Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Implementasi Enterprise Resource Planning Modul Sales Dengan Menggunakan Odoo Pada PT XXX Prayogo, Agung; Putri, Olivia Ananda; Kusumawardani, Dwi Mustika
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 11, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 11 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v1i1.5017

Abstract

Pengoptimalan adaptasi teknologi perlu dilakukan untuk mengembangkan suatu industri, salah satunya PT XXX yang bergerak di bidang produksi terutama barang konsumsi. Dimasa pandemi PT XXX dipaksa untuk mengubah bisnisnya dan beralih dari pendekatan tatap muka tradisional menjadi permintaan dan keluhan pelanggan melalui platform digital. Upaya yang diperlukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan transformasi digital, yaitu mengefisienkan praktik bisnis yang didorong oleh data, diaktifkan secara digital, dan dapat menjangkau lebih banyak pelaku bisnis secara virtual. Salah satu bentuk implementasi pendekatan dalam pengembangan sistem yang terintegrasi yakni dengan penerapan Enterprise Resource Planning (ERP) terutama pada modul sales diaplikasi Odoo. Modul sales memungkinkan suatu perusahaan untuk mengelola dan mengklasifikasikan pesanan penjualan pada sistem struktural dan hirarkis. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan sistem ERP, Odoo ke dalam proses bisnis PT. XXX khususnya pada kegiatan penjualan atau modul Sales. Hasil penelitian ini yaitu proses bisnis penjualan pada PT XXX dapat terdokumentasi dengan baik dan sistem informasi terintegrasi antar bagian sehingga data yang diperoleh merupakan data real-time.
Pengembangan Sistem Informasi Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan Berbasis Android Dengan Metode Prototype Bacsafra, Marcel Agustine; Kusumawardani, Dwi Mustika; Darmansah, D
J-SAKTI (Jurnal Sains Komputer dan Informatika) Vol 6, No 1 (2022): EDISI MARET
Publisher : STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/j-sakti.v6i1.453

Abstract

The internet is one proof that information technology is growing. The use of the internet today is increasingly showing trend a positive One of the impacts felt in the development of information technology is a non-departmental government agency of the Central Bureau of Statistics (BPS). BPS is a non-departmental government agency in Indonesia whose main function is to provide statistical data and information. Included in the document analysis results of the BPS data needs survey in 2020, which concludes that consumers in the BPS Integrated Statistics Service (PST) tend to use services that provide data and statistical information in digital or softcopy. This trend is also reinforced by the percentage of the main facility to obtain the largest BPS data is website (41.88%). Therefore, the Kuningan Regency BPS needs to optimize the media for disseminating statistical data and information, one form of innovation that can be done is making an android-based publication application. The application is named Kuningan Dalam Angka Statistik (KUDAMAS). In the development of this application software the prototype and the functionality test uses black box testing. Based on the results of the tests carried out using Black Box testing, the results obtained were successful for all testing of each feature in the application and it can be concluded that the KUDAMAS application has been running according to its function
Klasifikasi Kepuasan Pelanggan Menggunakan Metode Classification and Regression Tree (CART) Safitri, S. Thya; Wiguna, Citra; Kusumawardani, Dwi Mustika; Wibowo, Intan Yulita
J-SAKTI (Jurnal Sains Komputer dan Informatika) Vol 5, No 1 (2021): EDISI MARET
Publisher : STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/j-sakti.v5i1.326

Abstract

Customer satisfaction in an application technology has an influence on the value of information technology applications. The use questionnaire method is used to measure the usability of information technology applications through aspects of usefulness, ease of use, ease of learning and satisfaction. Net Promoter Scale is a measuring tool that is widely used to measure customer satisfaction in an organization. The problem that often occurs is that when the organization takes the NPS measurement, the factors that significantly influence the NPS value are not yet known. The e-boarding application developed by PT Kereta Api Indonesia is an application that is very helpful for train passengers during boarding. However, this convenience has not been widely used by passengers using the rail transportation mode. PT Kereta Api Indonesia Persero needs to know the value of the NPS of the e-boarding application as a means of measuring customer satisfaction with the developed information technology application. The classification method uses the Classification and Regression Tree (CART) to identify the linkages between the e-boarding usability measurement aspects using a use questionnaire against the final NPS score. The purpose of this calcification is to determine the factors that affect the usability aspect of the NPS value in the KAI Access e-boarding application. The results of this study indicate that the e-boarding application has an NPS value of 42% or a GOOD value. The more customers who behave as Promoters, the higher the NPS value will be. The CART classification that has been carried out shows that to become a Promoters, the e-boarding application must have a high value of ease of learning and satisfaction.
Learning Management System Menggunakan Edmodo Pada SMK Ma’arif NU 1 Cilongok Fathoni, M Yoka; Kusumawardani, Dwi Mustika; Wijayanto, Sena; Prasetyo, Yogo Dwi; Fernandez, Sandhy; Wiedanto, Muhammad Awiet; Anwar, Toni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i3.5295

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengoptimalkan pembelajaran menggunakan teknologi di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 yang mengharuskan pembelajaran berkonversi dari manual menuju digital. Tantangan guru menghadapi keterbatasan situasi pandemi Covid-19 untuk berlatih pembelajaran secara daring. Pengembangan Learning Management System (LMS) berbasis website bertujuan untuk membantu guru-guru dalam metode pengajaran, kepraktisan berdasarkan angket respon peserta didik serta keefektifan modul berdasarkan ketuntasan belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan desain berdasarkan  hasil  observasi  pada  tenaga  pengajar  di  SMK Ma’arif NU 1 Cilongok  dapat  diketahui  bahwa guru masih belum dapat membangun pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi yang ada yaitu komputer dan internet. Sehingga hasil pembelajaran dirasa kurang maksimal. Oleh karena itu, perlu kiranya dikembangkan Tutorial Edmodo untuk Tenaga Pengajar yang berisi tutorial penggunaan dan pemanfaatan Edmodo dalam pembelajaran agar dapat digunakan tenaga pengajar untuk untuk memecahkan masalah tersebut.
Perancangan Website Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Menuju Smart Economy Dengan Metode Design Thinking (STUDI KASUS W CATERING PURWOKERTO) Triana; Mustika Kusumawardani, Dwi
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM W Catering di Purwokertomenghadapi kendala signifikan dalam persaingan bisnisakibat operasional yang masih bersifat manual,mencakup pencatatan pesanan, pengelolaan stok, danpemasaran. Kondisi ini berdampak pada rendahnyaefisiensi dan keterbatasan jangkauan pasar. Sebagaisolusi terhadap permasalahan tersebut, penelitian inimenginisiasi perancangan prototipe situs webterintegrasi yang dilengkapi fitur pemesanan online,manajemen pembayaran digital, mekanisme umpan balikpelanggan, serta integrasi media sosial dan peta lokasi.Metodologi Design Thinking, meliputitahapan Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test,diterapkan dalam studi ini, didukung oleh pengumpulandata melalui observasi, wawancara, kuesioner, danpemetaan empati. Tujuan penelitian ini adalahmerancang website yang mampu meningkatkan efisiensioperasional, memperluas jangkauan pasar, danmemperkuat daya saing UMKM W Catering dalamkonteks smart economy. Hasil pengujian prototipemenggunakan System Usability Scale (SUS)menunjukkan skor 70 dari 6 pengguna, sementarahasil task scenario menghasilkan nilai rata-rata usabilityscore 24,91%, yang secara kolektif mengindikasikanbahwa prototipe situs web tersebut mudah digunakandan relevan dengan kebutuhan pengguna. , pengujianUser Acceptance Testing (UAT) menunjukkan persentasekelayakan sebesar 82,67%, menempatkan prototipedalam kategori "Sangat Puas" dan menegaskan bahwafitur-fitur utama prototipe berfungsi sesuai harapanserta efektif mendukung proses bisnis W Catering.Kata kunci: Design Thinking, smart economy, UMKM,website
Implementasi Metode Ward & Peppard dalam Perancangan Blueprint Smart Village Sudagaran Kusumawardani, Dwi Mustika; Wiguna, Citra; Rakhmadni, Diovianto Putra; Br. Karo, Ella Manisa
Jurnal Sistem Informasi Bisnis Vol 14, No 2 (2024): Volume 14 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21456/vol14iss2pp123-130

Abstract

According to Village Law No. 6 of 2014, villages play an important role in the implementation of village development policies. The government-mandated village regulations must be followed in order to improve the quality of life in rural communities. This can be accomplished through the enhancement of services and the development of sustainable villages. The smart village concept is one of the strategic steps for improving village development. Smart village indicators are adapted from smart cities, one of which is smart government, to map village development. Smart government can increase community members' empowerment and involvement in public management, as well as transparency in decision-making and the maintenance of governance that emphasizes the capacity of village officials, village institutions, and the delivery of basic services. To begin the process of creating a smart village, a blueprint must be created. The Ward and Peppard method can be used to create the design. The Ward and Peppard method is used in this study, and it begins with a mapping diagram that includes value chain analysis, SWOT, key performance indicators, McFarlan, and PEST. The design of the village development strategy is carried out by analyzing the organization's internal and external conditions, including business processes and IS/IT infrastructure. The research results in a smart village blueprint design document, which is expected to be implemented to realize the village in building village social resilience in a sustainable manner, as well as providing basic government services in a precise and transparent way.
Perumusan Strategi Bisnis Blueprint Institut Teknologi Telkom Purwokerto Dengan Analisis SWOT Dwi Mustika Kusumawardani
ITEJ (Information Technology Engineering Journals) Vol. 3 No. 1 (2018): June
Publisher : Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/itej.v3i1.21

Abstract

Pembuatan blueprint merupakan satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan mutu suatu institusi. Mengapa ITTP perlu melakukan hal tersebut? Hal tersebut perlu dilakukan agar ITTP dapat menghadapi persaingan yang semakin kompetitif dengan mengenali faktor – faktor internal yang dimiliki. Blueprint ITTP dapat dibuat menggunakan analisis SWOT dalam menentukan strategi bisnisnya. Analisis SWOT dilakukan dengan mengumpulkan data dan menganalisis semua unit yang terlibat dalam proses bisnis ITTP. Hasil dari blueprint ITTP yang dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT dapat diketahui bahwa ITTP memiliki peluang yang besar dengan ancaman yang pasti dapat diatasi dengan mengadakan upgrading pelatihan ISO dan standar – standar lainnya. Selain itu dapat juga diatasi dengan terus mengembangkan teknologi sistem informasi dengan memanfaatkan IT Support yang dimiliki ITTP.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DESA MELALUI PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL: STUDI KASUS KADER PKK DAN WANI LEMPER DESA AMPELSARI Khairun Nisa Meiah Ngafidin; Sarah Astiti; Dwi Mustika Kusumawardani; Sisilia Thya Safitri; Rona Nisa Sofia Amriza; Sukmadiningtyas Sukmadiningtyas
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v10i1.2913

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan platform media sosial menawarkan peluang transformatif bagi pemberdayaan sosial-ekonomi perempuan di wilayah pedesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan digital (digital divide) dan meningkatkan kompetensi teknologi pada 30 orang kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan komunitas WANI LEmPER di Desa Ampelsari, Kabupaten Kebumen. Pelaksanaan dilakukan melalui metode workshop dan pendampingan partisipatif pada 12 Maret 2026, mencakup materi literasi digital dasar, strategi branding, content planning, hingga praktik penyuntingan video menggunakan InShot. Berdasarkan analisis data kuesioner evaluasi, kegiatan ini terbukti efektif mengatasi hambatan psikologis (“gagap digital”) dengan 100% responden menyatakan kepuasan (Setuju/Sangat Setuju) terhadap kebermanfaatan pelatihan. Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) dan Resource-Based View (RBV) digunakan untuk menganalisis bagaimana kompetensi teknologi mengubah media sosial menjadi modal strategis tak berwujud. Hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi literasi digital berhasil memfasilitasi pemberdayaan multidimensi (personal, sosial, dan ekonomi) serta membangun ketahanan wirausaha (entrepreneurial resilience). Rekomendasi tindak lanjut berfokus pada pelatihan public speaking dan penulisan jurnalistik guna memaksimalkan partisipasi UMKM perempuan dalam Social Commerce.  Abstract. The advancement of digital technology and social media platforms presents transformative opportunities for the socio-economic empowerment of women in rural areas. This community service initiative aims to bridge the digital divide and enhance the technological competencies of 30 cadres from the Family Welfare Empowerment (PKK) organization and the WANI LEmPER community in Ampelsari Village, Kebumen Regency. The program was implemented through workshops and participatory mentoring on March 12, 2026, covering topics ranging from fundamental digital literacy, branding strategies, and content planning, to practical video editing using the InShot application. Based on the analysis of evaluation questionnaire data, the intervention proved highly effective in overcoming psychological barriers (digital anxiety), with 100% of the respondents expressing satisfaction (Agree/Strongly Agree) regarding the utility of the training. The Technology Acceptance Model (TAM) and Resource-Based View (RBV) approaches were utilized to analyze how technological competencies transform social media utilization into an intangible strategic asset. The analytical findings indicate that the digital literacy intervention successfully facilitated multidimensional empowerment—encompassing personal, social, and economic dimensions—while fostering entrepreneurial resilience. Future recommendations focus on conducting advanced training in public speaking and journalistic writing to maximize the participation of women-led MSMEs within the Social Commerce landscape.
OPTIMALISASI PRODUKSI MADU HUTAN MELALUI PENERAPAN ALAT PRES STAINLESS STEEL PADA KTH RIMBA LANGGENG DI DESA GLEMPANG Sarah Astiti; Sevia Indah Purnama; Dwi Mustika Kusumawardani; Gilang Ramadhan; Jaenal Arifin; Agung Wicaksono; Gunawan Wibisono; Achri Priyono
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v10i1.2909

Abstract

Ekstraksi madu hutan secara manual di KTH Rimba Langgeng, Desa Glempang, menghasilkan madu keruh, kurang higienis, dan rendemen rendah. Program pengabdian ini bertujuan memodernisasi proses ekstraksi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas madu. Metode pelaksanaan menggunakan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan. Solusi yang diimplementasikan adalah Alat Pres Madu berbahan Food Grade Stainless Steel 304 yang terintegrasi saringan ganda dan mekanisme ulir tekan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan; madu menjadi jauh lebih jernih, bersih, dan higienis karena terfilter secara mekanis tanpa kontak tangan langsung. Efisiensi ekstraksi meningkat dari 30% menjadi 52%, yang berdampak pada kenaikan omset bulanan kelompok sebesar 73,3%. Kegiatan pengabdian ini berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan terapan, khususnya pada rekayasa teknologi pascapanen berbasis sistem mekanis untuk optimalisasi hasil hutan bukan kayu dan penjaminan standar keamanan pangan (food safety).  Abstract. Manual extraction of forest honey at KTH Rimba Langgeng, Glempang Village, produces cloudy, unhygienic honey with low yields. This community service program aims to modernize the extraction process to improve honey quality and productivity. The implementation method uses Participatory Action Research (PAR) through socialization, training, technology application, and mentoring. The implemented solution is a Honey Press Machine made of Food Grade Stainless Steel 304, integrated with a double mesh filter and a screw-press mechanism. The results show significant improvements; the honey becomes much clearer, cleaner, and more hygienic due to mechanical filtering without direct hand contact. Extraction efficiency increased from 30% to 52%, leading to a 73.3% increase in the group’s monthly turnover. This community service contributes to the development of applied science, particularly in post-harvest technology engineering based on mechanical systems to optimize non-timber forest products and ensure food safety standards.
Peningkatan Kemandirian Masyarakat melalui Pemberdayaan Wirausaha Berbasis Potensi Wisata di Desa Banjarpanepen Yogo Dwi Prasetyo; Dwi Mustika Kusumawardani; Sukmadiningtyas Sukmadiningtyas; Citra Kumala Dewi; Dewangga Zindagi Faturrohman
Indonesian Journal of Community Service and Innovation Vol. 6 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/ijcosin.v6i2.10412

Abstract

Desa Banjarpanepen menghadapi beberapa kendala dalam pengembangan sektor ekowisata Bukit Pengaritan dan industri kreatif Batik Caraka (ecoprint), terutama pada aspek literasi digital, manajemen usaha, dan strategi pemasaran. Minimnya pemanfaatan teknologi menyebabkan promosi wisata hanya mengandalkan metode tradisional dan pencatatan keuangan dilakukan secara manual sehingga tidak akurat dan sulit dianalisis. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian desa melalui integrasi teknologi digital, inovasi usaha, dan pemberdayaan komunitas. Metode yang digunakan adalah Community-Based Research (CBR) dengan mengedepankan partisipasi masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah, perumusan solusi, implementasi, hingga evaluasi. Solusi utama yang dikembangkan adalah platform digital VisitBapen.com yang berfungsi sebagai sistem e-ticket, katalog UMKM, dan pencatatan keuangan digital, disertai pelatihan pembukuan digital, pemasaran digital, dan inovasi batik ecoprint. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada literasi digital, pemanfaatan pembukuan digital, serta efektivitas pengelolaan wisata berbasis data. Implementasi e-ticket juga menghasilkan pencatatan kunjungan yang lebih akurat dan transparan. Program ini memberikan dampak positif pada peningkatan kapasitas masyarakat, perubahan pola pikir menuju digitalisasi, serta penguatan ekosistem ekonomi lokal. Penerapan platform digital juga memberikan dampak langsung terhadap produktivitas ekonomi desa, ditandai dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisata, peningkatan pesanan produk batik, serta kenaikan omzet UMKM sebesar 35%. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil mendukung kemandirian desa dan dapat menjadi model bagi pengembangan desa wisata digital lainnya.