Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : eProceedings of Management

Peran Komunikasi Interpersonal dalam Membangun Dukungan Sosial bagi Korban Remaja Cyberbullying pada Media Sosial Instagram Putri, Tharisya Maulidina; Dimyati, Dindin
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada peran komunikasi interpersonal dalam membangun dukungan sosial bagi remaja yangmenjadi korban cyberbullying di media sosial Instagram. Tujuan penelitian adalah untuk memahami peran komunikasiinterpersonal dalam menyalurkan dan membangun dukungan sosial bagi remaja yang menjadi korban cyberbullying.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperolehmelalui wawancara mendalam dan observasi terhadap 10 informan remaja yang mengalami berbagai bentukcyberbullying seperti flaming, harassment, dan cyber-stalking, denigration, impersonation, outing and trickery, danexclusion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal memainkan peran penting dalam prosespemulihan psikologis korban. Bentuk dukungan sosial yang paling dominan meliputi dukungan emosional,instrumental, dan informasional. Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi interpersonal sebagai mekanismedalam memperkuat keterhubungan dan membentuk lingkungan sosial yang suportif bagi korban remaja cyberbullyingdi era digital.Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Dukungan Sosial, Remaja, Cyberbullying, Instagram
ERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DIMEDIASI ANTARA ORANG TUA DAN MAHASISWA RANTAU JAWA BARAT MELALUI FITUR VIDEO CALL WHATSAPP Artameivia, Mutia; Dimyati, Dindin
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar daerah tempat tinggalnya mengharuskannya untuk tinggal terpisahdari orang tua. Adanya perbedaan jarak antara anak dan orang tua menyebabkan komunikasi interpersonal tidak bisadilakukan secara tatap muka langsung, sehingga dapat menyebabkan kerenggangan hubungan. Kemajuan teknologikhususnya pada komunikasi digital menjadi jalan keluar bagi mahasiswa rantau dan orang tua untuk saling tetapberhubungan, salah satunya adanya fitur video call pada aplikasi WhatsApp. Namun apakah video call WhatsAppdapat menjadi media untuk menjaga komunikasi interpersonal antara orang tua dan mahasiswa rantau? Berdasarkanuraian tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peran komunikasi interpersonal yang dimediasioleh fitur video call WhatsApp antara mahasiswa rantau dan orang tua berdasarkan Theory of social InformationProcessing yang dikemukakan oleh Joseph Walther. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studikasus, pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan dokumentasi kepada mahasiswa rantauTelkom University asal Jawa Barat dan orang tuanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasiinterpersonal dapat tetap terjaga, sebab adanya pertukaran pesan dengan intensitas yang tinggi sehingga terciptanyakesan dengan melihat konten obrolan yang dibicarakan, intonasi suara dan ekspresi wajah. Meskipun komunikasi yangdilakukan melalui video call masih terdapat banyak kekurangan, seperti pesan non-verbal yang tidak bisa didapatkansepenuhnya, adanya hambatan berupa gangguan teknis dan psikologis, serta kesibukan antara keduanya, namun baikanak dan orang tua memiliki caranya tersendiri, dengan memanfaatan fitur yang baik dan adanya keinginan untukberkomunikasi satu ama lain sehingga komunikasi interpersonal dapat tetap terjaga.Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal Dimediasi, Hubungan Jarak Jauh, Media Sosial
Representasi Wanita Gen – Z Berjerawat di Media Sosial Instagram Gusriatara, Rizka; Dimyati, Dindin
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar kecantikan yang ditampilkan di media sosial, khususnya Instagram, sering kali menciptakan tekanan bagiwanita, terutama mereka yang memiliki kondisi kulit wajah berjerawat. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisisdan memahami bagaimana wanita Gen Z yang berjerawat merepresentasikan dirinya di media sosial Instagram.Penelitian ini menggunakan teori representasi Stuart Hall yang memiliki beberapa fokus yaitu refleksi, konstruksi,dan intensi serta penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untukmengeksplorasi pengalaman mendalam para informan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi,dan dokumentasi terhadap wanita Gen Z yang aktif menggunakan Instagram dan memiliki kondisi kulit berjerawat.Penelitian ini menunjukkan bahwa para informan membentuk representasi diri dengan berbagai strategi, sepertimenggunakan filter, menyembunyikan bagian wajah tertentu, atau memilih tidak mengunggah foto wajah samasekali, dimana representasi diri para informan di Instagram tidak lepas dari paparan standar kecantikan sosial yangmenekankan kulit mulus sebagai simbol kecantikan ideal. Temuan ini menunjukkan adanya dampak yang cukupkuat dari lingkungan sosial dan media terhadap cara individu menampilkan diri. Representasi yang dibentuk bukanhanya sebagai ekspresi diri, tetapi juga sebagai bentuk adaptasi terhadap tekanan sosial. Hasil dari penelitian iniadalah bahwa wanita Gen Z berjerawat membentuk representasi diri yang berdasarkan oleh stigma sosial dantekanan media digital. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya membentuk mediasosial yang lebih inklusif terhadap keberagaman penampilan fisik. Kata Kunci: Instagram, kulit berjerawat, media sosial, representasi diri, standar kecantikan, wanita Gen – Z
perception of Romance Relationship Standards of Generation Z on TikTok Lessy, Putri Ballgis; Dimyati, Dindin
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research investigates how Generation Z perceives romantic relationship standards on TikTok, focusing on howcurated content influences their expectations and emotional responses. TikTok introduces idealised romanticrepresentations that shape how young people interpret love and relationships. This study applies Richard Gregory’sConstructivist Theory of Perception to examine how prior experiences, incomplete information, and digital cuesinfluence users’ perception of relationship reality. A qualitative phenomenological method was used, involving seveninformants aged 18–24 from Jakarta and Bandung. Data were collected through in-depth interviews and analysedusing Jhonny Saldaña thematic analysis to identify patterns in how romantic content on TikTok shapes and reinforcesromantic ideals. The findings show that informants often internalised unrealistic standards, resulting in insecurity,disappointment, and relational pressure. However, some developed awareness of the curated nature of suchportrayals. Further studies may explore emotional well-being impacts, screen time, gender differences, and culturalcontexts using quantitative methods to deepen understanding.Keywords: Generation Z, TikTok, Romantic Relationship, Expectations