Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL MASYARAKAT DI DESA KALUPPINI KABUPATEN ENREKANG Darmawati Darmawati
Teknosains Vol 11 No 2 (2017): JULI
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v11i2.7826

Abstract

Pengobatan tradisional sudah lama dilakukan oleh nenek moyang kita sejak jaman dahulu dan diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Penelitian ini merupakan penelitian mengenai Etnobotani Tumbuhan Obat oleh masyarakat di yang bertujuan untuk mengetahui tumbuhan apa saja yang dimanfaatkan oleh masyarakat, bagaimana cara mengolah tumbuhan tersebut untuk pengobatan tradisional dan bagianbagian tumbuhan apa yang digunakan dalam pengobatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan penelusuran referensi. Data dari hasil penelitian selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif sesuai dengan tujuan penelitian yang nantinya akan disajikan dalam bentuk tabel, foto atau gambar. Cara mengolah tumbuhan tersebut dalam pengobatan tradisonal yaitu direbus lalu diminum, ditumbuk lalu diminum, di haluskan lalu dioleskan, di bakar lalu diminum, diparut lalu dioleskan, diparut lalu diminum, dikunyah lalu diminum.
Istihsan dan Pembaruan Hukum Islam Darmawati H
AL-Fikr Vol 15 No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ishtisan is one source ijtihad, which means assuming something better to achieve a kemaslahatan. Ishtihsan be used as evidence because they are more able to realize the objectives of shari'ah. Scholars who use ishtihsan as a source of Islamic law of which the Imam Abu Hanifah, Imam Malik and some followers of Imam Ahmad bin Hanibal.Kaitan ishtihsan with legal reform lies in the maqasid Islamic Shari'a, which aims to realize and maintain the benefit of mankind.
HUKUM ISLAM PADA MASA IMAM-IMAM MUJTAHID (101 H – 350 H / 750 M – 961 M) Darmawati Darmawati
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1373

Abstract

Knowledge has developed rapidly during the reign of Abbasids, it is because of government policy at that time a love of knowledge. Both the knowledge of tafsir, hadith, the knowledge of kalam, as well as jurisprudence. Another cause of the development of science in the Abbasid period because it has been given the freedom to think and develop science in their respective fields. By him that Islamic law has developed rapidly as any other science. At this time some priests born mujtahid. Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Shafi'i and Imam Ahmad ibn Hanbal.
PERCERAIAN DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI Darmawati Darmawati
Sulesana Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v11i1.3548

Abstract

Perceraian adalah berakhirnya suatu ikatan pernikahan, apakah itu disebabkan oleh sikap suami atau sikap istri. Pasangan suami istri yang tidak cocok lagi malanjutkan bahtera rumah tangganya dan telah sepakat untuk bercerai,  telah memberikan dampak yang negatif bukan hanya terhadap anak-anak, bahkan termasuk mantan suami atau istri serta terhadap masyarakat.
HUBUNGAN HUKUM ISLAM DENGAN HUKUM POSITIF Darmawati Hanafi; Anggi Anggraini
Sulesana Vol 12 No 1 (2018)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sulesana.v12i1.5666

Abstract

Artikel ini membahas tentang hubungan hukum Islam dengan hukum positif, keharmonisan hukum positif dengan hukum Islam. Hukum Islam ini merupakan hukum yang bersumber dari wahyu Tuhan, sekaligus melibatkan penalaran dan analisis manusia memahami wahyu tersebut. Ijtihad yang dilakukan para jurist muslim merupakan bukti kongkrit keterlibatan manusia dalam menggali hukum yang hidup dalam masyarakat. Hukum positif bertujuan untuk kepentingan duniawi yang berkenaan dengan lahiriah bagi kepentingan kebendaan dengan berbagai seluk beluknya. Sedangkan hukum agama, merupakan ketetapan Allah untuk mewujudkan kemaslahatan dan kepentingan manusia lahir batin, dunia dan akhirat.
AKAD DALAM TRANSAKSI EKONOMI SYARI’AH Darmawati Darmawati
Sulesana Vol 12 No 2 (2018)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sulesana.v12i2.7578

Abstract

Bentuk-bentuk akad dalam transaksi ekonomi syari’ah dapat dibagi menjadi dua: Pertama: akad tabarru merupakan akad yang dilakukan antara kedua belah pihak dengan tujuan tolong-menolong dalam rangka berbuat kebaikan. Kedua akad tijarah merupakan akad yang dilakukan dengan tujuan mencari keuntungan, karena bersifat komersial. Akad tijarah dapat dibagi menjadi dua yaitu: natural certainity contracts (NCC) dan natural uncertainity contracts.
DZIKIR TOLAK BALA TAREKAT KHALWATIYAH SAMMAN DI KELURAHAN TALAKA KAMPUNG TANETE, KEC. MA’RANG, KAB. PANGKEP (TINJAUAN AQIDAH ISLAM) Ahmad Mursalat; Darmawati H
Sulesana Vol 13 No 1 (2019)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sulesana.v13i1.9951

Abstract

Dzikir Tolak Bala merupakan salah satu Tradisi Tarekat Khalwatiyah Samman yang ada di Kampung Tanete Kelurahan Talaka yang dimana hal ini awalnya adalah Tradisi nenek moyang yang masih berpahamkan animisme kemudian Islam datang sekaligus Tarekat yang datang memperbaiki aqidah mereka agar ikut dengan ajaran islam dalam memperbaiki Tradisi mereka tersebut yang sebelumnya meminta pertolongan dan perlindungan kepada yang selain Tuhan (yakni kepada roh-roh Nenek Moyang  mereka yang dianggap memiliki kekuatan supranatural yang tinggi untuk melindungi mereka, atau benda materi yang memiliki kemampuan serupa) yang kemudian meyakinkan mereka agar meminta pertolongan dan perlindungan hanya kepada Tuhan yang Maha Esa (Allah swt). Waktu pelaksanaan Tolak Bala ini dilaksanakan berdasarkan hasil musyawarah masyarakat Khususnya yang menganut Tarekat Khalwatiyah Samman terkait dengan penentuan pelaksanaan kegiatan tersebut dan adapun bulan-bulan dalam kalender hijriah yang umumnya kapan ditetapkan waktu pelaksaannya yaitu bulan Muharam, Shafar, Rajab dan Zulhijah, serta pada waktu Maulid Nabi Muhammad saw. Dalam pelaksanaan Tradisi Tolak Bala tersebut terdapat serangkaian kegiatan seperti barazanji, zikir, kemudian meminta Sang Ilahi agar meridai dan memberkati kegiatan mereka serta memohon perlindungan dan pertolongan dengan niat hanya di tujukan kepada-Nya. Kemudian dalam kelengkapan acara tersebut disajikan beberapa bahan seperti kemenyan (sebagai pengharum ruangan), kue Apang, Onde-onde, dan Leppe-leppe’ yang memiliki pemaknaan masing-masing.Adapun pendapat masyarakat terkait dengan Tradisi tersebut ada beberapa yang tidak mempermasalahkan selama tidak membuat kegaduhan dan permohonan do’a yang dipanjatkan penganut tarekat tersebut semata-mata diniatkan hanya kepada Allah swt. dan adapun yang masih ragu dengan keyakinan mereka, dan ada juga yang menganggap Tradisi tersebut sebagai kegiatan bid’ah. Tetapi orang yang mengatakan hal seperti itu ternyata tidak melihat secara keseluruhan prosesinya dan penulis menyimpulkan bahwa sesutu tidak dapat dipatikan jika tidak diselesaikan dan peneliti beranggapan bahwa kegiatan ini tidak bertentangan dengan agama.
PERAN PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF JAMAAH AN-NADZIR DI ROMANG LOMPOA KECAMATAN BONTOMARANNU KAB. GOWA SULAWESI SELATAN Marwah Marwah; Darmawati H; Andi Nurbaethy
Sulesana Vol 14 No 1 (2020)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sulesana.v14i1.16817

Abstract

Penelitian ini berjudul “Peran Perempuan dalam Perspektif Jamaah An-Nadzir di Romang Lompoa Kec. Bontomarannu Kab. Gowa Sulawesi Selatan”. Penelitian ini dilatrabelakangi oleh permasalahan adanya perbedaan jamaah An-Nadzir dengan masyarakat dari segi tempat tinggal, perilaku  keagamaan dan perbedaan-perbedaan lain yang mempengaruhi peran perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pandangan teologis dalam Jamaah An-Nadzir, (2) Peran dan posisi perempuan dalam Jamaah An-Nadzir. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan jenis pengolahan data deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan teologis dan fenomenologis. Adapun sumber data penelitian ini adalah anggota jamaah An-Nadzir khususnya kaum perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan, sedangkan teknik pengolahan data melalui empat tahap yaitu reduksi data, penyajian data, teknik perbandingan dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) pandangan teologis pada Jamaah An-Nadzir cukup berbeda jika dibandingkan dengan kelompok keagamaan lainnya, yakni praktek keagamaan yang cenderung berbeda dengan praktek mayoritas umat Islam di Indonesia. Hal yang paling menonjol pada jamaah An-Nadzir terletak pada tampilan fisiknya yang memiliki ciri khas tersendiri, dan juga terkait waktu penentuan masuknya ramadan dan lebaran yang selalu lebih awal dibanding jadwal yang telah ditentukan oleh pemerintah. 2) Bagi Jamaah An-Nadzir peran dan posisi perempuan juga cukup berbeda, yakni perempuan ditempatkan di rumah. Perempuan bagi Jamaah An-Nadzir dibatasi ke ranah publik. Bagi perempuan jamaah An-Nadzir mereka tidak pernah merasa bekerja sebagai tujuan hidup atau sesuatu yang mereka inginkan  setelah  menikah. Karena kehidupan perempuan setelah menikah sepenuhnya adalah seputar mengurus suami dan anak, atau terbatas pada peran domestik. Selain itu dalam penentuan jodoh bagi perempuan Jamaah An-Nadzir tidak diberi kebebasan dalam memilih namun dipilihkan oleh orang tua atau orang yang telah dipercayakan akan hal itu. AbstractThis study is entitled “The Role of Women in the Perspective of Jamaah An-Nadzir in Romang Lompo - Bontomarannu, in Gowa Regency of South Sulawesi ”. This research is motivated by the apparent difference between the An-Nadzir congregation and the general Muslim community in terms of place of residence, religious behavior and other differences that affect the role of women. This study aims to discover: (1) The theological views in Jamaah An-Nadzir, (2) The role and position of women in Jamaah An-Nadzir. This study is a field research that employs descriptive and qualitative data processing mode with theological and phenomenological approaches. Data sources for this study comprise members of the An-Nadzir congregation, especially the women. Data collection methods used involves observation, interviews, documentation and literature study; while the data processing techniques comprise data reduction, data presentation, comparison techniques and drawing conclusions. The results of this study indicate that 1) the theological view of Jamaah An-Nadzir is quite different when compared to other religious groups, namely religious practices that tend to be different from those of the majority of Muslims in Indonesia. The most distinctive aspect about the An-Nadzir congregation lies in its physical appearance which has its own characteristics, and also in relation to the determination of the beginning of Ramadan and the Eid, which is always earlier than the schedule set by the government. 2) For Jamaah An-Nadzir, the roles and positions of women are also quite different, as their main domain is around the household and their space in public sphere is restricted. The women of the An-Nadzir congregation never consider work as a life goal or an ambition after marriage, since a woman’s life after marriage is entirely about taking care of her husband and children, or is limited to domestic roles. In addition, the women of Jamaah An-Nadzir are not given freedom to choose their husbands. It is their parents or certain people who have been entrusted for it that make the decision.
KONSEP IJTIHAD (Studi Atas Pandangan Muhammad Arkoun) Muh. Taufiq; Darmawati H.; Abdullah Abdullah
Sulesana Vol 15 No 1 (2021)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sulesana.v15i1.23599

Abstract

Persoalan umat Islam di zaman modern memang semakin sulit dipulihkan kembali kepada misi Islam yang Rahmatan lil Alamin, ketika terlalu mensakralkan hal-hal yang selama ini menjadi pedoman umat. Seperti halnya ketika wahyu Tuhan yang telah ditafsirkan oleh para penafsir-penafsir terdahulu  dilegitimasi oleh suatu kelompok yang kemudian tidak bisa dikritisi dan tidak memberikan ruang untuk mengembangkan penafsiran baru. Karena kebutuhan sosial dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat cenderung berbeda, maka harus ada ketetapan bagi pemikiran kreatif dan reinterprestasi ketetapan Ilahi. Maka dari itu Muhammad Arkoun dalam salah satu langkahnya dalam mengembangkan ijtihad menekankan pentingnya hermeneutika dan analisis historis khususnya dalam menginterprestasikan hal yang berhubungan dengan teologis. Ijtihad atas pandangan Muhammad Arkoun ialah segala upaya untuk menyadarkan umat Islam untuk memiliki kesadaran sejarah serta memahami sejarah atau kultur itu dengan menggunakan berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Demikian itulah yang kemudian dijadikan sebagai kritik sejarah untuk merekonstruksi pemikiran Islam yang mandek dan tidak inovatif. Maka dari itu konsep ijtihad Muhammad Arkoun adalah segala upaya intelektual yang dilakukan untuk menginterpretasikan hal-hal yang sifatnya masih diselimuti kesamaran yang membingungkan sebagai upaya memajukan umat Islam. Sehingga cita-cita agama sebagai agama kemanusiaan, spiritual dan Rahmatallil alamin bagi setiap ciptaan Tuhan bisa terwujud.
PERSEPSI KOMUNITAS PESANTREN TERHADAP PROGRAM STUDI AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM Darmawati H
Sulesana Vol 15 No 2 (2021)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Persepsi Komunitas Pesantren terhadap Program studi Aqidah dan Filsafat Islam” Permasalahan yang kami angkat dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pengetahuan santri terhadap pelajaran aqidah dan filsafat dan bagaimana minat santri untuk masuk ke Prodi Aqidah dan Filsafat Islam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi santri terhadap pelajaran aqidah dan filsafat dan untuk mengetahui minat santri untuk masuk ke Prodi Aqidah Filsafat Islam. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa data tertulis atau lisan dari informan atau pelaku yang dapat diamati. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teologis normatif yakni kajian yang melihat tentang konsep pemahaman ajaran Islam yang dipraktekkan oleh pesantren dari aspek Aqidah dengan rujukan pada teks-teks yang bersumber dari Alquran dan hadis serta dari berbagai kitab kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengetahuan santri terhadap pelajaran Aqidah dan filsafat, pada dasarnya santri telah mengetahui tentang aqidah filsafat. Mereka mengetahui lewat pelajaran yang telah diajarkan oleh para guru yang ada di pesantren. Pengetahuan tersebut diperoleh dari hasil bacaan buku-buku dari kurikulum buku pelajaran Aqidah akhlak, atau dari hasil bacaan kitab kuning (as-Sullam) dan dari guru yang mengajar tauhid atau akidah akhlak, dari teman mereka serta dari media sosial. Pentingkah filsafat itu disajikan di pesantren ? mayoritas menganggap bahwa filsafat tidak terlalu penting disajikan di pesantren. Minat santri untuk masuk ke prodi Aqidah dan filsafat Islam, pada umumnya para santri kurang berminat untuk masuk ke prodi Aqidah dan Filsafat. Bagi santri yang berminat karena mereka ingin mengetahui asal-usul segala sesuatu. Kurangnya minat santri masuk ke prodi Aqidah dan filsafat, karena materi filsafat sangat berat, dan banyak menggunakan logika serta membutuhkan analisa yang mendalam.