Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Normatif Terhadap Implementasi Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting Sitohang, Dahlan; Lestari, Mastuti Widi
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 1 No. 12 (2024): CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/40zgbt10

Abstract

Stunting is a significant issue in Indonesia, greatly affecting children's health and development. To address this, collaboration between ministries and institutions, as well as a focused effort on the first 1,000 days of a child's life, is essential for successfully reducing stunting. Therefore, analyzing the implementation of relevant policies is crucial to improving their effectiveness. This study aims to examine the implementation of Presidential Regulation of the Republic of Indonesia Number 72 of 2021, which focuses on the acceleration and reduction of stunting. The research uses a descriptive method with a qualitative approach to comprehensively analyze the data, aiming to understand the context and identify challenges and successes in the regulation's implementation. The study finds that the Indonesian government, with strong commitment from the President and Vice President, is making efforts to reduce stunting rates through prevention and treatment programs targeting toddlers, pregnant women, and breastfeeding mothers, particularly during the critical First 1,000 Days of Life. Presidential Regulation Number 72 of 2021 provides the framework for accelerating stunting reduction, including a nutrition intervention program, supplementary food provision, and improved access to sanitation. The national strategy consists of five main pillars and involves various sectors working together to achieve the goal of reducing stunting by 14% by 2024.
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK PENYANDANG DOWN SYNDROME BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2022 TENTANG TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL Sitohang, Dahlan
LAWYER: Jurnal Hukum Vol. 3 No. 2 (2025): LAWYER: Jurnal Hukum
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/lawyer.v3i2.1170

Abstract

Penelitian ini menganalisis pertanggungjawaban pidana pelaku kekerasan seksual terhadap anak penyandang Down Syndrome dalam kerangka Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Latar belakang kajian berangkat dari meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak dengan disabilitas intelektual yang hingga kini belum memperoleh perlindungan hukum secara optimal. Penyandang Down Syndrome memiliki keterbatasan kognitif dan emosional yang menghambat kemampuan mereka untuk memahami, menolak, maupun melaporkan kekerasan seksual, sehingga menempatkan mereka dalam posisi yang sangat rentan terhadap eksploitasi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, melalui analisis terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diolah secara kualitatif deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap bentuk perbuatan seksual terhadap anak penyandang Down Syndrome harus dikualifikasikan sebagai tindak kekerasan, karena korban tidak memiliki kapasitas hukum untuk memberikan persetujuan yang sah. Negara memiliki tanggung jawab konstitusional dalam memastikan perlindungan hukum, rehabilitasi, dan pemulihan menyeluruh bagi korban melalui pendekatan victim-centered justice. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan urgensi implementasi efektif UU TPKS guna memperkuat perlindungan hak asasi anak penyandang disabilitas serta mengaktualisasikan prinsip keadilan restoratif dalam sistem hukum pidana Indonesia.
Pemanfaatan Minyak Jelantah dalam Upaya Menekan Resistensi Bakteri Ditilik dari Kajian Pemeriksaan Molekuler di Desa Gedongan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo Dewangga, Vector Stephen; Sitohang, Dahlan; Ardhiyanto, Restu; Rohman, Dzaki Nur; Agata, Via Maya; Nuraini, Riyana Putri; Wahyuningsih, Putri Susilowati; Putri, Rachma Aulia; Abriani, Nurul Gilang; Kusdhiarningsih, Betty
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.82

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar di Desa Gedongan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penggunaan minyak jelantah berulang terhadap kesehatan serta dampaknya terhadap lingkungan, sekaligus memberikan pelatihan pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk sabun cuci tangan (handwash) sebagai upaya menekan tren resistensi bakteri di masyarakat. Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan, demonstrasi pembuatan sabun tangan dari minyak jelantah, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Peserta kegiatan terdiri atas 20 kader PKK Desa Gedongan dengan tingkat kehadiran sebesar 80% (16 peserta). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan berdasarkan hasil pretest dan posttest, serta tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan praktik pembuatan sabun. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Produk sabun yang dihasilkan, bernama “Mijel Soap”, menjadi inovasi yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomis. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah jelantah, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya pengendalian resistensi bakteri di tingkat komunitas.