Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendampingan Goal Setting Atlet Pencak Silat Jawa Tengah PON 2024 Rony Syaifullah; Baskoro Nugroho Putro; Hanik Liskustyawati; Sri Santoso Sabarini; Agus Mukholid; Djoko Nugroho; Waluyo, Waluyo; Aulia Maris Syahputri; Putri Indah Nazareta
INSAN CENDEKIA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): INSAN CENDEKIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/ic.v2i2.618

Abstract

Pendampingan goal setting membantu atlet Pencak Silat Jawa Tengah menetapkan tujuan spesifik, meningkatkan motivasi, dan mengelola emosi untuk prestasi optimal di PON 2024. Neuro-linguistic programming (NLP) membantu atlet pencak silat menetapkan dan mencapai tujuan dengan menggali potensi mental optimal. NLP mencakup strategi seperti visualisasi yang kuat, mengubah bahasa internal menjadi positif, membangun keyakinan diri, dan mengelola emosi melalui teknik grounding. Teknik anchoring dan mindfulness meningkatkan fokus dan konsentrasi, membantu atlet meraih prestasi tinggi dan mental juara berkelanjutan. Atlet Pencak Silat Jawa Tengah kini menggunakan visualisasi, bahasa positif, dan teknik NLP untuk mengenali dan mengelola emosi, meningkatkan fokus dan performa, serta mengganti keyakinan negatif, membantu mereka meraih prestasi di PON 2024.
Exploring Problem-Based Learning within Physical Education in Indonesia: A Content Analysis Rozi, Fatkhur; Wulansari, Dasih Ayu; Daryanto, Daryanto; Sukmana, Muhammad Endra; Syahputri, Aulia Maris; Hasan, Siti Nur Syahiirah; Hasan, Siti Nur Syafiqah; Ramadhan, Fathurrohman Syahrul; Zuhri, Syarifuddin
Berkala Ilmiah Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Berkala Ilmiah Pendidikan
Publisher : Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/bip.v5i1.1395

Abstract

The Problem-Based Learning (PBL) model plays a crucial role in developing critical thinking and problem-solving skills, which are essential for 21st-century education. This study aims to analyze the content of field research focusing on the application of the PBL model in physical education (PE) in Indonesia. Although numerous articles have been published on PBL, few have conducted content analyses on this topic. Therefore, this study explores the implementation of PBL in Indonesian physical education using a content analysis approach. The research employed a content analysis design, with the primary data source consisting of articles from SINTA-indexed PE journals. A total of 13 articles published between 2006 and 2023 met the criteria for analysis. The findings highlight significant opportunities for further PBL research in Indonesian PE, particularly using qualitative methods. Notably, there is a lack of studies involving grade 9 or 12 students. Most existing research focuses on learning outcomes, uses a variety of intervention types, and frequently relies on questionnaires and test sheets. Additionally, some quasi-experimental studies were found to use inappropriate data analysis techniques. This review provides critical baseline evidence to guide future research and pedagogical innovation in PE by identifying current gaps and methodological limitations in how PBL is applied and studied in Indonesia.
Training and Socialization of Creative Gymnastics as a Medium for Strengthening Movement Literacy and Expression in Physical Education Learning for Teachers across Solo Raya Aulia Maris; Baskoro Nugroho Putro; Putri Indah Nazareta; Agus Mukholid; Djoko Nugroho; Waluyo
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v6i2.5833

Abstract

Physical Education, Sports, and Health activities in the era of the Merdeka Curriculum require contextual, expressive, and movement literacy-based learning. However, Physical Education, Sports, and Health teachers' understanding of meaningful and creative learning approaches remains limited, particularly in implementing creative gymnastics. This program aimed to enhance Physical Education, Sports, and Health teachers’ knowledge, skills, and attitudes through hands-on, reflective training. The method employed a participatory-practice approach involving 70 teachers from various education levels across Solo Raya. Over two days, participants engaged in theoretical sessions, demonstrations, individual and group practice, as well as educational competition simulations. Evaluation results indicated a significant improvement in movement application aspects such as coordination, expression, and confidence in performing, with an average score increase of over 30%. Additionally, 91% of participants reported the activity as enjoyable and meaningful, while 90% expressed interest in further developing creative gymnastics. These findings suggest that the creative gymnastics-based approach is not only technically effective but also fosters value internalization and transforms teachers’ attitudes toward more reflective, participatory, and meaningful Physical Education, Sports, and Health learning. Therefore, creative gymnastics deserves to be positioned as a strategic pedagogical approach in contemporary Physical Education, Sports, and Health.
Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Guru dalam Menerapkan SAI Melalui Pendekatan Workshop Partisipatif Waluyo; Syahputri, Aulia Maris; Syaifullah, Rony; Sabarini, Sri Santoso; Liskustyawati, Hanik; Nugroho, Djoko
INSAN CENDEKIA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): INSAN CENDEKIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/ic.v3i2.796

Abstract

Senam Anak Indonesia (SAI) merupakan program gerak nasional berbasis budaya lokal yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan motorik dasar, kebugaran jasmani, serta ekspresi diri anak usia sekolah dasar. Namun, implementasi SAI di sekolah masih menghadapi kendala, terutama minimnya pelatihan bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman, sikap, dan motivasi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) terhadap SAI melalui workshop partisipatif. Sebanyak 70 guru PJOK dari tujuh Karesidenan Surakarta mengikuti pelatihan selama dua hari yang mencakup sesi teori, praktik terbimbing, serta praktik mandiri dan refleksi. Evaluasi menggunakan angket skala Likert yang dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukan terdapat peningkatan signifikan terhadap skor kesenangan pada respon sangat setuju dari 4.3% menjadi 67.1%,  keyakinan pada respon sangat setuju dari 0% menjadi 72.9%, minat pada respon sangat tertarik dari 0% menjadi 72.9%, kreativitas pada respon sangat setuju dari 5.7% menjadi 68.6%, dan motivasi pada respon sangat termotivasi dari 8.6% menjadi 71.4%. Temuan ini menunjukan bahwa workshop partisipatif efektif meningkatkan kompetensi konseptual dan afektif guru, sekaligus menempatkan mereka sebagai calon early adopters inovasi pembelajaran jasmani berbasis budaya.