Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Teknik AMATA

ESTIMASI SUMBERDAYA ENDAPAN TERUKUR NIKEL LATERIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTING Rafiuddin; Septian Tahir, Erik
Jurnal Teknik AMATA Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v6i1.326

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi, telah berkembang berbagai metode estimasi (perkiraan) yang memudahkan perhitungan estimasi sumber daya atau cadangan, dalam hal ini sumber daya terukur dari endapan nikel laterit. Estimasi sumberdaya dan cadangan mineral adalah perkiraan jumlah dan penyebaran mineral yang menguntungkan dan dapat diekstraksi secara sah dari cadangan mineral melalui penambangan atau pemanfaatan mineral. Metode Inverse Distance Weighted (IDW) merupakan salah satu metode evaluasi dengan pendekatan  blok model sederhana dengan mempertimbangkan titik-titik disekitarnya. Asumsi dari metode ini adalah nilai yang diinterpolasi lebih mirip dengan data sampel yang jaraknya dekat dibandingkan dengan yang jaraknya lebih jauh. Penelitian ini bertujuan mengetahui tahapan estimasi sumberdaya terukur endapan nikel laterit metode Inverse Distance Weighted (IDW) menggunakan software Surpac 6.3.2., dan menghitung volume, tonase dan kadar  hasil estimasi sumberdaya terukur endapan nikel laterit metode Inverse Distance Weighted (IDW) pada Blok Sarimukti, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Data yang diperlukan dalam penelitian ini berupa data assay, collar, survey dan geology. COG yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data yang diperoleh dari perusahaan pada lokasi penelitian, yakni 1,3% Ni sedangkan densitasnya 1,5 kg/m3. Hasil yang diperoleh dari estimasi sumberdaya terukur endapan nikel laterit pada Blok Sarimukti yaitu jumlah volume sebesar 160.740,6 m3 dan tonase sebesar 257.185 ton dengan rata-rata kadar ore sebesar 1,33%. Kata-kata kunci: Estimasi Sumberdaya, Metode Inverse Distance Weighted, Nikel Laterit.
Pemodelan Aermod Sebaran NO2 Pengangkutan Batubara Di Batu Sopang Kalimantan Timur Rafiuddin; Said, Irfan
Jurnal Teknik AMATA Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v4i2.177

Abstract

Penelitian ini menyimulasikan sebaran gas dampak kegiatan pengangkutan batubara di Batu Sopang, Kalimantan Timur. Simulasi sebaran dilakukan menggunakan pemodelan AERMOD. Sumber emisi berasal dari sisa pembakaran dump truk pengangkut batubara yang melalui jalan hauling sepanjang 21,14 km. Laju emisi dari kegiatan pengangkutan batubara sebesar 3,74 g/s. Hasil simulasi numerik dibagi kedalam 3 periode kuadrimester sepanjang tahun 2022. Hasil numerik akan divalidasi dengan data hasil pemantauan pada 10 titik disekita lokasi penelitian untuk mengetahui tingkat akurasi model yang digunakan. Nilai RMSPE model numerik pada periode kuadrimester kedua tahun 2022 sebesar 46,84%. Tingkat akurasi pada periode kuadrimester kedua sedikit lebih baik dibandingkan dengan periode kuadrimester pertama dan ketiga yang masing-masing memiliki nilai RMSPE sebesar 54,81% dan 60,96%.
ANALISIS KESTABILAN LERENG LAHAN BEKAS TAMBANG BIJIH NIKEL DI WILAYAH TAMBANG X, KABUPATEN LUWU TIMUR SULAWESI SELATAN Rafiuddin; Wahyuddin, Muhammad Chaidir
Jurnal Teknik AMATA Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v5i2.329

Abstract

Analisis kestabilan lereng dilakukan pada wilayah bekas tambang bertujuan untuk mengetahui tingkat kestabilan lereng lahan bekas tambang tersebut dipastikan keamanannya. Serangkaian data yang diperlukan meliputi data topografi dan litologi dan data sifat fisik dan mekanik material lereng. Selanjutnya dilakukan perhitungan stabilitas lereng (faktor keamanan) menggunakan metode kesetimbangan batas dengan pendekatan metode Simplified Bishop melalui software Rocscience Slide. Dibuat 5 sayatan yang diharapkan dapat mewakili kondisi aktual pada lereng yang dikaji. Nilai faktor keamanan minimum yang digunakan yaitu FK ≥ 1,3. Hasil perhitungan faktor keamanan lereng diperoleh 2 sayatan termasuk kategori stabil yaitu sayatan A-A’ dan C-C’ dengan nilai FK yaitu 1,434 dan 1,658. Sayatan B-B’, D-D’ dan E-E’ masuk kategori lereng tidak stabil dengan nilai FK sebesar 1,27, 0,796, dan 0,766. Guna mempertahankan faktor keamanan minimum maka lereng yang tidak stabil dilakukan desain ulang dengan cara mengubah geometri lereng. Hasil optimalisasi geometri lereng keseluruhan sayatan B-B’ didapatkan tinggi lereng 28 meter dengan sudut lereng 17° menghasilkan nilai FK 1,342, untuk lereng keseluruhan pada sayatan D-D’ didapatkan tinggi lereng 47,68 meter dengan sudut lereng 19° menghasilkan nilai FK 1,301 dan lereng keseluruhan pada sayatan E-E’ didapatkan tinggi lereng 67,14 meter dengan sudut lereng 17° menghasilkan nilai FK 1,398