Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA KELAS IV PADA MATERI BANGUN DATAR BERIMPLEMENTASI OBJEK GEOMETRI PADA ALAT MUSIK PERTUNJUKAN KUDA KEPANG DI SD NEGERI 107467 GUNUNG PARA Febriyanti, Shella Dwi; Naibaho, Agus Junsion; Tambunan, Jubelando O
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2025): EDISI OKTOBER, 2025
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v9i2.570

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kreativitas siswa kelas IV SD Negeri 107467 Gunung Para, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan alat musik pertunjukan Kuda Kepang sebagai media pembelajaran terhadap peningkatan kreativitas siswa kelas IV SD Negeri 107467 Gunung Para dalam memahami materi bangun datar, yang diukur melalui nilai pretest dan posttest sebelum dan sesudah perlakuan. Sebelum melaksanakan pretest dan posttest, peneliti melakukan uji validitas di sekolah lain yang berbeda dengan sekolah penelitian. Uji validitas ini dilakukan untuk mengetahui soal yang valid yang akan digunakan pada saat penelitian. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Pre-Experimental berupa One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian terdiri dari 25 siswa kelas IV SD Negeri 107467 Gunung Para. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, dokumentasi dan tes. Data menunjukkan rata-rata nilai pretest sebesar 42,08 dan rata-rata posttest sebesar 82,16, yang mengindikasikan adanya peningkatan kreativitas siswa dalam materi bangun datar. Hasil uji normalitas didapatkan bahwa Lhitung pretest sebesar 0,1052 dan Lhitung posttest sebesar 0,1605, sedangkan didapat Ltabel = 0,180. Hal ini menunjukkan bahwa Lhitung < Ltabel, sehingga data berdistribusi normal. Dari perhitungan uji homogenitas diketahui bahwa Fhitung sebesar 1,375091 dan Ftabel sebesar 1,98376, hasil ini menunjukkan bahwa Fhitung < Ftabel, maka data dikatakan homogen. Berdasarkan hasil uji hipotesis, nilai thitung (28,6793) lebih besar dari ttabel (2,064), sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat musik pertunjukan Kuda Kepang sebagai media pembelajaran memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kreativitas siswa kelas IV SD Negeri 107467 Gunung Para pada materi bangun datar.
Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Permainan Tradisional Batak Marlumbung Terhadap Kemampuan Berhitung Siswa Kelas II UPTD SD Negeri 124400 Pematangsiantar Sinambela, Madona; Naibaho, Agus Junsion; Silaban, Desy Crismas
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas media pembelajaran berbasis permainan tradisional Batak Marlumbung dalam meningkatkan, kemampuan berhitung siswa kelas II di UPTD SD Negeri 124400 Pematangsiantar pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimen tipe one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 20 siswa dalam satu kelas, dengan instrumen berupa tes pilihan ganda untuk mengukur keterampilan berhitung. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor tes setelah penerapan media pembelajaran ini dibandingkan dengan tes sebelum perlakuan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan permainan tradisional Batak Marlumbung efektif dalam meningkatkan kemampuan berhitung siswa kelas II.
PENGGUNAAN MEDIA VIDEO ANIMASI PADA MATERI HAK DAN KEWAJIBAN DI SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA KELAS III SD MUHAMMADIYAH 02 PEMATANGSIANTAR Windi Yanti; Romaida Karo-Karo; Agus Junsion Naibaho
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.8921

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of animated video media on the subject of Rights and Obligations in improving the discipline of third-grade students at Muhammadiyah 02 Elementary School Pematangsiantar. Discipline is an important character to support effective learning, but in reality it is still low, indicated by students often being late, lacking focus, and not completing assignments on time. The study used a descriptive qualitative method with observation, interview, questionnaire, and documentation techniques. The research subjects were 23 students and one Civics teacher. The media used was the animated video "Our Rights and Obligations" which was broadcast on YouTube. The results of the study showed a significant improvement after the use of animated videos. Students were more orderly, aware of their responsibilities, and obeyed school rules. The questionnaire data showed a discipline score reaching 87.60% with a very good category. Teachers also confirmed that this media increased enthusiasm, facilitated understanding, and encouraged active student involvement. Thus, animated videos are effective for improving student discipline.
IDENTIFIKASI OBJEK GEOMETRI PADA RUMAH ADAT BATAK TOBA (RUMAH BOLON) DI DESA TOMOK KABUPATEN SAMOSIR: ANALISIS ETNOMATEMATIKA Agus Junsion Naibaho; Romaida Karo-Karo; Melisa Nur Asima Sidabutar
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 4 No 3 (2024): DE_Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v4i3.929

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menemukan unsur-unsur matematika khususnya objek geometri pada bangunan rumah adat batak toba (rumah bolon) di Desa Tomok Kabupaten Samosir. Metode penelitian yang digunakan dalam penelittian ini berjenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Instrumen penelitian yang mendukung penelitian adalah dokumentasi gambar, wawancara, dan observasi. Proses dokumentasi gambar dan observasi dilakukan untuk mengidentifikasi unsur etnomatematika di bangunan rmah adat batak (rumah bolon). Sedangkan proses wawancara dilakukan untuk mengkaji filosofi dan nilai budaya yang terkandung pada bangunan rumah adat batak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) rumah Adat Batak memiliki keterkaitan dalam hal objek-objek yang tersusun baik pada bagian eksternal dan internal dengan pembelajaran matematika pada materi geometri. (2) Selanjutnya pelajaran matematika dapat lebih menarik dengan adanya kolaborasi budaya yang biasa disebut pembelajaran berbasis etnomatematika. Rumat adat Batak tersusun dari beberapa unsur bangun datar geometri, diantaranya segitiga, trapezium, persegi, lingkaran, dan persegi panjang.
Implementation of deep learning-based instruction integrating pertuturen sulang silima local wisdom to enhance elementary students' social attitudes and mathematical creativity Putu Kerti Nitiasih; Agus Junsion Naibaho; Putu Nanci Riastini; Ni Nyoman Trisna Herawati
Indonesian Journal Education Vol. 5 No. 2 (2026): Indonesian Journal Education (IJE)
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56495/ije.v5i2.1656

Abstract

This study aims to systematically analyze the implementation of the deep learning approach in elementary mathematics education, particularly its integration with local wisdom and its impact on students' mathematical creative thinking skills and social attitudes. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method to analyze 15 scientific articles published between 2017 and 2025 that were relevant to the research topic. The article selection process followed the PRISMA framework, which consists of the identification, screening, eligibility, and inclusion stages. The findings indicate that integrating deep learning with ethnomathematics and local wisdom significantly enhances students' conceptual understanding, mathematical creativity, and social character development. Furthermore, the incorporation of local cultural contexts, such as traditional games and community traditions, has been shown to increase students' engagement in learning activities. This study recommends the development of contextual and transformative deep learning-based instructional models that integrate local wisdom into elementary school curricula to support meaningful and sustainable mathematics learning.
Digital literacy and the 4c competencies as the foundation of education 4.0 transformation in Indonesia: a conceptual review Agus Junsion Naibaho; Eduardo Sianturi
Indonesian Journal Education Vol. 5 No. 2 (2026): Indonesian Journal Education (IJE)
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56495/ije.v5i2.1658

Abstract

The transformation of education in the era of the Fourth Industrial Revolution has shifted learning paradigms toward adaptive, technology-enhanced, and competency-based education. This study aims to examine the conceptual relationship between digital literacy and the four core twenty-first-century competencies (4Cs)—critical thinking, creativity, collaboration, and communication—as the foundation of Education 4.0 in Indonesia. A conceptual review approach was employed by synthesizing international journal articles, policy documents, and authoritative reports relevant to digital literacy, Education 4.0, and twenty-first-century learning. The data were analyzed through thematic analysis and conceptual synthesis. The findings indicate that digital literacy has evolved into a multidimensional competency encompassing technical, cognitive, social, ethical, and epistemic dimensions that support the development of the 4C competencies. However, the implementation of Education 4.0 in Indonesia continues to face challenges related to digital inequality, teachers' digital competence, curriculum adaptation, and educational technology governance. This study proposes the Humanistic Digital Learning Ecosystem Model, integrating digital literacy, the 4C competencies, constructivist pedagogy, ethical artificial intelligence, and local wisdom as a conceptual framework for advancing Education 4.0 in Indonesia.