Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Revitalisasi Dermaga sebagai Sarana Penunjang Wisata Religi Sidoarjo Sulistiyowati, Dewi; Usada, Untung; Sugianti, Wiwik Wahyu; Wulandari, Lucia Putri; Putra, Restu Frandana; Mayangsari, Dhevita; Aini, Ella Nur; Tamimah, Miqoy; Ramamustaria, Bagas Maulana; Fitriana, Riezca Nur
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 3 No. 2 (2025): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/d3wts648

Abstract

Revitalisasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dimaknai sebagai proses, cara, perbuatan menghidupkan atau menggiatkan kembali’ suatu hal yang kuang berdaya. Revitalisasi dilakukan pada dermaga yang ada di Depo pemasaran Ikan Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode kualitatif, yang dilaksanakan melalui dua teknik utama. Observasi langsung di lapangan, dilakukan untuk mengamati secara detail kondisi fisik dermaga serta kegiatan yang berlangsung di sekitarnya. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dipaparkan maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan revitalisasi dermaga sebagai sarana penunjang wisata religi Sidoarjo dapat dilakukan pada dermaga yang ada di Depo pemasaran Ikan Sidoarjo. Sehingga sarana yang ada pada didermaga Depo pemasaran Ikan Sidoarjo dapat terpenuhi dan terawat. Revitalization in the Big Indonesian Dictionary is defined as the process, method, or act of reviving or reinvigorating a powerless thing. Revitalization is carried out on the dock at the Sidoarjo Fish Marketing Depot. The method used in this community service activity is a qualitative method, which is carried out through two main techniques. Direct observation in the field, carried out to observe in detail the physical condition of the dock and the activities that take place around it. Based on the results and discussion that have been presented, it can be concluded that the pier revitalization activities as a means of supporting Sidoarjo religious tourism can be carried out on the pier at the Sidoarjo Fish Marketing Depot. So that the existing facilities at the Sidoarjo Fish Marketing Depot dock can be fulfilled and maintained.
Pengukuran Kinerja Organisasi dengan Menggunakan Integrasi Metode Balanced Scorecard dan Analythical Hierarchy Process Fauzia, Yunia; Usada, Untung
Nusantara Technology and Engineering Review Vol. 1 No. 1 (2023): Nusantara Technology and Engineering Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/nter.v1i1.1069

Abstract

Kebutuhan persyaratan jasa pelayanan di bidang Universitas Perguruan Tinggi setiap tahun terus meningkat menyebabkan sebuah lembaga pendidikan melakukan peningkatan kinerja organisasi, keselarasan tujuan kelompok dan individu dalam organisasi. Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo sebagai penyedia jasa pada lembaga pendidikan tentunya merencanakan peningkatan agar menjadi lebih baik dengan menggunakan alternatif pengukuran kinerja. Pada penelitian ini tentang pengukuran kinerja Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo dengan metode BSC (Balanced Scorecard) yang bertujuan untuk menggabungkan antara ukuran kinerja keuangan dan non keuangan. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan periode pengamatan pada tahun 2019 sampai dengan tahun 2021, tujuan dilakukan penelitian tersebut dengan mengoptimalisasi manajemen pengolahan agar dapat bersaing dengan universitas negeri maupun swasta. Pada penelitian ini membahas bagaimana menjalankan balance scorecard, terdapat beberapa topik yang dibahas diantara lain yaitu menentukan tujuan strategis, ukuran target, inisiatif, dan mengimplementasikan BSC pada lembaga pendidikan. Berdasarkan sistem pengukuran kinerja tersebut dapat menentukan berbagai kebutuhan yang ada dalam mewujudkan suatu peningkatan kinerja pada empat perspektif dalam Balanced Scorecard. The need for service requirements in the University and Higher Education sector continues to increase yearly, causing educational institutions to improve organizational performance alignment of group and individual goals. Nahdlatul Ulama Sidoarjo University, as a service provider to educational institutions, is planning improvements to enhance it by using alternative performance measurements. This research is about measuring the performance of Nahdlatul Ulama University Sidoarjo using the BSC (Balanced Scorecard) method, which aims to combine financial and non-financial performance measures. The approach to this research uses qualitative research with an observation period from 2019 to 2021. This research seeks to optimize processing management to compete with state and private universities. This research discusses how to run a balanced scorecard; several topics are discussed, including determining strategic goals, target measures, initiatives, and implementing BSC in educational institutions. Based on this performance measurement system, various needs can be selected to increase performance in the four perspectives in the Balanced Scorecard.
Peningkatan Pengendalian Kualitas Produk Roti dengan Penerapan Metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dan FTA (Fault Tree Analysis) di Home Industry Afiyanto, Mohammad Reza; Usada, Untung
Nusantara Technology and Engineering Review Vol. 2 No. 1 (2024): Nusantara Technology and Engineering Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/nter.v2i1.1232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cacat, penyebabnya dan juga memberikan solusi yang tepat untuk menekan angka kecacatan produksi. Metodologi yang digunakan adalah menggunakan failure mode and effect analysis (FMEA) untuk mengetahui jenis kegagalan, potensi efek kegagalan, penyebab kegagalan, mode deteksi, dan menentukan nilai RPN (Risk Priority Number). Langkah selanjutnya adalah menerapkan fault tree analysis (FTA) untuk mengidentifikasi akar permasalahan produksi, dengan temuan tiga jenis cacat utama: penjamuran (RPN 224), gosong (RPN 180), dan tidak mengembang (RPN 100). Usulan perbaikan meliputi memberikan istirahat yang cukup dan pengawasan pada karyawan, menghitung ulang beban adonan sebelum pengadukan, dan meningkatkan sirkulasi udara di tempat penyimpanan. This research aims to determine the types of defects and their causes and provide appropriate solutions to reduce the number of production defects. The methodology used is failure mode and effect analysis (FMEA) to determine the type of failure, potential failure effects, causes of failure, detection mode, and the RPN (Risk Priority Number) value. The next step was to apply fault tree analysis (FTA) to identify the root causes of production problems, with the discovery of three main types of defects: moulding (RPN 224), burning (RPN 180), and not expanding (RPN 100). Proposed improvements include providing adequate rest and supervision to employees, recalculating dough loads before mixing, and increasing air circulation in storage areas
STRATEGI GREEN PRODUCT GUNA MENINGKATKAN KINERJA USAHA KECIL MENENGAH BERBASIS RAMAH LINGKUNGAN Usada, Untung; Murni, Arie Widya
Journal of Research and Technology Vol. 6 No. 1 (2020): JRT Volume 6 No 1 Jun 2020
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jrt.v6i1.138

Abstract

Small and Medium Enterprises (SME) product innovation in order to support the concept of green products must be able to convince consumers. Product innovations which have been made that are not in accordance with the tastes of consumers, so the goods are less attractive to consumers. SMEs have difficulties in adjusting products that are environmentally friendly and acceptable to consumers. The high cost in innovating also results in SMEs who hesitate to modify the product. This study aimed to determine, describe, and analyze the effect of green products on the performance of SMEs in Sidoarjo. The first stage was to map green product criterias that affect the performance of environmentally-based SMEs, then analyse the effect of green products on the performance of environmentally-based SMEs. The method used in determining this effect was Partial Least Square (PLS). From the results of data processing, there were factors that influence the performance of environmentally friendly SMEs, namely the green product factor. Then a critical success factor analysis was carried out on the green product factor to determine the strategies that must be taken by environmentally friendly SMEs. The results of the analysis obtained strategy recommendations in improving the performance of SMEs were the strategy of selecting raw materials, choosing energy sources, using the amount of raw materials, and choosing product packaging materials. The strategy was in the context of developing environmentally friendly SMEs so they can improve SME competitiveness.
Pelatihan Pemasaran Modern dan Inovasi Produk Kerajinan Bordir Berbasis Konsumen di Tanggulangin Sidoarjo Usada, Untung; Rahmayanti, Ardhana; H, Laily; Zulfan Amrullah; Ruhaini
Journal of Science and Social Development Vol. 6 No. 1 (2023): Journal of Science and Social Development
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jossd.v6i1.959

Abstract

Home industry kerajinan bordir di Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo mulai bangkit, dan kondisi inilah yang harus ditangkap oleh perajin. Perlu adanya usaha yang lebih keras untuk membangkitkan citra Tanggulangin agar para pelanggan dan konsumen baru datang ke industry kerajinan Tanggulangin. Oleh karena itu, perlu adanya bantuan dan stimulus dari Akademisi untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh perajin home industry kerajinan bordir di Tanggulangin dengan memberikan pelatihan dan pendampingan. Sehingga tujuan dari program ini adalah memberikan transfer knowledge bagi perajin bordir di Tanggulangin dengan cara : meningkatkan pemahaman perajin bordir tentang konsep pemasaran modern, menciptakan inovasi produk kerajinan bordir dan menciptakan packaging yang sesuai dengan produk yang dihasilkan. Metode yang dilaksanakan dalam program ini adalah memberikan pelatihan strategi pemasaran modern, pelatihan inovasi produk kerajinan bordir dan pelatihan pembuatan packaging serta pendampingan untuk setiap program yang diberikan. Hasil dari program ini adalah perajin bordir mampu memasarkan produknya secara modern dan inovatif
Pendampingan Pengembangan Produksi pada Peternak Ikan Lele dan UMKM Pembuat Kerupuk Turunan Ikan Lele Usada, Untung
Journal of Science and Social Development Vol. 6 No. 2 (2023): Journal of Science and Social Development
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jossd.v6i2.1122

Abstract

Peternak ikan lele sebagai pensuply bahan bagi Home Industri krupuk lele didaerah Sidoarjo dalam kegiatan pengabdian dengan dijadikan mtra kegiatan. Dalam menjalankan usahanya, kedua Mitra mengalami permasalahan yang harus diselesaikan baik dalam aspek produksi, keuangan, produk, pemasaran maupun budidaya lele. Permasalahan tersebut adalah keterbatasan modal, menajemen keuangan masih belum terstruktur, waktu proses produksi lama dikarenakan pemotongan krupuk lele mentah dengan pisau dan pembuatan adonan dilakukan manual. Home Industri krupuk lele belum bisa memasarkan produknya ke Toko ternama karena belum mempunyai sertifikat Pangan dan Industri Rumah Tangga dari Dinas Kesehatan. Pengetahuan kedua Mitra mengenai strategi pemasaran khususnya online masih kurang. Pengetahuan Sumber Daya Manusia (SDM) Peternak ikan lele mengenai budidaya ikan lele khususnya pembuatan pakan alternatif masih kurang. Tim mengadakan pendampingan untuk mengatasi permasalahan hanya pada aspek produksi, produk, pemasaran, dan budidaya lele. Hal ini bertujuan agar ada peningkatan kualitas dan pendapatan Mitra. Tim melakukan pengadaan mesin pemotong krupuk lele, mesin pencampur adonan untuk Peternak ikan lele. Tim juga membuatkan desain kemasan dan mengurus sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) ke Dinas Kesehatan Sidoarjo. Tim melakukan pelatihan pemasaran (strategi pemasaran) khususnya online untuk kedua Mitra dan pembuatan blogs dengan alamat www.krupukleleblog.wordpress.com untuk Peternak ikan lele. Tim melakukan pengadaan mesin pembuat pakan seperti pellet untuk Peternak ikan lele. Setelah dilakukan pendampingan tersebut, manfaat yang didapat Mitra antara lain proses produksi lebih cepat, kualitas krupuk lebih bagus, lebih mudah memasarkan, pengetahuan mengenai strategi pemasaran bertambah dan dapat membuat pakan alternatif sendiri sehingga biaya produksi rendah.
Sosialisasi Daur Ulang Sampah dan Pembuatan Kompos kepada Masyarakat MAN Sidoarjo dan SMK Al-Aziziyah Candi Sidoarjo Lestari, Heni; Putri, Safira Adelia; Fitrianah, Listin; Irfanudin, Achmad Ali; Maulana, Micola Miftach; Usada, Untung; Sumiyarsono, Elmi; Efendi, Ma'ruf; Mas'ud, Muchamad Ali; Prayoga, Renaldy Dimas; Yusuf, Mochammad; Aditya, Muhammad Zaki; Syah, Aly Mulid
Journal of Science and Social Development Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Science and Social Development
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jossd.v7i1.1217

Abstract

Organic waste can be reprocessed into compost. Compost can be made using several methods. One composting method is the Takakura method. This method has advantages compared to other methods, namely 1) it is practical, does not require a large location, the basket can be placed anywhere as needed, 2) it is easy because the waste is only put and buried in the composter, 3) it does not smell, because the process is through fermentation, not rotting. The aim of holding this training is to increase students' knowledge and skills in managing organic waste into compost so that they can reduce the amount of waste and create a cleaner andhealthier environment. The activities carried out include socializing waste sorting and making compost, handing over trash bins, making compost, maintaining compost, applying compost to planting media and monitoring the results of compost applicationto planting media.
Inovasi Produksi, Diversifikasi Inovasi Produk, dan Digital Marketing Kelompok UMKM Tempe di Desa Sepande Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo Fathulloh, Muhammad; Setiarno, Dandi Ari; Haq, Adam Rifqi Arinal; Kurniawan, Bagas; Ardiansyah, Muhammad Hilmidias; Permadani, Panji; Setyawan, Rizky Kurnia; Irwansyah, Mochammad Teguh; Latif, Nashorudin; Rahmadini, Annisa Lailatul; Fatwa, Ibrahim; Putra, Ringga Bagaskara; Setiawan, Mochammad Rendy Agus; Prakoso, Ardika Budi; Usada, Untung
Journal of Science and Social Development Vol. 7 No. 2 (2024): Journal of Science and Social Development
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jssd.v7i2.1521

Abstract

Sepande Village is one of the villages located in Sidoarjo Regency Candi District which has more potential in the field of MSME making tempeh. The lack of variations of products and marketing that is still simple is an obstacle for MSMEs to improve the economy. Developing product variations and digital marketing management for MSME actors is needed. Therefore, through the program of increasing the capacity of Ormawa, the villagers of Sepande can utilize the potential of products and digital marketing to create businesses that benefit the residents of Sepande Village. The activities carried out with partners are developing production innovations by making production tools (mixing), developing products to create new product variants, and making digital marketing applications to increase the marketing potential of MSMEs in Sepande Village
Application of Machine Learning for Early Detection of Defective Batik Products Using the Logistic Regression Algorithm Usada, Untung
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 11, No 2 (2025): December 2025 (in Press)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v11i2.38543

Abstract

The MSME-scale batik industry in Sidoarjo plays a vital role in the regional economy, but product quality consistency remains a challenge due to variations in production processes and the minimal application of data-driven quality control. This research develops a batik product defect prediction model using the Logistic Regression algorithm as an accurate and easily interpretable Machine Learning approach. The dataset consists of 1,250 observations collected over three months of production, covering variables such as dyeing temperature, wax temperature, dye concentration, dipping duration, room humidity, drying duration, operator experience, stamping pressure, and number of products per shift. The results indicate that the Logistic Regression model performs very well, achieving an accuracy of 86.4% and an AUC of 0.91. The variables that most significantly influence defects are room humidity, dyeing temperature, operator experience, and stamping pressure. These findings form the basis for developing a data-driven quality control system that can help MSMEs establish optimal process parameters, manage production capacity, and improve operator skills. This research proves that the Machine Learning approach can be effectively applied in the MSME context with significant practical and operational benefits. Keywords: Machine Learning, Logistic Regression, Batik MSMEs, Prediction Model
Transformasi Kelompok Ternak Menuju Usaha Berdaya Saing melalui Pelatihan Pembuatan Silase, Manajemen Usaha, dan Pemasaran Online Novie, Muhafidhah; Usada, Untung; Fahriani, Dian
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20971

Abstract

Pendahuluan: Kelompok ternak memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan protein hewani sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Namun, tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan pengetahuan dalam pengolahan pakan, manajemen usaha, serta strategi pemasaran yang adaptif terhadap era digital. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelompok ternak melalui tiga program utama, yaitu: (1) pelatihan pembuatan pakan silase, (2) pelatihan manajemen usaha dan keuangan, serta (3) pelatihan pemasaran online. Metode: Pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, praktik langsung, diskusi kelompok, dan pendampingan. Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok ternak dalam mengolah pakan hijauan menjadi silase berkualitas, memahami pencatatan keuangan sederhana, serta memanfaatkan platform digital untuk promosi dan penjualan produk. Kesimpulan: Pelatihan ini berhasil meningkatkan kapasitas kelompok ternak melalui pelatihan pembuatan silase, manajemen usaha, dan pemasaran online.