat diare pada pasien balita di Puskesmas Rurukan belum sesuai dengan pedoman Kemenkes RI 2011 yang dimana seluruh pasien diare pada balita bulan januari sampai Agustus 2014 masih diberikan antibiotic walaupun tanpa disertai dengan indikasi seperti kotoran berdarah yang disertai demam dan juga belum ditemukan penggunaan zink karena belum ada persediaan dari Dinas Kesehatan.
Pengujian Fitokimia dan Toksisitas Ekstrak Etanol Jantung Pisang Kepok (Musa paradisiaca LINN.) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Meytij Jeanne Rampe; Joke Luis Tombuku
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 4, No 2 (2015): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat4218642015

Abstract

Telah dilakukan pengujian fitokimia dan toksisitas ekstrak etanol jantung pisang kepok (Musa Paradisiaca Linn.) dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT).  Pengujian dilakukan untuk mencari beberapa senyawa kimia dari ekstrak jantung pisang Musa Paradisaca. Linn serta mengetahui efek toksik terhadap larva udang Artemia salina. Leach.  Maserasi jantung pisang kepok dilakukan dengan menggunakan etanol. Ekstrak etanol yang diperoleh dilakukan pengujian fitokimia dan toksisitas. Hasil pengujian fitokimia menunjukkan ekstrak etanol jantung pisang Musa paradisiaca. Linn memiliki komposisi senyawa flavonoid, kumarin dan senyawa fenolik lainnya. Ekstrak etanol jantung pisang kepok memberikan efek toksik terhadap larva udang Artemia salina. Leach dengan nilai LC50 sebesar 806,8 μg/mL.Kata kunci: jantung pisang kepok, fitokimia, toksisitas, BSLT.
Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Leilem Clerodendrum minahassae L. Terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Candida albicans Sheren J. Bermula; Wilmar Maarisit; Joke L. Tombuku; Ferdy A. Karauwan
Majalah INFO Sains Vol 3 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jis.v3i2.53

Abstract

Bakteri dan jamur adalah salah satu penyebab terjadinya infeksi, baik infeksi pada saluran pencernaano, luka dan kulit serta infeksi pada saluran kemih. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antimikroba serta nilai MIC dan MBC ekstrak daun Leilem (Clerodendrum minahassae L.) terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan jamur Candida albicans. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah difusi agar menggunakan kertas cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua konsentrasi ekstrak daun Leilem (C. minahassae) mulai dari 100, 200, 300, 400, 500, 600, 700, 800, 900, 1000 hingga1100μg/disc menunjukan adanya aktivitas antimikroba yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada bakteri E. coli, S. aureus dan jamur C. albicans. Nilai MIC ekstrak daun Leilem (C. minahassae) terhadap jamur Candida albicans adalah 23,4mg/disc dan nilai MBC-nya adalah 93,6mg/disc, sedangkan nilai MIC ekstrak daun Leilem (C. minahassae) terhadap bakteri Staphylococcus aureus adalah 34,5mg/disc dan nilai MBC-nya adalah 138mg/disc, dan nilai MIC ekstrak daun Leilem (C. minahassae) terhadap bakteri Escherichia coli adalah 37,4mg/disc dan nilai MBC-nya adalah 149,6mg/disc.
Identifikasi Formalin Pada Ikan Teri Di Pasar Tradisional Amurang Patrick Rambe; Wilmar Maarisit; Joke Tombuku; Vlagia Paat
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kandungan formalin pada ikan teri yang beredar di Pasar Tradisional Amurang. Jenis penelitian ini yaitu uji laboraturium untuk mengidentifikasi adanya kandungan formalin lewat analisis kualitatif dengan menggunakan dua pereaksi yaitu pereaksi KMnO4 dan Test Kit Formalin. Hasil identifikasi kandungan formalin, keempat sampel menunjukan hasil yang postif dengan menggunakan pereaksi KMnO? yaitu sampel A, B, C, dan D. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Metode KMnO? mampu mendeteksi kandungan formalin dibawah batas deteksi Test kit formalin yaitu 2 ppm. Adanya kandungan formalin pada ikan teri tidak dapat ditentukan hanya dengan melihat ciri-ciri ikan tersebut namun perlu dilakukan penelitian agar hasil yang di dapatkan lebih akurat.