Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

NASIONALISME DAN DEMOKRASI DALAM PANDANGAN HUKUM ISLAM Darmawati Darmawati; Halimah B
Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar'iyyah Vol 1 No 3 (2020)
Publisher : SIYASATUNA : JURNAL ILMIAH MAHASISWA SIYASAH SYAR'IYYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nasionalisme dan demokrasi sebagai pemikiran politik yang berkembang didunia Barat menimbulkan respon intelektual yang bervariasi di dunia Islam, bahkan menciptakan ide pro dan kontra yang tidak ada habisnya untuk dibahas. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka, dengan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nasionalisme dan demokrasi sebagai pemikiran politik yang dibawa oleh barat menimbulkan pelbagai respon intelektual dalam dunia Islam. Di satu sisi telah memperkaya pemikiran politik Islam, dan disisi lain menghadapkan masyarakat muslim pada berbagai eksperimen demokrasi yang tidak jarang menghasilkan konflik dan ketegangan. Variasi penerimaan masyarakat muslim terhadap nasionalisme dan demokrasi menunjukkan bahwa dinamika umat Islam sendiri sangat plural, tergantung pada visi kesejarahan, budaya, pergolakan politik dan keterbukaan yang dimiliki. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa konsep nasionalisme dan demokrasi telah menimbulkan pro dan konta. Pihak pro berasumsi bahwa meskipun ide nasionalisme dan demokrasi dipelopori oleh dunia barat, nilai-nilainya dapat diadaptasikan dengan nilai-nilai Islam, seperti konsep syura yang sejalan dengan beberapa ayat dalam al-Qur’an. Disisi yang lain, pihak kontra berasumsi bahwa paham nasionalisme dan demokrasi bertujuan untuk menguasai dunia Islam, dan uga terdapat kelompok yang berdiri di tengah antara menerima dan menolak beberapa aspek demokrasi.Kata Kunci: Demokrasi; Hukum Islam; Nasionalisme 
EFEKTIVITAS PENYULUH BP4 DALAM MENEKAN ANGKA PERCERAIAN DI KOTA MAKASSAR Darmawati Darmawati; Hasyim Haddade
Harmoni Vol. 19 No. 1 (2020): Januari-Juni 2020
Publisher : Research and Development Center for Guidance for Religious Societies and Religious Services, the Research and Development and Education and Training Agency of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (MORA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32488/harmoni.v19i1.429

Abstract

Penelitian ini berjudul “Efektivitas Penyuluh BP4 dalam Menekan Angka Perceraian di Kota Makassar” Masalah penelitian adalah apa faktor penyebab terjadinya perceraian di Kota Makassar? dan bagaimana bentuk upaya penyuluh BP4 dalam menurunkan angka perceraian di Kota Makassar? Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan menghasilkan data deskriptif. Penelitian dilakukan pada lima KUA di Kota Makassar. Teknik analisis data deskriptif-kritis. Informan kunci adalah kepala KUA dan para penyuluh BP4. Hasil Penelitian menunjukkan Sebab terjadinya perceraian di Kota Makassar, adalah kurangnya tanggung jawab bagi suami terhadap hal nafkah, kekerasan dalam rumah tangga, serta perselingkuhan disebabkan media sosial. Penyuluh BP4 telah melaksanakan tugas dan fungsinya secara maksimal, namun masih kadang mendapat kendala, terutama dari segi waktu, calon pengantin yang tidak sempat hadir dalam kegiatan suscatin (kursus calon pengantin), juga kendala dari segi anggaran dalam pelaksanaan penyuluhan. Kendala lainnya yang dialami oleh penyuluh dalam menekan angka perceraian adalah tidak hadirnya para pasangan suami istri yang ingin bercerai, yang seharusnya mereka datang ke kantor KUA setempat untuk mendapatkan penasihatan. Sehingga secara umum efektivitas penyuluh BP4 dalam menekan angka perceraian di Kota Makassar masih kurang maksimal.
PAHAM DAN SIKAP KEAGAMAAN SISWI TERHADAP KEWAJIBAN HIJAB/JILBAB: STUDI PERBANDINGAN SMA DAN MAN DI KOTA MAKASSAR Darmawati H
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/aqidahta.v6i1.15975

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi paham keagamaan antara siswi terkait kewajiban penggunaan hijab/jilbab, untuk mengetahui implementasi sikap keagamaan siswi terkait kewajiban pengenaan hijab/jilbab dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, internet dan media sosial menjadi variabel paling memengaruhi siswi baik MAN maupun SMAN sebagai sumber rujukan mereka dalam menambah pengetahuan agama. Sumber-sumber yang lain seperti pengajian di organisasi dan pengajian di masjid. Pengajian di ROHIS dan halaqah cukup memberi pengaruh sebagai sumber pengetahuan keislaman siswi baik MAN maupun SMAN. Normativitas kognitif siswa terkait hijab cukup tinggi, semua siswa menerima hijab sebagai doktrin dan kewajiban agama bagi setiap muslimah serta semuanya menolak konsep bahwa hijab atau jilbab hanyalah produk budaya. Pada aspek-aspek yang lain terkait normativitas kognitif hijab di kalangan siswi SMAN maupun MAN menunjukkan bahwa kecenderungan tersebut cukup tinggi yaitu pada angka rata-rata 80-90an persen serta tidak ada perbedaan yang berarti antara normativitas kognitif hijab di kalangan siswi SMAN maupun MAN.
POHAMBA-HAMBA’A: PERSEPSI KESETARAAN JENDER PADA PASANGAN SUAMI ISTRI DI DESA BONERATE, KECAMATAN PASIMARANNU KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR Rezki Kurniati; Darmawati H; Andi Nurbaethy
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian terhadap persepsi kesetaraan jender pada pasangan suami istri di Desa Bonerate Kecamatan Pasimarannu Kabupaten Kepulauan Selayar. Eksplorasi dalam tulisan ini dibangun dengan landasan teori-teori jender secara umum dan konsep kesetaraan jender dalam Islam, untuk mengkaji persepsi kesetaraan jender pasangan suami istri di Desa Bonerate, dan implementasi serta dampak dari implementasi perspektif jender tersebut. Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan menggunakan pendekatan teologis dan fenomenologis. Hasil ekplorasi menunjukkan bahwa pasangan suami istri di Desa Bonerate memandang bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama mempunyai hak dalam berbagai bidang kehidupan. Pembagian kerja tidak menjadi tolok ukur kesetaraan bagi masyarakat Desa Bonerate karena hal tersebut merupakan bentuk perwujudan keseimbangan khususnya dalam rumah tangga yang dikenal dengan istilah pohamba-hamba’a (bentuk kerja sama antara laki-laki dan perempuan). Implementasi atau penerapan dari konsep pemahaman terkait gender oleh pasangan suami dan istri di Desa Bonerate dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari terutama pada pembagian tugas bagi suami dan istri. Suami mengambil peran instrumental seperti bekerja mencari nafkah dan istri mengambil peran ekspresif berupa pengurusan rumah tangga, pengasuhan anak, dan rutinitas-rutinitas lainnya. Meskipun demikian, pasangan suami istri Desa Bonerate tetap memberikan peluang yang sama kepada anak-anaknya baik laki-laki maupun perempuan terutama dalam bidang pendidikan. Konsep pemahaman tentang gender dan implementasinya oleh pasangan suami istri di Desa Bonerate menimbulkan dampak yang berpengaruh terhadap skema kehidupan suami dan istri di Desa Bonerate, seperti konsekwensi beban ganda yang diemban oleh istri dan ketergantungan istri terhadap suami semakin kuat.
Gender dan Ekonomi (Analisa Terhadap Mitra Go-Jek Perempuan di Indonesia Tahun 2018) Darmawati H
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol 12 No.1 Tahun 2018
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.174 KB) | DOI: 10.46339/al-wardah.v12i1.130

Abstract

Abstrak Transportasi sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat milenial. Transportasi yang aman, nyaman, mudah, dan murah merupakan syarat utamanya. Sektor ini dengan cepat ditanggapi oleh seorang entrepreneur muda Indonesia yang dengan membangun kerajaan bisnis yang berbasis daring. Go-Jek Indonesia telah menjelma menjadi salah satu bisnis transportasi terkemuka di Indonesia. Mitranya tidak hanya laki-laki tetapi juga perempuan. Penelitian ini menggambarkan bagaimana perlakuan perusahaan terhadap mitra perempuannya dan apa respon masyarakat atas keikutsertaan perempuan dalam bidang yang didominasi kaum laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan perlakuan perusahaan baik pada mitra perempuan ataupun lelaki, hanya saja stigma masyarakat tentang perempuan yang lemah dan kurang lincah di jalan merupakan alasan munculnya respon negative.
ISTIHSAN DAN PEMBARUAN HUKUM ISLAM Darmawati Hanafi
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.027 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v6i2.7172

Abstract

Ishtisan is one source ijtihad, which means assuming something better to achieve a kemaslahatan. Ishtihsan be used as evidence because they are more able to realize the objectives of shari'ah. Scholars who use ishtihsan as a source of Islamic law of which the Imam Abu Hanifah, Imam Malik and some followers of Imam Ahmad bin Hanibal.Kaitan ishtihsan with legal reform lies in the maqasid Islamic Shari'a, which aims to realize and maintain the benefit of mankind.
The Students (Mahasantri) of Ma’had Aly As’adiyah Perception in Sengkang Regarding The Trustworthiness in The Quran Marlinda Marlinda; Darmawati Darmawati; Muhsin Mahfudz
International Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2023): June
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ijis.v3i1.42434

Abstract

This research aims to determine the perception of MA'HA Santri (Students) at Al-Aly As'adiyah Islamic Boarding School in Sengkang regarding trustworthiness in the Quran. The research objective is to understand the perception of MA'HA Santri at Al-Aly As'adiyah Sengkang regarding trustworthiness in the Quran, categorizing this study as qualitative field research. Field research uses a contextual and comprehensive approach to explore the meanings, definitions, understanding, events, and lives of individuals directly or indirectly involved in the research subject. According to the students of Ma’had Aly As’adiyah Sengkang, the implementation of trustworthiness has been carried out effectively. The execution of these qualities aligns with the indicators in this study, namely responsibility, transparency, and keeping promises. The students (Mahasantri) at Ma'had Aly As'adiyah Sengkang have applied these indicators in their teaching processes at the campus to achieve quality learning. Implementing trustworthiness in learning by the students at Al-Aly As'adiyah Sengkang can produce high-quality outcomes. Quality learning can enhance knowledge for the future, benefiting oneself and others. However, some MA'HA Santri may still need to improve their trustworthiness in their daily lives.
Social Media Usage Deviation and Impact on Muslim Family Dynamics in Makassar City, South Sulawesi Hanafi, Darmawati; Sabara, Sabara; Patimah, Patimah
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol 8, No 3 (2024): Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sjhk.v8i3.24113

Abstract

In the digital era, household resilience faces challenges from the influence of social media which triggers problems such as divorce in the family. Therefore, this research aims to reveal facts about the impact of social media on divorce among Muslim families in Makassar City, and provide preventive solutions to counteract this negative influence. This article uses empirical research methods using a legal sociological approach. Data was collected through in-depth interviews and literature study. The informants interviewed were religious court judges and divorced couples. The research location is the Makassar City Religious Court. Meanwhile, the literature referred to is relevant articles, books and references. The results of this research show that social media is the main factor causing divorce in married couples. Likewise, the factors that cause divorce are incompatibility, the presence of a third party (infidelity), domestic violence, economic problems. Therefore, the solution that can be taken to deal with the negative impact of social media which causes divorce is intensive and extensive guidance through the sakinah family counseling program, strengthening ethics based on religious teachings, and mediation interventions providing opportunities to mitigate these negative influences. In the context of legal sociology, the government through the ministry of religion, judges, ulama as social actors and all elements of society must work together to reduce the divorce rate as a deviation due to social media, so that harmony in the household and family resilience can be realized.
Environmental Theology and Its Relevance to Islamic Law: Perception of Makassar Muslim Scholars, Indonesia Latif, Muhaemin; Hanafi, Darmawati; Damis, Rahmi; Goncing, Abdi
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol 7, No 3 (2023): Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sjhk.v7i3.18905

Abstract

This article discusses environmental theology with Islamic law from the perspective of scholars and scholars in Makassar City, South Sulawesi. The research uses qualitative methods with a theological approach and Islamic law as an analytical tool. Theology is used to analyze Islamic concepts of the environment as opposed to Islamic law. In obtaining the data, researchers interviewed religious figures who became role models for the people of Makassar, in addition to using literature study techniques. The results showed that Makassarese Muslim scholars are well aware that environmental theology is an alternative solution to overcome the environmental crisis. They believe that the two main sources of Islam, the Quran and Hadith, pay great attention to the protection and maintenance of the environment. Similarly, Prophet Muhammad PBUH is the best example among leaders who care deeply about the environment. Furthermore, this study also concludes that first, environmental theology is a theology that not only discusses man's relationship with God but also discusses man's relationship with social, cultural, environmental, and social reality. Environmental theology focuses on the extent of human concern for nature and the environment. Second, the foundation of environmental theology can be traced from two main sources of Islam, namely the Qur'an, and Hadith. The Qur'an pays great attention to the protection and preservation of the environment. Likewise, Prophet Muhammad PBUH, in his various traditions also emphasized the importance of protecting and maintaining the environment. Third, environmental theology is closely related to Islamic law specifically ecological fiqh, which focuses on practical explanations of how to protect the environment. If environmental theology is oriented towards philosophical foundations in environmental conservation, then Islamic law requires the importance of protecting the environment as a benefit for humans and nature.