Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Stres Kerja dan Work-Life Balance pada Karyawan di Kota Surabaya: Bagaimana Peran Komitmen Organisasi? Putri, Maydina Adinda; Nainggolan, Eben Ezer; Haque, Sayidah Aulia'ul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12527

Abstract

Karyawan dan organisasi saling membutuhkan. Karyawan dituntut untuk mampu bersaing agar tujuan organisasi tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres kerja dan work-life balance serta untuk mengetahui apakah komitmen organisasi merupakan variabel moderator dalam hubungan antara stres kerja dan work-life balance. Metode penelitian kuantitatif korelasional dengan jumlah responden 354 karyawan di Kota Surabaya yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan program JAMOVI versi 2.6.13. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara stres kerja dan work-life balance. Semakin tinggi stres kerja yang dimiliki karyawan, maka semakin rendah work-life balance, begitupun sebaliknya. Hasil penelian ini juga menunjukkan bahwa komitmen organisasi dapat memoderasi hubungan antara stres kerja dan work-life balance. Semakin tinggi komitmen organisasi yang dimiliki karyawan, maka semakin rendah tingkat stres kerja dan semakin tinggi tingkat work-life balance, begitupun sebaliknya.
Lingkungan Kerja dan Psychological Well-Being Pengemudi Ojek Online: Menelisik Peran Dukungan Emosional Muhammad, Fikhi Surya Abadi; Nainggolan, Eben Ezer; Muslikah, Etik Darul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12587

Abstract

Abstract Online motorcycle taxi drivers face various challenges in their work, such as unstable income, poor road conditions, and high risk of accidents, which can affect their psychological well-being. This study aims to understand how the perception of the quality of the work environment affects the psychological well-being of online motorcycle taxi drivers with emotional support as a moderator. This study used a quantitative correlational design involving 300 online motorcycle taxi drivers. The data collection instrument in this study used a Likert scale consisting of a scale of perception of the quality of the work environment, a scale of psychological well-being, and a scale of emotional support. Data analysis was carried out using a moderation technique with the help of the jamovi application. The results showed that the perception of the quality of the work environment had a significant relationship with the psychological well-being of online motorcycle taxi drivers and emotional support was found to moderate the relationship between the two variables. Keywords: emotional support; psychological well-being; perception of the quality of the work environment; online motorcycle taxi drivers. Abstrak Pengemudi ojek online menghadapi berbagai tantangan dalam pekerjaan mereka, seperti pendapatan yang tidak stabil, kondisi jalan yang buruk, dan resiko kecelakaan yang tinggi, yang dapat memengaruhi psychological well-being mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana persepsi kualitas lingkungan kerja memengaruhi psychological well-being pengemudi ojek online dengan dukungan emosional sebagai moderator. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan melibatkan 300 pengemudi ojek online. Instrumen pengambilan data pada penelitian ini menggunakan skala likert yang terdiri dari skala persepsi kualitas lingkungan kerja, skala psychological well-being, dan skala dukungan emosional. Analisis data dilakukan menggunakan teknik moderasi dengan bantuan aplikasi jamovi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kualitas lingkungan kerja memiliki hubungan signifikan terhadap psychological well-being pengemudi ojek online dan dukungan emosional ditemukan mampu memoderasi hubungan dari dua variabel tersebut. Kata kunci: dukungan emosional; psychological well-being; persepsi kualitas lingkungan kerja; pengemudi ojek online.
Peran Interaksi Sosial dan Stres Akademik dalam Meningkatkan Work-Life Balance Mahasiswa Pekerja di Surabaya Firmansyah, Maulana; Nainggolan, Eben Ezer; Haque, Sayidah Aulia Ul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12591

Abstract

Abstrack This study aims to examine whether social interaction and academic stress are related to work-life balance among working students in Surabaya. The population of this research consists of 362 individuals, determined based on Isaac and Michael's table with a 5% margin of error. A quantitative descriptive and verificative approach was adopted, using Purposive Sampling techniques. The instruments used include a Social Interaction Scale (32 items), the Perception of Academic Stress Scale (18 items), and the Work-life balance Scale (17 items). The study employed non-parametric ordinal linear regression, model fitting information tests, parameter estimates, and parallel linearity tests. The results indicate that academic stress and work-life balance have a significant positive effect (p < 0.000, estimate 6.607). Academic stress and work-life balance can encourage working students to manage their time more efficiently. Keywords: Social interaction, academic stress, work-life balance, working students. Abstrak Hasil dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah interaksi sosial dan stres akademik berhubungan dengan work-life balance pada mahasiswa pekerja di kota Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah 362 orang, seperti yang di tetapkan ditabel Issac dan Michael, dengan tingkat kesalahan 5%. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dan verifikatif, dengan teknik purposive sampling. Alat yang digunakan adalah skala interaksi sosial (32 item), the perception of academic stress scale dan work-life balance scale (18), dan work-life balance scale (WLB Scale) (17 item) untuk mengukur work-life balance. Hasil penelitian ini mencakup regresi linier ordinal non-parametrik, uji model fitting information, wparameter estimates dan parallel linier. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa stres akademik dan work-life balance secara signifikan berpengaruh positif (p < 0.000, estimasi 6.607). Stres akademik dan work-life balance dapat digunakan mendorong mahasiswa pekerja untuk lebih efisien dalam mengelola waktu. Kata Kunci: Interaksi sosial, stres akademik, work-life balance, mahasiswa pekerja
Altruisme dan Keterlibatan Akademik pada Mahasiswa: Peran Psychological Well-Being sebagai Variabel Mediator Fuadah, Luk Luk Atul; Nainggolan, Eben Ezer; Muslikah, Etik Darul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12668

Abstract

The problem in this study was identified as the low level of academic engagement in students in Surabaya, which is thought to be influenced by altruism, with the role of psychological well-being as a mediator that is expected to be able to strengthen or explain the relationship, so that researchers conducted a study that attempted to see the relationship between Altruism and Academic Engagement and Psychological Well-Being as a mediator with the aim of exploring the complex relationship between altruistic behavior, psychological well-being, and academic engagement of students. The respondents of this study were 384 active students in Surabaya. The analysis technique used was mediation analysis with the help of JASP. The results showed that Altruism had a relationship with Academic Engagement of 56.3 with a significance level of 0.001 (p<0.05). The mediation test showed that Psychological Well-Being was able to mediate the relationship between Altruism and Academic Engagement from the indirect effect having a Z-value of -14.7 with a significance level of less than 0.001 which stated that Psychological Well-Being was able to partially mediate the relationship between altruism and academic engagement.
Peran Mindfulness dan Regulasi Emosi dalam Meningkatkan Psychological Well-being pada Guru TK di Surabaya Zaulino, Naufal Herari; Nainggolan, Eben Ezer; Ul Haque, Sayidah Aulia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12678

Abstract

Abstrack This study aims to examine the relationship between mindfulness and emotion regulation on psychological well-being among kindergarten teachers in Surabaya. The study population consists of 357 kindergarten teachers in Surabaya, selected using a purposive sampling technique. The research employed a descriptive quantitative method with a correlational approach. The research instruments include the Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ) with 24 items, the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) with 10 items, and the Psychological Well-Being Scales with 18 items, all of which were tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using ordinal linear regression to evaluate the influence of mindfulness and emotion regulation on psychological well-being. The results indicate that mindfulness has a significant but negative influence on psychological well-being (p < 0.05), while emotion regulation does not show a significant influence (p > 0.05). These findings provide valuable insights for developing more targeted interventions to enhance the psychological well-being of kindergarten teachers. Keywords: Mindfulness, emotion regulation, psychological well-being. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara mindfulness dan regulasi emosi terhadap psychological well-being pada guru TK di Surabaya. Populasi penelitian terdiri dari 357 guru TK di Surabaya yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan korelasional. Instrumen penelitian mencakup five facet mindfulness questionnaire (FFMQ) dengan 24 item, emotion regulation questionnaire (ERQ) dengan 10 item, dan -psychological well-Being scales dengan 18 item, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linear ordinal untuk mengevaluasi pengaruh mindfulness dan regulasi emosi terhadap psychological well-being. Hasil analisis menunjukkan bahwa mindfulness memiliki pengaruh signifikan namun negatif terhadap psychological well-being (p < 0,05), sedangkan regulasi emosi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p > 0,05). Temuan ini memberikan wawasan penting bagi upaya pengembangan intervensi yang lebih terarah dalam meningkatkan Psychological Well-Being guru TK. Kata Kunci : Mindfulness, regulasi emosi, psychological well-being.
Sense of Belongingness dan Academic Engagement pada Mahasiswa: Peran Psychological Well-Being sebagai Mediator Nadifah, Nadifah; Nainggolan, Eben Ezer; Muslikah, Etik Darul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12725

Abstract

Rendahnya academic engagement dapat memunculkan berbagai permasalahan baru yang berhubungan dengan prestasi akademik mahasiswa, kesehatan mental, dan isu akademik lainnya. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa academic engagement memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan intensi untuk drop out. Berdasarkan data yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun 2023, tercatat sebanyak 4% atau 375.134 mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia mengalami putus studi. Dari jumlah tersebut, mahasiswa program sarjana mendominasi sebanyak 308.495 orang atau 82,24% dari keseluruhan kasus drop out. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran psychological well-being sebagai variabel mediator dalam hubungan antara sense of belongingness dan academic engagement pada mahasiswa di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan variabel mediator. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling, melibatkan 384 mahasiswa sebagai responden. Analisis mediasi menggunakan perangkat statistik Jamovi versi 2.6.17 menunjukkan bahwa sense of belongingness memiliki hubungan langsung yang signifikan dengan academic engagement. Namun, analisis hubungan tidak langsung menunjukkan bahwa psychological well-being tidak berperan sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Dengan demikian, H1 diterima, sedangkan H2 ditolak.
Self Awareness dan Altruisme pada Guru Tetap dan Guru Honorer Vivi Niwang Sari; Eben Ezer Nainggolan; Etik Darul Muslikah
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 3 (2025): Juni
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i3.4727

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-awareness and altruistic behavior and, the differences between the two based on gender, school status, and teacher status both permanent and honorary teachers. The research sample involved 367 participants who were members of the Surabaya teachers group community on social media. The measuring instruments used in the study were the Self-Report Altruism Scale (SRA) (α=0.761) and the self-awareness scale (α=0.826). The results of simple regression analysis show that there is a significant positive correlation between self-awareness and altruism. The test results of the relationship between self-awareness and altruism on gender (male = 117, female = 250) show no significant difference between self-awareness and altruism in men and women. The test results of the relationship between self-awareness and altruism on teacher status (permanent teacher = 180, honorr teacher = 187) show a significant difference between self-awareness and altruism in the group of permanent teachers and honorary teachers. The test results of the relationship between self-awareness and altruism on school status (public school teachers = 136, private school teachers = 231) show no significant difference between self-awareness and altruism in public and private school teachers.
HARDINESS PERSONALITY DAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA Wulandari, Nur; Ezer Nainggolan, Eben; Aulia Ul Haque, Sayidah
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 01 Februari (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang dihadapi oleh mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan permasalahan-permasalahan individu dengan orang lain, namun bisa juga terjadi terhadap tugasnya itu sendiri. Hal ini dapat terjadi karena biasanya mahasiswa mengalami stres, sehingga mengakibatkannya melakukan perilaku menunda terhadap tugas, atau biasa disebut sebagai prokrastinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hardiness personality dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 374 mahasiswa yang diambil dengan teknik purposive sampling. Skala penelitian ini menggunakan skala prokrastinasi akademik dari Aitken (1982) dan skala hardiness personality dari Benishek & lopez (2001). Teknik analisis data ini menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungaan negatif antara hardiness personality dengan prokrastinasi akademik. Dikatakan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan berarti semakin tinggi hardiness personality, maka semakin rendah prokrastinasi. Sebaliknya, semakin rendah hardiness personality, maka semakin tinggi prokrastinasi akademik.
Moral Disengagement Sebagai Mediator dalam Hubungan antara Moral Identity dan Intention To Corruption pada Mahasiswa Ardiansyah, Ricky; Nainggolan, Eben Ezer; Haque, Sayidah Aulia Ul
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1492

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini diidentifikasi sebagai masih adanya kecenderungan mahasiswa di Surabaya memiliki intention to corruption, yang diduga dipengaruhi oleh tingkat moral identity, dengan peran moral disengagement sebagai mediator. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara moral identity dengan intention to corruption, serta peran moral disengagement sebagai variabel mediator, dengan tujuan menggali proses psikologis yang memungkinkan individu tetap memiliki niat korupsi meskipun memiliki identitas moral tertentu. Penelitian ini melibatkan 350 mahasiswa sebagai partisipan, dengan teknik analisis mediasi menggunakan PROCESS Macro model 4 oleh Hayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moral identity memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap intention to corruption dengan koefisien regresi sebesar 0,203 dan taraf signifikansi p < 0,001. Uji mediasi menunjukkan bahwa moral disengagement mampu memediasi hubungan antara moral identity dengan intention to corruption secara signifikan, yang menunjukkan bahwa moral disengagement memiliki peran penting dalam menjelaskan peningkatan niat korupsi pada mahasiswa meskipun memiliki moral identity yang tinggi.
NORMA MORAL DAN INTENSI KORUPSI AKADEMIK MAHASISWA: PERAN MEDIASI MORAL DISENGAGEMENT DALAM KONTEKS PENDIDIKAN TINGGI Failasuva, Harviana Sifa; Muslikah, Etik Darul; Nainggolan, Eben Ezer
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.6758

Abstract

Corruption is no longer confined to government institutions but has also penetrated the educational sector, including higher education. University students, who are expected to act as agents of change, may become involved in corrupt practices, particularly academic corruption. This study focuses on examining the relationship between moral norms and students' intention to engage in corruption, as well as the mediating role of moral disengagement in that relationship. This research employed a quantitative correlational approach with a convenience sampling technique. A total of 348 students from various universities in Surabaya participated in this study. Three psychological instruments were used to measure moral norms, moral disengagement, and intention to engage in corruption. Data were analyzed using mediation analysis with Hayes' PROCESS Macro Model 4. The results indicate that moral norms have a significant positive relationship with the intention to commit corruption, and moral disengagement partially mediates this relationship. These findings suggest that students with strong moral norms may still develop corrupt intentions when they justify their actions through moral disengagement mechanisms. The study concludes that moral education in higher education institutions should not only focus on cognitive understanding but also emphasize affective and behavioral internalization to prevent rationalization of unethical conduct. ABSTRAK Fenomena korupsi tidak hanya terjadi di sektor pemerintahan, tetapi juga telah menjalar ke dunia pendidikan, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa sebagai agen perubahan justru berpotensi terlibat dalam tindakan koruptif, khususnya dalam bentuk korupsi akademik. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara norma moral dan intensi melakukan korupsi pada mahasiswa, serta peran moral disengagement sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik convenience sampling. Sampel terdiri atas 348 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya. Instrumen yang digunakan terdiri dari tiga skala psikologis, yaitu skala norma moral, moral disengagement, dan intensi korupsi. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis mediasi dengan PROCESS Macro Model 4 dari Hayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma moral memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap intensi melakukan korupsi, serta terdapat mediasi parsial oleh moral disengagement dalam hubungan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tingkat norma moral tinggi tetap berpotensi memiliki intensi untuk melakukan korupsi apabila mereka merasionalisasi perilaku tersebut melalui mekanisme moral disengagement. Simpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan nilai moral di perguruan tinggi yang tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga menyentuh aspek afektif dan perilaku, guna menekan rasionalisasi terhadap tindakan tidak etis.