Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Sevoflurane Insufflation Technique in Retinopathy of Prematurity Patients Underwent Intraocular Laser Photocoagulation: A Serial Case Report Muhamad Adli; Irawati, Dian; Fitri Yadi, Dedi
Majalah Anestesia & Critical Care Vol 42 No 1 (2024): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (PERDATIN) / The Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Care (INSAIC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55497/majanestcricar.v42i1.313

Abstract

Introduction: Retinopathy of Prematurity (ROP) is a developmental abnormality of the retina and vitreous due to abnormal angiogenesis. The anesthetic considerations in the preterm neonate were based on the physiological immaturity of the various organ systems, associated congenital disorders, which may result in poor tolerance to anesthetic drugs, and also considerations regarding the use of high oxygen concentrations. Case Illustration: We are reporting six cases of ROP patients who underwent intraocular laser photocoagulation under Volatile Induction and Maintenance Anesthesia (VIMA) using a nasal cannula. The youngest patient at the time of the procedure was 32 weeks postmenstrual age, and the oldest patient was 36 weeks postmenstrual age, with the lowest weight of 1480 grams and the highest weight of 2770 grams. A gas mixture of oxygen, nitrous oxide, and 3-5 vol% sevoflurane was delivered through a nasal cannula delivered from an anesthesia machine for anesthesia induction and maintenance throughout the procedure. The anesthesia effect was achieved less than five minutes after gas mixture delivery in all patients. Five of six patients showed satisfactory results without any serious adverse effects during and after the procedures, and one of the patients was intubated due to repeated apnea and conversion of the surgical procedure from intraocular laser photocoagulation to vitrectomy. There was no adverse event observed after the procedure. Conclusion: The Effective induction and maintenance of anesthesia achieved through sevoflurane insufflation via nasal cannula suggest its viability as a practical and opiod-free alternative for volatile induction and maintenance anesthesia in pediatric procedures.
Kualitas Gender di Desa Karang Jeruk Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto Priyanti, Sari; dwi syalfina, Agustin; irawati, Dian
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 5, No 2 (2019): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Oktober 2019
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.712 KB) | DOI: 10.29241/jmk.v5i2.148

Abstract

ABSTRAK Gender merupakan perbedaan antara laki-laki dan perempuan tidak hanya dilihat dari jenis kelamin secara fisik tapi didasarkan peran dan tanggung jawab yang terbentuk karena adat istiadat yang berkembang di masyarakat. Kesetaraan gender penting diperhatikan dalam meningkatkan derajat kesehatan wanita terutama kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas gender. Penelitian menggunakan jenis epidemiologi deskriptif berlokasi di Desa Karang Jeruk Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto. Sampel yang diperoleh 70 ibu dengan teknik purposive sampling. Data diolah dengan teknik univariat menggunakan SPSS. Hasil penelitian diperoleh kualitas gender kuarng baik di Desa Karang Jeruk Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto sebesar 44.3%. hal ini disebabkan masih ditemukan respondentidak mampu memenuhi kebutuhan kesehatan dan memiliki perbedaan menu makan karena keterbatasan pendapatan keluarga, masih mempercayai mitos yang bisa mengganggu kesehatan. pernah mendapatkan tindakan kekerasan, tidak memiliki ijin dari suami untuk melakukan kegiatan diluar rumah, tidak memiliki wewenang dalam pengaturan keuangan keluarga.Kata kunci: Kualitas, Gender, Perempuan
Manajemen Kebidanan Pada Ibu Bersalin Dengan Retensio Plasenta Dwi Syalfina, Agustin; Priyanti, Sari; irawati, Dian
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 7, No 2 (2021): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Oktober 2021
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.517 KB) | DOI: 10.29241/jmk.v7i2.614

Abstract

Retensio plasenta merupakan kondisi perlengketan plasenta atau belum lahir lebih dari 30 menit setelah bayi lahir karena elastisitas uterus yang menurun dan kontraksi. Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian retensio plasenta antara lain paritas, usia, jarak kehamilan, anemia, kondisi social ekonomi, rahim yang besar, Riwayat komplikasi pada kehamilan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tanda gejala dan penanganan ibu bersalin dengan retensio plasenta. Penelitian ini merupakan penelitian epidemiologi deskriptif dengan pendekatan case report. Teknik pengumpulan data dengan melakukan pendampingan continue of care mulai dari kehamilan sampai dengan pemakaian kontrasepsi serta memberikan asuhan kebidanan melalui kunjungan rumah. Asuhan persalinan pada ibu dilakukan selama pendampingan di tempat praktik bidan yayuk siswatiningsih. Ny “S” mengalami komplikasi pada kala III yaitu retensio plasenta karena plasenta lebih dari 30 menit belum lahir. Penatalaksanaan yang dilakukan dengan melakukan pemasangan infus, menyuntikkan oksitosin 10 IU secara IM dam melakukan plasenta manual. Plasenta bisa dilahirkan secara manual, setelah itu bidan mengajarkan massage pada uterus kepada ibu dan keluarga untuk mengendalikan kontraksi tetap adekuat. Asuhan kebidanan yang dilakukan pada Ny “ S” berhasil dilakukan dengan baik sehingga tidak terjadi perdarahan. Faktor risiko yang dimiliki Ny ”S” yang meningkatkan kejadian retensio plasenta adalah obesitas. Petugas Kesehatan dan masyarakat diharapkan mampu mendeteksi komplikasi sedini mungkin sejak kehamilan sehingga mampu dilakukan pencegahan dengan cepat. 
Determinant Factors Of Anemia During Pregnancy Nurhasanah, Rifaatun; Yuliani, Farida; Wari, Fitria Edni; Irawati, Dian
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i12.18534

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi selama kehamilan. Anemia dapat meningkatkan risiko IUGR, prematuritas, penyakit infeksi, perdarahan pascapersalinan, bahkan kematian ibu dan bayi.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional di Puskesmas Brondong. Sampel penelitian sebanyak 46 ibu hamil trimester III yang diambil secara simple random sampling. Kriteria inklusi adalah ibu hamil trimester III, sedangkan kriteria eksklusi adalah ibu hamil yang menolak menjadi responden dan sudah pernah melahirkan sebelum pengambilan data. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober 2022 sampai dengan Januari 2023. Analisis statistik dilakukan dengan uji chi square dengan tingkat signifikansi α = 0,05.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko kejadian anemia adalah jarak kehamilan (nilai p = 0,002, OR 0,12) dan konsumsi suplemen zat besi secara teratur (nilai p = 0,001, OR 0,86). Tidak terdapat pengaruh paritas terhadap kejadian anemia (nilai p = 0,31).Kesimpulan: Terdapat pengaruh jarak kehamilan dan keteraturan konsumsi zat besi terhadap kejadian anemia.Saran: Bagi petugas kesehatan dan kader kesehatan agar memberikan promosi kesehatan untuk mencegah anemia, seperti memberikan pendidikan kesehatan tentang jarak kehamilan, keluarga berencana, dan manfaat pentingnya mengkonsumsi suplemen zat besi pada ibu hamil. Kata kunci: anemia, jarak kehamilan, paritas, suplemen zat besi ABSTRACT Background: Anemia is a health problem that often occurs during pregnancy. It can increase the risk of IUGR, prematurity, infectious diseases, postpartum hemorrhage, and even maternal and infant mortality.Objective: The aim of this study was to identify determine the factors on incidence of anemia in pregnant women.Methods: A cross-sectional study was carried out at Brondong Community Health Care. 46 third trimester pregnant women taken by simple random sampling. Inclusion criteria was third trimester pregnant women, exclusion criteria were they refused to be respondents and already had given birth prior data collection. Data collection was took place from October 2022 to January 2023. Statistical analyses carried out by chi square test with significant level of α = 0.05.Results: The results showed that risk factors on incidence of anemia were pregnancies space (p value = 0.002, OR 0,12) and regular consumption of ferrous supplements (p value = 0.001, OR 0.86). There wasn’t effect of parity on incidence of anemia (p value = 0,31).Conclusions: There was effect of pregnancy space and regular consumption of ferrous on incidence of anemia.Suggestion: Health provider, health workers, and cadres would provide health promotion to prevent anemia, such as providing health education about pregnancy spacing, family planning, and the aventages of consuming ferrous supplements in pregnant women. Keywords : anemia, ferrous supplements, parity, pregnancy space 
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP AKTIVITAS FISIK PADA REMAJA Agustin Dwi Syalfina; Elyana Mafticha; Aisyah Dewani Putri; Dian Irawati; Sari Priyanti; Wiwit Sulistyawati
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 13 No 2 (2024): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v13i2.2825

Abstract

Aktivitas fisik yang tidak dilakukan secara rutin dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit tidak menular, salah satunya yaitu penyakit jantung, stroke, hipertensi, obesitas, dan diabetes mellitus. World Health Organization (WHO) memperkirakan lebih dari 80% populasi remaja di dunia kurang aktivitas secara fisik dan di Indonesia proporsi aktivitas fisik kurang yaitu 35,5% pada usia ≥10 tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik pada remaja di MAN 2 Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional, dengan teknik proportionate stratified random sampling yang jumlah sampelnya 126 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner yang dibuat oleh peneliti dan diisi oleh responden. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan uji statistik untuk dianalisa dengan uji chi square dengan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 64,3%, sebagian besar responden dengan motivasi negatif sebanyak 52,4%, sebagian besar responden dengan dukungan teman positif sebanyak 51,6%, sedangkan hampir setengahnya responden dengan aktivitas fisik ringan sebanyak 36,5%. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa ada pengaruh jenis kelamin dengan aktivitas fisik (p value 0,000), ada pengaruh motivasi dengan aktivitas fisik (p value 0,000), dan ada pengaruh dukungan teman dengan aktivitas fisik (p value 0,000). Jenis kelamin, motivasi, dan dukungan teman berpengaruh dengan aktivitas fisik.
Analisis Pola Makan Dan Penggunaan Kontrasepsi Sebagai Faktor Risiko Obesitas Pada Pekerja Wanita Syalfina, Agustin Dwi; Mafticha, Elyana; Irawati, Dian; Septin, Ayu Khoiriyatul; Priyanti, Sari; Sulistyawati, Wiwit
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 11, No 1 (2025): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2025
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v11i1.2190

Abstract

Obesitas adalah salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia yang tidak hanya terjadi di negara maju tetapi juga negara berkembang. Obesitas banyak terjadi pada perempuan tidak terkecuali pada pekerja. Obesitas dapat menimbulkan beberapa penyakit seperti diabetes tipe 2, strok, penyakit jantung, dan sejumlah kanker sampai menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi dengan kejadian obesitas pekerja wanita di PT “IS” Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan crossectional, dengan teknik sampling propotionate to size random sampling yang jumlah sampelnya 120 responden. Data yang terkumpul diolah menggunakan uji statistik untuk dianalisa dengan uji chi square dengan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden dengan pola makan tidak sesuai sebanyak (71,7%), sebagian besar responden menggunakan kontrasepsi hormonal sebanyak (64,2%), sebagaian besar responden mengalami obesitas sebanyak (69,2%) . Hasil uji chi square menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pola makan terhadap kejadian obesitas (p value 0,000; PR= 5,798; 95%CI = 2,442-13,770), dan ada pengaruh yang siginifikan antara penggunaan kontrasepsi terhadap kejadian obesitas (p value 0,000; PR=5,175; 95%CI = 2,249-11,908). Pola makan dan penggunaan kontrasepsi berpengaruh signifkan terhadap kejadian obesitas pekerja wanita.
Factors Influencing Patient Satisfaction in the KIA Unit Priyanti, Sari; Safitri, Citra Adityarini; Syalfina, Agustin Dwi; Sulistyawati, Wiwit; Irawati, Dian; Sukarsih, Anik
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol. 11 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The quality of midwifery services has three main components: patient care, technical quality, and customer quality. Service quality refers to non-healthcare aspects of care and reflects the patient's experience with the healthcare system, including the relationship between the client and the provider and the standard of facilities. Service satisfaction is now a usual way to check how good healthcare is. This study looked at how midwifery services at the Jeruk Community Health Center in Pacitan Regency affected how satisfied patients were. The study used a cross-sectional method to look at the data. It took place at the Jeruk Community Health Center in Pacitan Regency in January 2024. A total of 125 people got a 3-month injection. From these, 54 were chosen as participants through simple random sampling. Information was collected using a questionnaire. The data was analyzed using a chi-square test. The results showed Midwifery services on patient satisfaction are an indicator of the Community Health Center's success in providing services. Therefore, the performance of both health workers and other supporting staff needs to be maintained and further improved to improve health services at the Jeruk Community Health Center in Pacitan Regency.
Penetapan Kadar Kafein pada Teh Oolong (Camellia Sinensis) dengan Metode Titrasi Bebas Air Irawati, Dian; Styawan, Anita Agustina; Nurhaini, Rahmi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teh telah dikonsumsi sebagai minuman selama hampir 2000 tahunyang lalu dimulai di Cina, minuman ini dibuat dengan menyeduh daundan kuncup muda pohon teh (Camellia sinensis) didalam air panas.Teh mengandung banyak senyawa yang berkhasiat untuk tubuh sepertikafein. Teh Oolong adalah teh hasil semioksidasi enzimatis atau tidakbersentuhan lama dengan udara saat diolah. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis dan mengetahui kadar kafein pada teh oolong.Metode penelitian yang digunakan adalah observasional. Variabelyang digunakan adalah variabel tunggal yaitu kadar kafein dalam tehoolong (Camellia sinensis). Perlakuan untuk menetapkan kadar kafeinpada teh oolong dengan menggunakan metode titrasi bebas air.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak kafeindari ekstraksi 100 gram simplisia kering teh oolong (Camelliasinensis) yang diambil dari cafe teh “Omah Lor” Kemuning, yangberada di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, KabupatenKaranganyar. Sampel diuji secara kualitatif menggunakan reaksimurexid. Kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan metodeTitrasi Bebas Air. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secarakualitatif sampel positif mengandung kafein yang ditandai denganperubahan warna menjadi merah. Secara kuantitatif, rata-rata kadarkafein pada teh oolong sebesar 1,864%. Kesimpulan dari penelitian iniadalah teh oolong secara kualitatif mengandung kafein, dan kadarkafein dalam teh oolong adalah 1,864%. Berdasarkan pemeriksaankuantitatif yang dilakukan diperoleh kadar kafein dalam teh oolongsebesar 1,864%. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa kadarkafein dalam sampel rendah, yaitu sesuai literatur kadar kafein dalamteh sebesar 1,00 – 4,80%.
Consumption of Fe Tablets as a Risk Factor for Anemia in Adolescents Syalfina, Agustin Dwi; Mafticha, Elyana; Priyanti, Sari; Irawati, Dian; Maula, Yolanda Sisca
Media Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Media Kesehatan Masyarakat (April)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/mkm.v5i1.8160

Abstract

Anemia in women of childbearing age, especially adolescent girls, is a nutritional problem that has a long impact on maternal and child health, from pregnancy complications to maternal death and low birth weight babies. Efforts to control and prevent anemia in adolescent girls are carried out through two main activities, including health promotion and the provision of Fe tablets. Fe tablets are consumed by adolescent girls during menstruation and once a week. This study aims to analyze the effect of consuming Fe tablets on anemia in adolescent girls. The type of research used is analytic epidemiological research with cross sectional design. The population is all students at SMPN 1 Trowulan with a sample of 70 students obtained by simple random sampling technique. The data were taken directly at the research site using a questionnaire and a check list instrument and then processed and analyzed using the chi-square test. The results of this study indicate that 80% of respondents do not take Fe tablets during menstruation, 40% do not take Fe tablets once per week, 84.3% are irregular in consuming Fe tablets, there is a significant effect of consuming Fe tablets once per week on anemia. in adolescent girls (p value = 0.017, PR = 3.375, 95% CI = 1.150-9.902). Adolescents who regularly consume Fe tablets once a week will have normal Hb levels. It is expected that health workers will increase socialization about the consumption of Fe tablets during menstruation, distribution of Fe tablets during menstruation
Comparing 0.75% Ropivacaine and 0.5% Levobupivacaine For Peribulbar Blockade In Vitrectomy Surgery Towards Intraocular Pressure Tavianto, Doddy; Aditya, Ricky; Irawati, Dian; Annasya, Aria
Journal of Social Research Vol. 3 No. 5 (2024): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v3i5.2085

Abstract

Peribulbar blockade is a regional anesthetic technique that can be used for vitrectomy surgery. Ropivacaine and levobupivacaine are local anesthetics that have the advantage of a long duration of action and a lower complication rate than bupivacaine. This study aims to find the effect of intraocular pressure from ropivacaine and levobupivacaine. The study design was a double-blind randomized controlled trial on 60 patients underwent vitrectomy at Netra Ophthalmic Clinic Bandung with peribulbar blockade. Twenty-nine subjects received 0.75% ropivacaine and thirty-one subjects received 0.5% levobupivacaine for peribulbar blockade. Assessment of eye intraocular pressure was assessed before the block, 5 minutes, 10 minutes, and 15 minutes. The 0.75% ropivacaine group obtained an average of 4.42mmHg at 15 minutes, while the 0.5% levobupivacaine group averaged 2.33mmHg after 15 minutes after injection. Statistical results obtained p value <0.05 which means significant intraocular pressure of the two drugs. Intraocular pressure of ropivacaine 0.75% lower than levobupivacaine 0.5% in peribulbar blockade in vitrectomy surgery.