Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Mencapai work engagement pada karyawan : Bagaimana peranan psychological well-being dan work life balance? Ferrysandi, Bryan Nifenty; Nainggolan, Eben Ezer; Ul Haque, Sayidah Aulia
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 No 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v5i1.11615

Abstract

The purpose of this study is to examine whether psychological well-being and work life balance are related to work engagement in employees. The population in this study were employees in Surabaya City. The sample size for this study was 287 people, as determined by the Isaac and Michael table, with an error rate of 10%. The approach used is quantitative correlational, with simple random sampling technique. The measurement tools used were the Scale of Psychological Well-being (SPWB) (18 items), the Work/Nonwork Interference and Enhancement Scale (17 items), and the Utrecht Work Engagement Scale (UWES) (17 items) to measure work engagement. The results of this study include multiple linear regression, t-test, variable means, and effective contribution. The results showed that psychological well-being and work life balance significantly increased work engagement (F = 52.664; r = 0.520; R Square = 0.271; P < 0.000). Psychological well-being and work life balance can be used as techniques for employees to build and improve employees' work engagement with the company and their work
Big Five Personality Traits dan Work Engagement Karyawan di Surabaya Alexander, Benyamin; Nainggolan, Eben Ezer; Muslikah, Etik Darul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.8050

Abstract

Perusahaan yang ingin mendapatkan hasil yang maksimal harus didampingi dengan karyawan yang sama juganya bekerja secara maksimal. Skala yang digunakan dalam penelitian ini merupakan adaptasi dari skala yang sudah tercipta sebelumnya. Skala keterlibatan kerja diadaptasikan melalui skala Utrecht Work Engagement Scale (UWES) berdasarkan Schaufeli dan Bakker (2004) dan skala kepribadian diadaptasikan melalui skala Big Five Inventory (BFI) berdasarkan John dan Srivastava (1999). Metode yang digunakan untuk menguji hipotesis pada penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hipotesis pertama penelitian ini ditemukan bahwa kepribadian dapat menjadi sebuah prediktor untuk mengetahui tingkatan keterlibatan kerja yang dimiliki oleh seorang karyawan, dengan nilai R=0,646, F=36,877, dan p<0,05. Hipotesis berikutnya dalam penelitian ini ditemukan bahwa dimensi kepribadian ekstraversi (β=0,859 dan p<0,05) dan kesadaran (β =765 dan p<0,05) memiliki hubungan yang signifikan terhadap keterlibatan pekerjaan seorang karyawan. Sedangkan dimensi kepribadian keramahan, neurotisme dan keterbukaan terhadap pengalaman tidak memiliki hubungan yang signifikan.
Kecenderungan narsisme sebagai mediator pada korelasi fear of missing out dan psychological well-being pada mahasiswa pengguna media sosial Mardaratmi, Aissurro Isslamiah; Nainggolan, Eben Ezer; Al Haque, Sayyidah Aulia
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v2i5.12438

Abstract

Memiliki tingkat psychological well-being yang tinggi dapat membantu mahasiswa mengurangi risiko stress, cemas, dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran kecenderungan narsisme dalam memediasi hubungan fear of missing out dengan psychological well-being. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan variabel mediator. Sampel penelitian ini 348 mahasiswa aktif di Kota Surabaya, Pengumpulan sampel menggunakan teknik random sampling . Alat ukur yang digunakan menggunakan Psychological Well-Being Scale yang telah diadaptasi dan dimodifikasi oleh Merlyna Revelia (2018) sebanyak 42 item, skala fear of missing out yang dikembangkan oleh peneliti dengan mengacu pada teori Przybylski et al., (2013) sebanyak 20 item, dan skala kecenderungan narsisme yang dikembangkan oleh peneliti dengan mengacu pada teori Raskin & Terry (1988) sebanyak 33 item. Teknik analisis data menggunakan mediation analysis dengan bantuan JASP. Hasil penelitian menunjukkan efek langsung dan efek tidak langsung fear of missing out dengan psychological well-being menghasilkan efek total negative yang signifikan. Hasil tersebut menunjukkan kecenderungan narsisme memediasi secara parsial pada fear of missing out dengan psychological well-being.
Kepuasan kerja dan organizational commitmen pada karyawan: bagaimana peran moderasi sense of belongingness? Sentosa, Renaldo Daniel Muda; Nainggolan, Eben Ezer; Muslikah, Etik Darul
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v2i5.12447

Abstract

The high employee turnover rate in Surabaya is a serious concern. This study examines the relationship between job satisfaction and organizational commitment among 395 employees in Surabaya. The results showed a significant positive relationship between the two variables. Furthermore, this study found that sense of belongingness plays an important role in strengthening this relationship. The higher the sense of belonging to the organization, the stronger the relationship between job satisfaction and organizational commitment. These findings highlight the importance for organizations to create an inclusive work environment and empower employees to feel part of the organization. By doing so, organizations can improve employee performance and achieve long-term strategic goals. Tingkat turnover karyawan yang tinggi di Surabaya menjadi perhatian serius. Penelitian ini mengkaji hubungan antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi pada 395 karyawan di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa sense of belongingness berperan penting dalam memperkuat hubungan ini. Semakin tinggi rasa memiliki terhadap organisasi, semakin kuat pula hubungan kepuasan kerja dan komitmen organisasi. Temuan ini menyoroti pentingnya bagi organisasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan memberdayakan karyawan agar mereka merasa menjadi bagian dari organisasi. Dengan demikian, organisasi dapat meningkatkan kinerja karyawan dan mencapai tujuan strategis jangka panjang.
Analisis Hubungan Keberanian Mengambil Risiko dan Norma Subjektif terhadap Intensi Berwirausaha Mahasiswa: Temuan yang Tidak Signifikan Sryna, Maria Grace; Nainggolan, Eben Ezer; Muslikah, Etik Darul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.17624

Abstract

Indonesia has a population of 284 million in 2024, with 69.3% being of productive age. However, the entrepreneurship ratio is only 3.47%, much lower than developed countries, while the unemployment rate reaches 4.82%. This study aims to analyze the relationship of risk-taking courage and subjective norms to entrepreneurial intention in college students. The research method used a correlational quantitative design with a Likert scale-based questionnaire instrument, involving a sample of 17 August Surabaya University students selected by accidental sampling. The results of the analysis showed that risk-taking courage (p = 0.533) and subjective norms (p = 0.129) did not have a significant relationship to entrepreneurial intention, either individually or simultaneously (Chi-Square = 2.177; p = 0.337). Other factors, such as self-efficacy and intrinsic motivation, may be more dominant in influencing entrepreneurial intention. In conclusion, although risk-taking courage and subjective norms are important, they are not enough to explain students' entrepreneurial intention thoroughly.
Self-Leadership dan Proactive Behavior pada Mahasiswa MBKM Maharani, Liza Dwi; Nainggolan, Eben Ezer; Haque, Sayidah Aulia'ul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10528

Abstract

This research aims to determine the relationship between self-leadership and proactive behavior in students participating in the MBKM program. This research uses quantitative correlational methods. The sampling technique used saturated sampling or total sampling with a sample of 135 students. The subjects in this research were students participating the MBKM program. The instruments in this research are the independent self- leadership scale and the proactive behavior scale. The data analysis technique uses simple linear regression analysis and shows a positive and significant relationship. This means that the higher the level of self-leadership a student has, the higher the student's proactive behavior will be. Keywords: MBKM, Proactive Behavior, Self-Leadership
Citra tubuh Dan Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder: Seberapa pentingkah penampilan fisik bagi remaja ? Putri, Dwi Amalia; Nainggolan, Eben Ezer; Ul Haque, Sayidah Aulia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10844

Abstract

Abstract This study aims to determine the relationship between body image and body dysmorphic disorder tendencies in teenagers in Surabaya. This study used a correlational quantitative research method. The participants in this study were all teenagers in Surabaya with the age range of 18-21 years. The number of participants in this study was 272 participants taken with reference to the Krejcie table with a confidence of 90%. The sample technique used was Accidental Sampling. The data analysis used is Spearman Rho. The results of this study showed a rho correlation coefficient value of -0.616 with a significance level of 0.000 (p≤0.05). Thus, there is a negative relationship between the two variables which shows that the higher the body image owned, the lower the tendency of body dysmorphic disorder, conversely the lower the body image owned, the higher the tendency of body dysmorphic disorder. Keywords: Body Dysmorphic Disorder; Body Image; Teenagers Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dan kecenderungan body dysmorphic disorder pada remaja di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Partisipan dalam penelitian ini adalah seluhruh remaja di Surabaya dengan rentan usia 18-21 tahun. Jumlah partisipan pada penelitian ini adalah sebanyak 272 partisipan yang diambil dengan mengacu pada tabel krejcie dengan confidence sebesar 90%. Teknik sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling. Analisis data yang digunakan adalah Spearman Rho. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai koefisien korelasi rho sebesar -0,616 dengan taraf signifikansi 0,000 (p≤0,05). Dengan demikian, terdapat hubungan negatif antara dua variabel yang menunjukkan bahwa semakin tinggi body image yang dimiliki maka semakin rendah kecenderungan body dysmorphic disordernya, sebaliknya semakin rendah body image yang dimiliki maka semakin tinggi kecenderungan body dysmorphic disorder nya. Kata kunci: Body Dysmorphic Disorder; Body Image; Remaja
Stres Kerja dan Work-Life Balance pada Karyawan di Kota Surabaya: Bagaimana Peran Komitmen Organisasi? Putri, Maydina Adinda; Nainggolan, Eben Ezer; Haque, Sayidah Aulia'ul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12527

Abstract

Karyawan dan organisasi saling membutuhkan. Karyawan dituntut untuk mampu bersaing agar tujuan organisasi tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres kerja dan work-life balance serta untuk mengetahui apakah komitmen organisasi merupakan variabel moderator dalam hubungan antara stres kerja dan work-life balance. Metode penelitian kuantitatif korelasional dengan jumlah responden 354 karyawan di Kota Surabaya yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan program JAMOVI versi 2.6.13. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara stres kerja dan work-life balance. Semakin tinggi stres kerja yang dimiliki karyawan, maka semakin rendah work-life balance, begitupun sebaliknya. Hasil penelian ini juga menunjukkan bahwa komitmen organisasi dapat memoderasi hubungan antara stres kerja dan work-life balance. Semakin tinggi komitmen organisasi yang dimiliki karyawan, maka semakin rendah tingkat stres kerja dan semakin tinggi tingkat work-life balance, begitupun sebaliknya.
Lingkungan Kerja dan Psychological Well-Being Pengemudi Ojek Online: Menelisik Peran Dukungan Emosional Muhammad, Fikhi Surya Abadi; Nainggolan, Eben Ezer; Muslikah, Etik Darul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12587

Abstract

Abstract Online motorcycle taxi drivers face various challenges in their work, such as unstable income, poor road conditions, and high risk of accidents, which can affect their psychological well-being. This study aims to understand how the perception of the quality of the work environment affects the psychological well-being of online motorcycle taxi drivers with emotional support as a moderator. This study used a quantitative correlational design involving 300 online motorcycle taxi drivers. The data collection instrument in this study used a Likert scale consisting of a scale of perception of the quality of the work environment, a scale of psychological well-being, and a scale of emotional support. Data analysis was carried out using a moderation technique with the help of the jamovi application. The results showed that the perception of the quality of the work environment had a significant relationship with the psychological well-being of online motorcycle taxi drivers and emotional support was found to moderate the relationship between the two variables. Keywords: emotional support; psychological well-being; perception of the quality of the work environment; online motorcycle taxi drivers. Abstrak Pengemudi ojek online menghadapi berbagai tantangan dalam pekerjaan mereka, seperti pendapatan yang tidak stabil, kondisi jalan yang buruk, dan resiko kecelakaan yang tinggi, yang dapat memengaruhi psychological well-being mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana persepsi kualitas lingkungan kerja memengaruhi psychological well-being pengemudi ojek online dengan dukungan emosional sebagai moderator. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan melibatkan 300 pengemudi ojek online. Instrumen pengambilan data pada penelitian ini menggunakan skala likert yang terdiri dari skala persepsi kualitas lingkungan kerja, skala psychological well-being, dan skala dukungan emosional. Analisis data dilakukan menggunakan teknik moderasi dengan bantuan aplikasi jamovi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kualitas lingkungan kerja memiliki hubungan signifikan terhadap psychological well-being pengemudi ojek online dan dukungan emosional ditemukan mampu memoderasi hubungan dari dua variabel tersebut. Kata kunci: dukungan emosional; psychological well-being; persepsi kualitas lingkungan kerja; pengemudi ojek online.
Peran Interaksi Sosial dan Stres Akademik dalam Meningkatkan Work-Life Balance Mahasiswa Pekerja di Surabaya Firmansyah, Maulana; Nainggolan, Eben Ezer; Haque, Sayidah Aulia Ul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12591

Abstract

Abstrack This study aims to examine whether social interaction and academic stress are related to work-life balance among working students in Surabaya. The population of this research consists of 362 individuals, determined based on Isaac and Michael's table with a 5% margin of error. A quantitative descriptive and verificative approach was adopted, using Purposive Sampling techniques. The instruments used include a Social Interaction Scale (32 items), the Perception of Academic Stress Scale (18 items), and the Work-life balance Scale (17 items). The study employed non-parametric ordinal linear regression, model fitting information tests, parameter estimates, and parallel linearity tests. The results indicate that academic stress and work-life balance have a significant positive effect (p < 0.000, estimate 6.607). Academic stress and work-life balance can encourage working students to manage their time more efficiently. Keywords: Social interaction, academic stress, work-life balance, working students. Abstrak Hasil dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah interaksi sosial dan stres akademik berhubungan dengan work-life balance pada mahasiswa pekerja di kota Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah 362 orang, seperti yang di tetapkan ditabel Issac dan Michael, dengan tingkat kesalahan 5%. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dan verifikatif, dengan teknik purposive sampling. Alat yang digunakan adalah skala interaksi sosial (32 item), the perception of academic stress scale dan work-life balance scale (18), dan work-life balance scale (WLB Scale) (17 item) untuk mengukur work-life balance. Hasil penelitian ini mencakup regresi linier ordinal non-parametrik, uji model fitting information, wparameter estimates dan parallel linier. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa stres akademik dan work-life balance secara signifikan berpengaruh positif (p < 0.000, estimasi 6.607). Stres akademik dan work-life balance dapat digunakan mendorong mahasiswa pekerja untuk lebih efisien dalam mengelola waktu. Kata Kunci: Interaksi sosial, stres akademik, work-life balance, mahasiswa pekerja