Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The Relationship between Nutritional Status and Physical Fitness in Pilot International Standard School (RSBI) at the Level of Junior High School in Padang Deri Putra; Nurlan Kusmaedi; Amung Mamun; Syafrudin
Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Vol. 15 No. 2 (2021): Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology
Publisher : Institute of Medico-legal Publications Pvt Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37506/ijfmt.v15i2.14701

Abstract

The problem of this research is the low of level of physical fitness of students of Pilot International StandardSchool (SMP level) in Padang. It happened because of lack of nutrional status and physical activity.The purpose of this research is to reveal the correlation between nutrional status and physical activity,individually and in group. This research is Quantitative Reaearch that used correlational technique continuedby counting the contribution of independent variables to dependent variables. The accessible population ofthis research was all male students (448) of RSBI school in Padang, academic year 2011/2012. The sampleof this research was 67 students or 15% of accessible population by using proportional technique of randomsampling. The instrument of this research to measure physical fitness (Y) was Multistage Running Test(Tes MRT) ; Nutrional Status (X1) with the measure of weight and age converted to Classification Tableof Society Nutritional Status, Directorate of Community Nutrition, Department of Health of Republic ofIndonesia 1999 ; and Psysical Activity (X2) with questionaire. The results of the research are: (1).Thereis a significant relationship between nutrional status and physical fitness and contributed for 12.00% . (2).There is a significant relationship between physical activity and physical fitness and contributed for 26.00%.(3). There is a significant relationship between nutritional status and physical activity and contributed for29.00%. Thus, it can be concluded that increasing the psysical fitness of RSBI students in Padang can bedone by increasing Nutrional Status and Psysical Activity individually and in group.
INOVASI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM MENDORONG PENANAMAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL Andy Riski Pratama; Yulius; Maysa Latifa; Syafrudin; Messy
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i1.160

Abstract

This article discusses the role of innovation in the Islamic Religious Education (PAI) curriculum to strengthen local wisdom values. The curriculum plays a central role in determining the quality of education and the development of student character. In the midst of rapid educational innovation, especially in curriculum development, the challenge for PAI teachers is to adapt to innovations that are often top-down. However, the integration of local wisdom values in the PAI curriculum provides significant added value, not only in deepening the understanding of Islam in the local context, but also in enriching students' educational experience with noble values that can be applied in daily life. This study uses a literature to synthesize information about the concept of PAI curriculum innovation and the importance. The integration of local wisdom in PAI curriculum not only enhances students' engagement in learning, but also strengthens their religious identity in a diverse social and cultural context. In addition, this approach enriches students' with values such as environmental stewardship and gotong royong, which are important in shaping individuals who are responsible and caring towards society. This article concludes that PAI curriculum innovation that integrates local wisdom values not only strengthens Islamic religious education.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Audiovisual Terhadap Perilaku Bullying Di SDN 005 Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu Fikri Tamsir Rachman; Nanda Wilda Lestari; Syafrudin; Raja Syafrijal
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v2i2.751

Abstract

Peningkatan Kasus bullying juga terjadi di Indonesia. Menurut data rekapitulasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) laporan kasus bullying di sekolah meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2017 terjadi 478 kasus dan di tahun 2018 meningkat menjadi 576 kasus, 51% diantaranya pelakunya adalah siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan audiovisual terhadap perilaku bullying di SDN 005 Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu. Sampel penelitian sebanyak 5 responden. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli 2023. Hasil dari penelitian inii didapatkan ada peningkatan perilaku yang lebih baik pada masalah bullying
Motivasi dalam Al-Qur'an dan Hadis: Landasan Spiritual untuk Meraih Kesuksesan dalam Pendidikan Bustari; Syafrudin; Rehani; Sanusi, Ihsan; Kurnia, Asraf
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 6 No 1 (2025): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, January 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1333

Abstract

Motivasi merupakan elemen mendasar yang menentukan keberhasilan dalam pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik. Dalam Islam, motivasi memiliki dimensi spiritual yang mendalam, sebagaimana tercermin dalam Al-Qur'an dan hadis. Penelitian ini bertujuan untuk menggali konsep motivasi dalam Al-Qur'an dan hadis serta menganalisis relevansinya dalam konteks pendidikan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, hadis Nabi, dan pandangan para ulama serta tokoh pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dalam Al-Qur'an memiliki empat inti utama: (1) Berorientasi pada Akhirat, yakni menjadikan rida Allah dan kebahagiaan akhirat sebagai tujuan tertinggi; (2) Niat yang Benar, di mana setiap tindakan harus dimulai dengan keikhlasan; (3) Keseimbangan Dunia dan Akhirat, yaitu motivasi duniawi diperbolehkan asalkan selaras dengan nilai-nilai Islam; dan (4) Dorongan Spiritual, yang melibatkan cinta, takut, dan harapan kepada Allah. Temuan ini menegaskan bahwa motivasi spiritual dalam Islam tidak hanya relevan untuk membangun semangat belajar, tetapi juga membentuk sistem pendidikan yang holistik dan berorientasi pada keberkahan dunia dan akhirat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa integrasi nilai-nilai motivasi dalam Al-Qur'an dan hadis ke dalam pendidikan dapat memperkuat karakter peserta didik, meningkatkan kualitas proses pembelajaran, dan menciptakan generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus berakhlak mulia. Temuan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi pengembangan pendidikan berbasis nilai-nilai spiritual Islam. Motivation is a fundamental element that determines success in learning and character development of students. In Islam, motivation possesses a profound spiritual dimension, as reflected in the Qur'an and Hadith. This study aims to explore the concept of motivation in the Qur'an and Hadith and analyze its relevance in the context of education. The methodology employed is a literature review with a descriptive qualitative approach, examining Qur'anic verses, Hadiths of the Prophet, and the perspectives of Islamic scholars and education figures. The research findings reveal that motivation in the Qur'an encompasses four main principles: (1) Focus on the Hereafter, which places the pleasure of Allah and happiness in the Hereafter as the ultimate goal; (2) Correct Intention, where every action should begin with sincerity; (3) Balance between the World and the Hereafter, meaning worldly motivations are permissible as long as they align with Islamic values; and (4) Spiritual Encouragement, involving love, fear, and hope in Allah. These findings affirm that spiritual motivation in Islam is not only relevant for fostering a learning spirit but also for shaping an education system that is holistic and oriented towards blessings in both this world and the Hereafter. The conclusion of this study is that integrating the values of motivation found in the Qur'an and Hadith into education can strengthen the character of students, enhance the quality of the learning process, and create a generation that is intellectually brilliant while also possessing noble morals. This finding is expected to contribute to the development of education based on Islamic spiritual values.
Pengaruh Kecerdasan Interpersonal Kepala Sekolah Terhadap Produktivitas Sekolah Dasar Syafrudin; Sudadio; Hidayat, Sholeh
Improvement: Jurnal Ilmiah untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan Vol. 9 No. 02 (2022): iMProvement: Jurnal Ilmiah untuk peningkatan mutu Manajemen Pendidikan
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/improvement.v9i2.31029

Abstract

This study aims to analyze and describe the influence of interpersonal intelligence leadership competence of school principals on the productivity of elementary schools in Serang City. This research was conducted in Elementary Schools, Serang City, Banten Province which are spread over six sub-districts, namely Cipocok Jaya, Curug, Kasemen, Taktakan, Walantaka, and Serang. This research is a research with a quantitative approach using ex post facto survey research methods. This research method was chosen by considering the problems and the purpose of this study, namely to analyze the effect of the managerial competence of school principals on the productivity of elementary schools in Serang City. In addition, this research data was collected not necessarily through treatment that was deliberately carried out by researchers but the data collected was already available in the field and owned by the respondents so that only required instruments in the form of a questionnaire to collect these data. After conducting research, it was found that there was no positive direct effect of interpersonal intelligence on school productivity in the scope of Elementary Schools in Serang City, Banten Province. This explains that increasingly adequate interpersonal intelligence has not been able to have a positive impact on increasing school productivity in the scope of Elementary Schools in Serang City, Banten Province
Riset Riset dan Inovasi Dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam Multikultural Syafrudin; Mutmainnah
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i1.3855

Abstract

Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang religius sekaligus mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang multikultural. Di tengah dinamika sosial yang sarat keberagaman, inovasi kurikulum PAI menjadi urgensi untuk merespons tantangan intoleransi dan eksklusivisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai bentuk inovasi dalam kurikulum pendidikan agama Islam yang mengakomodasi nilai-nilai multikultural. Penelitian dilakukan melalui pendekatan systematic literature review (SLR) terhadap 45 sumber literatur ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2013 hingga 2024, meliputi artikel jurnal terindeks, buku akademik, dan dokumen kebijakan kurikulum. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi dalam kurikulum pendidikan agama Islam multikultural mencakup integrasi nilai-nilai inklusif seperti toleransi, keadilan, dan dialog antaragama ke dalam materi ajar dan strategi pembelajaran. Inovasi juga diwujudkan dalam penggunaan pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal serta peningkatan kapasitas guru sebagai fasilitator pendidikan multikultural. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa inovasi kurikulum pendidikan agama Islam berbasis multikultural merupakan instrumen penting dalam membentuk peserta didik yang moderat, terbuka, dan siap hidup dalam masyarakat yang majemuk. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam bentuk kerangka konseptual yang dapat dijadikan acuan untuk pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan agama Islam yang lebih inklusif
Pengembangan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Multikultural di Pondok Pesantren Nahruji; Syafrudin
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i1.3856

Abstract

Penelitian ini membahas pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam di pondok pesantren yang diarahkan untuk menginternalisasi nilai-nilai multikulturalisme dan moderasi beragama dalam praktik pendidikan sehari-hari. Melalui pendekatan kajian pustaka (literature review), penelitian ini menelaah berbagai literatur ilmiah dan hasil penelitian terkini terkait inovasi kurikulum PAI berbasis multikultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum di pesantren telah bergeser dari pendekatan tradisional menuju model yang lebih kontekstual dan responsif terhadap realitas keberagaman masyarakat. Nilai-nilai seperti toleransi, keadilan, kesetaraan, dan penghargaan terhadap perbedaan diintegrasikan ke dalam materi ajar, kegiatan sosial keagamaan, serta pola interaksi antar-santri yang hidup dalam komunitas multietnik dan multikultural. Kurikulum ini tidak hanya membentuk santri yang religius secara spiritual, tetapi juga mendorong terciptanya karakter santri yang moderat, inklusif, dan berdaya saing sosial. Dengan demikian, pesantren tampil sebagai lembaga pendidikan Islam yang berperan aktif dalam merawat harmoni sosial dan memperkuat kohesi masyarakat Indonesia yang majemuk
Desain Desain Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Pada Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Haudl Ketapang Syafrudin; Mutmainnah
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4084

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi Islam memiliki posisi strategis dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya religius, tetapi juga inklusif, moderat, dan siap hidup di tengah masyarakat yang majemuk. Kondisi sosial Kabupaten Ketapang yang ditandai dengan keberagaman etnis, budaya, dan agama mendorong STAI Al-Haudl Ketapang untuk mengembangkan kurikulum PAI berbasis multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan yang bersumber dari buku, artikel ilmiah, jurnal, dan penelitian relevan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum PAI di STAI Al-Haudl Ketapang dilakukan dengan pendekatan humanistik, kontekstual, dan konstruktivistik dialogis. Tahapan pengembangan meliputi analisis kebutuhan sosial, perumusan visi dan profil lulusan, penyusunan materi ajar yang sarat nilai keberagaman, serta peningkatan kompetensi dosen. Materi pembelajaran tidak terbatas pada aspek normatif keagamaan, tetapi juga menekankan pentingnya toleransi, keadilan, dan dialog lintas budaya sebagai praktik keislaman yang ramah dan damai. Implementasi kurikulum ini terbukti mampu mendorong mahasiswa menjadi pribadi moderat, terbuka, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Dengan demikian, model kurikulum PAI berbasis multikultural yang diterapkan di STAI Al-Haudl Ketapang dapat dijadikan rujukan bagi pengembangan kurikulum serupa di perguruan tinggi Islam lainnya di Indonesia
Desain Kurikulum Pendidikan Agama Islam Multikultural Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MTs Taruna Daharo Nusantara Kubu Raya Darsono; Syafrudin; Burhanudin
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4246

Abstract

Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh pentingnya penguatan nilai-nilai keislaman yang toleran dan inklusif dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk. Kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis multikultural menjadi strategi pendidikan yang mampu mengintegrasikan ajaran akidah dan akhlak Islam dengan prinsip-prinsip penghargaan terhadap perbedaan, toleransi, dan kerukunanPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis desain kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis multikultural pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MTs Taruna Daharo Nusantara Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan kepala madrasah, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain kurikulum ini mencakup empat komponen utama: tujuan pembelajaran yang menekankan integrasi nilai Islam dan multikulturalisme, materi ajar yang relevan dengan konteks sosial siswa, metode pembelajaran yang partisipatif dan reflektif, serta evaluasi yang menilai aspek kognitif, afektif, dan sosial. Implementasi kurikulum ini berhasil menumbuhkan sikap toleran, menghargai perbedaan, serta memperkuat identitas keislaman yang moderat pada peserta didik. Kurikulum ini menunjukkan bahwa pendidikan agama di madrasah dapat berperan strategis dalam membentuk generasi yang religius sekaligus inklusif. Temuan ini merekomendasikan pentingnya replikasi kurikulum serupa pada madrasah lain sebagai bentuk kontribusi terhadap penguatan karakter bangsa yang multikultural.
Moderasi Beragama di Sekolah Menengah: Studi Kasus Interaksi Siswa Muslim dan Non-Muslim di SMPN 2 Ampek Nagari Syafrudin; Iswantir; Julian Marfal
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 3 Nomor 2, September-Desember 2025
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v3i2.175

Abstract

This research discusses the practice of religious moderation at SMPN 2 Ampek Nagari, a secondary school with Muslim students as the majority and non-Muslim students as the minority. The aim of the research is to describe social interactions between Muslim and non-Muslim students, analyze the role of teachers in instilling the value of religious moderation, and identify challenges that arise in the process. This research uses descriptive qualitative methods with data collection techniques in the form of observation, in-depth interviews and documentation. The research results show that social interactions between Muslim and non-Muslim students are harmonious, characterized by cooperation in academic and non-academic activities without discrimination. Teachers play an important role as facilitators, role models and mediators in instilling tolerant attitudes through religious learning, citizenship education and other school activities. However, challenges were also found in the form of negative stereotypes brought from the family environment, as well as feelings of awkwardness in dealing with differences in religious practices. These findings confirm that schools function as laboratories for religious moderation, but their success requires support from parents and the community. Thus, the experience of SMPN 2 Ampek Nagari can become a model for implementing inclusive religious moderation for other secondary schools in Indonesia.