Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peran Orang Tua dalam Pendidikan Islam Pada Anak Usia Dini Yuriansa, Adelfa; Arta, Karuni Humairah; Islamiyah, Ummi Habibatul
Islam Universalia: International Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol 5 No 2 (2023): Islam Universalia
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The foremost and primary education in Islam is the Islamic education of children within the family. Islamic education is provided from an early age to instill a sense of belief, faith, and Islam in the child. The presence of Islamic education from an early age demonstrates the consistency of parents and children in determining the future and the child's environment in an Islamic manner. The role of parents in early childhood, according to Islam, is crucial in the development and formation of character during the child's golden age. During this golden age, children will mimic what their parents do. Therefore, parents must pay attention to providing good education for their children. Data collection in this research is conducted by gathering literature, reading, taking notes, and processing research materials. The research approach is analyzed using qualitative descriptive analysis. This study aims to explain the characteristics of Islamic education for early childhood from the perspective of Islamic education, thus building a solid foundation for early childhood development. Abstrak Pendidikan yang paling pertama dan utama dalam islam adalah pendidikan islam anak dalam keluarga. Pendidikan islam diberikan pada saat usia dini untuk menumbuhkan rasa keprcayaan, iman dan islam pada anak. Dengan adanya pendidikan islam sejak usia dini menunjukkan konsistensi orang tua dan anak untuk menentukan masa depan dan lingkungan anak secara islam. Peran orang tua pada anak usia dini dalam pandangan islam sangat penting dalam perkembangan dan pembentukan karakter di masa emas anak. Pada masa emas anak akan meniru apa yang dilakukan orang tua. Oleh karena itu, orang tua harus memperhatikan dalam memberikan pendidikan yang baik untuk anak. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data pustaka, membaca, mencatat, dan mengolah bahan penelitian. Pendekatan penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan menjelaskan karakteristik pendidikan islam bagi anak usia dini yang ditinjau dalam perspektif pendidikan islam sehingga membangun kemampuan dasar yang baik bagi anak usia dini.
URGENSI PENANAMAN NILAI-NILAI KEPEMIMPINAN PADA SISWA DALAM MENGHADAPI PROBLEMATIKA PASCA PENDIDIKAN MENENGAH Latif, Ikhwan Rahmatika; Arta, Karuni Humairah; Najamudin, Najamudin; Kesha, Cut Nabilla; Muharrir, Muharrir; Ridha, Arrazy Elba
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32455

Abstract

Pendidikan bukan hanya tentang penguasaan materi pelajaran, tetapi juga tentang membentuk karakter dan sikap yang akan membawa siswa meraih keberhasilan di masa depan. Kepemimpinan adalah salah satu nilai yang harus ditanamkan dalam proses pendidikan agar para siswa dapat menjadi individu yang tangguh dan siap menghadapi tantangan kehidupan setelah lulus dari tingkat pendidikan menengah. Atas dasar tersebut pelaksanaan pengabdian untuk menindaklanjuti itu dilakukan oleh tim pengabdi dengan menggunakan metode sosialisasi dengan menggunakan kuesioner sebagai uji tingkat pemahaman dan pengaplikasian nilai kepemimpinan pada siswa kelas XII di Sekolah MAN 2 Aceh Barat. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian tersebut, mayoritas siswa kelas XII baik dari jurusan IPA dan IPS telah memahami materi dan mampu menyelesaikan contoh-contoh kasus problematika yang disajikan dalam kuesioner ketika di akhir pemaparan materi. Hal ini menjadi modal penting bagi para siswa MAN 2 Aceh Barat untuk dapat memimpin dirinya sendiri dan mampu menghadapi berbagai probelmatika yang akan mereka hadapi secara nyata pasca menyelesaikan studinya di sekolah menengah atas.
Dari Kelas Konvensional ke Pembelajaran Digital: Penguatan Kapasitas Guru melalui Pemanfaatan Artificial intelligence dalam Pembelajaran Aziz, Chairul Iqbal; Latif, Ikhwan Rahmatika; Fahlevi, Reza; Rizki, Julia; Najamudin; Kurniawan, Putra; Arta, Karuni Humairah; Abrar, Habibul; Haikal, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3447

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah menghadirkan peluang baru dalam transformasi sistem pendidikan, termasuk pada jenjang sekolah dasar. Namun, sebagian besar guru masih menghadapi keterbatasan dalam pemahaman dan keterampilan memanfaatkan teknologi ini untuk mendukung proses belajar mengajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru dalam menerapkan AI sebagai inovasi pembelajaran yang adaptif dan kontekstual. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 3 Meulaboh dengan menggunakan pendekatan partisipatif melalui serangkaian kegiatan sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, dan diskusi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi digital guru, baik pada aspek pemahaman konsep maupun kemampuan mengoperasikan aplikasi berbasis AI seperti ChatGPT, Canva AI, dan Wordwall dalam pengembangan media pembelajaran. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk membangun jejaring belajar antarguru sebagai upaya berkelanjutan dalam penerapan teknologi digital di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, universitas berperan aktif dalam menjembatani kesenjangan teknologi di dunia pendidikan dasar serta mendukung terwujudnya ekosistem pembelajaran yang inovatif dan inklusif di era digital.
Penerapan Metode Bermain untuk Meningkatan Minat Belajar Anak Usia 3-5 Tahun di TK Purwodadi (Satu Atap) Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya Ayuni , Malika; Nurma; Arta, Karuni Humairah
Educalia: Journal of Educational Research Vol 4 No 2 (2025): Educalia: Journal of Educational Research
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/educalia.v4i2.301

Abstract

Metode pembelajaran merujuk pada cara atau upaya yang diterapkan oleh pendidik untuk memastikan proses belajar mengajar mencapai tujuannya secara efektif. Metode ini sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan mendorong partisipasi aktif dari peserta didik, sehingga mereka dapat lebih mudah menyerap pengetahuan yang diberikan oleh pengajar. Oleh karena itu, guru perlu memperhatikan karakteristik anak agar dapat memilih metode yang tepat, seperti metode bermain, untuk meningkatkan ketertarikan mereka dalam belajar. Bermain merupakan metode pembelajaran yang sangat relevan untuk anak-anak di usia dini, karena merupakan bagian utama dari dunia mereka. Melalui aktivitas bermain, anak-anak dapat mengembangkan keterampilan baru, memahami cara penerapannya, serta memenuhi kebutuhan mereka. Selain itu, bermain juga berfungsi untuk melatih fisik anak dan mendukung perkembangan kognitif serta interaksi sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode bermain berpengaruh dalam meningkatkan minat belajar anak usia 3-5 tahun di TK Purwodadi (Satu Atap) Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya, serta untuk mengetahui bagaimana guru meningkatkan motivasi belajar anak melalui penerapan metode bermain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bermain sangat efektif dalam meningkatkan minat belajar anak. Metode ini memudahkan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran. Penerapan metode bermain di TK Purwodadi (Satu Atap) berhasil menstimulasi perkembangan minat belajar anak secara maksimal, menjadikan pembelajaran lebih menarik bagi anak, serta menciptakan suasana yang lebih hidup dibandingkan dengan kondisi sebelum metode bermain diterapkan.
Mengembangkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita Di Tk Baitul Mukarammah Desa Blang Teungoh Kec. Panton Reu Kab. Aceh Barat Dewi, Ratna; Nurma; Arta, Karuni Humairah
Educalia: Journal of Educational Research Vol 4 No 2 (2025): Educalia: Journal of Educational Research
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/educalia.v4i2.302

Abstract

Bahasa adalah salah satu cara untuk mengekspresikan diri setiap individu. Tanpa bahasa, manusia tidak dapat melakukan aktivitas apapun, karena kehidupan mereka sangat bergantung pada interaksi sosial dan komunikasi. Kemampuan berbicara, yang merupakan keterampilan berbahasa yang paling umum dan efektif, memegang peranan penting dalam proses ini. Perkembangan bahasa anak dapat didorong melalui berbagai metode pembelajaran yang sering digunakan dalam pendidikan. Salah satunya adalah metode bercerita. Di TK Baitul Mukaramah Desa Blang Teungoh, kemampuan bahasa anak-anak kelompok A masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh penggunaan metode dan media pembelajaran yang kurang menarik serta bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara mengembangkan kemampuan bahasa anak melalui metode bercerita di TK Baitul Mukaramah Desa Blang Teungoh, Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian yang dilakukan di TK Baitul Mukaramah menunjukkan bahwa penerapan metode bercerita dengan media gambar di kelas A memberikan hasil yang positif. Dari hasil penelitian, 4 anak menunjukkan perkembangan yang sangat baik, 3 anak berkembang sesuai harapan, 2 anak mulai berkembang, dan 1 anak belum berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan metode bercerita dengan media gambar di TK Baitul Mukaramah berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Pengembangan Kreativitas Anak Melalui Permainan Lego Pada Anak Usia 5-6 Tahun Tk Negeri Pembina 1 Kuala Hasmiati; Nurma; Arta, Karuni Humairah
Educalia: Journal of Educational Research Vol 4 No 2 (2025): Educalia: Journal of Educational Research
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/educalia.v4i2.303

Abstract

Kreativitas merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan seni anak yang harus diberikan stimulasi optimal sejak usia dini. Untuk mengembangkan kreativitas ini, sekolah dapat memanfaatkan berbagai jenis permainan yang dapat merangsang daya cipta anak. Jika kreativitas tidak dikembangkan sejak usia dini, kemampuan berpikir dan kecerdasan anak akan terhambat. Untuk menghasilkan produk atau bakat kreatif yang tinggi, diperlukan pengembangan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kreativitas anak kelompok B1 melalui permainan lego di TK Negeri Pembina 1 Kuala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Mc.Taggart. Teknik pengumpulan data yang diterapkan adalah observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengembangan kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui permainan lego di TK Negeri Pembina 1 Kuala, yang terlihat pada siklus 1 dan siklus 2. Pada siklus pertama, rata-rata nilai peserta didik adalah 50,77, dengan mayoritas anak memperoleh nilai sekitar 50. Pada siklus kedua, seluruh peserta didik berhasil memperoleh nilai 70 atau lebih, dengan rata-rata nilai meningkat menjadi 71,04. Peningkatan ini mencerminkan kenaikan rata-rata sebesar 20,27 poin atau sekitar 39,91%. Hasil ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan pada siklus kedua lebih efektif dibandingkan dengan siklus pertama.