Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Perbandingan Kadar Kolestrol Total Antara Perokok Aktif Dan Pasif Berusia 20-25 Tahun Di Wilayah Samarinda Aminuddin, Muhammad Fahmi; Anggraini, Chindi
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i1.620

Abstract

Merokok merupakan kegiatan yang umum dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Paparan asap rokok telah terbukti sangat berbahaya bagi kesehatan. Baik perokok aktif maupun pasif terpapar zat berbahaya dapat mempengaruhi kesehatan, salahsatunya profil lipid yaitu kadar kolesterol yang dapat memicu terjadinya masalah kardiovaskular. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kadar kolesterol tetal antara perokok aktif dan pasif pada usia 20-25 tahun di Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional untuk membandingkan kadar kolesterol total antara perokok aktif dan pasif. Populasi target adalah individu yang terpapar asap rokok di Kelurahan Lok Bahu, Kota Samarinda. Sampel berjumlah 60 partisipan, terdiri dari 30 perokok aktif dan 30 perokok pasif yang diambil secara acak dengan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat. Pengambilan sampel darah dan pengisian kuesioner dilaksanakan di lokasi Kelurahan Lok Bahu, sementara pengukuran kadar kolesterol total dilakukan di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Samarinda. Hasil Penelitian ini didapatkan 14 perokok aktif dan 13 perokok pasif memiliki kadar kolesterol tinggi dengan rentang kadar 203-382 mg/dL bagi perokok aktif dan kadar 202-232 mg/dL bagi perokok pasif. Berdasarkan analisis statistik, hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Test (p = 0,973) menunjukkan bahwa data kadar kolesterol total terdistribusi secara normal. Sehingga dilanjutkan Uji-T tidak berpasangan untuk perbandingan data. Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi (p = 0,859) yang mengindikasikan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik pada kadar kolesterol total antara perokok aktif dan perokok pasif walaupun kadar kolesterol perokok aktif memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan kadar kolesterol perokok pasif.
Deteksi Dini Penyakit Kronis dan Infeksius Melalui Edukasi Hepatitis B dan Skrining Metabolik di Masyarakat Kelurahan Loa Ipuh Astuti, Suci Indah; Utami, Rinda Aulia; Aminuddin, Muhammad Fahmi; Marsudi, La Ode
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/abdmlt.v5i1.1933

Abstract

Penyakit infeksius dan penyakit tidak menular (PTM) merupakan tantangan kesehatan serius di Indonesia, dengan prevalensi PTM seperti Diabetes Melitus Tipe 2, hipertensi, dan kolesterol tinggi yang terus meningkat dan penyakit infeksius seperti Hepatitis B. Meskipun secara fundamental berbeda, Hepatitis B disebabkan oleh mikroorganisme (infeksius) dan PTM terkait gaya hidup atau genetik (non-infeksius), namun keduanya memiliki kesamaan essensial potensi untuk berkembang menjadi penyakit kronis yang berat jika tidak diketahui dan ditangani sejak dini. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan memfasilitasi deteksi dini Hepatitis B dan PTM melalui pendekatan komprehensif. Metode yang digunakan meliputi edukasi mendalam tentang Hepatitis B, diikuti skrining metabolik (gula darah, kolesterol, dan tekanan darah). Hasil pengabdian ini menunjukkan mayoritas peserta berusia 46-60 tahun (62.5%) dan 61-80 tahun (27.5%). Prevalensi hasil skrining yang abnormal sangat tinggi yaitu 55% peserta mengalami hiperglikemia, 37.5% memiliki kolesterol abnormal, dan 79.49% menunjukkan tekanan darah abnormal. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat warga RT 23, Gg. Silahturahmi, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong yang memilki faktor risiko PTM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil mengedukasi dan melakukan skrining. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pemeriksaan awal untuk mencegah masalah kesehatan serius dari Hepatitis B dan PTM asimtomatik, demi kesehatan yang lebih baik dan berkelanjutan
Remaja Sehat, Masa Depan Hebat: Edukasi Penyakit Menular Seksual Dan Pemeriksaan Hepatitis C Di Mts Al-Mizan Loa Kulu Utami, Rinda Aulia; Aminuddin, Muhammad Fahmi; Mawardani, Maya Tamara; Harianja, Edison; Izah, Nurul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/abdmlt.v5i1.1956

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi memberikan dampak signifikan terhadap perilaku remaja, salah satunya adalah meningkatnya kasus pergaulan bebas yang berisiko terhadap kesehatan reproduksi. Salah satu dampak serius dari perilaku seks bebas adalah penularan infeksi menular seksual (IMS), termasuk Hepatitis C, yang dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang. Minimnya pengetahuan dan edukasi yang memadai di kalangan remaja menjadikan upaya preventif melalui edukasi dan skrining kesehatan sangat penting. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai bahaya seks bebas dan risiko penularan IMS serta melakukan pemeriksaan dini Hepatitis C sebagai bentuk pencegahan penyakit menular di lingkungan sekolah. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan Juli 2024 di MTs Al-Mizan Loa Kulu, diikuti oleh 49 siswa dari kelas VII hingga IX. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi edukatif oleh dosen dan mahasiswa melalui ceramah interaktif serta sesi tanya jawab. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan Hepatitis C menggunakan metode Rapid Test terhadap seluruh peserta. Hasil: Hasil edukasi menunjukkan keterlibatan aktif siswa dalam diskusi dan meningkatnya pemahaman mengenai bahaya seks bebas dan IMS. Pemeriksaan Hepatitis C menunjukkan seluruh peserta (100%) memperoleh hasil non-reaktif. Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dan skrining sangat bermanfaat sebagai upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan remaja. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala guna meningkatkan kesadaran dan deteksi dini terhadap penyakit menular di kalangan remaja.
Peduli Kesehatan Lansia: Pemeriksaan Kolesterol Gratis di Panti Joint Adulam Ministry Irwadi, Didi; Aminuddin, Muhammad Fahmi; Utami, Rinda Aulia; Woga, Idriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/abdmlt.v5i1.1958

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes mellitus merupakan penyebab kematian utama secara global dan terus meningkat, terutama di negara berkembang. Salah satu faktor risiko utama PTM adalah tingginya kadar kolesterol dalam darah, yang sering terjadi pada kelompok lansia akibat penurunan aktivitas fisik dan pola hidup yang kurang sehat. Oleh karena itu, deteksi dini kolesterol menjadi langkah penting dalam pencegahan komplikasi kardiovaskular. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lansia terhadap pentingnya menjaga kadar kolesterol dalam batas normal melalui edukasi dan pemeriksaan kolesterol gratis di Yayasan Joint Adulam Ministry Samarinda. Metode kegiatan meliputi perumusan masalah, survei lapangan, penyusunan proposal, serta pelaksanaan edukasi dan pemeriksaan kolesterol darah. Kegiatan dilaksanakan pada 25 Oktober 2024 dan diikuti oleh 31 peserta lansia. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebanyak 71% peserta memiliki kadar kolesterol normal, sedangkan 29% memiliki kadar kolesterol tinggi (>200 mg/dL). Mayoritas peserta yang mengalami kolesterol tinggi adalah perempuan. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari peserta dan menunjukkan pentingnya pemeriksaan kolesterol rutin sebagai langkah preventif terhadap penyakit kardiovaskular. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masih terdapat lansia dengan kadar kolesterol tinggi yang berisiko mengalami komplikasi PTM. Pemeriksaan kolesterol secara rutin dan edukasi gaya hidup sehat sangat diperlukan. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan lintas sektor, termasuk puskesmas dan dinas kesehatan, untuk menjangkau lebih banyak masyarakat berisiko.
Pemberian Pelatihan Pengambilan Darah Vena Dan Kapiler Pada Siswa SMK Negeri 17 Samarinda Marsudi, La Ode; Aminuddin, Muhammad Fahmi; Susanto, Zaenal Adi; Putri, Maharani
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2024.2.1.12870

Abstract

Blood collection, or phlebotomy, is the process of obtaining a blood sample from circulation through a puncture or incision. The medical personnel who perform this procedure are called phlebotomists. Typically, blood is drawn from the median cubital vein in the front of the arm (inside the elbow). If this vein is not accessible, the cephalic or basilic veins can be alternatives, and if these are also unsuitable, blood can be drawn from a vein in the wrist area. It is important to consider blood volume, especially in patients with anemia, newborns, or patients with small veins, to avoid insufficient blood collection. Adequate skills are required to obtain a qualified blood sample. The aim of this community service is to provide education and training to students on the proper methods for venous and capillary blood collection in accordance with standard procedures, and to minimize phlebotomy complications. The service methods include pre-tests, post-tests, material presentation, and phlebotomy practice. Out of 44 participants, after education, 88.6% understood phlebotomy, 86.3% understood ancient phlebotomy techniques, 100% understood modern techniques, 91% understood the types of veins and the first choice, 75% understood the order of venipuncture, 100% understood modern phlebotomy equipment, and 79.5% understood the use of tourniquets. In conclusion, participants' knowledge increased after phlebotomy training and education.
Skrining Glukosa Darah Pada Masyarakat di Sekitar Gelanggan Olahraga Kadrie Oening Samarinda Aminuddin, Muhammad Fahmi; Kamil; Rampo, Herniaty
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a non-communicable disease that is the center of attention for the world, including Indonesia. The increase in DM sufferers in Indonesia has occurred in the last few decades. DM can strike any age. Most DM disease is in the form of type 2 DM which is caused by the influence of food patterns, while very little type 1 DM is caused by genetic factors. The purpose of this community service is that people can get an overview of glucose levels. Method: the community participated in this activity on October 30 2022 around the Kadrie Oening Sports Center (GOR) in Samarinda City. The community is given the opportunity to follow the pressure of blood glucose levels and discussion about the glucose results obtained. Results: 99 participants consisting of 37 men and 62 women with an age range of 14-68 years. Participants were very enthusiastic in taking part in checking blood glucose levels using the POCT method and health dissemination as seen from the long wait of the participants and the implementation of the executors for the participants who took part in this activity. There were 8 (8.1%) participants with levels >200 mg/dl and 91 (91.9%) participants getting results <200 mg/dl. Then given health education related to blood glucose to the participants.
Monitoring Glukosa Darah Dan Tekanan Darah Pada Lansia Di UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda Utami, Rinda Aulia; Aminuddin, Muhammad Fahmi; Wahid, Rifky Saldi A.; Resna Belinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini penyakit degeneratif sudah bisa ditemukan pada usia 30-40 tahun. Pencegahan penyakit degeneratif bisa dicegah dengan cara screening kesehatan pada usia diatas 30 tahun. Hal ini jika diabaikan, maka akan berisiko terjadinya penyakit Diabetes Mellitus sehingga jatuh pada keadaan yang lebih berat dengan munculnya komplikasi Diabetes Mellitus. Kondisi lansia sekarang banyak terkena penyakit degerativ. Hal ini dikarenakan oleh berbagai faktor, yaitu faktor penyakit, faktor genetik, faktor usia, faktor gender, kurang gerak, asupan garam, obesitas, kurang tidur, makanan berlemak, kalori dan kadar gula, gaya hidup yang tidak sehat, dan stres. Oleh karena itu tujuan pengabdian masyarakt ini yaitu masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa melakukan pemeriksaan kesehatan tidak harus menunggu adanya keluhan atau kejadian sakit dan olahrga lansia agar kondisi fisik lebih bugar. Salah satu cara untuk mendeteksinya adalah screening pemeriksaan tekanan darah dan glukosa darah. Hasil pengabdian masyarakat ini ditemukan bahwa terdapat 17 orang (49%) dengan tekanan darah yang tinggi, dan kadar Glukosa darah tinggi ada 13 orang (37%). Kesimpulan dari hasil ini bahwa sebaiknya monitoring kesehatan dilakukan secara berkala sebagai upaya skrining kesehatan dan mencegah adanya komplikasi selanjutnya.
Korelasi Feritin dengan Sitokin Proinflamasi pada Pasien Talasemia Beta Di Kota Samarinda Kalimantan Timur Aminuddin, Muhammad Fahmi; Darmawan, Anton Budhi; Rujito, Lantip
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 72 No 2 (2022): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.72.2-2022-608

Abstract

Introduction: Ferritin is a routine parameter used in the evaluation of iron overload in thalassemia patients. Excess iron causes the formation of ROS, resulting in an oxidative reaction that triggers inflammation. This study aims to determine the correlation of ferritin levels with proinflammatory cytokines in beta thalassemia. Methods: A cross-sectional analytical study was conducted on 33 beta thalassemia patients who received routine blood transfusions at I.A. Moeis Samarinda. Spearman rank correlation test was used to determine the correlation between ferritin and TNF-α and IL-6. Results: The results of this study showed that there was no relationship between ferritin and TNF- (p=0.580) and IL-6 (p=0.924). Meanwhile, there was a significant relationship between TNF- and IL-6 (p less than 0.0001) which had a strong positive correlation (r=0.621). Conclusion: This study showed that there was no correlation between ferritin levels with TNF-α and IL-6. Meanwhile, proinflammatory cytokines showed a correlation between TNF-α and IL-6 in thalassemia patients in Samarinda City.