Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Ruang dan Tempat dalam Perspektif Epistemologi Geografi sebagai Ilmu Pengetahuan Sabihi, Aprianto; Jepril, Jepril; Hasim, Hasim; Nurfaika, Nurfaika
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 10 No 4 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v10i4.1938

Abstract

Geography is a scientific discipline that is very complex in its scope of study. One of the fundamental aspects of geography is the concept of space and place. In the perspective of geographic epistemology, there is a challenge to understand how space and place are interpreted and applied in the context of scientific studies. The aim of this research is to understand space and place from the epistemological perspective of geography as a science. This research uses a literature study method. The results of this research provide a deeper understanding of the dynamic and complex nature of space and place, which is no longer seen as a purely physical entity, but also as a social, cultural, political and economic construction.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Pembuatan Karawo Dalam Aspek Aksiologi Abdul, Silfana; Hasim, Hasim; Zubaedi, Mohamad
PEDAGOGIKA Vol 15 No 2 (2024): Vol 15 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/pedagogika.v15i2.3397

Abstract

Pemberdayaan perempuan dilakukan oleh pemerintah memiliki tujuan sebagai solusi untuk menghadapi masalah yang ada pada perempuan yang mencakup pengetahuan, keterampilan serta pemanfaatan potensi yang dimiliki oleh perempuan di bidang keterampilan kerajinan karawo di Desa Hutabohu Kecamatan Limboto barat, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan data dilapangan program pemberdayaan perempuan melalui pembuatan karawo Di Desa Hutabohu dilakukan oleh pemerintah desa karena mempertimbangkan kondisi masyarakat seperti, keadaan pendidikan yang masih pada tataran pendidikan yang relatif rendah, dalam aspek ekonomi yang masih butuh pendampingan dari pemerintah, kurangnya pengetahuan masyarakat terkait dengan mengaktualisasikan potensi diri yang dimiliki, dengan melihat potensi yang dimiliki oleh perempuan yang sudah sejak lama di bidang kerajinan tangan maka pemerintah desa mengambil langkah tegas agar potensi yang dimiliki oleh sekelompok ibu rumah tangga ini akan terarahkan dengan baik sehingga mempunyai dampak yang positif bagi kehidupan kelompok pengrajin karawo tersebut, Yang diharapkan oleh pemerintah desa terkait dengan adanya pelaksanaan program pemberdayaan adalah kelompok ibu-ibu pengrajin karawo akan memiliki modal usaha sendiri, agar bisa memproduksi kerajinan karawo dengan brand sendiri, dan harapan yang kedua pemerintah desa berharap dengan adanya program pemberdayaan ini desa lebih dikenal sebagai desa penghasil karawo.
DEVELOPMENT OF AN INTEGRATED TOURISM MANAGEMENT MODEL IN THE CORAL REEF TOURISM CONSERVATION AREA IN THE OLELE MARINE PARK DESTINATION Mega Deza Tahta Rahmawati; Fauzia Zees; Amelya Mustamu; Hasim, Hasim
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i7.9264

Abstract

Olele Marine Park is a marine park and marine tourism area located in Sulawesi. Olele Marine Park has unique beautiful underwater views in Gorontalo Bay (Tomini Bay). This area has potential natural resources that can be used for tourism and capture fisheries activities. However, the utilization of these two activities has not been regulated and managed optimally. The existence of these two potential activity sectors is a comparative advantage for Bone Bolango Regency to increase the economic value of Bone Bolango Regency. So there is a need for a tourism-fisheries development strategy through a SWOT analysis, namely to determine a development strategy for the Olele area conservation area. Based on the results of the analysis, the development strategy that can be carried out is a strategy that focuses on exploiting existing opportunities (opportunities) by using or optimizing strengths owned (strength)
MARINE RESOURCE EXPLOITATION ETHICS: ENVIRONMENTAL PHILOSOPHY PERSPECTIVE IN FISHERIES MANAGEMENT Mega Deza Tahta Rahmawati; Nirmala Yusuf; Fauzia Zees; Amelya Mustamu; Hasim, Hasim
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i7.9265

Abstract

The sea is a source of wealth and media in strengthening the unity of the Indonesian state. The large potential of marine resources, especially fisheries resources, makes a significant contribution to state income. Utilization of fisheries resources cannot be separated from various problems, especially regarding the exploitation process which does not pay attention to negative impacts on the environment. Excessive exploitation can also have a negative impact on marine waters as a whole, allowing conflicts to arise and even coming into conflict with international maritime law. To minimize the negative impacts of exploitation, conservation action is the right step and is in line with the concept of sustainable development goals (SDGs). From this article, it can be seen that the concepts of exploitation and conservation should be able to work in balance with the understanding and implementation of the concept of sustainable development. The process of exploiting fishery resources must also pay attention to its impacts, so that it does not cause harm to water conditions and without ignoring carrying capacity conditions existing environment and ecosystem
PENGARUH PENAMBAHAN VITERNA PLUS DENGAN DOSIS BERBEDA PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN GURAME (Osphronemus Gouramy) Francis Asman Supu; Hasim Hasim; Mulis Mulis
Journal Of Fisheries Agribusiness Vol. 1 No. 1 (2023): JOURNAL OF FISHERIES AGRIBUSINESS (APRIL)
Publisher : Program Vokasi UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jfa.v1i1.12

Abstract

Ikan Gurame merupakan salah  satu jenis ikan  yang memiliki nilai ekonomis tinggi  dan  memiliki pertumbuhan yang lambat. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh  penambahan viterna plus terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan gurame. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2022. Metode yang digunkan adalah eksperimen  dengan rancangan acak lengkap (RAL) . penelitrian ini menggunakan 12 wadah akuarium  bervolume 15 liter. Hewan uji yaitu ikan gurame.  Ukuran panjang rata-rata 3,38 cm dan berat rata-rata 0,48 gram sebanyak  180 ekor  dengan padat penebaran 1 ekor/liter, dengan lama pemeliharaan 30 hari. Data yang diambil meliputi pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Data yang diambil diolah menggunakan  Analisys Of Variance (ANOVA) . Hasil uji anova menunjukan bahwa  pengaruh  penambahan viterna plus terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan gurame tidak berpengaruh nyata.
PENGKAYAAN PAKAN MENGGUNAKAN MADU DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN MAS (cyprinus carpio) Farha Musdalifa Tambulango; Hasim Hasim; Sutianto Pratama Suherman
Journal Of Fisheries Agribusiness Vol. 1 No. 2 (2023): JOURNAL OF FISHERIES AGRIBUSINESS (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jfa.v1i2.15

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian madu terhadap pertumbuhan benih ikan mas. Metode eksperimen dan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diujikan yaitu (A) Penambahan Madu 0 ml/kg Pakan; (B) penambahan mabu 125 ml/kg pakan; (C) penambahan madu 250 ml/kg pakan; (D) penambahan madu 375 ml/kg pakan. Hewan uji yang digunakan sebanyak 20 ekor, di perlihara pada akuarium dengan volume air 60 liter dan dosis pemberian pakan 6% dari biomassa ikan dengan frekuensi pemberian 3 kali per-hari. Pertumbuhan tertinggi pada perlakuan C (Pemberian madu 250 ml/kg pakan) dengan berat total 8,46 gr dan panjang total 1,4 cm, sedangkan untuk kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan D (penambahan madu 375 ml/kg pakan) dengan presentase 100%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengkayaan pakan mengunakan madu meberikan pengaruh nyata (<0,05) pada pertumbuhan panjang dan berat benih ikan mas, tetapi tidak berpengaruh nyata (>0,05) pada kelangsungan hidup benih ikan mas.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK PROBIO 7 DENGAN DOSIS BERBEDA PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) Evia Nanda Monoarfa; Hasim Hasim; Rully Tuiyo
Journal Of Fisheries Agribusiness Vol. 1 No. 2 (2023): JOURNAL OF FISHERIES AGRIBUSINESS (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jfa.v1i2.18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh probiotik dengan yang dosis berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan gurame (Osphronemus gouramy )serta dosis terbaik proiotik terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan gurame (Osphronemus gouramy). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan juni 2022 sampai dengan bulan juli 2022.Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari dan bertempat di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu, di Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas empat perlakuan dan tiga kali ulangan yaitu perlakuan A (dosis 0 ml/kg), B (dosis 5 ml/kg),C (dosis 10 ml/kg) D (dosis 15 ml/kg). Pakan yang diberikan 5% dari biomasa dengan frekuensi 2 kali sehari. pertambahan berat tertinggi terdapat pada perlakuan C yaitu sebesar 2,20 gr , diikuti oleh perlakuan D sebesar 2,15 gr dan perlakuan B sebesar 2,11 gr, sedangkan pertambahan berat terendah terdapat pada perlakuan A sebesar 2,09 gr. Pertumbuhan Panjang mutlak tertinggi pertambahan Panjang tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan dosis probiotik 10 ml/kg pakan yang mengasilkan panjang 4,27 cm., kemudian perlakuan B = 4,23 cm, kemudian perlakuan D = 4,21 cm, dan perlakuan A = 3,99 cm. kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan C (dosis pemberian probiotik 10 ml) dengan presentase 80% , kemudian diikuti oleh perlakuan D (dosis pemberian probiotik 15 ml) dengan presentase 77%, selanjutnya diikuti oleh perlakuan B (dosis pemberian probiotik 5 ml) dengan presentase 67% dan yang paling terendah yaitu perlakuan A (dosis pemberian 0 ml) atau kontrol dengan presentase 60%.. Hasil Analisis ANOVA menunjukan hasil berpengaruh nyata pada pertumbuhan berat dan kelangsungan hidup, tetapi tidak berpengaruh nyata pada pertumbuhan panjang.
Paradigma Positivistik dalam Analisis Epistemologis Penggunaan Ekstrak Pakis sebagai Alternatif Pengendalian Parasit pada Udang Vaname Putra Arif Yanto Umar; Hasim Hasim
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 16 No 2 (2025): Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v16i2.8057

Abstract

This study examines the application of the positivistic paradigm in epistemological analysis of fern extract utilization as an alternative parasite control method in vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei). Through literature review and epistemological analysis, this research explores how the positivistic approach shapes understanding and validation of traditional knowledge about fern's antiparasitic properties in modern aquaculture science. The positivistic paradigm emphasizes empirical verification, measurable variables, and scientific objectivity in evaluating the effectiveness of fern extracts against shrimp parasites. Previous studies demonstrate that various fern species contain bioactive compounds such as flavonoids, tannins, and saponins that exhibit antiparasitic activity. The epistemological analysis reveals that the positivistic approach facilitates the transformation of traditional ecological knowledge into scientifically validated aquaculture practices through controlled experiments, statistical analysis, and replicable methodologies. However, this paradigm also presents limitations in capturing the holistic understanding of traditional knowledge systems. The integration of positivistic methods with indigenous knowledge systems offers promising pathways for developing sustainable and effective parasite management strategies in vannamei shrimp aquaculture.