Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH PERLAKUAN PINCHING DAN MATERI PEMECAH DORMANSI (KNO3 Dan BAP) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) ‘KRISTAL’ Widyastuti, RA Diana; Utomo, Setyo Dwi; Pangaribuan, Darwin H; Sanjaya, Purba; Agustin, Widia
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.9932

Abstract

Perbaikan keragaan bibit tanaman jambu biji Kristal dapat diperbaiki dengan aplikasi pinching dan pemberian materi pemecah dormansi (KNO3 dan BAP). Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh pinching terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman buah jambu biji ‘Kristal’.(2)Mengetahui pengaruh perlakuan KNO3 dan BAP (Benzyl Amino Purine) terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman buah jambu biji ‘Kristal’.(3)Mengetahui interaksi antara pinching dan materi pemecah dormansi terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman buah jambu biji ‘Kristal’.  Penelitian ini dilaksanakan di lahan Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung dari bulan Maret 2021 hingga Juli 2021.  Perlakuan disusun secara faktorial (2x3) dalam rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang diulang sebanyak 4 kali.  Faktor pertama (P) pinching yang terdiri atas dua taraf , (P1) dengan pinching dan (P2) tanpa pinching.  Faktor kedua Materi Pemecah Dormansi (MPD) (M) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu (M1) tanpa zat pemecah dormansi, (M2) MPD KNO3, dan  (M3) MPD BAP.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Jumlah tunas baru dipengaruhi oleh pinching lebih banyak dibandingkan dengan tanpa pinching dengan selisih 0,31.  Panjang tunas baru dipengaruhi oleh pinching lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa pinching dengan selisih 3,22 cm. (2)Jumlah cabang dipengaruhi oleh BAP lebih banyak dibandingkan dengan tanpa materi pemecah dormansi dengan selisih 0,28 cabang. (3)Jumlah tunas baru dipengaruhi oleh pinching dan materi pemecah dormansi BAP.  Jumlah tunas baru terbanyak ditunjukkan oleh perlakuan pinching + BAP dengan jumlah 5,41, sedangkan kontrol 4,67 (selisih 0,74).
PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI DARI EKSTRAK LIDAH BUAYA TERHADAP KEBERHASILAH PENYETEKAN JAMBU AIR (Syzygium aqueum Burm.f. Alston) VARIETAS CITRA DAN MADU DELI Ariyanto; Widyastuti, RA Diana; Agus Muhammad Hariri; Rugayah
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i3.11485

Abstract

Varietas jambu air yang populer di Indonesia diantaranya Citra dan Madu Deli karena memiliki citarasa manis dan warna memikat. Salah satu metode perbanyakan jambu air untuk mendapatkan bibit unggul dan berkualitas adalah melalui penyetekan. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi zpt dari ekstrak lidah buaya terbaik dan jenis varietas jambu air untuk keberhasilan penyetekan jambu air, serta interaksi konsentrasi ekstrak lidah buaya dengan jenis varietas terhadap keberhasilan penyetekan jambu air. Penelitian dilaksanakan pada Februari-Juni 2024 di RK Laboratorium Lapangan Terpadu, Universitas Lampung. Penelitian ini memakai RAK perlakuan faktorial (2x4).  Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak lidah buaya 0% (K0), 25% (K1), 50% (K2), dan 75% (K3). Faktor kedua adalah varietas jambu air yang terdiri dari 2 varietas, yaitu Citra (P1) dan Madu Deli (P2). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sekaligus sebagai kelompok. Homogenitas ragam menggunakan Uji Bartlett dan aditivitas dengan Uji Tukey. Data yang sudah homogen dan aditif selanjutnya dilakukan analisis ragam (Anara) dan dilakukan Uji Kontras dan Ortogonal Polinomial. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ekstrak lidah buaya dapat meningkatkan pada semua variabel pengamatan, jenis varietas jambu air tidak menunjukan perbedaan pada semua variabel pengamatan, serta terdapat interaksi antara konsentrasi ekstrak lidah buaya dengan varietas pada panjang akar dan luas sebaran permukaan akar.