Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Efektivitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Bronkopneumonia Pediatri Di Instalasi Rawat Inap Rsud dr. Loekmono Hadi Kudus Amalia, Shofia; Etikasari, Ria; Rosnarita, Intan Adevia
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 4 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i4.109143

Abstract

Bronkopneumonia menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian pada anak balita, terutama di negara-negara dengan status perkembangan rendah hingga menengah, sehingga memerlukan terapi antibiotik yang tepat agar perbaikan kondisi klinis pasien dapat tercapai secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil penggunaan antibiotik pada pasien bronkopneumonia pediatri serta mengevaluasi efektivitas penggunaannya berdasarkan penurunan suhu tubuh, nilai respiratory rate (RR), jumlah leukosit, dan perbaikan gejala klinis (batuk, sesak, dan pilek). Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan kohort retrospektif menggunakan data rekam medis pasien periode Juni–Desember 2024. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon, Mann-Whitney, dan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan adalah ampicillin-sulbactam (61,4%), diikuti oleh ceftriaxone (35%). Penggunaan antibiotik efektif dalam menurunkan suhu tubuh, nilai RR, jumlah leukosit, serta memperbaiki gejala klinis pasien. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara ceftriaxone dan ampicillin-sulbactam dalam menurunkan suhu tubuh (p = 0,411), nilai RR (p = 0,974), jumlah leukosit (p = 0,496), serta pada durasi perbaikan gejala batuk (p = 0,649), sesak (p = 0,767), dan pilek p = 0,188. Dapat disimpulkan bahwa profil penggunaan antibiotik pada pasien bronkopneumonia pediatri di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus didominasi oleh ampicillin-sulbactam, dan penggunaannya efektif dalam memperbaiki kondisi klinis pasien, serta tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara ceftriaxone dan ampicillin-sulbactam.
PEMANFAATAN URBAN FARMING TOGA DAN PENGELOLAAN MENJADI PRODUK UNGGULAN DESA Muhammad Nurul Fadel; Intan Adevia Rosnarita; Bintari Tri Sukoharjanti; Riana Putri Rahmawati; Muhamad Khudzaifi; Emma Jayanti Besan; Hasriyani Hasriyani; Galih Kurniawan
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 6, No 1 (2024): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v6i1.2420

Abstract

Urban farming merupakan dapat menjadi salah satu solusi atas permasalahan semakin langkanya lahan pertanian di kota-kota besar. Penggunaan obat tradisional untuk pengobatan di masyarakat terus meningkat dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Salah satu inisiatif penggunaan obat tradisional adalah TOGA (tanaman obat keluarga) dengan memanfaatkan lahan yang ada sebagai urban farming. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat dan kegunaan TOGA dalam kehidupan sehari-hari serta pemanfaatan urban farming. Metode pengabdian masyarakat dilakukan melalui edukasi dan diskusi tentang cara meningkatkan pengalaman dan pengetahuan masyarakat dalam penerapan urban farming TOGA, baik dalam penanaman maupun pemanfaatannya serta diskusi mengenai pentingnya pemanfaatan bahan alam dan TOGA sebagai alternatif pilihan pengobatan untuk minor ilness. Hasil pengabdian ini dapat meningkatkan produktivitas dan keberdayaan warga terhadap pemanfaatan urban farming terutama tanaman obat keluarga (TOGA) dan juga meningkatkan empati serta kepedulian apoteker dan tenaga kefarmasian dalam memberikan edukasi dan swamedikasi tanaman obat.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Terhadap Swamedikasi Diare Pada Balita Di Dukuh Manggal Telo Purwodadi Kinanti Putri Amalia; Zaenal Fanani; Intan Adevia Rosnarita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2846

Abstract

Diare merupakan penyebab kematian kedua terbanyak setelah pneumonia pada balita di Indonesia. Swamedikasi yang tidak tepat berpotensi menimbulkan risiko kesehatan yang serius, sehingga pengetahuan ibu mengenai diare dan pengobatan mandiri menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan praktik swamedikasi diare pada balita di Dukuh Manggal Telo, Purwodadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 30 ibu yang memiliki balita, dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang meliputi data demografis, pengetahuan tentang diare, dan praktik swamedikasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan pengetahuan tentang diare (p = 0,010) serta antara tingkat pendidikan dengan praktik swamedikasi (p = 0,000). Pengetahuan ibu tentang swamedikasi diare tergolong baik, sedangkan praktik swamedikasi tergolong cukup. Jenis obat yang paling banyak digunakan dalam swamedikasi adalah Lacto B, Zinkid, dan Oralit. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan bagi ibu dalam menangani diare balita secara mandiri namun tepat.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Swamedikasi Penyakit Gastritis Pada Masyarakat Di Dusun Kedungwatu Blora Siti Mumfaridatul Mukarromah; Zaenal Fanani; Intan Adevia Rosnarita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2965

Abstract

Latar belakang: Swamedikasi adalah perilaku yang seringdigunakan masyarakat untuk mendapatkan solusi terkait masalah kesehatan, untuk alasan ini swamedikasi harus tetap diawasi oleh tenaga kesehatan. Masyarakat membutuhkan pengetahuan yangtepat untuk mendapatkan perilaku yang sesuai dalam swamedikasi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi gastritis pada masyarakat Dusun Kedungwatu Blora. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan observasional deskripif dan survei yang bersifat analitik dengan cara melakukan pengambilan data melalui kuesoiner pengetahuan dan perilaku. Studi ini dilaksanakan di Dusun Kedungwatu Blora, dengan populasi 216 jiwa. Pengambilan sampel diambil dengan Teknik Purposive Sampling. Sampel diambil sebanyak 85 responden yang akan dilakukan pada bulan juni 2025. Instrumen penelitian ini berisi dua variabel, yaitu variabel tingkat pengetahuan swamedikasi gastritis masyarakat dan perilaku swamedikasi gastritis masyarakat. Setelah data sudah didapatkan akan dilakukan pengujian menggunakan uji kolerasi, yaitu dengan teknik uji Spearman Rank. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan yang lebih baik tentang hubungan antara pengetahuan dan perilaku swamedikasi penyakit gastritis pada masyarakat. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa dari 85 responden, sebagian besar memilikitingkat pengetahuan dalam kategori baik (62,4%), dan 58,8% responden memiliki perilaku swamedikasi yang baik. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p = 0,024 dan nilai r = 0,245, yang mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan namun lemah antara tingkat pengetahuan denganperilaku swamedikasi gastritis pada masyarakat di Dusun Kedungwatu Blora. Kesimpulan: Bahwa terdapat hubunganantara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi gastritis.
Efektivitas Penggunaan Antidiabetes Terhadap Penurunan Hba1c Dan GDS Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di RSU PKU Muhammadiyah Gubug Grobogan Ramadhani Annisa Rahim; Endang Setyowati; Intan Adevia Rosnarita
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengobatan antidiabetik terhadap kadar glukosa pada pasien diabetes di wilayah Gubug. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan metode observasional analitik dan pendekatan retrospektif. Subjek penelitian terdiri dari 60 responden yang datanya diperoleh melalui rekam medis pasien. Kriteria inklusi penelitian ini mencakup pasien laki-laki dan perempuan yang terdiagnosis DM berusia 35-85 tahun, pasien yang menerima terapi antidiabetes, serta memiliki data hasil pemeriksaan HbA1c dan GDS. Hasil data responden menunjukkan bahwa usia 35-60 tahun 36 (60%) merupakan kelompok paling sering mengalami Diabetes Mellitus, dengan perempuan lebih banyak 38 (63,3%), hasil durasi terapi paling dominan yaitu hasil terapi selama 2 bulan 33 (55%), hasil data lab HbA1c sebelum terapi paling banyak yaitu hasil diabetes (≥6,5) sebanyak 53 (44,1%). Sedangkan data lab GDS sebelum terapi paling banyak angka tidak normal yaitu (>200 mg/dL) sebanyak 35 (29,1%). Hasil profil penggunaan obat antidiabetes terapi kombinasi paling banyak digunakan yaitu metformin 500 mg dan glimepirid 3 mg sebanyak 15 (25%). Hasil persentase penggunaan obat antidiabetes paling dominan digunakan yaitu metformin 500 mg mencapai 32 (27,3 %). Hasil efektivitas ADO terhadap penurunan HbA1c dan GDS secara statistik menunjukkan terjadi perbedaan atau efektivitas karena data memenuhi syarat yaitu dibawah 0,05. Hasil Efektivitas HbA1c secara klinis menunjukkan data normal (<5,7) sebanyak 15 (12,5%). Hasil data lab GDS secara klinis sesudah terapi angka normal (<200 mg/dL) sebanyak 49 (40,8%).
Analisis Pengaruh Efek Samping Kemoterapi terhadap Quality of Life Pasien Kanker di RSUD R.A. Kartini Yahya Adi Alfatih; Eko Retnowati; Intan Adevia Rosnarita
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12677

Abstract

The increasing global cancer incidence has positioned it as a major public health challenge, particularly in Indonesia where chemotherapy remains the primary treatment modality, frequently accompanied by significant side effects that can potentially reduce patient quality of life. This study aimed to analyze the influence of chemotherapy side effects on quality of life among cancer patients at RSUD R.A. Kartini Jepara. An observational analytic study with a cross-sectional design was conducted on 120 cancer patients undergoing chemotherapy in 2025 using purposive sampling. Side effects were measured using the CTCAE v5.0 questionnaire (Cronbach Alpha = 0.882) and quality of life was assessed using the EORTC QLQ-C30 (Cronbach Alpha = 0.994). Chi-Square analysis revealed no statistically significant relationship between chemotherapy side effects and patient quality of life (p = 0.510). The majority of respondents experienced mild side effects (53.9%) with adequate quality of life (75.7%). The most frequently reported side effects were nausea (84.3%), vomiting (77.4%), and diarrhea (59.1%). Patients receiving imatinib mesylate therapy showed the highest proportion of mild side effects. (60.0%), while all cisplatin patients experienced severe effects. These findings suggest that cancer quality of life is influenced by multiple factors beyond chemotherapy toxicity alone, including social support, therapy type, and patient adaptability, necessitating a holistic, patient-centered oncology care approach.
Analisis Terapi dan interaksi obat Antiplatelet pada Pasien Angina Pektoris Stabil di RSUD RA Kartini Jepara Ade Kurnia bayu Firdaus; Ria Etikasari; Intan Adevia Rosnarita
Majalah Farmaseutik Vol 22, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v22i1.108254

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, dengan prevalensi di Indonesia sebesar 0,85‰. Terapi antiplatelet merupakan strategi utama dalam pencegahan sekunder PJK, termasuk pada kasus angina pektoris stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan dan potensi interaksi obat antiplatelet pada pasien angina pektoris stabil. Desain penelitian ini menggunakan observasional dengan kohort desain retrospektif dan pendekatan kuantitatif dan kualitatif,  Data diambil dari rekam medis pasien rawat jalan di RSUD RA Kartini Jepara periode Januari 2023–Desember 2024. Variabel yang dianalisis meliputi usia, jenis kelamin, jenis terapi antiplatelet (aspilet 80 mg, klopidogrel 75 mg, atau kombinasi), serta potensi interaksi obat. Dari 31 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, mayoritas berusia 50–59 tahun (54,85%). Pola terapi didominasi penggunaan aspilet tunggal (67,74%), diikuti kombinasi dengan klopidogrel (19,35%), dan klopidogrel tunggal (12,90%). Terdapat 94 potensi interaksi: 30 (31,9%) minor, 63 (67%) moderate, dan 1 (1,1%) mayor. Interaksi mayor ditemukan antara klopidogrel dan ketorolac. 
Sinergi Halal Center UMKU dan PMKM Prima Indonesia Dalam Mendorong Produk UMKM Bersertifikat Halal Mu'adzah, Muadzah; Ridwanto, Muhammad; Rosnarita, Intan Adevia; Masithoh, Anny Rosiana; Astuti, Amy Arbaatun Nisa
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 10 No. 2 (2026): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v10i2.12105

Abstract

The rapid competition in business and consumer demands in purchasing Halal and Thayyib products are the basis for the importance of MSME products having halal certificates and labels. This community service program aims to socialize halal policies, halal product processes and verification of halal product processes, until MSMEs have halal certificates. The community service method with pre-service namely problem identification, socialization and post-service with facilitation of MSME halal certification until the certificate is issued. By holding this community service, participants gain motivation and understanding in applying for halal certification until they have halal certificates and halal labels for their products.
Gerakan Edukasi Cerdas Kosmetik Aman: Pemberdayaan Remaja sebagai Agen Perubahan di Sekolah Emma Jayanti Besan; Intan Adevia Rosnarita; Muhamad Khudzaifi; Fahrudin Arif; Nafisa Zaharani Hidayanti; Fina Aulia Maharani
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i2.23436

Abstract

Background: Penggunaan kosmetik di kalangan remaja semakin meningkat seiring berkembangnya tren kecantikan dan media sosial, namun kondisi ini juga meningkatkan risiko penggunaan kosmetik ilegal dan berbahaya akibat rendahnya literasi kesehatan remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan siswa dalam memilih kosmetik yang aman serta membentuk remaja sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah. Metode: Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi penggunaan aplikasi Cek BPOM, diskusi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test pada 78 siswa SMK Terpadu Bhakti Indonesia, Pati, Jawa Tengah. Hasil: Analisis data menunjukkan nilai signifikansi p=0,000 (<0,05), yang menandakan terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah edukasi diberikan. Edukasi interaktif dan praktik langsung penggunaan aplikasi Cek BPOM terbukti efektif meningkatkan literasi kesehatan siswa terkait keamanan kosmetik, legalitas produk, dan bahaya kosmetik ilegal. Program ini juga berpotensi membentuk siswa sebagai peer educator dalam menyebarluaskan informasi kosmetik aman kepada masyarakat. Kesimpulan: Kegiatan ini dapat menjadi model promosi kesehatan preventif berbasis sekolah untuk meningkatkan kesadaran remaja terhadap penggunaan kosmetik yang aman dan legal.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE GYSSENS DAN ATC/DDD PADA PASIEN PEDIATRI PNEUMONIA DI PUSKESMAS TLOGOSARI KULON SEMARANG TAHUN 2025 Adzkia Fitri; Hasriyani Hasriyani; Intan Adevia Rosnarita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57749

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit yang sering terjadi pada balita dengan indikasi batuk dan pilek yang disertai napas cepat, namun penyakit ini juga dapat menyerang orang dewasa dan lansia. Berdasarkan profil kesehatan Semarang, pada tahun 2024 terdapat 1.542 pasien pneumonia pada balita. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2023 yaitu sebanyak 2.715 kasus dan tahun 2022 sebanyak 4.203 kasus. Kasus pneumonia balita di Kota Semarang tahun 2024 terdiri dari 42% perempuan dan 58% laki-laki. Terapi yang paling sering diberikan adalah antibiotik. Beberapa penelitian menyatakan bahwa sekitar 40% hingga 62% penggunaan antibiotik tidak tepat, misalnya pemberian antibiotik pada penyakit yang sebenarnya tidak memerlukan terapi antibiotik. Evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode Gyssens dan ATC/DDD pada pasien pneumonia anak di Puskesmas Tlogosari Kulon Semarang tahun 2025 dilakukan terhadap 92 pasien. Gambaran karakteristik pasien terbanyak berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki dengan persentase 51,09%, dan kelompok usia terbanyak adalah balita usia 12–59 bulan dengan persentase 81,52%. Profil penggunaan antibiotik terbanyak adalah Amoksisilin dengan persentase 100%. Hasil evaluasi dengan metode Gyssens menunjukkan dari 92 responden tersebut semua data tidak lengkap sehingga masuk dalam kategori VI (100%). Hasil evaluasi dengan metode ATC/DDD menunjukkan nilai DDD sebesar 108,67. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi (p) sebesar 0,216, di mana nilai p > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil evaluasi metode Gyssens dan metode ATC/DDD.