Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Fungsi Dan Kenyamanan Jalur Pedestrian (Studi Kasus: Jalan Raja Junjungan Lubis) Padangsidimpuan Zulfandi Ahmad Lubis; Ahmad Rafii; afniria pakpahan
STATIKA Vol. 5 No. 2 (2022): Statika Vol 5 No 2 September 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v5i2.1068

Abstract

Jalan Raja Junjungan Lubis merupakan sebuah jalan di kota Padangsidimpuan yang ramai dilalui oleh warga kotaPadangsidimpuan, baik menggunakan kendaraan bermotor pribadi dan angkutan umumdanberupaakses menuju pusat pasar, komplek sekolah dan perkantoran. Pengumpulan data melalui pengamatan langsung di lokasi penelitian jalan Raja Junjungan Lubis kota Padangsidimpuan. Hasil analisis mengenai prioritas utama fungsi jalur pedestrian di jalan Raja Junjungan Lubis kota Padangsidimpuan tidak berfungsi sebagaimana fungsinya karena tidak sesuai dengan fungsi utama dari jalur pesdestrian itu khususnya pejalan kaki disebabkan sebagian besar jalur pedestrian itu masih digunakan sebagai aktivitas pedagang kaki lima, lahan parkir dan kurangnya fasilitas pendukung pedestrian sehingga pedestrian di jalan Raja Junjungan Lubis masih belum layak sebagai mana fungsinya. Dari jumlah 109 responden yang telah diteliti dapat ditarik kesimpulan berdasarkan kenyamanan rata-rata bahwa persepsi pengguna jalur pedestrian terutama pejalan kaki pada umumnya merasa nyaman (N) dalam pemanfataan jalur pedestrian di jalan Raja Junjungan Lubis kota Padangsidimpuan yang di tinjau dari aspek keamanan tingkat kejahatan yaitu 73,76%. Para pejalan kaki merasa cukup nyaman (CN) dalam pemanfataan jalur pedestrian di jalan Raja Junjungan Lubis kota Padangsidimpuan di tinjau dari aspek bentuk dan kualitas 60,18%, keamanan fisik pedestrian 53,57%, kebersihan jalur pedestrian 57,79%, keindahan bahan dan bentuk jalur pedestrian 54,67%. Aspek penyebab tidak nyamanan (TN) menurut persepsi pengguna jalur yaitu kondisi jalur pedestrian adalah pemanfaatan ruang pejalan kaki menjadi aktifitas pedagang kaki lima 44%, iklim mikro (terik matahari) 49,17%, curah hujan 51%, kebisingan kendaraan 47,15%, aroma 50,64% dan kelengkapan fasilitas pendukung 40,18%.
Analisa Kinerja Ruas Jalan Abdul Haris Nasution Kota Padang Sidempuan (Studi Kasus) Harahap, Edy Syahputra Hamonangan; Ahmad Rafii; Pakpahan, Afniria
STATIKA Vol. 6 No. 1 (2023): Statika Vol 6 No 1 April 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v6i1.1146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas dan mencari penyebab keterlambatan waktu tempuh di ruas jalan lintas Jend. Besar A. Nasution dan mencari solusinya. Jenis kenderaan yang paling banyak melewati jalan ini adalah sepeda motor dengan jumlah 1122 dalam waktu 3 hari. Waktu terjadinya kemacetan di ruasjalan Jend. Besar A Haris Nasution adalah jam 17.30 sampai dengan 21.30. Dan dari data survei diketahui bahwa bila kendaraan truck/tronton semakin meningkat maka kemacetan akan semakin buruk. LHR di Ruas Jalan Jend. Besar A. Haris Nasution dalam tiga hari adalah 4220/3 = 1406,66 smp/jam smp/ jam. Diketahui bahwa pada jam 17.30-21.30 adalah waktu terburuk ruas jalan ini. 99% pengguna jalan tidak nyaman melewati jalan ini dan 65 % alasan yang sama yaitu badan jalan terlalu sempit. Selain badan jalan sempit, ruas jalan ini juga mempunyai beram yang tinggi sehingga apabila suatu truk berjumpa dengan truk lainnya secara berlawanan arah maka akan menirnbulkan kemacetan, karena tidak bisa menggunakan bahu jalan sebagai pengganti tumpuan roda. Bahu jalan yang tidak merata juga mempengaruhi kebebasan di ruas jalan ini, karena tidak ada lahan parkir bagi kenderaan yang mogok atau bocor ban sehingga setiap kenderaan yang mogok atau bocor ban akan tetap didalam lajur dan akan menimbulkan kemacetan.
PENGARUH GEOMETRIK JALAN RAYA DAN KELENGKAPAN RAMBU LALU LINTAS TERHADAP KECELAKAAN (Studi Kasus: Jalan Raja Inal Siregar Sta. 7+350 – Sta. 8+850) Arbain Parningotan; Ahmad Rafii; Afniria Pakpahan
STATIKA Vol. 7 No. 2 (2024): Statika Vol 7 No 2 September 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v7i2.1572

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode bedasarkan pedoman desain geometrik jalan dari Bina Marga yang akan dibandingkan dengan geometrik jalan yang tersedia di lapangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daerah rawan kecelakaan diruas. jalan Lintas Raja Inal Siregar, untuk mengetahui bagaimana hubungan geometrik jalan terhadap kecelakaan lalu lintas, untuk mengetahui pengaruh kelengkapan rambu lalu lintas terhadap kecelakaan. Dari beberapa hasil peneletian yang dilakukan menunjukkan tedapat satu lokasi daerah rawan kecelakaan berdasarkan perhitungan dari nilai EAN yang lebih besar dari nilai EANc, terdapat jari – jari tikungan di lapangan lebih kecil dari jari – jari minimum berdasakan kecepatan rata – rata kendaraan yang melalui, nilai superelevasi dibeberapa tikungan lebih redah dari nilai superelevasi rencana, dan daerah kebebasan samping yang tersedia lebih kecil dari daerah kebebasan samping bedasarkan perhitungan jarak pandang henti yang tersedia, dan tidak adanya rambu – rambu lalu lintas pada ruas jalan Raja Inal Siregar Sta. 7+350 – Sta. 8+850
Redesain Jenis Kontruksi Ruas Jalan Abdul Haris Nasution STA 0+000 S/D STA 2+500 Kec. Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan Tobi Vance Sunarto Siregar; Ahmad Rafii; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 8 No. 1 (2025): Statika Vol 8 No 1 April 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v8i1.1601

Abstract

Jalan raya adalah suatu lintasan yang bertujuan melewatkan lalu lintas dari suatu tempat ke tempat yang lain. Perkerasan jalan adalah campuran antara agregat dan bahan pengikat yang digunakan untuk melayani beban lalu lintas. Jalan Abdul Haris Nasution merupakan jalan alternatif yang berfungsi mengalihan volume lalu lintas terutama kenderaan-kenderaan berat untuk mengurangi terjadinya penumpukan kenderaaan terutama di pusat kota. Pengukuran sifat kerataan lapis permukaan jalan akan bermanfaat dalam usaha menentukan program rehabilitasi dan pemeliharaan jalan. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan skripsi ini adalah mengetahui tebal perkerasan perkerasan lentur dan juga perkerasan kaku serta mendapatkan jenis kontruksi apa yang tepat untuk perbaikan kerusakan pruas jalan abdul haris nasution Sta 0+000 S/D Sta 2+500 Kec. Padangsidimpuan Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Analisa Komponem dan Metode Bina Marga. Dari hasil analisis data, dapat di ambil kesimpulan untuk tebal pekerasan yang dibutuhkan pada ruas jalan abdul haris nasution Sta 0+000 S/D Sta 2+500 Kec. Padangsidimpuan Tenggara, yaitu : jika menggunakan perkerasan lentur maka tebal lapisan yang di butuhkan yaitu : lapisan permukaan 15 cm, lapisan pondasi atas 20 cm dan lapisan pondasi bawah 10,00 cm, sedangkan menggunakan perkerasan kaku maka tebal lapisan yang di butuhkan yaitu : lapisan permukaan beton 20 cm dan lapisan pondasi bawah 10,00 cm. Untuk jenis kontruksi perkerasan jalan yang digunakan adalah perkerasan kaku sesuai dengan jenis jalan yang ditinjau jalan arteri atau kelas khusus yang berfungsi untuk melayani angkutan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak jauh dan kecepatan rata-rata tinggi.
Analisa Kerusakan Jalan Pada Ruas Jalan Angkola Julu Rimba Soping Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu Erninda Dabukke; Ahmad Rafii; Afniria Pakpahan
STATIKA Vol. 6 No. 2 (2023): Statika Vol 6 No 2 September 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v6i2.1607

Abstract

Jalan raya saat ini sering mengalami kerusakan dalam waktu relatif sangat pendek baik jalan yang baru dibangun maupun jalan yang baru diperbaiki. Kerusakan jalan saat ini menjadi masalah yang sering terjadi, dimana beberapa pihak mengatakan kerusakan dini pada badan jalan diantaranya disebabkan oleh pelaksanaan jalan yang didesain dengan kualitas dibawah standar dan kenderaan dengan muatan berlebih. Salah satu penyebab kerusakan jalan yaitu drainase yang tidak berfungsi dengan baik sehingga pada musim hujan air akan mengalir ke badan jalan. Kenderaan berat yang melintas di jalan tersebut terutama pada saat musim proyek untuk pengambilan material. Oleh karena itu, kondisi jalan sangat berpengaruh bagi kenyamanan dan keselamatan setiap pengguna jalan. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui jenis kerusakan apa saja yang terjadi serta persentase kerusakan di ruas jalan angkola julu rimba soping kecamatan padangsidimpuan angkola julu serta pemeliharaannya. Kerusakan jalan di analisa dengan menggunakan metode manual kapasitas jalan indonesia. Hasil analisis data dapat diambil kesimpulan yaitu jalan berlubang (21,73 %), retak memanjang (11,05 %), retak buaya (7,6 %), bergelombang (9,5 %), Amblas (5,7 %). Kerusakan jenis lubang (pathole) adalah yang paling parah dengan persentase 21,73 % sedangkan kerusakan yang paling rendah adalah amblas dengan 5,7 %. Metode MKJI juga merekomendasikan tindakan pemeliharaan dan perawatan yang ditentukan berdasarkan nilai kondisi jalan yang diperoleh dari hasil analisis data yang dipakai sebagai indikator dari tipe dan tingkat besarnya pekerjaan perbaikan yang akan dilakukan
Sosialisasi Wisata Edukasi Bagas Godang Pijorkoling Terintegrasi Dengan Biologi Siregar, Ali Padang; Kasmawati; Tambunan, Elissa Evawani; Mahrani; Ahmad Rafii; Hsb, Putri Nadya
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Radisi Vol 4 No 1 (2024): April
Publisher : Yayasan Kajian Riset dan Pengembangan RADISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/pkmradisi.v4i1.392

Abstract

Educational tourism is tourism related to learning. One of the tours used is Bagas Godang Pijorkoling. The lack of promotion in this case has caused Bagas Godang Pijorkoling to be less well known to the public. The method used is using situation analysis related to observations made on objects, preparation, namely using interview instruments which will later be used during implementation, carrying out socialization about educational tourism and evaluation to see participant responses. The results obtained were that the Bagas Godang socialization activity provided a positive response to the socialization participants so that this socialization was said to be successful. This socialization participant also hopes that with this activity it will be realized that Bagas Godang will be used as an educational tourist attraction in Padangsidimpuan City to improve the standard of living of the surrounding community