Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : INTER TECH

Kuat Tekan Beton Dengan Dan Tanpa Penambahan Silica Fume Dalam Rendaman Air Laut Ghozi, Mohammad; Budiati, Anik; Priambada, Agoes Wahyu; Sabariman, Bambang; Suryadi, Akhmad
INTER TECH Vol 3 No 1 (2025): INTER TECH
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/i.v3i1.1246

Abstract

Marine concrete is used for structures in marine environments that are susceptible to chemical attacks such as sulfates and chlorides. This study aims to analyze the effect of adding 7% silica fume on the compressive strength of marine concrete soaked in seawater. The experimental research method was carried out by making 12 concrete cylinder samples (diameter 15 cm × height 30 cm), consisting of two variations: concrete without silica fume and concrete with 7% silica fume. Compressive strength testing refers to SNI 03-1974-1990 and ASTM C39, with seawater immersion for 50 days and testing at the ages of 14, 28 and 50 days. The results showed that concrete with 7% silica fume achieved an average compressive strength of 39.90 MPa at the age of 28 days, higher than concrete without silica fume (37.64 MPa). This increase is due to the pozzolanic reaction of silica fume which fills the pores of the concrete and forms calcium silicate hydrate (CSH) compounds, increasing the density of the concrete matrix. The slump value of both concrete variations is stable at 12 cm, meeting the planned workability criteria. This study states that the addition of 7% silica fume is effective in increasing the compressive strength and resistance of marine concrete to the marine environment. Recommendations include the use of silica fume for marine structures, strict supervision in mixing materials, and optimization of mixing time to prevent too fast setting time. This study contributes to the development of environmentally friendly concrete with high durability in coastal areas.
Variasi Fiberglass Dan Fly Ash Terhadap Kinerja Beton Pervious - MRK Suryadi, Akhmad; Ghozi, Mohammad
INTER TECH Vol 3 No 2 (2025): INTER TECH
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/i.v3i2.1661

Abstract

Beton pervious adalah jenis beton yang ditandai dengan rongga yang saling berhubungan yang memungkinkan air meresap melalui strukturnya, umumnya diterapkan untuk mengurangi limpasan air hujan dan digunakan di area seperti tempat parkir dan jalur pejalan kaki. Penelitian ini menyelidiki bagaimana berbagai proporsi abu terbang dan fiberglass memengaruhi kinerja beton pervious. Evaluasi meliputi karakterisasi fisik material, desain campuran yang disiapkan menurut ACI 522R, dan pengujian kuat tekan, kuat tarik, dan permeabilitas pada usia perawatan 7, 14, dan 28 hari. Abu terbang dimasukkan pada tingkat 13%, 16%, dan 19% sebagai pengganti sebagian semen, sementara fiberglass ditambahkan pada 0,2%, 0,4%, dan 0,6% dari volume beton, dengan tiga spesimen disiapkan untuk setiap variasi. Temuan menunjukkan bahwa campuran abu terbang 16% menghasilkan kuat tekan tertinggi sebesar 15,53 MPa dan kuat tarik terbesar sebesar 1,43 MPa pada 28 hari. Untuk campuran fiberglass, proporsi optimum adalah 0,4%, menghasilkan kuat tekan 11,85 MPa dan kuat tarik 1,78 MPa. Dalam hal permeabilitas, nilai tertinggi 26,05 cm/s terjadi pada beton tanpa abu terbang, sedangkan nilai terendah 19,87 cm/s teramati pada campuran abu terbang 16%, yang mencerminkan matriks beton yang lebih padat. Kombinasi abu terbang 16% dan fiberglass 0,4% memberikan kinerja paling seimbang antara kekuatan dan permeabilitas, mencapai kuat tekan 14,63 MPa, kuat tarik 1,40 MPa, dan permeabilitas 18,54 cm/s. Analisis korelasi menunjukkan bahwa kuat tarik meningkat secara konsisten dengan kuat tekan, menunjukkan hubungan positif. Sebaliknya, kuat tekan dan permeabilitas menunjukkan hubungan terbalik, di mana kuat tekan yang lebih tinggi berhubungan dengan permeabilitas yang berkurang. Hal ini terjadi karena beton yang lebih kuat umumnya memiliki lebih sedikit rongga, sehingga membatasi aliran air. Oleh karena itu, pemilihan proporsi abu terbang dan fiberglass yang tepat sangat penting untuk mencapai keseimbangan optimal antara kinerja mekanis dan kemampuan drainase pada beton pervious.