Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The Role of Moral Engagement in the Relationship Between Locus of Control and Intention to Commit Corruption among University Students Anggraini, Devina Puspa; Muslikah, Etik Darul; Nainggolan, Eben Ezer
Psikologi Prima Vol. 8 No. 2 (2025): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v8i2.7507

Abstract

The increasing tendency of integrity-violating behaviors among university students such as academic dishonesty and the normalization of unethical actions demonstrates the urgency of understanding psychological factors that may foster corrupt intentions from an early stage in higher education. This study aims to analyze the relationship between locus of control and intention to corruption and to examine the mediating role of moral engagement. A total of 350 students from public and private universities in Surabaya participated through a convenience sampling technique. Mediation analysis using linear regression showed that internal locus of control decreases intention to corruption (β = –0.088, p = 0.045), whereas the external dimensions, powerful others and chance, increase it (β = 0.526; β = 0.247; p < 0.001). Internal locus of control increases moral engagement (β = 0.299, p < 0.001), while the two external dimensions reduce it. When moral engagement is included as a mediator, the effect of internal locus of control becomes non-significant, whereas moral engagement consistently shows a strong negative effect on intention to corruption (β = –0.462, p < 0.001). These findings highlight that moral engagement plays a crucial role in preventing corrupt behavioral tendencies among university students.
Hubungan Antara Subjective Well-Being dan Job Satisfaction pada Karyawan di Surabaya: Peran Work Engagement Sebagai Variabel Mediator Arofi, Achmad Muchtar; Nainggolan, Eben Ezer; Haque, Sayidah Aulia Ul
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4068

Abstract

Job satisfaction merupakan aspek penting dalam efektivitas organisasi yang dipengaruhi tidak hanya oleh kondisi kerja objektif, tetapi juga oleh faktor psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara subjective well-being dan job satisfaction pada karyawan di Surabaya serta menguji peran work engagement sebagai variabel mediator. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional non-parametrik. Data dikumpulkan dari karyawan aktif di Surabaya menggunakan teknik insidental sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan skala subjective well-being, work engagement, dan job satisfaction yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi dan uji mediasi dengan bantuan PROCESS Model 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjective well-being berpengaruh positif dan signifikan terhadap job satisfaction (β = 2,2550; p < 0,001). Subjective well-being juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement (β = 1,4138; p < 0,001). Selanjutnya, work engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap job satisfaction setelah mengontrol subjective well-being (β = 0,2638; p = 0,0038). Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa pengaruh tidak langsung subjective well-being terhadap job satisfaction melalui work engagement signifikan (effect = 0,1359; BootLLCI = 0,1294; BootULCI = 0,6098). Sementara itu, pengaruh langsung subjective well-being terhadap job satisfaction tetap signifikan setelah mediator dimasukkan, sehingga menunjukkan bahwa work engagement berperan sebagai mediator parsial. Temuan ini menunjukkan bahwa kesejahteraan subjektif karyawan berkontribusi terhadap kepuasan kerja baik secara langsung maupun melalui peningkatan keterlibatan kerja.
Hubungan Antara Work-Life Balance dan Job Satisfaction pada Karyawan Manufaktur di Surabaya: Peran Work Engagement Sebagai Variabel Mediator Alfarizi, Muchammad Fitroh; Nainggolan, Eben Ezer; Haque, Sayidah Aulia Ul
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4082

Abstract

Industri manufaktur di Surabaya menghadapi tantangan kompleks terkait kepuasan kerja karyawan akibat tuntutan kerja yang tinggi dan kesulitan mencapai keseimbangan kehidupan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work-life balance dan job satisfaction, serta menguji peran work engagement sebagai mediator pada karyawan manufaktur di Surabaya. Penelitian kuantitatif dengan desain kuantitatif korelasional ini melibatkan 300 partisipan yang dipilih melalui convenience sampling dan snowball sampling. Instrumen penelitian terdiri dari tiga skala yang telah diadaptasi dan diuji validitas serta reliabilitasnya: Work-Life Balance Scale, Job Satisfaction Survey, dan Utrecht Work Engagement Scale. Data dianalisis menggunakan mediation analysis dengan Hayes PROCESS Model 4 dan metode bootstrapping (5.000 sampel). Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance memiliki hubungan positif yang sangat signifikan dengan job satisfaction (estimate = 1,8475; SE = 0,0251; t = 73,6612; p = 0,000), sehingga hipotesis pertama diterima. Work engagement terbukti berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan tersebut, dengan indirect effect yang signifikan (estimate = 0,7110; BootSE = 0,0673; 95% CI = [0,5839; 0,8506]) dan direct effect yang tetap signifikan (estimate = 1,1365; SE = 0,0694; t = 16,3733; p = 0,000), sehingga hipotesis kedua diterima. Temuan penelitian ini mengonfirmasi pentingnya work-life balance sebagai prediktor job satisfaction dan peran strategis work engagement dalam memperkuat hubungan tersebut, memberikan implikasi teoritis bagi pengembangan literatur psikologi industri dan organisasi serta implikasi praktis bagi manajemen perusahaan manufaktur dalam merancang kebijakan sumber daya manusia yang mendukung kesejahteraan dan produktivitas karyawan.
Hubungan Antara Self Regulated Learning dan Berpikir Kritis pada Mahasiswa di Surabaya: Peran Academic Engagement sebagai Variabel Mediator Khuzaimah, Dewi Halim; Nainggolan, Eben Ezer; Haque, Sayidah Aulia Ul
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4103

Abstract

Self-regulated learning (SRL) merupakan prediktor kunci prestasi akademik yang dipengaruhi oleh kemampuan mahasiswa mengelola proses belajar mandiri. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan SRL terhadap berpikir kritis pada mahasiswa di Surabaya dan menyelidiki peran mediasi academic engagement dalam hubungan tersebut. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional. Data dikumpulkan dari 350 mahasiswa aktif (Psikologi & Ekonomi) melalui purposive sampling. SRL, academic engagement, dan berpikir kritis diukur menggunakan skala MSLQ, UWES-S, CCTST yang valid dan reliabel (α=.884-.901). Data dianalisis menggunakan regresi hierarkis dan uji mediasi PROCESS Model 4. Hasil menunjukkan SRL berpengaruh positif signifikan terhadap berpikir kritis (β = .5840; p < 0.001). SRL juga berpengaruh positif signifikan terhadap academic engagement (β = .6230; p < 0.001). Selanjutnya, academic engagement berhubungan positif signifikan dengan berpikir kritis setelah mengontrol SRL (β = .4560; p < 0.001). Uji mediasi mengungkap indirect effect SRL terhadap berpikir kritis melalui academic engagement signifikan (effect = .2840; BootLLCI = .2310; BootULCI = .3420). Direct effect SRL terhadap berpikir kritis tetap signifikan setelah mediator dimasukkan, mengindikasikan partial mediation (56.8% jalur dimediasi). Temuan ini menunjukkan academic engagement berkontribusi terhadap berpikir kritis baik langsung maupun tidak langsung melalui peningkatan SRL mahasiswa swasta Surabaya.