Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penetapan Kadar Kafein pada Teh Oolong (Camellia Sinensis) dengan Metode Titrasi Bebas Air Irawati, Dian; Styawan, Anita Agustina; Nurhaini, Rahmi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teh telah dikonsumsi sebagai minuman selama hampir 2000 tahunyang lalu dimulai di Cina, minuman ini dibuat dengan menyeduh daundan kuncup muda pohon teh (Camellia sinensis) didalam air panas.Teh mengandung banyak senyawa yang berkhasiat untuk tubuh sepertikafein. Teh Oolong adalah teh hasil semioksidasi enzimatis atau tidakbersentuhan lama dengan udara saat diolah. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis dan mengetahui kadar kafein pada teh oolong.Metode penelitian yang digunakan adalah observasional. Variabelyang digunakan adalah variabel tunggal yaitu kadar kafein dalam tehoolong (Camellia sinensis). Perlakuan untuk menetapkan kadar kafeinpada teh oolong dengan menggunakan metode titrasi bebas air.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak kafeindari ekstraksi 100 gram simplisia kering teh oolong (Camelliasinensis) yang diambil dari cafe teh “Omah Lor” Kemuning, yangberada di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, KabupatenKaranganyar. Sampel diuji secara kualitatif menggunakan reaksimurexid. Kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan metodeTitrasi Bebas Air. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secarakualitatif sampel positif mengandung kafein yang ditandai denganperubahan warna menjadi merah. Secara kuantitatif, rata-rata kadarkafein pada teh oolong sebesar 1,864%. Kesimpulan dari penelitian iniadalah teh oolong secara kualitatif mengandung kafein, dan kadarkafein dalam teh oolong adalah 1,864%. Berdasarkan pemeriksaankuantitatif yang dilakukan diperoleh kadar kafein dalam teh oolongsebesar 1,864%. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa kadarkafein dalam sampel rendah, yaitu sesuai literatur kadar kafein dalamteh sebesar 1,00 – 4,80%.
Consumption of Fe Tablets as a Risk Factor for Anemia in Adolescents Syalfina, Agustin Dwi; Mafticha, Elyana; Priyanti, Sari; Irawati, Dian; Maula, Yolanda Sisca
Media Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Media Kesehatan Masyarakat (April)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/mkm.v5i1.8160

Abstract

Anemia in women of childbearing age, especially adolescent girls, is a nutritional problem that has a long impact on maternal and child health, from pregnancy complications to maternal death and low birth weight babies. Efforts to control and prevent anemia in adolescent girls are carried out through two main activities, including health promotion and the provision of Fe tablets. Fe tablets are consumed by adolescent girls during menstruation and once a week. This study aims to analyze the effect of consuming Fe tablets on anemia in adolescent girls. The type of research used is analytic epidemiological research with cross sectional design. The population is all students at SMPN 1 Trowulan with a sample of 70 students obtained by simple random sampling technique. The data were taken directly at the research site using a questionnaire and a check list instrument and then processed and analyzed using the chi-square test. The results of this study indicate that 80% of respondents do not take Fe tablets during menstruation, 40% do not take Fe tablets once per week, 84.3% are irregular in consuming Fe tablets, there is a significant effect of consuming Fe tablets once per week on anemia. in adolescent girls (p value = 0.017, PR = 3.375, 95% CI = 1.150-9.902). Adolescents who regularly consume Fe tablets once a week will have normal Hb levels. It is expected that health workers will increase socialization about the consumption of Fe tablets during menstruation, distribution of Fe tablets during menstruation
Comparing 0.75% Ropivacaine and 0.5% Levobupivacaine For Peribulbar Blockade In Vitrectomy Surgery Towards Intraocular Pressure Tavianto, Doddy; Aditya, Ricky; Irawati, Dian; Annasya, Aria
Journal of Social Research Vol. 3 No. 5 (2024): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v3i5.2085

Abstract

Peribulbar blockade is a regional anesthetic technique that can be used for vitrectomy surgery. Ropivacaine and levobupivacaine are local anesthetics that have the advantage of a long duration of action and a lower complication rate than bupivacaine. This study aims to find the effect of intraocular pressure from ropivacaine and levobupivacaine. The study design was a double-blind randomized controlled trial on 60 patients underwent vitrectomy at Netra Ophthalmic Clinic Bandung with peribulbar blockade. Twenty-nine subjects received 0.75% ropivacaine and thirty-one subjects received 0.5% levobupivacaine for peribulbar blockade. Assessment of eye intraocular pressure was assessed before the block, 5 minutes, 10 minutes, and 15 minutes. The 0.75% ropivacaine group obtained an average of 4.42mmHg at 15 minutes, while the 0.5% levobupivacaine group averaged 2.33mmHg after 15 minutes after injection. Statistical results obtained p value <0.05 which means significant intraocular pressure of the two drugs. Intraocular pressure of ropivacaine 0.75% lower than levobupivacaine 0.5% in peribulbar blockade in vitrectomy surgery.
ANALISIS IMPULSIVE PADA GEN Z PENGGUNA E-COMMERCE SHOPEE Nur Komariyah; Moh Iqbal Maulana; Afaf Fitriati; Moh. Zaini; Maratus Solihah; Dian Irawati; Hawa Gazani
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 9 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi September
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/tesg1e77

Abstract

Penelitian ini menganalisis perilaku pembelian impulsif pada mahasiswa Generasi Z pengguna e-commerce Shopee. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya popularitas belanja daring yang dipengaruhi promosi, kemudahan akses, dan fitur interaktif platform yang mendorong pembelian tanpa perencanaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tiga mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura sebagai partisipan yang diwawancarai secara semi-terstruktur untuk memperoleh data pengalaman, motivasi, dan kebiasaan belanja. Hasil menunjukkan frekuensi akses yang tinggi ke aplikasi, kecenderungan pembelian spontan, serta antusiasme terhadap promosi seperti flash sale dan gratis ongkir Analisis mengidentifikasi faktor emosional (kesenangan, dorongan sesaat) dan stimulus eksternal (diskon waktu terbatas, tampilan visual menarik, notifikasi promosi) sebagai pemicu utama impulsive buying. Temuan menegaskan kerentanan Generasi Z terhadap konsumsi impulsif yang berpotensi merusak kondisi finansial dan kesejahteraan psikologis apabila tidak diimbangi pengendalian diri. Disarankan pelaksanaan program literasi keuangan, strategi pengelolaan anggaran, dan intervensi edukatif pada lingkungan kampus untuk mengurangi risiko perilaku konsumtif dan mendorong konsumsi yang bertanggungjawab.
Hubungan Pekerjaan Dan Pengetahuan Dengan Ketepatan Kunjungan Ulang KB Suntik 3 Bulan Di Polindes Anyelir Desa Bendung Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto Dian Irawati
MEDICA MAJAPAHIT Vol 5 No 2 (2013): Medica Majapahit
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah faktor pekerjaan dan pengetahuan berhubungan dengan ketepatan kunjunganulang KB sunti 3 bulan di Polindes Anyelir Desa Bendung Kecamatan Jetis Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 65 akseptor yang diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Variabel independen adalah pekerjaan dan pengetahuan akseptor, variabel dependen adalah ketepatan kunjungan ulang. Data di perolaeh dengan menyebarkan kuesioner. Hasil penelitian ini berdasarkan pekerjan sebagian besar akseptor bekerja tidak tepat kunjungan ulang sebanyak 34 akseptor (52%) dan rata-rata pengetahuan repsonden yang tepat melakukan kunjungan KB suntik adalah sebesar 60,83. Penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square untuk melihat hungan pekerjaan dengan ketepatan kunjungan KB suntik dan Mann Whitney untuk melihat hubungan antara pengetahuan dengan ketepatan kunjungan KB suntik 3 bulan. Hasil uji chi square menunjukkan Ï=0,00, artinya ada hubungan antara pekerjaan dengan ketepatan kunjungan ulang, sedangkan untuk pengetahuan di dapatkan hasil uji Mann-Whitney dengan nilai Ï=0,106 yang artinya tidak ada hubungan tingkat pengetahuan dengan ketepatan kunjungan ulang KB suntik. Ketepatan kujungan ulang mempunyai andil besar kesuksesan KB. pekerjaan adalah faktor dominan yang menyebabkan ketidaktepatan akseptor, karena pekerjaan menyita waktu untuk melakukan kunjungan ulang KB suntik, sehingga diharapkan akseptor lebih memperhatikan ketepatan kunjungan ulang KB suntik 3 bulan.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN KONTRASEPSI IUD (INTRA UTERINE DEVICE) DI DESA KARANGJERUK JATIREJO MOJOKERTO Dian Irawati
MEDICA MAJAPAHIT Vol 9 No 2 (2017): Medica Majapahit
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kelahiran merupakan salah satu pentunjuk pertumbuhan penduduk di suatu negara. Angka kelahiran kasar (crude birth rate) di Indonesia pada tahun 2010 menunjukkan angka 22 kelahiran per 1.000 penduduk. Tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia telah mengalami peningkatan dalam 20 tahun terakhir. Antara tahun 1990 dan 2000 sebesar 1,44%, namun antara tahun 2000 dan 2010 sedikit meningkat menjadi 1,49% (SDKI, 2012). Salah satu cara untuk menekan angka kelahiran adalah dengan program keluarga berencana (KB) melalui penggunaan kontrasepsi oleh pasangan usia subur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepi IUD. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Karangjeruk Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto pada tanggal 01 – 31 Mei 2017. Populasi pada penelitian ini adalah akseptor KB aktif pada tahun 2017. Sampel diambil dengan cara simpel random sampling dengan besar sampel sebanyak 91 responden. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan data dianalisis dengan uji regresi logistic dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22% responden memilih kontrasepsi IUD. Hasil uji regresi logistic menunjukkan bahwa faktor penghasilan, paritas, dan pengetahuan mempengaruhi responden dalam memilih alat kontrasepsi IUD. Hasil uji statistic multivariate menunjukkan bahwa faktor pengetahuan merupakan faktor terkuat yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi IUD dengan nilai P sebesar 0.01. Berdasarkan hasil tersebut diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pemahaman pasangan usia subur tentang alat kontrasepsi melalui kegiatan kelas ibu maupun kelas bapak sehingga dapat meningkatakan pemakaian kontrasepsi IUD.
Management of Severe Head Injury Patients with Concurrent Metabolic Disorders, Hyperkalemia, Stage III Acute Kidney Injury, and Suspected Alcohol Intoxication Using Renal Replacement Therapy in ICU Irawati, Dian; Pradian, Erwin
Journal of Society Medicine Vol. 4 No. 11 (2025): November
Publisher : CoinReads Media Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71197/jsocmed.v4i11.239

Abstract

Introduction: Severe head injury (SHI) presents complex challenges, particularly when complicated by metabolic disorders, hyperkalemia, acute kidney injury (AKI), and suspected alcohol intoxication. These conditions necessitate comprehensive management in the Intensive Care Unit (ICU), often incorporating renal replacement therapy (RRT) to address life-threatening complications. This case highlights the multidisciplinary approach required to optimize outcomes in such critical scenarios. Case Description: A 45-year-old male presented to the ICU with SHI following a motor vehicle accident, exhibiting a Glasgow Coma Scale score of 6. Clinical evaluation revealed hyperkalemia (potassium 6.8 mmol/L), stage III AKI (serum creatinine 4.2 mg/dL), and metabolic acidosis. Suspected alcohol intoxication was noted based on clinical history and odor of alcohol. Initial management included neuroprotective measures, mechanical ventilation, and fluid resuscitation. Continuous renal replacement therapy (CRRT) was initiated to manage hyperkalemia and AKI, stabilizing electrolyte imbalances within 48 hours. Neuroimaging confirmed diffuse axonal injury, prompting anticonvulsant therapy and intracranial pressure monitoring. Multidisciplinary care involving neurology, nephrology, and critical care teams facilitated tailored interventions, resulting in gradual improvement in renal function and consciousness over two weeks. Conclusion: Effective management of SHI with concurrent metabolic disorders, hyperkalemia, AKI, and suspected alcohol intoxication requires integrated ICU care and RRT. Early intervention, precise monitoring, and multidisciplinary coordination are critical for improving patient outcomes in such complex cases.