Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS IMPULSIVE PADA GEN Z PENGGUNA E-COMMERCE SHOPEE Nur Komariyah; Moh Iqbal Maulana; Afaf Fitriati; Moh. Zaini; Maratus Solihah; Dian Irawati; Hawa Gazani
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 9 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi September
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/tesg1e77

Abstract

Penelitian ini menganalisis perilaku pembelian impulsif pada mahasiswa Generasi Z pengguna e-commerce Shopee. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya popularitas belanja daring yang dipengaruhi promosi, kemudahan akses, dan fitur interaktif platform yang mendorong pembelian tanpa perencanaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tiga mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura sebagai partisipan yang diwawancarai secara semi-terstruktur untuk memperoleh data pengalaman, motivasi, dan kebiasaan belanja. Hasil menunjukkan frekuensi akses yang tinggi ke aplikasi, kecenderungan pembelian spontan, serta antusiasme terhadap promosi seperti flash sale dan gratis ongkir Analisis mengidentifikasi faktor emosional (kesenangan, dorongan sesaat) dan stimulus eksternal (diskon waktu terbatas, tampilan visual menarik, notifikasi promosi) sebagai pemicu utama impulsive buying. Temuan menegaskan kerentanan Generasi Z terhadap konsumsi impulsif yang berpotensi merusak kondisi finansial dan kesejahteraan psikologis apabila tidak diimbangi pengendalian diri. Disarankan pelaksanaan program literasi keuangan, strategi pengelolaan anggaran, dan intervensi edukatif pada lingkungan kampus untuk mengurangi risiko perilaku konsumtif dan mendorong konsumsi yang bertanggungjawab.
Hubungan Pekerjaan Dan Pengetahuan Dengan Ketepatan Kunjungan Ulang KB Suntik 3 Bulan Di Polindes Anyelir Desa Bendung Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto Dian Irawati
MEDICA MAJAPAHIT Vol 5 No 2 (2013): Medica Majapahit
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah faktor pekerjaan dan pengetahuan berhubungan dengan ketepatan kunjunganulang KB sunti 3 bulan di Polindes Anyelir Desa Bendung Kecamatan Jetis Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 65 akseptor yang diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Variabel independen adalah pekerjaan dan pengetahuan akseptor, variabel dependen adalah ketepatan kunjungan ulang. Data di perolaeh dengan menyebarkan kuesioner. Hasil penelitian ini berdasarkan pekerjan sebagian besar akseptor bekerja tidak tepat kunjungan ulang sebanyak 34 akseptor (52%) dan rata-rata pengetahuan repsonden yang tepat melakukan kunjungan KB suntik adalah sebesar 60,83. Penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square untuk melihat hungan pekerjaan dengan ketepatan kunjungan KB suntik dan Mann Whitney untuk melihat hubungan antara pengetahuan dengan ketepatan kunjungan KB suntik 3 bulan. Hasil uji chi square menunjukkan Ï=0,00, artinya ada hubungan antara pekerjaan dengan ketepatan kunjungan ulang, sedangkan untuk pengetahuan di dapatkan hasil uji Mann-Whitney dengan nilai Ï=0,106 yang artinya tidak ada hubungan tingkat pengetahuan dengan ketepatan kunjungan ulang KB suntik. Ketepatan kujungan ulang mempunyai andil besar kesuksesan KB. pekerjaan adalah faktor dominan yang menyebabkan ketidaktepatan akseptor, karena pekerjaan menyita waktu untuk melakukan kunjungan ulang KB suntik, sehingga diharapkan akseptor lebih memperhatikan ketepatan kunjungan ulang KB suntik 3 bulan.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN KONTRASEPSI IUD (INTRA UTERINE DEVICE) DI DESA KARANGJERUK JATIREJO MOJOKERTO Dian Irawati
MEDICA MAJAPAHIT Vol 9 No 2 (2017): Medica Majapahit
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kelahiran merupakan salah satu pentunjuk pertumbuhan penduduk di suatu negara. Angka kelahiran kasar (crude birth rate) di Indonesia pada tahun 2010 menunjukkan angka 22 kelahiran per 1.000 penduduk. Tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia telah mengalami peningkatan dalam 20 tahun terakhir. Antara tahun 1990 dan 2000 sebesar 1,44%, namun antara tahun 2000 dan 2010 sedikit meningkat menjadi 1,49% (SDKI, 2012). Salah satu cara untuk menekan angka kelahiran adalah dengan program keluarga berencana (KB) melalui penggunaan kontrasepsi oleh pasangan usia subur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepi IUD. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Karangjeruk Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto pada tanggal 01 – 31 Mei 2017. Populasi pada penelitian ini adalah akseptor KB aktif pada tahun 2017. Sampel diambil dengan cara simpel random sampling dengan besar sampel sebanyak 91 responden. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan data dianalisis dengan uji regresi logistic dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22% responden memilih kontrasepsi IUD. Hasil uji regresi logistic menunjukkan bahwa faktor penghasilan, paritas, dan pengetahuan mempengaruhi responden dalam memilih alat kontrasepsi IUD. Hasil uji statistic multivariate menunjukkan bahwa faktor pengetahuan merupakan faktor terkuat yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi IUD dengan nilai P sebesar 0.01. Berdasarkan hasil tersebut diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pemahaman pasangan usia subur tentang alat kontrasepsi melalui kegiatan kelas ibu maupun kelas bapak sehingga dapat meningkatakan pemakaian kontrasepsi IUD.
Management of Severe Head Injury Patients with Concurrent Metabolic Disorders, Hyperkalemia, Stage III Acute Kidney Injury, and Suspected Alcohol Intoxication Using Renal Replacement Therapy in ICU Irawati, Dian; Pradian, Erwin
Journal of Society Medicine Vol. 4 No. 11 (2025): November
Publisher : CoinReads Media Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71197/jsocmed.v4i11.239

Abstract

Introduction: Severe head injury (SHI) presents complex challenges, particularly when complicated by metabolic disorders, hyperkalemia, acute kidney injury (AKI), and suspected alcohol intoxication. These conditions necessitate comprehensive management in the Intensive Care Unit (ICU), often incorporating renal replacement therapy (RRT) to address life-threatening complications. This case highlights the multidisciplinary approach required to optimize outcomes in such critical scenarios. Case Description: A 45-year-old male presented to the ICU with SHI following a motor vehicle accident, exhibiting a Glasgow Coma Scale score of 6. Clinical evaluation revealed hyperkalemia (potassium 6.8 mmol/L), stage III AKI (serum creatinine 4.2 mg/dL), and metabolic acidosis. Suspected alcohol intoxication was noted based on clinical history and odor of alcohol. Initial management included neuroprotective measures, mechanical ventilation, and fluid resuscitation. Continuous renal replacement therapy (CRRT) was initiated to manage hyperkalemia and AKI, stabilizing electrolyte imbalances within 48 hours. Neuroimaging confirmed diffuse axonal injury, prompting anticonvulsant therapy and intracranial pressure monitoring. Multidisciplinary care involving neurology, nephrology, and critical care teams facilitated tailored interventions, resulting in gradual improvement in renal function and consciousness over two weeks. Conclusion: Effective management of SHI with concurrent metabolic disorders, hyperkalemia, AKI, and suspected alcohol intoxication requires integrated ICU care and RRT. Early intervention, precise monitoring, and multidisciplinary coordination are critical for improving patient outcomes in such complex cases.
Implementasi upaya promotif pada remaja melalui program literasi kesehatan untuk meningkatkan peran uks di sekolah Maharani, Intan; Mawaddah, Nurul; Aprilliani, Putri Amelia Wahyu; Rohma, Nabila Nuraini; Irawati, Dian
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/3q366r87

Abstract

Latar Belakang: Remaja mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045, tetapi rentan mengalami gangguan kesehatan, sehingga diperlukan upaya promotif baik di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Upaya promotif di lingkungan sekolah dapat dilakukan dengan mengoptimalkan peran UKS (usaha kesehatan sekolah). Pendidikan kesehatan merupakan komponen penting dalam UKS yang dapat dilakukan melalui literasi kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan peran UKS melalui program literasi kesehatan sebagai implementasi upaya promotif pada remaja di sekolah.Metode: Sasaran kegiatan adalah remaja di sekolah menengah atas yang ada di  Kabupaten Mojokerto. Metode kegiatan ini terdiri dari tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, tahap monitoring dan evaluasi, dan tahap rencana tindak lanjut.Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan peran UKS dengan adanya jadwal literasi kesehatan di sekolah, poster kesehatan di mading sekolah, peningkatan pengetahuan siswa tentang kesehatan, terbangunya sikap yang positif, dan peningkatan kemampuan siswa mengambil keputusan yang tepat terkait pola hidup sehat setelah implementasi program literasi kesehatan di sekolah.Kesimpulan: Kegiatan ini diharapkan memperkuat peran UKS, sehingga dapat mewujudkan generasi yang sehat mencapai Indonesia emas 2045.
Pernikahan Dini Sebagai Prediktor Kehamilan Tidak Diinginkan pada Ibu dengan Kelahiran Pertama di Indonesia Mafticha, Elyana; Syalfina, Agustin Dwi; Irawati, Dian; Priyanti, Sari
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.7 No.2 (2025) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v7i2.22132

Abstract

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menerangkan bahwa di Dunia telah terjadi Kehamilan Tidak Diinginkan pada 85 juta perempuan, dan menjadi factor pemicu masalah kesehatan di masyarakat seperti tindakan aborsi yang pada akhirnya meningkatkan risiko kematian ibu. Tujuan penelitian adalah menganalisis keterkaitan pernikahan usia dini dengan risiko kejadian Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan kohort retrospektif dengan 5.869 sampel bayi yang dilahirkan Ibunya sebagai anak pertama, data hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. Analisis bivariat dengan uji chi square (x2) menghasilkan detrminan KTD meliputi pernikahan dini, usia melahirkan dan status ekonomi keluarga (p-value 0,000)dan multivariat menggunakan regresi logistik dengan hasil pengaruh yang signifikan pernikahan dini (OR: 2,054 : CI: 1,649–2,557), usia melahirkan (OR: 0,295, CI: 0,238- 0,367), dan statsus ekonomi keluarga (OR: 0,558, CI: 0,437-0,712) dengan KTD. Secara keseluruhan, penelitian ini menginformasikan bahwa pernikahan pada usia muda kurang dari 19 tahun berisiko dua kali lebih tinggi mengalami KTD kelahiran anak pertama.
Determinan Kejadian Abortus Citra Adityarini Safitri; Dian Irawati; Ruchiana
MEDICA MAJAPAHIT Vol. 18 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55316/mm.v18i1.1231

Abstract

Abortion was one of the leading causes of maternal mortality. In early pregnancy, bleeding could occur as a result of abortion. This study aimed to identify the factors associated with the incidence of abortion at Sakinah Islamic Hospital, Mojokerto, in 2023. A case-control design was employed in this study. The sample consisted of 158 cases selected through total sampling and 158 controls selected through simple random sampling. Data were analyzed using the Chi-square test. The results showed that age and history of abortion were significantly associated with the incidence of abortion, as indicated by a p-value of less than 0.05. In contrast, parity was not significantly associated with the incidence of abortion. These findings indicated that maternal age and previous abortion history were important factors related to abortion incidence, whereas parity did not show a significant relationship. Based on these findings, preventive efforts could have included routine antenatal counseling and family planning counseling for couples of reproductive age. These measures were expected to support well-planned pregnancies and reduce the risk of abortion