Budidaya ikan lele di Desa Tunggulwulung, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan masih menghadapi kendala berupa tingginya biaya pakan, sistem pemberian pakan yang masih manual, rendahnya diversifikasi produk, serta terbatasnya pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi pembudidaya melalui model pemberdayaan berbasis technosociopreneurship. Kebaruan program ini terletak pada integrasi teknologi IoT Smart Fishing, pemanfaatan limbah Rumah Potong Ayam (RPA) sebagai pakan alternatif, diversifikasi produk olahan lele, dan pemasaran digital dalam satu model pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah dan keberlanjutan usaha. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, pelatihan pakan alternatif, implementasi automatic feeder berbasis IoT, pelatihan diversifikasi produk, pelatihan digital marketing, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas mitra, ditandai dengan kenaikan nilai pengetahuan dari 32% menjadi 72%, kemampuan mengoperasikan IoT dari 30% menjadi 81%, pengetahuan pembuatan pakan alternatif dari 50% menjadi 73%, kemampuan diversifikasi produk dari 10% menjadi 62%, pemanfaatan media sosial untuk pemasaran dari 0% menjadi 40%, serta efisiensi biaya pakan dari 40% menjadi 60%. Program ini membuktikan bahwa model pemberdayaan berbasis technosociopreneurship efektif meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan daya saing pembudidaya lele secara berkelanjutan