Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

Ekstraksi Minyak Biji Ketapang sebagai Bahan Baku Biodiesel Aulia, Yeni; Meriatna, Meriatna; Masrullita, Masrullita; Sylvia, Novi; Muarif, Agam; Ulfa, Raudhatul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i5.9116

Abstract

Ketapang merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki kandungan minyak berkisar 60%, dimana minyak tersebut mengandung trigliserida yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa pengaruh konsentrasi pelarut dan waktu ekstraksi terhadap kualitas minyak yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan proses ekstraksi menggunakan pelarut non-polar (N-heksana) dan dilanjutkan dengan proses distilasi untuk memisahkan pelarutnya. Hasil penelitian diperoleh yield optimum pada konsentrasi 80% selama 4 jam sebesar 37,84%, densitas 0,84 gr/ml, viskositas 15,32 cP, kadar air 0,58%, dan kadar FFA 0,664%. Berdasarkan hasil analisa komposisi senyawa trigliserida didapat Metil palmitat 40,34%, metil linoleat 6,77%, metil oleat 34,04%. metil ricinoleat 6,74%, metil stearat 4,63%, metil trans-9-octadecenoat 6,64%, metil octadecanoat 0,85%.Berdasarkan hasil analisa, minyak biji ketapang yang diperoleh telah memenuhi syarat untuk dijadikan bahan baku pembuatan biodiesel.
EFEKTIVITAS PENGARUH EKSTRAK BIJI KOPI SEBAGAI INHIBITOR TERHADAP LAJU KOROSI PADA BAJA ST-37 DALAM MEDIA KOROSIF HCl 0,5 N Nadrakhilla, Yayang; Ishak, Ishak; Hakim, Lukman; Meriatna, Meriatna; Ulfa, Raudhatul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i5.16844

Abstract

Proses penghancuran permukaan logam melalui proses elektrokimia disebut korosi. Korosi dapat diminimalkan melalui pelapisan, prosedur inhibitor, dan proteksi katodik. Namun pendekatan yang paling sederhana dan paling murah adalah dengan memasukkan inhibitor ke dalam media. Penelitian ini menggunakan metode perendaman untuk mengetahui pengaruh inhibitor alami turunan ekstrak biji kopi Robusta terhadap laju korosi baja ST-37. 0,5 N HCl adalah media korosif yang digunakan dalam penyelidikan ini. Perendaman dilakukan selama enam, sembilan, dua belas, dan lima belas hari dengan konsentrasi  inhibitor 0,13, 0,17, 0,22, dan 0,34 gram/ml. Berat benda yang hilang per satuan luas permukaan selama waktu perendaman disebut laju korosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam lingkungan asam klorida, konsentrasi inhibitor dan waktu perendaman yang lebih lama menurunkan laju korosi pada baja karbon rendah. Penurunan ini disebabkan oleh pembentukan lapisan pasif yang melindungi permukaan besi. Lapisan ini melindungi besi dari korosi. Perendaman selama 15 hari dengan konsentrasi 0,34 gr/ml menunjukkan laju korosi terendah dan efisiensi inhibisi tertinggi, masing-masing 5,7193 Mpy dan 79,85%.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI PADA PROSES PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DENGAN MENGGUNAKAN ENZIM BROMELIN DAN RAGI ROTI Wulandari, Suci; Jalaluddin, Jalaluddin; Kurniawan, Eddy; Ulfa, Raudhatul; Ibrahim, Ishak
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i6.17952

Abstract

Produk, Virgin Coconut Oil (VCO) sangat menguntungkan karena manfaat kesehatannya yang luar biasa bagi tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana waktu fermentasi berpengaruh serta penambahan ragi roti dan enzim bromelin terhadap kualitas virgin coconut oil (VCO). Kualitas tersebut diukur melalui laju kinetika, uji organoleptik (warna dan aroma), kadar air, asam lemak bebas, bilangan peroksida dan bilangan iod. Proses penelitian ini dilakukan di Teknik Kimia, Universitas Malikussaleh, dengan metode ekperimental laboratorium. Penelitian ini telah dilakukan sebelumnya, namun yang belum diteliti adalah pengaruh waktu fermentasi dengan perbandingan ragi roti dan enzim bromelin dengan metode fermentasi terhadap pembuatan virgin coconut oil (VCO), dimana penambahan ragi roti sebanyak 7, 9, 11, dan 13 gram, sedangkan penambahan enzim bromelin sebannyak 35, 40, 45, dan 50 gram dengan waktu fermentasi 24, 30, 36, dan 42 jam. Diperoleh hasil laju kinetika berada pada orde pertama, warna dan aroma yang dihasilkan dengan menggunakan metode fermentasi mengunakan ragi roti dan enzim bromelin telah memenuhi memenuhi standar SNI 7381:2008. Dengan penambahan ragi roti 0,01% pada 11 gram, kadar air VCO terbaik dicapai dengan waktu fermentasi 24 jam. Dengan menambah ragi roti ebanyak 7 gram,  asamlemak bebas mencapai tingkat yang optimal dengan waktu fermentasi 24 jam sebesar 0,1 %. Bilangan peroksida didapat sebesar <40 mg/kg pada sampel VCO yang menggunakan ragi roti dan enzim bromelin. Dan bilangan iod terbaik terdapat pada VCO menggunakan Ragi Roti sebesar 0,9130 gr iod/ 100 gr.
KARAKTERISTIK EDIBLE FILM BERBAHAN PEKTIN PISANG DAN PLASTICIZER GLISERIN Nurlaila, Rizka; Ramadhana, Maqfirah; Ulfa, Raudhatul; Hakim, Lukman; Zulnazri, Zulnazri; Retnowulan, Sri Rahayu
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i2.16864

Abstract

Saat ini, banyak kemasan yang dapat dimakan, yang dikenal sebagai edible film, telah dibuat bersamaan dengan makanan yang ditutupinya. Zat tipis yang disebut Edible Film digunakan untuk menutupi atau membungkus makanan dan obat-obatan sehingga memiliki masa simpan yang lebih lama dan dapat dimakan bersama atau dipisahkan sebelum dikonsumsi. Untuk memastikan kualitas Edible Film sesuai dengan Standar Industri Jepang (JIS), penelitian ini akan menyelidiki dampak penambahan gliserin (2 ml, 4 ml, 6 ml, dan 8 ml) pada bahan baku Edible Film, yaitu pektin pisang (1 gr, 2 gr, 3 gr, dan 4 gr). Pengujian kadar FTIR dan metoksil dalam pektin pisang merupakan langkah pertama dalam proses tersebut. Setelah itu, Edible Film dibuat dan variabel dependen kadar air, ketebalan, swelling, kekuatan tarik, dan perpanjangan diperiksa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kadar air, ketebalan, swelling, kekuatan tarik, dan perpanjangan Edible Film yang terbuat dari pektin pisang dan Plasticizer gliserin bervariasi berdasarkan standar. Namun pada pengujian swelling terdapat beberapa sampel yang tidak memenuhi standar JIS yaitu sampel 1;2, 2;2, 3;2, 4;2, dan 4;4. Sedangkan pada pektin pisang sebanyak 2 gr dan gliserin sebanyak 8 ml, dimana kadar air sebesar 0,2386%, swelling sebesar 4,09593%, tebal sebesar 0,04 mm, kuat tarik sebesar 0,07 MPa, dan perpanjangan sebesar 138% diperoleh hasil penelitian terbaik.
PEMBUATAN PESTISIDA NABATI DARI DAUN KIRINYUH (Chromolaena Odorata) SEBAGAI ACTIVE INGREDIENTS DENGAN MENGGUNAKAN SABUN COLEK DAN MINYAK TANAH siregar, annisa febrianti; muarif, agam; ulfa, raudhatul; ibrahim, ishak; sulhatun, sulhatun; Fikri, Ahmad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i2.20605

Abstract

Kirinyu adalah suatu gulma perdu berkayu yang tumbuh cepat, gampang untuk didapat, dan digunakan sebagai bahan baku pembuatan insektisida herbal dengan nama latin chromolaena odorata.tanaman ini mengandung bahan aktif alkaloid pirolidin, yang efektif dalam membasmi ulat dan menarik hama ke tanaman kebun, sehingga dapat digunakan untuk membuat insektisida herbal. Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan dengan waktu perendaman 5, 10 dan 15 jam dengan berat daun kirinyu yang dipakai sebanyak 300, 350 dan 450 gram. Untuk mendapatkan insektisida herbal dari daun kirinyu, pertama-tama takar 150 gram daun kirinyu dan blender hingga halus. Selanjutnya, tambahkan bubuk daun kirinyu ke dalam wadah 2 liter, kemudian ditambahkan dengan 2 gram sabun dan 25 ml minyak tanah. Kemudian campuran daun kirinyu dengan bahan penambah direndam selama 2 jam kemudian disaring dan filtratnya diuji parameter uji LD50 pada jangkrik, kontak langsung dengan pestisida dan melalui pemberian residu pestisida pada tanaman daun Kirinyu. Penelitian kemudian dilanjutkan dengan berat daun Kirinyu sebesar 150 gram dan lama perendaman divariasikan yaitu 5, 10 dan 15 jam. Setelah 150 gram, pengujian dilakukan dengan berat daun kirinyu 200, 250, 300, dan 450 gram dengan waktu 5, 10 dan 15 jam dengan pengujian lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas insektisida alami daun kirinyu dipengaruhi secara nyata oleh lama perendaman dan berat bahan baku. sekarang
Pemanfaatan Limbah Tempurung Kelapa Menjadi Briket Arang Dengan Menggunakan Perekat Tepung Durian Yaqinnas, Haqqul; Muhammad, Muhammad; Zulnazri, Zulnazri; Muarif, Agam; Ulfa, Raudhatul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.19491

Abstract

Karena kurangnya sumber daya alam, pengembangan energi alternatif semakin penting. Salah satu cara untuk memanfaatkan energi alternatif adalah dengan menggunakan energi biomassa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas briket arang dari limbah tempurung kelapa dan biji durian. Penelitian ini menggunakan perekat tepung durian dengan ukuran partikel arang 80 mesh dan larutan perekat 7gr, 10gr, 13gr, dan 15gr tepung durian. Metode karbonisasi digunakan untuk membuat briket arang untuk mengubah bahan baku dari zat organik menjadi karbon. Pada penelitian ini dilakukan uji kadar air, kadar abu, laju pembakaran, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan bahan serbuk arang tempurung kelapa 80 gram dengan konsentrasi 7 gram perekat tepung durian memberikan kualitas briket arang terbaik yang memiliki karakteristik: kadar air 4,5361%, kadar abu 5,153%, laju pembakaran 0,26 gr/menit dan nilai kalor sebesar 6,33485 cal/g. Hasil briket ini telah memenuhi standar SNI 01-6235-2000 dengan minimal nilai kalor sebesar 5.000 cal/gr.
Pembuatan Briket dari Tempurung Kelapa dan Serbuk Gergaji Kayu dengan Perekat Tepung Tapioka sebagai Bahan Bakar Alternatif Mei Yuni, Rafika; Faisal; Nurlaila, Rizka; ulfa, raudhatul; fibarzi, wiza ulfa
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.23949

Abstract

Tempurung kelapa dan serbuk gergaji dapat dijadikan bahan utama dalam pembuatan briket yang berpotensi menjadi bahan bakar pengganti. Briket merupakan arang yang dibuat dengan cara ditekan bersama perekat tertentu sehingga berbentuk padat. Pemakaian briket sebagai bahan bakar mampu memberikan energi panas dengan jumlah asap yang rendah. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang menjadi pembeda dari penelitian sebelumnya adalah Jenis Perekat yang digunakan yaitu Getah Pinus dan Perbandingan Bahan Baku. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh perbandingan arang tempurung kelapa dan arang serbuk gergaji pada karakteristik briket. Variabel yang dianalisis yaitu perbandingan arang tempurung kelapa terhadap arang serbuk gergaji. (30:70, 40:60, 50:50, 60:40 dan 70:30) Dalam penelitian ini, perekat yang digunakan adalah tepung tapioka. Proses pembuatan briket meliputi tahap persiapan bahan, proses karbonisasi, pencetakan briket, serta pengujian akhir. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa briket dengan kualitas terbaik terdapat pada perbandingan (50:50) dengan perekat 20%. Briket yang dihasilkan menunjukkan nilai kadar air sebesar 4,37%, kadar abu 6,43%, zat menguap 29,40%, karbon terikat 59,78% dan nilai kalor tertinggi 6039,91 kal/gr. Dan hasil nilai kalor paling rendah ditemukan diperbandingan (30:70) dengan perekat 20%, yaitu sebesar 5755,97 kal/gr.
PEMODELAN PROSES PRODUKSI BIODIESEL MENGGUNAKAN APLIKASI HYSYS Ulfa, Tasya; ZA, Nasrul; Fibarzi, Wiza Ulfa; Nurlaila, Rizka; Ulfa, Raudhatul; Maulinda, Leni
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.14892

Abstract

Kebutuhan bahan bakar minyak bumi terus meningkat seiring dengan meningkatnya konsumsi energi dunia. Namun peningkatan tersebut tidak diimbangi dengan pasokan minyak bumi yang memadai. Hal ini dikarenakan minyak bumi merupakan bahan bakar yang tidak terbarukan karena proses pembentukannya memerlukan waktu yang cukup lama. Dibutuhkan sumber energi alternatif seperti biodiesel. Salah satu perangkat yang dapat digunakan untuk melakukan simulasi proses dalam produksi biodiesel adalah software HYSYS. Penelitian ini  sudah pernah dilakukan sebelumnya menggunakan reactive distillation, yang belum dipernah dilakukan adalah menggunakan reaktor CSTR dan Separator. Pemisahan yang terjadi pada Separator menghasilkan biodiesel dengan tingkat kemurnian sebesar 99,74%.Tingkat kemurnian biodiesel tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan metode reactive distillation yang hanya menghasilkan kemurnian biodiesel sebesar 98%. Dengan memanfaatkan CSTR dan Separator meningkatkan efesien dalam menghasilkan tingkat kemurnian biodiesel yang lebih tinggi. Hal ini terbukti dengan perbandingan hasil yang menujukkan bahwa penggunaan CSTR dan Separator lebih baik dibandingkan reactive distillation. CSTR memiliki kelebihan yaitu operasi secara kontinyu, pengontrolan temperatur yang mudah dan biaya operasi relatif murah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa simulasi pada proses produksi biodiesel menggunakan CSTR dan Separator pengganti reactive distillation. Penggunaan CSTR dan Separator dalam produksi biodiesel dapat memberikan manfaat yaitu penghematan energi dimana energi yang keluar dari CSTR sebesar 307,6oC dapat digunakan kembali pada heat exchanger sebesar 192oC sehingga tidak  ada energi yang terbuang sia-sia sehingga biaya produksi akan menjadi lebih efesien. Pemisahan yang terjadi pada Separator menghasilkan biodiesel dengan tingkat kemurnian sebesar 99,74% lebih tinggi dibandingkan dengan metode reactive distillation yang hanya menghasilkan kemurnian biodiesel sebesar 98%.
ADSORPSI RHODAMIN B MENGGUNAKAN ADSORBEN KARBON AKTIF DARI DAUN KETAPANG (TERMINALIA CATAPPA Frandica, Dandy; Masrullita, Masrullita; Ulfa, Raudhatul; Suryati, Suryati; Sulhatun, Sulhatun; Nurmalita, Nurmalita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.15141

Abstract

Adsorpsi ialah proses penyerapan molekul terlarut pada permukaan pori-pori. Daun ketapang mempunyai kandungan senyawa tanin, gugus hidroksil, dan gugus karboksil. Rhodamine B yang digunakan secara berlebihan dapat mempengaruhi fotosintesis dan pH air.Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisa pengaruh ukuran partikel dan massa adsorben terhadap persen penyerapan dan kapasitas penyerapan serta uji gugus fungsi. Penelitian ini mengkaji kemampuan adsorben daun ketapang untuk menyerap zat pewarna sintetik rhodamin B dengan memvariasikan massa dan ukuran partikel adsorben daun ketapang yang teraktivasi asam fosfat (H3PO4).Proses pembuatan adsorben daun ketapang dikarbonisasi dengan suhu 300oC selama 1 jam, diayak dengan ukuran 40, 60, 80 dan 100 mesh, diaktivasi dengan asam fosfat 10% selama  24 jam. Daun ketapang yang telah diaktivasi dengan variasi massa adsorben 0,3; 0,5; 0,7 dan 0,9 gram. Adsorpsi berlangsung 90 menit dan adsorbansi diukur dengan alat spektofotometer UV-Vis. Karakterisasi karbon aktif diuji dengan alat FTIR untuk mengetahui gugus fungsi. Hasil penelitian menunjukan kapasitas adsorpsi maksimum pada adsorpsi menggunakan adsorben daun ketapang adalah 3321,62 mg/g,. Efisiensi adsorpsi maksimum pada adsorpsi menggunakan adsorben daun ketapang adalah 99,87%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah massa adsorben berbanding terbalik terhadap kapasitas penyerapan sedangkan ukuran partikel berbanding lurus dengan kapasitas penyerapan dan massa serta ukuran partikel adsorben berbanding lurus dengan efesiensi penyerapan.