Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Integration And Evaluation of Computational Thinking in Mathematics Education: A Systematic Review of Research 2016-2025 Romandoni, Hendrisa Rizqie; Nurhasanah, Farida; Maharani, Swasti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3548

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan bagaimana computational thinking (CT) diintegrasikan dalam pendidikan matematika serta bagaimana CT dan hasil belajar matematika dievaluasi dalam studi empiris terindeks Scopus periode 2016–2025. Tinjauan disusun mengikuti pedoman PRISMA 2020 melalui penelusuran Scopus; penelusuran awal menghasilkan 149 artikel dan 54 artikel memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Data diekstraksi lalu dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan tematik untuk mengidentifikasi pola integrasi CT–matematika dan pendekatan evaluasinya. Hasil menunjukkan tren publikasi meningkat dengan puncak produktivitas sekitar 2022–2023. Sebaran penelitian didominasi konteks Global North, sehingga transfer model integrasi ke konteks berdaya dukung terbatas perlu dikaji lebih hati-hati. Integrasi CT paling sering berorientasi alat. Dari sisi evaluasi, studi menggunakan beragam asesmen, namun ditemukan ketidakkonsistenan indikator CT dan capaian matematika, penggunaan instrumen yang berdiri terpisah, serta keterbatasan validasi lintas konteks dan jenjang pendidikan, sehingga asesmen autentik yang secara eksplisit mengukur keterkaitan CT dan capaian matematika dalam satu kerangka tugas masih terbatas. Temuan ini menegaskan perlunya pergeseran dari integrasi yang tool-driven menuju concept-driven serta pengembangan asesmen CT–matematika yang lebih autentik dan adaptif, termasuk untuk konteks Indonesia. This study mapped how computational thinking (CT) has been integrated into mathematics education and how CT and mathematics learning outcomes have been evaluated in empirical Scopus-indexed research from 2016 to 2025. A systematic review was conducted following PRISMA 2020 guidelines. The initial search retrieved 149 records, and 54 studies met the inclusion criteria for analysis. Data were extracted and analyzed using descriptive and thematic approaches. Findings show a rising publication trend with peak productivity around 2022–2023. Studies were dominated by Global North contexts, raising concerns about transferability to resource-limited settings. CT integration was most often tool-oriented, while unplugged and concrete-manipulative approaches emerged as feasible alternatives. From an assessment perspective, studies employed diverse approaches; however, inconsistencies in CT and mathematics indicators, fragmented measurement of the two domains, and limited cross-context and cross-level validation were evident, indicating that authentic assessments jointly capturing CT and mathematics achievement within a single task framework remain scarce.
Rekonstruksi Konstruktivisme dalam Pembelajaran Matematika Berbantuan Kecerdasan Buatan: Studi Kasus Pemahaman Konsep Teorema Pitot pada Siswa SMA Romandoni, Hendrisa Rizqie; Baiti, Siti Nur; Gusnindia, Alifka; Fitriana, Laila
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i1.3667

Abstract

Pembelajaran geometri di SMA sering menghasilkan pemahaman prosedural karena siswa cenderung menghafal rumus tanpa memeriksa syarat keberlakuan konsep. Kondisi ini tampak pada Teorema Pitot yang menuntut pemahaman segitiga dan segiempat singgung beserta alasan geometris sebelum perhitungan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan rekonstruksi pemahaman konsep Teorema Pitot melalui pembelajaran konstruktivisme berbantuan kecerdasan buatan. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Karanganom Klaten, dengan pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur dan hasil pekerjaan siswa secara berkelompok termasuk interaksi dengan kecerdasan buatan sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa belum mengenal Teorema Pitot dan memaknainya sebagai rumus, lalu mengalami pergeseran menuju pemahaman konseptual setelah diskusi kelompok berbantuan artificial intelligence seperti Gemini dan ChatGPT. Perubahan tampak pada meningkatnya penggunaan sketsa beranotasi, penandaan sisi relevan, serta pengaitan teorema dengan konsep dasar garis singgung. Kecerdasan buatan berperan sebagai scaffolding digital untuk eksplorasi awal, sedangkan verifikasi konsep terjadi melalui negosiasi makna dalam kelompok dan mediasi guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kecerdasan buatan selaras dengan konstruktivisme ketika ditempatkan sebagai pemantik eksplorasi dan tetap diikuti strategi verifikasi konseptual.