Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perbedaan Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning di Kelas X Agus Junsion Naibaho
EduMatSains : Jurnal Pendidikan, Matematika dan Sains Vol 3 No 1 (2018): Juli
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the changes in learning paradigm is the teacher centered learning centered student centered; the methodology which was originally more dominated by expository switches to participatory; and a more textual approach turns contextual. Reality seen in the field, students only memorize the concept and are less able to use the concept if it encounters real life problems related to the concept. The purpose of this research is to know the difference of improvement of problem solving problem of student mathematics with CTL approach on material of two linear equation system in class X SMA Negeri 1 Dolok Batu Nanggar. Population in this research is all student of class X SMA Negeri 1 Dolok Batu Nanggar T.A. 2017/2018, which consists of 10 parallel classes with an average number of students per class is 30 people. This study was conducted on two classes representing the population and has the same characteristics. Sampling and sample class determination in this study was taken randomly, using random sampling technique with the consideration that the characteristics of the class that the population is the same. Class X-10 as control class and X-3 class as experiment class. The test used to obtain data is a description form. The data in this study were analyzed by using inferential analysis statistical analysis. Inferential analysis of data is done by t-test. The results showed that there was an improvement in problem-solving ability with conventional approach with better contextual approach Keywords : Problem Solving Abilities, Contextual teaching and learning Approach.
Peningkatan Sikap Positif dan kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dengan Pendekatan RME pada Materi Aritmatika Sosial di Kelas VII SMP Swasta Trisakti Pematangsiantar Agus Junsion Naibaho
EduMatSains : Jurnal Pendidikan, Matematika dan Sains Vol 3 No 2 (2019): Januari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/edumatsains.v3i2.889

Abstract

Mathematics is an important lesson, especially because mathematics can be used in everyday life to solve problems. But this is not the case when met in the field, one of the 'popular' subjects as a less desirable subject is mathematics. Furthermore, creative thinking is the ability to make new combinations, based on data, information or elements that exist. The objectives in this study were: To determine the improvement of creative thinking skills and positive attitudes of students by using the realistic mathematical education (RME) approach in learning mathematics at the Trisakti Private Middle School Pematangsiantar T.A. 2018/2019. This research is a quasi-experimental study. The population in this study were all seventh-grade students of Pematangsiantar Trisakti Private Middle School, which consisted of 3 parallel classes with an average number of students per class of 30 people. From 3 class VII parallel, students were selected as a sample of 1 class to be used as Experimental class, namely Class VII-A. Hypothesis testing uses Paired-Samples t-Test with a significance level of 0.05. Test criteria if α> Sig. (2-tailed) then reject Ho and Ha accepted. The results showed that there was a significant increase in positive attitudes with RME in social arithmetic material in class VII of Pematangsiantar Trisakti Private Middle School, there was a significant increase in the ability to think creatively with the RME approach to social arithmetic material in class VII Pematangsiantar Trisakti Private Middle School. Keywords : Positive Attitudes, Creative Thinking Skills, Realistic Mathematical Education
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXAMPLES NON EXAMPLES TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VI SD Agus Junsion Naibaho; Salim Efendi; Nova Erawati Sidabalok
Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 16 No 2 (2022): Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 16 No 2 Desember 2022
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v16i2.1954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Examples non Examples terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas VI SD GKPS 2 Pematangsiantar. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas V SD GKPS 2 Pematangsiantar yang terdiri dari satu kelas. Sampel penelitian diambil satu kelas yang ditentukan dengan teknik sampling jenuh, yaitu kelas VI dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Examples non Examples terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Instrumen dalam penelitian ini ada satu yaitu tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan empat option sebanyak 20 soal yang telah dinyatakan valid. Dari hasil analisis data, diperoleh nilai-nilai rata-rata pre-test sebesar 64,7 dan pada post-test diperoleh nilai sebesar 81,7. Setelah diberikan perlakuan pada kelas dengan menggunakan model pembelajaran kooperatiftipe Examples non Examples terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Pada hasil pengujian hipotesis diperoleh > yaitu 5,30 > 1,73 pada taraf signifikan = 0,05 hal ini berarti diterima dan tolak . Ada pengaruh akibat model pembelajaran kooperatif tipe Examples non Examples terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas VI SD GKPS 2 Pematangsiantar
PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SD KELAS V SDN 122380 PEMATANGSIANTAR Nova Erawati Sidabalok; Salim Efendi; Agus Junsion Naibaho
Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 17 No 1 (2023): Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 17 No 1 Juni 2023
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v17i1.2383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh Model Learning Cycle terhadap hasil belajar matematika kelas V SDN 122380 Pematangsiantar. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas V SDN 122380 Pematangsiantar yang terdiri dari dua kelas, kelas kontrol dan kelas eksperimen. Adapun desain penelitian eksperimen yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Design. Terdapat pengaruh model Pembelajaran Learning Cycle terhadap hasil belajar matematika di kelas V SDN 122380 Pematang Siantar, hal ini dapat dilihat dari terdapatnya perbedaan nilai rata-rata antara kelas eksperimen dan kelas control. Pada nilai rata-rata hasil belajar posttest kelas eksperimen 76.27 dan kelas kontrol yaitu 68.27. Berdasarkan analisis inferensial, terdapat pengaruh penggunaan model Learning Cycle terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 122380 Pematang Siantar. Hal ini didasarkan pada data hasil uji hipotesis melalui Independent Sample t-Test dengan nilai p=0,002 < a = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dengan penggunaan model Learning Cycle lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIK SISWA MELALUI METODE PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN PERANGKAT LUNAK GEOGEBRA Agus Junsion Naibaho; Nova Erawati Sidabalok; Salim Efendi
Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 17 No 2 (2023): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v17i2.2570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa melalui metode penemuan terbimbing berbantuan software Geogebra. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan sampel sebanyak 80 siswa. Sampel terdiri dari dua kelas eksperimen, yaitu kelas VII-1 sebanyak 40 siswa sebagai kelas eksperimen-1 dan kelas VII-4 sebanyak 40 siswa sebagai kelas eksperimen-2. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemahaman konsep matematik. Data yang diperoleh, selanjutnya dianalisis menggunakan analisis varians dengan bantuan program SPSS. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa yang mendapat pembelajaran metode penemuan terbimbing berbantuan software Geogebra lebih tinggi daripada tanpa berbantuan software Geogebra.
Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Model Pembelajaran Think Pair Share pada Materi Pertidaksamaan Linear Kelas X SMK GKPS 2 Pematangsiantar Tamba, Inri Sulena; Naibaho, Agus Junsion; Efendi, Salim; Sidabalok, Nova Erawati
JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Vol 18 No 1 (2024): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v18i1.2898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan bepikir kritis siswa kelas X TSM 1 dan X TSM 2 SMK GKPS 2 Pematangsiantar dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan Think Pair Share pada materi Pertidaksamaan Nilai Mutlak Satu Variabel. Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini karena kurang mampunya siswa dalam memecahkan suatu permasalahan dalam soal matematika. Kebanyakan siswa yang selalu menyatakan matematika itu adalah pembelajaran yang sangat sulit maupun membosankan. Ini terjadi dikarenakan kurang tepatnya suatu model pembelajaran yang digunakan oleh guru.Penentuan sampel menggunakan teknik sampel jenuh, Instrumen untuk mengumpulkan data pada penelitian berupa tes yang terdiri dari 5 butir essay. Hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa varian data penelitian homogen. Data tersebut selanjutnya dianalisis menggunakan uji Anava Dua Arah pada taraf signifikansi 5%. Hasil perhitungan uji Anava Dua Arah yang dilakukan pada skor pretest dan posttest menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sedikit antara model pembelajaran Problem Based Learning dan Think Pair Share. Setelah dilakukan uji Anava Dua Arah pretest dan posttest, terlihat bahwa selisih rata-rata setelah diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning dan Think Pair Share lebih besar dibanding sebelum diterapkan model pembelajaran. Kenaikan rata-rata posttest Problem Based Learning (84.00)lebih tinggi dibandingkan sebelum (pretes) diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning (34,25) dan kenaikan rata-rata Posttest Think Pair Share (82,00) lebih tinggi dibanding sebelum (pretes) diterapkan model pembelajaran dan Think Pair Share (26.00). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan Think Pair Share digunakan dalam pembelajaran pertidaksamaan nilai mutlak satu variabel tidak terlalu signifikan antara siswa.kelas X TSM 1 dan X TSM 2 SMK Swasta GKPS 2 Pematangsiantar
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK KELAS IV DALAM BERKARYA SENI MOZAIK Dari, Putri Wulan; Tambunan, Jubelando O; Naibaho, Agus Junsion
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 2 No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/teknologimesin.v2i2.5545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran guru dalam proses pembelajaran seni mozaik, termasuk bagaimana guru memotivasi dan memandu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan kreativitas mereka. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 102132 Bangun Rejo. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada semesetar ganjil tahun 2024/2025. Sampel dalam penelitian ini yaitu guru dan peserta didik kelas IV yang berjumlah 27 peserta didik. Hasil akhir penelitian diketahui bahwa peneliti menyimpulkan bahwa peran guru dalam meningkatkan kemampuan kreativitas seni rupa kelas IV SD Negeri 102132 Bangun Rejo sudah terlaksana dengan baik sesuai yang diharapkan. Hal ini terlihat dari wawancara yang dilakukan bersama guru dan siswa kelas IV, selain itu guru juga membimbing setiap peserta didik dalam melakukan kegiatan seni mozaik, sehingga peserta didik mampu membuat karya seni mozaik sesuai dengan tingkat kreativitas dan imajinasi peserta didik. Dari kegiatan yang telah dilakukan oleh peserta didik khususnya dalam meningkatkan kreativitas seni rupa dengan menggunakan Teknik mozaik banyak hal yang didapatkan oleh peserta didik, bukan hanya perkembangan kreativitas namun juga kemampuan peserta didik dalam berfikir/berimajinasi, kemampuan memecahkan masalah ataupun mengajarkan peserta didik terhadap teknik penempelan dan bahan bahan yang menarik sehingga membuat hasil lebih indah. Mozaik merupakan karya seni rupa yang menciptakan suatu gambar dengan menempelkan atau Menyusun kepingan-kepingan kecil yang berwarna seperti batu,biji-bijian, daun dan kertas. Perkembangan kreativitas peserta didik begitu antusias dalam mendengarkan penjelasan guru, pesera didik juga bebas berekspresi dalam Menyusun kepingan kecil sehingga menghasilkan gambar yang menarik. Kegiatan ini juga mengembangkan bakat seni peserta didik
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Pendekatan Matematika Realistik (PMR) Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas V UPTD SDN 122380 Pematangsiantar Pasaribu, Yulianty; Naibaho, Agus Junsion; Sidabalok, Nova Erawati
JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Vol 19 No 1 (2025): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v19i1.3655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pendekatan matematika realistik (PMR) terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa dan melihat bagaimna kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain penelitian one grub pretest-postest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa UPTD SDN 122380 Pematangsiantar. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampling purposive, dengan jumlah sampel 14 siswa. Dari hasil analisis data pada pretest diperoleh nilai rata-rata sebesar 50,12, dan pada postest diperoleh nilai rata-rata sebesar 79,5. Berdasarkan dari data hasil uji -t yang diperoleh bahwa > yaitu 11,118 > 2,178, maka Ho di tolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil uji regresi linier sederhana di peroleh R square sebesar 48,2 % hal ini menunjukkan bahwa pendekatan matematika realistik mempunyai pengaruh sebesar 48,2% terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dengan adanya pendekatan matematika realistik (PMR) terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Dari hasil data observasi memunjukkan bahwa kemampuan guru dalam mengelola pembelajran tergolong kurang baik karena masih menggunakan metode konvensial atau ceramah sehingga tidak terdapat interaksi antar siswa.
Pengaruh Etnomatematika dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Perbantuan Media Makanan Khas Lebaran sebagai Sumber Referensi Belajar Matematika Siswa Kelas V SDN 105453 Gunung Para Ningsih, Nisa Tri Widya; Naibaho, Agus Junsion
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media makanan khas lebaran yang berbasis etnomatematika dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SDN 105453 Gunung Para. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Pre-eksperimental dengan bentuk one group pretest and posttest. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa meningkat 24% setelah diterapkan pembelajaran etnomatematika dengan media makanan khas lebaran. Rata-rata persentase pretest meningkat dari 46% yang termasuk ke dalam kategori kemampuan berpikir kritis yang sangat rendah menjadi 70% yang termasuk dalam kategori sedang. Hasil uji hipotesis dengan uji paired sample t test menunjukkan thitung untuk indikator identifikasi masalah yaitu 5,86, analisis 6,05, memecahkan masalah 4,94, dan menarik kesimpulan 7,54 yang artinya thitung tiap indikator > ttabel 2,080. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh etnomatematika dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan media makanan khas lebaran sebagai sumber referensi belajar matematika siswa kelas V SDN 105453 Gunung Para.
ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK SD NEGERI 097359 PONDOK BARU Shafira, Fauza; Naibaho, Agus Junsion; Efendi, Salim
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2025): EDISI OKTOBER, 2025
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v9i2.569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat belajar siswa kelas IV SD Negeri 097359 Pondok Baru pada materi penjumlahan dan pengurangan melalui permainan tradisional engklek. Permasalahan yang ditemukan adalah rendahnya minat belajar matematika yang disebabkan oleh persepsi negatif terhadap matematika, kurangnya dukungan orang tua, dan media pembelajaran yang kurang menarik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Sampel penelitian terdiri atas 15 siswa kelas IV yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan implementasi permainan tradisional engklek dalam pembelajaran matematika mampu meningkatkan minat belajar siswa secara signifikan. Permainan engklek mengintegrasikan aktivitas fisik dan interaksi kelompok yang menyenangkan selama empat pertemuan, yang membuat siswa lebih antusias, fokus, dan aktif berpartisipasi. Menurut hasil wawancara dan angket menunjukkan bahwa, siswa lebih tertarik dan termotivasi saat belajar matematika dengan media pembelajaran permainan tradisional engklek, sehingga pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan menjadi lebih baik. Kesimpulan penelitian ini adalah permainan tradisional engklek efektif untuk meningkatkan minat belajar matematika siswa kelas IV, khususnya pada materi penjumlahan dan pengurangan. Oleh karena itu, disarankan agar sekolah dan guru mengintegrasikan permainan tradisional sebagai media pembelajaran untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna.